NovelToon NovelToon
Gerhana Sembilan Langit

Gerhana Sembilan Langit

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Transmigrasi ke Dalam Novel / Masuk ke dalam novel / Fantasi Timur
Popularitas:7.3k
Nilai: 5
Nama Author: Kokop Gann

Seorang pembaca muak dengan novel bacaannya yang dimana para antagonis jenius dengan latar belakang tragis selalu kalah konyol oleh Long Tian, protagonis yang menang hanya bermodal "Keberuntungan Langit".

Saat bertransmigrasi ke dalam novel, dia menjadi Han Luo, NPC tanpa nama yang ditakdirkan mati di bab awal, ia menolak mengikuti naskah. Berbekal pengetahuan masa depan, Han Luo mendirikan "Aliansi Gerhana". Ia tidak memilih jalan pahlawan. Ia mengumpulkan para villain yang seharusnya mati dan mengubah mereka menjadi senjata mematikan.

Tujuannya satu: Mencuri setiap peluang, harta, dan sekutu Long Tian sebelum sang protagonis menyadarinya.

"Jika Langit bertindak tidak adil, maka kami akan menjadi Gerhana yang menelan Langit itu sendiri." Ini adalah kisah tentang strategi melawan takdir, di mana Penjahat menjadi Pahlawan bagi satu sama lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kokop Gann, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ruang Alkimia Terlupakan

Malam kembali jatuh di Sekte Pedang Awan. Sementara murid-murid lain tidur atau berkultivasi di asrama mereka, Han Luo sedang duduk di depan meja kerjanya, diterangi oleh cahaya lilin yang bergoyang pelan.

Di hadapannya terbentang gulungan kulit tua yang diambilnya dari mayat pencuri pagi tadi: Peta Rute Rahasia Sekte.

Peta itu sangat detail. Tidak hanya menggambarkan bangunan di permukaan, tapi juga jaringan terowongan bawah tanah, saluran pembuangan air, dan—yang paling menarik—lokasi-lokasi yang ditandai dengan tinta merah sebagai "Zona Bahaya" atau "Terbengkalai".

Jari Han Luo menelusuri garis peta itu, berhenti di sebuah titik di bawah Air Terjun Puncak Luar.

"Ruang Alkimia No. 7," baca Han Luo pelan. "Status: Ditutup 50 tahun lalu karena kebocoran Urat Api Bumi yang tidak stabil."

Bagi sekte, Urat Api yang tidak stabil adalah bahaya ledakan. Tapi bagi Han Luo, itu adalah sumber energi gratis. Dia membutuhkan api untuk meracik Bubuk Lumpuh dan Bom Asap. Dia tidak bisa melakukannya di gubuk kayu ini kecuali dia ingin membakar asramanya sendiri.

"Lokasinya tersembunyi, aksesnya sulit, dan tidak ada penjaga karena dianggap area mati. Sempurna."

Han Luo menggulung peta itu, mengenakan pakaian serba hitamnya, dan menyelipkan bahan-bahan alkimia ke dalam Cincin Penyimpanan barunya.

Dia keluar dari gubuk, mengaktifkan Langkah Hantu Tanpa Jejak.

Perjalanan menuju air terjun memakan waktu setengah jam. Suara gemuruh air yang jatuh dari ketinggian lima puluh meter meredam segala suara langkah kaki. Han Luo berdiri di pinggir kolam, menatap tirai air yang deras.

Menurut peta, pintu masuknya ada di balik air terjun, sekitar sepuluh meter di atas permukaan air.

Han Luo menarik napas dalam, menyalurkan Qi ke kakinya.

Wush!

Dia melompat, menjejak dinding batu yang licin, melesat menembus tirai air. Tubuhnya basah kuyup seketika, tapi dia berhasil mendarat di sebuah tepian batu sempit yang tersembunyi.

Di depannya, ada sebuah pintu batu berat yang tertutup lumut. Ada segel formasi pudar di sana.

"Segel Tingkat Kuning yang sudah rusak," analisis Han Luo. Dia tidak perlu menghancurkannya. Dia hanya perlu mengalirkan Qi-nya mengikuti pola retakan segel itu untuk memanipulasi kuncinya.

Klik.

Pintu batu itu bergeser terbuka dengan suara gemuruh pelan yang tertutup suara air terjun.

Han Luo melangkah masuk.

