NovelToon NovelToon
Selamanya Milik Sang Adiguna

Selamanya Milik Sang Adiguna

Status: sedang berlangsung
Genre:Dokter / CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:12k
Nilai: 5
Nama Author: Elis Hasibuan

"Menikah denganku."
Risya Wicaksono, berusia 27 tahun.
Atau lebih di kenal dengan panggilan Icha, melotot terkejut, saat kalimat itu terlontar dari mulut lelaki yang sangat tidak ia sangka.
Arnold Adiguna.
Lelaki berusia 33 tahun. Yang juga masih merupakan salah satu kakak sepupunya.
Lelaki itu mengajaknya menikah. Semudah lelaki itu mengajak para sepupunya makan malam.
Icha tidak menyangka, jika lelaki itu akan nekat mendatanginya. Meminta menikah dengannya. Hanya karena permintaan omanya yang sudah berusia senja.
Dan yang lebih gilanya. Ia tidak diberikan kesempatan untuk menolak.
Bagaimanakah Icha menjalani pernikahan mereka yang sama sekali tidak terduga itu?
Mampukah ia bertahan hidup sebagai istri sang Adiguna? Lelaki yang dikenal sebagai CEO sekaligus Billionaire dingin nan kejam itu.
Mampukah mereka mengarungi pernikahan tanpa saling cinta?...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elis Hasibuan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kesepakatan berdua

"Kak Ar tadi malam kemana?" Icha bertanya setelah ia melihat Arnold selesai mengenakan kemejanya.

"Ke ruang gym. Olahraga sebentar sebelum tidur."Arnold menjawab.

Icha meletakkan sisir yang baru saja selesai ia gunakan. Menghela nafas mendengar jawaban itu. Ia menunggu lelaki ini di ranjang cukup lama. Begitu ia selesai mandi kemarin malam, ia tidak mendapati keberadaan Arnold di kamar mereka.

Bahkan hingga Icha mengantuk dan menunggu lebih dari setengah jam, ia tidak juga melihat Arnold kembali. Ia memilih tidur karena tidak kuasa menunggu Arnold lagi. Dan bangun pagi ini, ia telah melihat Arnold tertidur di sebelahnya.

"Kak Ar, soal semalam." Icha akhirnya memulai bersuara. Tidak bisa menahan diri untuk tidak membahas masalah ini lebih lama lagi.

"Ada apa soal semalam?" Arnold sedikit tersentak mendengar pembicaraan di pagi ini.

Ia menahan diri agar tidak terkejut. Terlebih ia menahan diri agar tidak mengertakkan rahang dan membuat Icha takut.

"Aku tahu mungkin kak Ar, tidak puas karena menciumku yang tidak berpengalaman." Icha berbalik dan menatap Arnold dari kursi meja riasnya. Ia memperhatikan lelaki itu dan berusaha menguatkan tekadnya.

"What!" Arnold berbisik lirih.

Tidak pernah terlintas dalam benaknya memikirkan hal itu. Ia bahkan berusaha keras menahan dirinya agar tidak menerjang Icha. Semua karena tidak ingin membuat wanita itu takut, dan tidak mau bertahan dengan pernikahan mereka.

Bahkan lebih dari apapun, ia menginginkan bibir itu kembali. Ia juga menginginkan lebih dari itu. ia menginginkan semuanya. Entah akan seperti apa tanggapan Icha, jika tahu apa yang paling diinginkannya.

"Aku jujur, Memang aku tidak pernah berciuman dengan siapapun sebelum ini. Kak AR adalah yang pertama. Yah, jadi aku tidak bisa berciuman seperti yang kak Ar inginkan." Icha menjelaskan.

Arnold sedikit menganga mendengar penjelasan itu. Ia juga menatap Icha tanpa berkedip.

Icha belum pernah berciuman dengan lelaki sebelum ini? Itu artinya ia yang pertama?

Tidak tahukah wanita itu, jika itu adalah pengakuan yang bisa membuatnya melambung tinggi?

