NovelToon NovelToon
After Moon : Sekutu Di Paleside

After Moon : Sekutu Di Paleside

Status: sedang berlangsung
Genre:Epik Petualangan / Action / Fantasi / Light Novel
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Murdoc H Guydons

*Update tiap hari*

Dia pikir adiknya sudah mati 7 tahun lalu. Dia salah.

Zane Elian Kareem kehilangan segalanya dalam satu malam: Rumah, Orang tua, dan Serra, adiknya.

Namun, sebuah benda di toko berdebu mengubah takdirnya. Serra masih hidup.

Kini, Zane bukan lagi bocah lemah. Dia adalah seorang Tarker—pemeta wilayah liar yang berani menembus zona maut demi uang. Persetan dengan intrik politik kerajaan atau diskriminasi ras. Masa bodoh dengan Hewan Buas Kelas E yang mengintai di hutan.

Zane akan membakar siapapun yang menghalangi pencarian "jalan pulangnya" menuju Serra. Bahkan jika harus melawan satu republik.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Murdoc H Guydons, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 3 - Rapat, Emas dan Pengkhianat

Aku berjalan keluar dari kantin yang hangat, meninggalkan aroma rendang domba di belakang. Singgah sebentar ke konter untuk memberikan laporan yang baru saja ku sempurnakan. Udara koridor Markas Tarker terasa lebih dingin dan serius. Beberapa Tarker lain juga berjalan menuju Aula Rapat di sayap kanan gedung.

Rapat tahunan adalah sebuah ritual wajib, sebuah perhelatan yang dianggap sebagai puncak kerja keras setahun penuh, dan dianggap sebagai formalitas yang merepotkan oleh sebagian lain.

Ruang Rapat sudah dipadati puluhan Tarker dari berbagai penjuru Formia. Berbeda dengan Aula Misi yang fungsional dan selalu berisik, ruangan ini dirancang dengan aura formalitas yang membuatku sedikit tidak nyaman.

Meja-meja kayu panjang dan berat tersusun rapi dengan kursi-kursi yang menghadap ke satu arah: sebuah panggung kecil di depan, tempat nasib para penjelajah untuk setahun ke depan akan ditentukan. Di atas panggung itu, lima kursi berukiran megah telah terisi oleh para petinggi organisasi. Tampak sebuah peta Formia di belakang mereka, yang terus diperbarui, tergantung seperti permadani agung.

Semua kemegahan ini hanya untuk mengumumkan target kerja tahun depan. Padahal inti pesannya bisa ditulis di selembar papan pengumuman saja,pikirku sambil mencari tempat.

Aku memilih duduk di pinggir yang tidak ribut, membaur dengan keramaian. Mataku terpaku pada peta raksasa itu. Bagi orang awam, itu mungkin hanya gambar sebuah benua, daratan luas yang sudah terpetakan dan area kosong berwarna kelabu yang masih misteri. Tapi bagi Tarker, itu adalah bukti kemenangan kecil umat manusia melawan sejarah yang hilang.

Moonfall—jatuhnya bulan ke bumi—telah menghapus semua catatan peradaban lama. Sepanjang berabad atau mungkin milenia era kegelapan setelahnya, yang disebut Black Period, manusia buta akan bentuk dunianya sendiri. Di sinilah peran kami.

Tarker bukan sekadar petualang yang mencari pamor; kami adalah penjahit yang menyatukan kembali sobekan-sobekan dunia yang hilang. Setidaknya, itulah definisi romantis yang tertulis di halaman pertama Buku Besar Organisasi. Realitasnya? Kami adalah orang-orang kurang kerjaan yang rela mati dimakan hewan buas demi menggambar garis sungai di atas kertas.

"Mohon perhatian!"

Suara palu kayu Perrin Swifthand memecah kebisingan. Sekretaris Utama itu tampak tegang, seolah takut mejanya akan berantakan jika ada yang bernapas terlalu keras. Ruangan yang mulanya riuh dengan percakapan dalam berbagai logat mendadak hening.

Ketua Besar Tarker, Johan Meran Annoor, bangkit dari kursinya di tengah. Usianya mungkin sudah kepala enam, namun tubuhnya masih tegap, sisa masa jayanya sebagai penjelajah legendaris. Wajahnya dihiasi kerutan kebijaksanaan, dan matanya tajam memandang ke depan.

"Semoga keselamatan menyertaimu!" suaranya menggema, berat dan penuh wibawa.

Sebuah gemuruh jawaban menggema di ruangan, campuran dari "Menyertaimu juga" dan "Keselamatan juga menyertaimu" dari para Tarker yang lebih tua.