Udara di dalam kering dan panas. Bau belerang menyengat hidung. Ruangan itu luasnya sekitar 5x5 meter, berdebu tebal. Di tengah ruangan, terdapat sebuah tungku alkimia perunggu setinggi dada yang sudah menghitam. Di bawah tungku itu, ada lubang yang memancarkan cahaya merah—Urat Api Bumi.

"Panasnya luar biasa," Han Luo menyeka keringat yang langsung menguap. "Tapi ini harta karun."

Dia mendekati tungku itu. Dia membersihkan debu di bagian dalamnya. Tungku itu masih utuh, hanya kotor.

Han Luo mengeluarkan bahan-bahannya: Bunga Tidur, Getah Pohon Karet Hitam, Serbuk Belerang, dan sisa-sisa Rumput Bintang Ungu yang tidak dimakan ulat.

Dia tidak berniat membuat Pil Dewa. Dia berniat membuat senjata kotor.

"Mari kita mulai memasak."

Han Luo menyalurkan Qi-nya untuk memancing api bumi naik. Lidah api oranye menyembur keluar, menjilat dasar tungku. Han Luo harus sangat fokus mengendalikan besaran api agar tidak meledakkan tungku tua itu.

Satu jam berlalu. Dua jam.

Han Luo bekerja seperti apoteker gila. Wajahnya cemong oleh jelaga, tapi matanya berbinar.

Hasil akhirnya:

5 Butir Bom Asap Hitam: Menciptakan kabut pekat yang menghalangi pandangan dan mengiritasi mata.

3 Botol Serbuk Pelumpuh Saraf: Jika terhirup, korban akan lumpuh sementara (sekitar 10 detik). Cukup untuk membunuh.

1 Botol Cairan Korosi: Bisa melelehkan kunci besi atau merusak senjata lawan.

"Senjata untuk orang lemah," Han Luo menimang botol racun itu. "Tapi di tangan orang yang tepat, ini lebih mematikan daripada pedang pusaka."

Saat dia sedang membereskan peralatannya, matanya menangkap sesuatu di sudut ruangan yang gelap. Sebuah kerangka duduk bersandar di dinding.

"Lagi?" Han Luo mengangkat alis. "Sekte ini penuh dengan mayat tersembunyi."

Dia mendekat. Kerangka itu mengenakan jubah murid alkimia yang sudah hancur. Di tangannya, dia memegang sebuah buku catatan.

Han Luo mengambil buku itu. Kertasnya rapuh, tapi masih bisa dibaca.

"...Api Bumi ini aneh. Dia memiliki kesadaran. Aku mencoba memurnikannya, tapi dia memakan Qi-ku. Siapapun yang membaca ini, jangan coba menyerap Api ini tanpa 'Teknik Hati Es'..."

Han Luo menutup buku itu.

"Api Bumi yang punya kesadaran? Api Roh?

Jantung Han Luo berdegup kencang.

Han Luo menatap lubang api di bawah tungku. Apinya tampak menari-nari, seolah mengejeknya.

"Belum saatnya," putus Han Luo bijak. "Aku baru Tingkat 5. Menyentuh api ini sama dengan bunuh diri. Tapi sekarang aku tahu lokasinya. Kelak, saat aku punya teknik elemen Es atau Air yang kuat, aku akan kembali untuk memakanmu."

Dia menyimpan buku catatan itu. Laboratorium ini sekarang resmi menjadi markas rahasianya.

Han Luo keluar, menutup kembali pintu batu, dan menyelinap kembali ke asrama murid luar menjelang subuh.

Keesokan Paginya - Kantin Murid Luar.

Han Luo sedang makan pagi dengan tenang (wajah sakit-sakitan lagi) ketika keributan terjadi di pintu masuk.

Long Tian masuk.

Tapi kali ini, dia tidak terlihat menyedihkan. Dia mengenakan jubah murid pekerja yang baru dan bersih. Wajahnya segar. Di pinggangnya tergantung pedang besi standar yang baru dibeli.

Dan yang paling mengejutkan: Dia diikuti oleh dua murid pekerja lain yang tampak menjilatnya.

"Kak Long, terima kasih sudah menraktir kami daging!" "Ya, Kak Long benar-benar hebat! Dapat 100 Poin Kontribusi langsung dari Penegak Hukum!"