"Aku sudah bertekad untuk menerima pernikahan ini dengan sungguh - sungguh. Jadi bisakah kak Ar sabar menungguku?" Icha menatap Arnold yang diam menatapnya.

"Seperti apa?" Arnold menelan ludahnya sebelum bersuara. Ini semua masih mengejutkan untuknya.

"Jangan mengejekku, karena tidak bisa membalas ciuman kak Ar seperti yang kak Ar inginkan. Berikan aku waktu untuk belajar." Icha tersenyum dan menatap Arnold ragu. Berharap lelaki itu mau menunggunya. Seperti yang ia inginkan.

"Belajar dari siapa? Kamu ingin berciuman dengan lelaki lain begitu?" Arnold merespon dengan kesal. Sama sekali tidak menyukai ide Icha, yang menurutnya terlalu gila.

Mana mungkin ada seorang suami yang mengijinkan istrinya belajar ciuman dari lelaki lain. Itu adalah suatu kebodohan! dan Arnold jelas tidak akan menyetujui ide konyol itu.

Ia bisa mengajari Icha untuk itu jika mau. Bahkan ia akan melakukannya dengan senang hati.

Berciuman dengan Icha membuatnya ketagihan. Dan ia masih mengingat rasa yang ia temukan dari bibir kecil itu.

Membayangkan Icha akan mencium lelaki lain, berhasil membuat amarahnya mendidih.

"Tidak! Tentu saja tidak!" Icha dengan cepat berseru. Sedikit melotot dengan tuduhan Arnold.

Icha berdiri dari kursinya. Menghampiri Arnold yang berdiri di tengah kamar itu. Ia berhenti tepat di hadapan Arnold. Mengambil alih mengancingkan kemeja Arnold, yang terhenti karena pembicaraan mereka.

"Apa kak Ar mau menjalani pernikahan kita dengan utuh?"Ia menengadah dan menatap lelaki itu dengan tatapan yang serius.

"Tentu saja. AKu tidak berniat setengah dalam pernikahan Icha."Arnold menjawab dengan perlahan.

"Good." Icha mengangguk dan menyelesaikan kancingan itu.

"Kalau begitu kak Ar bisa bersabar bukan?" Ia mengusap kemeja yang telah terkancing dengan utuh.

Icha meraih dasi yang berada di atas ranjang dan mengalungkannya pada Arnold. Sedikit tersenyum, saat Arnold menunduk untuk memudahkannya memasang dasi. Ia sedikit senang, karena lelaki itu tidak menolak niatnya.

"Aku akan berusaha membuat kak Ar puas dengan ciuman kita nantinya. Mungkin untuk beberapa waktu kak AR harus sabar mengajariku. Tapi percayalah, aku orang yang mudah belajar. Jadi aku pasti akan cepat menguasai teknik yang kak Ar inginkan." Icha menyimpulkan dasi itu dan menariknya hingga pas di leher Arnold.

"Aku juga merasa jika aku cukup sexy kok. Jadi kak Ar pasti akan menyukaiku." Icha menengadah setelah menyelesaikan mengikat dasi itu.

'Grep!'

Rengkuhan sepasang tangan di pinggangnya membuat Icha sedikit tersentak. Tapi ia kemudian tersenyum, saat Arnold menariknya semakin dekat.

"Jadi, Icha kami akan belajar untuk menyenangkan suaminya, begitu?" Arnold menunduk dan tersenyum smirk.

"Iya. Aku tidak mau suamiku tidak puas nantinya. Dan memilih mencari wanita di luar sana." Dengan berani Icha mengalungkan tangan ke leher Arnold.

"Dan berapa lama aku harus sabar mengajarinya?" Arnold merasa tertarik dengan pembahasan mereka pagi ini.

"Tentunya sampai suamiku ini merasa aku cukup pandai untuk membalas ciumannya." Icha semakin percaya diri menjawab pertanyaan itu.

"Baiklah Nyonya Adiguna. Suamimu ini siap untuk mengajarimu kapanpun di butuhkan." Arnold mengangkat jemarinya dan menarik hidung mungil nan mancung milik Icha.