Mendengar ratusan mulut dari berbagai bangsa mengucapkan kalimat itu memberikan sensasi aneh di dadaku. Itu adalah salam adat Suku Mien. Dulu itu adalah kalimat itu adalah doa di setiap pertemuan dan perpisahan. Kini, kalimat itu telah diadopsi menjadi protokol standar organisasi.

Melihat orang Ravnia yang kasar atau bangsawan Kinsei dengan harga diri tinggi selalu menggunakan budaya Godo setiap kali rapat dimulai... yah, itu adalah kepuasan kecil tersendiri.

"Kita mulai perhelatan Rapat Besar Tarker ke-134 ini," lanjut Johan.

"Organisasi Tarker adalah penerus dari sebuah kebutuhan yang sangat sederhana. Organisasi ini lahir dari para leluhur Suku Mien, yang terbiasa merantau setidaknya sekali dalam seumur hidup mereka....”

Bla bla bla. Setiap tahun selalu mendengar pembukaan ini, apa Ketua tidak bosan mengulangnya?

Saat itulah pintu belakang ruangan terbuka. Darius Lowtrail masuk, sedikit terlambat seperti biasa. Tergopoh-gopoh menuju barisan depan yang masih kosong.

Kalau untuk rapat sekelas ini saja kau masih telat, pantas saja tak ada yang mau satu tim denganmu.

Para petinggi bergantian membaca laporannya. Ketua Divisi Plantology memberi peringatan tentang ‘Akar Pelilit Baja’ di jalur pegunungan Sigil, Ketua Divisi Beastology mengingatkan agar waspada pada ‘Pencuri Pasir Berkaca’ di pesisir barat. Hal-hal yang membuat mengantuk.

Namun ketika Shahtra Whitepaper, Ketua Divisi Kartografi, mulai bicara, semua perhatian berpindah ke depan. Ia adalah seorang pria dari Shilagar dengan tatapan mata fokus, ujung-ujung jarinya selalu tampak sedikit ternoda oleh tinta. Dengan gayanya yang sangat presisi, Shahtra memaparkan data.

"...dan penemuan paling signifikan adalah deposit emas dalam jumlah besar di Pegunungan Sigil, wilayah Ravnia." Ucapnya sambil menunjuk peta raksasa.

Hening sesaat. Lalu, seperti api yang menyambar rumput kering, bisikan-bisikan langsung menyebar ke seluruh ruangan.

Di sayap kiri, kelompok Tarker Ravnia langsung menegakkan punggung. Mata mereka berbinar tamak, sikut-sikutan satu sama lain sambil menyeringai lebar. Bagi negara yang tanahnya keras dan dingin, emas adalah tiket untuk membeli sumber daya dari selatan.

Sebaliknya, delegasi Kinsei di barisan depan mulai berbisik-bisik cepat. Aku membayangkan otak para bangsawan itu berputar cepat, menghitung kalkulasi dagang dan potensi sengketa. Orang Kinsei selalu terlihat sopan dan berbudaya, tapi dalam urusan untung-rugi, mereka lebih tajam dari pedagang manapun. Tarker Shilaghar tampak tenang, mungkin karena ajaran agamanya mengajarkan untuk tidak serakah? Atau karena tempat itu terlalu jauh dari wilayah mereka.

Sementara itu, Tarker Stellamontia—negara tuan rumah yang demokratis ini—tampak gelisah, saling melempar pandang khawatir. Emas di perbatasan Ravnia berarti satu hal: sengketa wilayah.

Shahtra mencoba mengeraskan suara diantara bisikan yang mulai ribut, “Semenjak muncul rumor, penambang mulai memenuhi area disana, kami menganalisis akan ada peningkatan tensi di sektor ini. Semua Tarker yang memilih rute ini diharap untuk sangat berhati-hati."

Aku mendengus pelan.

Inilah wajah asli Formia. Empat negara ini—Stellamontia, Ravnia, Kinsei, dan Shilagar—menandatangani perjanjian damai After Moon bukan karena permasalahan selesai. Mereka berdamai hanya karena kehabisan senjata dan sumber daya. Berikan satu alasan baru, seperti tambang emas ini, dan 'persaudaraan' itu akan hilang lebih cepat daripada kilatan petir.

“Mohon Tenang!!” ucap Perrin Swifthand sembari memukulkan palu kecil di mejanya.

"Terimakasih Shahtra. Sekarang, untuk agenda utama kita," ucap Ketua Johan, suaranya menjadi lebih berat.