Long Tian tersenyum ramah, tapi ada sedikit kepercayaan diri baru di matanya. "Ah, tidak apa-apa. Kita sesama pekerja harus saling bantu."

Han Luo mengunyah rotinya pelan-pelan.

Efek Bola Salju.

Satu kejadian "Menemukan Mayat" (yang diatur Han Luo) telah mengubah status sosial Long Tian. Dia bukan lagi sampah yang diinjak-injak. Dia sekarang adalah "Pemimpin Kecil" di kalangan murid pekerja.

"Bagus," batin Han Luo. "Semakin dia bersinar, semakin dia menarik perhatian musuh."

Tiba-tiba, Han Luo merasakan sensasi dingin itu lagi. Sensasi yang dia rasakan di hutan kemarin.

Mata-mata itu.

Han Luo tidak menoleh. Dia menggunakan pantulan dari mangkuk supnya untuk melihat ke belakang.

Di sudut kantin yang gelap, duduk seorang murid biasa yang sedang minum teh. Wajahnya rata-rata, tidak ada ciri khas. Tapi Anggrek Wajah Hantu di dalam gubuk Han Luo (yang terhubung secara spiritual) mengirimkan sinyal peringatan samar.

Orang itu memakai penyamaran.

Dan orang itu... sedang menatap Long Tian.

"Menarik," pikir Han Luo. "Siapa kau? Apakah kau musuh Long Tian? Atau pelindung rahasia lain?"

Orang itu kemudian mengalihkan pandangannya. Selama sepersekian detik, matanya bertemu dengan Han Luo (melalui pantulan mangkuk).

Han Luo segera memecahkan mangkuknya dengan sengaja.

PRANG!

"Ah! Panas! Panas!" Han Luo berteriak kaget, berakting ceroboh seperti murid bodoh yang menumpahkan sup ke celananya.

Seluruh kantin menoleh dan tertawa. "Dasar Han Luo si sakit-sakitan, makan saja tidak becus!"

Mata-mata itu membuang muka, kehilangan minat pada "si bodoh" Han Luo, dan kembali fokus pada Long Tian.

Han Luo membersihkan kekacauan sambil membungkuk minta maaf berkali-kali. Tapi di dalam hati, dia dingin sedingin es.

"Dia sangat waspada. Hampir saja."

Han Luo menyadari permainan ini semakin berbahaya. Dia bukan satu-satunya predator di kolam ini.

Dia harus lebih cepat.

"Malam ini," putus Han Luo. "Aku akan memanen Ulat Sutra lagi. Lalu aku akan mulai merencanakan langkah besar: Aliansi Gerhana harus melakukan debut publik pertamanya untuk mengalihkan perhatian semua orang dari Long Tian... dan dari diriku."

Target debutnya?

Han Luo melirik ke arah papan pengumuman misi di dinding kantin.

Misi Pengawalan Kargo Klan Liu.

Liu Ming dan keluarganya akan mengirimkan bahan obat ke kota tetangga lusa.

"Sarjana Mo butuh uang," Han Luo menyeringai dalam tunduknya. "Dan Klan Liu punya banyak uang."

1
Jeffie Firmansyah
👍👍👍👍👍💪💪💪💪💪
Budi Andrianto
g8
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Hentooopz 🔥🌽
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Cerdik🔥🌽
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Iyeeeees 🌽🔥
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Jlebz 🌽🔥
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Yuhuuuuu 🌽🔥
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Iyeeeees 🌽🔥
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
🔥🌽Yuhuuuuu 🌽🔥
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Yeaaah 🔥🌽
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Njoooooost 🔥🌽
Jeffie Firmansyah
Ahhhh.... lagi seru seru nya .... abis cerita nya... tunggu update.. terimakasih Thor 💪💪💪💪
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Yeaaah 🌽🔥
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Yuhuuuuu 🌽🔥
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Jlebz 🌽🔥
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Yuhuuuuu 🔥🌽
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Yup yup yup 🔥🌽
Jeffie Firmansyah
jadi tdk sabar tunggu update nya 😄👍💪
Jeffie Firmansyah
kasian amat Han luo..... pendekar miskin ,dan terpaksa menjarah kekayaan cincin orang 2 kaya🤣🤣🤣
Efendi Riyadi
cerita macam apa ini guru, season 1-3 sangat menarik knapa season ke 4 jdi gini ceritanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!