"Baguslah. Tapi ada syaratnya." Icha tersenyum miring melihat Arnold yang mengangkat sebelah alisnya.

"Dan apa itu?" Arnold jelas penasaran dengan syarat yang diinginkan Icha.

"Karena kita sudah setuju untuk menjalani pernikahan ini dengan sungguh - sungguh. Maka tidak ada lagi pencarian cinta yang lain di luar. Dan kita harus setia satu sama lain. Okey?" Icha meminta janji Arnold agar tidak berpaling darinya.

"Tentu saja. Tidak akan ada peluang bagi siapapun untuk mendekat." Arnold mengangguk dan berjanji dengan tulus.

Ia tidak pernah berniat untuk melepaskan Icha sejak ia menikah dengan Icha. Ia sudah berjanji dalam hatinya, akan mempertahankan Icha sebagai istrinya. Ia juga berharap, perlahan Icha akan menerima pernikahan mereka.

Meski ia pernah mengatakan pada Icha akan melepaskan wanita ini, jika menemukan lelaki yang ia cintai. Tapi Arnold sudah bertekad, jika tidak akan ada lelaki yang ia biarkan mendekat dan mencoba meraih perhatian Icha.

Tapi ia sangat terkejut mendengar pembicaraan mereka pagi ini. Bahkan tanpa perlu ia memulai. Icha sendiri yang membahas dan menegaskan, untuk mereka menerima pernikahan mereka yang sesungguhnya.

Tentu saja ia tidak akan menolaknya. Itu semua sudah mewakili keinginannya yang tersembunyi.

Dan ia ingin melihat bagaimana Icha berusaha membuat ia puas. Sesuai janji wanita ini.

"Baiklah. Aku pegang janji kak Ar. Jika kak Ar berbohong padaku, aku akan sangat marah." Icha menyipitkan mata memegang janji lelaki itu.

"Kamu bebas marah, dan aku akan menerimanya nanti." Arnold tersenyum dan menyetujui keinginan Icha.

......................................

1
partini
aihh kan bisa pakai tangan nolongin nya masa ga tau
Lisa Halik
double up thor..huhuh
Lisa Halik
bersabarlah icha menghadapi simap arnold😄😄
Lisa Halik
ada typo thor.....dokter rangga arnold itu suaminya dokter risya
Elis Hasibuan: 🫢🫢🫢🫢🫢
total 1 replies
Bunga
hadir
Lisa Halik
makasih thor
Elis Hasibuan: sip👌👌
total 1 replies
ren_iren
ya udah gas pol gk usah tengok kanan kiri sen kanan kiri majuuu terussss 😂😂😂
Elis Hasibuan: maju terus pantang mundur....
total 1 replies
Lisa Halik
mmmmmm..kelamaan thor..huhuhuh
Elis Hasibuan: sabar ya readers....
total 1 replies
ren_iren
jgan berani2nya 1 langkah pun maju buat mengejar dr. icha ya mas rangga...
apa yg kamu lakukan ituu .... jahat buat babang Ar...
Elis Hasibuan: Takutnya nanti di tendang babang Ar...🤭🤭
total 1 replies
Marsyia Kermatio
up thor🙏
Sejauh ini ceritanya menarik
Elis Hasibuan: sore ya readers.....
total 1 replies
Lisa Halik
tiada komen
Lisa Halik
mmmm..no komen thor
Elis Hasibuan: okelah okelah😄
total 1 replies
Lisa Halik
double up thor....
Lisa Halik
lagi
Elis Hasibuan: meluncur nanti sore....
total 1 replies
Lisa Halik
typo thor🤭
Lisa Halik
makasih updatenya
Elis Hasibuan: sip👌👌👌
total 1 replies
Lisa Halik
double up thor.....
Lisa Halik: 🤭okay thor pelan2 saja setia menanti
total 2 replies
Lisa Halik
makasih thor.....
Elis Hasibuan: oke👌👌👌
total 1 replies
Lisa Halik
mmmmm no komen thor
Lisa Halik
typo thor....sering2 thor
Elis Hasibuan: 🫢🫢🫢🫢🫢🫢🫢🫢
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!