"Arah penjelajahan kita untuk tahun depan. Fokus kita adalah menembus batas ini: Wilayah Timur laut, melampaui Farreach" Ia berbalik dan menunjuk peta raksasa itu.

"Seperti yang kita semua tahu, benua Formia ini terasa seperti sangkar. Ada pegunungan es Ravnia di utara. Di sisi barat, ada lautan yang tak kenal ampun. Di timur, ada ‘Inti Bulan – Prime Mooncore' yang membentang luas, layaknya pegunungan, yang menyerap Daya dan mematikan kehidupan. Wilayah di luar Farreach... adalah satu-satunya jalur yang saat ini tidak terlalu ekstrim untuk kita lewati, untuk melihat apa yang ada di luar Formia."

Suara dengungan semangat langsung menyebar di ruangan, namun Johan mengangkat tangannya, dan ruangan kembali hening.

"Namun," lanjutnya, suaranya kini lebih rendah dan serius. "Wilayah itu belum terpetakan karena suatu alasan. Tim Tarker yang terakhir ke sana... hanya satu orang yang kembali. Dia lah yang menambahkan data Hewan Klasifikasi E disana, bukan begitu Akagi?”

Keheningan di ruangan kini terasa mencekam. Akagi Trackfinder, Ketua Beastology yang berpenampilan liar dengan kalung taring, berdiri dari kursinya.

"Babi hutan raksasa dengan taring dari batu obsidian murni. Ia tidak berburu; ia memusnahkan apa pun yang memasuki wilayahnya." Ucapnya dengan ngeri, kemudian duduk kembali.

Johan diam sejenak, membiarkan informasi itu meresap. "Ada tiga jalur utama yang disarankan untuk menjadi basis pergerakan awal: melalui Cragspire, Paleside, atau mengambil rute memutar di sekeliling Gunung Mederi melewati Godo."

"Laporan akhir perjalanan dan peta baru akan kami terima paling lambat di akhir bulan kesebelas tahun ini. Jika melewati masa itu, seperti biasa, akan menjadi bahan rapat di tahun berikutnya." Begitu Johan selesai berbicara, suasana rapat mulai dipenuhi dengungan. Para Tarker dengan timnya langsung berdiskusi, berdebat tentang rute, perbekalan, dan potensi bahaya.

Melihat itu, Johan tidak meninggikan suaranya. Sebaliknya, ia berbicara lagi dengan nada yang lebih rendah, namun entah bagaimana suaranya yang dalam dan berat itu berhasil memotong semua kebisingan, membuat seisi ruangan kembali diam.

"Satu hal lagi," tambah Johan, nadanya berubah dingin. Matanya menatap tajam ke seluruh penjuru ruangan. " Kita adalah organisasi penjelajah yang independen, bebas dari campur tangan negara mana pun. Insiden Tarker Kiato adalah pengingat yang menyakitkan."

Suasana ruangan seketika menjadi hening dan mencekam. Semua orang tahu insiden yang ia maksud. Kiato terbukti bergabung dengan kelompok bandit di perbatasan, melawan militer Kinsei, dan tertangkap hidup-hidup.

"Ingat profesi kita, kita bukan tentara bayaran, bukan perampok," lanjut Johan, suaranya dingin dan tegas. "Jika tindakan Anda tidak sejalan dengan visi organisasi—yaitu memetakan dunia demi pengetahuan—maka kami berlepas tangan. Anda selesaikan sendiri masalah Anda."

Keheningan yang berat menyelimuti ruangan.

Menjadi bandit? Pilihan karir yang aneh untuk seseorang yang wajah dan namanya terdaftar di semua pos perbatasan.

"Rapat besar tahun depan akan kita adakan di Kinsei, pada bulan kedua belas," tutup Johan, suaranya kembali normal. "Saya rasa itu saja untuk hari ini. Silakan mempersiapkan diri untuk perjalanan selanjutnya. Semoga keselamatan menyertaimu!"

Suasana tegang itu langsung pecah. Ruangan bahkan lebih bising dari sebelumnya. Para Tarker Ravnia bergegas keluar, mungkin untuk mengirim surat ke keluarganya di Mezikrov soal tambang emas. Orang-orang Kinsei masih berdebat. Aku berdiri perlahan, meregangkan otot punggungku yang kaku.

Emas, hewan buas, dan pengkhianat. Tahun depan sepertinya akan sibuk. Tapi bagiku, semua omong kosong politik dan harta karun itu tidak ada artinya. Aku hanya peduli misi, sambil melanjutkan pencarian Adikku.

Melewati Paleside terlalu berisiko, perjalanan melewati hutan terlalu panjang. Mau tidak mau aku harus melewati Cragspire. Tapi harus gerak cepat, mendahului manusia-manusia tamak yang akan memenuhi kota tambang itu.

Aku melangkah keluar ruang rapat, sambil memikirkan kapan akan berangkat, sama sekali tidak menyadari bahwa takdir punya selera humor yang aneh dalam menentukan arah tujuanku selanjutnya...

1
Mingyu gf😘
Kurang kerjaan gak tuh😭😭
Mingyu gf😘
Jika memang tidak membutuhkan pendapat setiap orang, untuk apa juga rapar
Wida_Ast Jcy
bagus cerita menarik dan recommended dech
Wida_Ast Jcy
batu itu menyimpan air ya thor sehingga ia bisa menyimpan air sampai bertong tong. apakah memilik kesaktian🤔🤔🤔
Blueberry Solenne
Suara siapa itu, dan karena apa ya dia berteriak, jadi penasaran...
Murdoc H Guydons: Wihii.. langsung lanjut d Episode selanjutnya Kak.. 😬
total 1 replies
Blueberry Solenne
waduh menghambat perjalanan ini, harus bawa sol sepatu kemaa-mana ini bang🤭
Murdoc H Guydons: Hehe.. sepatunya udah jelek Kak.. harus d ganti.. 🤭
total 1 replies
Serena Khanza
semakin bagus ceritanya, ayo semangat lanjut terus thor 💪🏻💪🏻💪🏻
Serena Khanza
kek manalah ya biskuit tapi kek batu 😭😭 tuh gigi gak rontok ya 🤣
apa di sana gak ada makanan lain gitu thor misal buah atau cemilan lain atau apa gitu
Serena Khanza: oh berarti beneran ada ya real nya ku pikir cuma di fiksi aja 😅
total 2 replies
CACASTAR
ini cerita tentang pemburu hewan sejenis predator, kan ya...
Murdoc H Guydons: Pemburu hewan cuma sebagian kecil Kak,, bahkan cuma worldbuilding ny aja.. konflikny jauh lebih luas Kak.. 😬
total 1 replies
Greta Ela🦋🌺
Mungkin mereka lebih sayang sama peliharaannya kali🤭
Murdoc H Guydons: Soalny mau dipake buat kabur Kak.. lagian makanny kan cuma rumput.. 🤭
total 1 replies
Indira Mr
apakah kulit hewan buas dijual belikan
Murdoc H Guydons: Bisa dong Kak.. d olah jadi pakaian biasanya..😬
total 1 replies
Indira Mr
benar lebih baik memikirkan sol sepatu daripada memikirkan hal hal yang beratin pikiran🚀🚀🚀
Murdoc H Guydons: haha.. ga nyampe mikir jauh",, kalo yang urusan yang deket msih bermasalah Kak..😅
total 1 replies
Lukman Mubarok
mirip anime 👍 genre fantasi petualang
Murdoc H Guydons: Ya.. betul Kak.. rata" anime petualangan mirip sih settingny Kak.. 🤭
total 1 replies
Jing_Jing22
ada visualnya pasti lebih seru/Chuckle/
Murdoc H Guydons: Ada sih.. tapi belum rampung.. kalau udah jadi nanti d posting y Kak.. 😬
total 1 replies
Jing_Jing22
apakah tarker itu detektip??
Jing_Jing22: Ooh, jadi lebih ke arah penjelajah dan peneliti ya Kak?
total 2 replies
Serena Khanza
ini tarker macam kek forum atau organisasi atau kelompok gitu ya
Serena Khanza: oh kayak di game gitu ya aliansi gitu ya
total 2 replies
Wida_Ast Jcy
Lah adiknya hilang ya thor
Murdoc H Guydons: Iya Kak.. emang premis utamanya nyari adeknya yang hilang Kak.. slow pace banget ya Kak? hehe.. 😅
total 1 replies
Wida_Ast Jcy
seram amat sich thor gak kebayang wujudnya giman🤔🤔🤔
Murdoc H Guydons: hehe.. iya.. gitu deh Kak.. 🙏🏻
total 1 replies
studibivalvia
kalo domba harusnya lebih lembut lagi ga sih? apalagi kalo domba muda
Murdoc H Guydons: wah saya juga belum riset tentang tekstur daging dombanya sih Kak.. ntar d riset dulu yak.. habis itu kita buat deskripsi detailny d buki 3.. 🤭😀
total 3 replies
studibivalvia
rendang adalah fav akuu 😭
Murdoc H Guydons: d buku 3 nanti, kita bikin deskripsi yg lebih sedap ya...hahaha..
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!