NovelToon NovelToon
My Dokter

My Dokter

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Dijodohkan Orang Tua / Dokter
Popularitas:6.4k
Nilai: 5
Nama Author: Aily sauri

seorang dokter yang terkesan cuek dan dingin di jodoh kan dengan calon dokter yang cantik dan ceria, bagai mana kiasah mereka selanjutnya????

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aily sauri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 32

Kia menengok kebelakang saat ada yang mengucap kan salam pada nya.

"Walaikumsalam..." Jawab nya sambil berbalik.

"Araaaa" teriak Raka membuat Kia terkejut.

"Astaghfirullah" ucap Kia sambil mengelus dada.

"Kebiasaan banget sih suka teriak teriak" omel nya.

"Hehehe maaf" jawab Raka sambil cengengesan.

"Ngapain di sini kak???" Tanya Kia.

"Biasa lah main sepuas nya" jawab Raka.

"Jahat kamu Ka pasti sering kan ke Time zone tapi gak pernah nagajak aku" ucap nya dengan kesal.

"Ke Time zone adalah hal wajib bagi aku Ra" jawab nya.

"Iya tapi kamu udah gak pernah ajak aku lagi"

"Kamu udah nikah Ra bagai mana aku mau ajak kamu" ucap nya.

"Iya juga ya " jawab nya sambil terkekeh.

"Battle yuk yang paling banyak masukin bola basket ke ring dia penang nya" ajak Raka.

"Ok siapa takut " jawab Kia .

"Yang kalah bayarin es krim sepuasnya" sambung Kia.

"Dari dulu selalu begitu" jawab Raka.

"Dan dari dulu selalu aku yang menang" jawab Kia terkekeh.

Kia dan Raka mulai bermain sesekali Raka melirik Kia yang tengah tersenyum bahagia, ia pun ikut bahagia Jika Sahabat ya bahagia.

"Yeeee aku Menang" Teriak Kia dengan girang.

"Sengaja aku ngalah sama kamu" jawab Raka dengan santai.

"Dih emang iya"

"Iya lah orang aku yang main" jawab Raka.

"Yaudah yuk ke kedai eskrim " ucap Kia langsung melangkah mendahului Raka, Raka pun segera menyusul Kia.

"Ka kalau nanti time zone lagi ajak aku ya" pinta Kia.

"Tergantung boleh apa gak sama suami kamu " jawab Raka.

"Ya pokoknya kalau kamu ada rencana main ke Timezone ajak aku, boleh apa gak nya itu urusan nanti" ucap Kia.

"Iya iya bawel "

Kia duduk di kedai eskrim menunggu raka yang sedang memesan eskrim untuk nya.

"Ini eskrim nya silahkan " ucap Raka menyodorkan kan semangkuk eskrim pada Kia.

"Makasih " jawab Kia sambil tersenyum.

"Kia ini udah hampir jam 9 malam loh kamu sama siap ke sini" tanya Raka.

"Ya ampun Sarah" pekik Kia sambil menepuk jidat nya.

"Aku lupa Ka kalau aku kesini sama Sarah adik nya mas Atar dia pasti nyariin aku" ucap Kia sambil mencari ponsel nya untuk menghubungi Sarah.

"Dasar kebiasaan deh ceroboh " ucap Raka.

"HALLO KAK KIA DIAMANA???" Teriak Sarah saat ia mengangkat panggilan dari Kia.

"Kakak di kedai eskrim Sarah" jawab nya.

"Ok tunggu bentar " jawab Sarah langsung mematikan sambungan telepon nya.

"Gimana???" Tanya Raka.

"Mau ke sini dia" jawab nya. Raka pun m ngangguk.

"Kak Kia" panggilan Sarah dengan kencang dan langsung berlari ke arah kia.

"Pelan pelan Sarah " tegur nya.

"Maaf kak abis nya aku takut banget kakak ilang" jawab nya dengan sendu.

"Gak akan "

Sarah pun melirik ke arah Raka yang duduk berhadapan dengan kakak ipar nya itu.

"Itu siapa kak, kok kakak sama cowok sih gak takut di marahin Abang" ucap Sarah sambil menatap Raka.

"Dia teman kakak Sarah, teman dari kecil " jawab Kia.

"Oh teman" jawab nya merasa lega.

"Ka kenalin ini Sarah adik ipar aku" ucap Kia memperkenalkan Sarah.

"Sarah" ucap Sarah sambil mengulurkan tangan nya ke arah Raka dengan nada centil.

"Raka" jawab Raka.

"Bening juga temen kakak'' bisik Sarah, kianhanya geleng geleng kepala mendengar ucapan Sarah.

"Sarah panggilan bang Raka boleh gak???" Pinta Sarah.

"Boleh " jawab Raka.

"Kalau sayang" ucap Sarah.

"Adik kamu kocak juga raa" ucap Atar sambil tersenyum.

"Jangan senyum bang aku jadi baper" ucap nya membuat Raka terkekeh.

"Pulang yuk udah mau jam sembilan ini" ajak Kia pada Sarah.

"Emang nya kakak gak mau beli apa apa??? " Tanya Sarah.

"Gak ada, langsung pulang aja" jawab Kia, Sarah pun mengangguk kan kepala nya.

"Kak kita pulang dulu ya" pamit Sarah.

"Ok, Sampai ketemu lagi" jawab Raka.

"Ok"

"Hati hati raa" ucap Raka.

"Iya, kamu juga hati hati ya kak" Raka pung mengangguk.

"Assalamualaikum"

"Walaikumsalam"

Akhir nya Kia dan Sarah pun pulang ke rumah , keduannya sampai tepat pukul 9 mungkin lebih sedikit.

****

Keesokan hari nya di tempat Atar, hari ini adalah hari ke dua Atar berada di luar kota. Mungkin ia akan 3 hari di kota tersebut.

"Bosan" gumam nya sambil mentapa layar ponsel.

Tiba tiba ponsel nya berdering....

"Ardi" ucap Atar saat melihat nama yang tertera di ponsel nya, ia pun segera menerima panggilan tersebut.

"Hallo assalamualaikum" jawab nya.

"Walaikumsalam"

"Sehat Lo bro??" Tanya Ardi sambil terkekeh.

"Alhamdulillah gue sehat lahir maupun batin" jawab nya.

"Syukur lah" jawab nya sambil tertawa.

"Ada apa Lo telepon gue" tanya Atar to the point.

"Aldo hubungin gue ngajakin main kebetulan kerjaan gue gak terlalu padat, kapan Lo bisa???" Tanya nya.

Atar menghela nafas" Lo percaya gak kalau sekarang gue lagi di luar kota???" Tanya nya.

"Percaya pasti Lo lagi bulan madu ya kok deket sih cuma di luar kota" tanya nya.

"Bukan b*g* tapi gue lagi kerja" jawab Atar kesal.

"Serius Lo kok bisa bukan nya cuti nikah ya" tanya Ardi kaget.

"Ya mau gimana lagi tuntutan profesi bro kapan pun gue dibutuhkan gue harus siap" jawab Atar.

"Wihhh hebat sih "

"Udahlah intinya sekarang gue gak bisa nanti gue hubungin lagi kalau ada waktu luang, sekarang gue lagi malas di ganggu assalamualaikum...." Ucap Atar langsung mematikan sambungan telepon secara sepihak.

Atar sudah selesai bertugas ia pulang ke hotel lebih awal karan memang tak ada lagi tugas yang harus ia kerjakan, setelah nyampe hotel Atar bener bener di buat bosen karan hanya tiduran saja sedang kan ini masih terbilang sore.

Ia mengerjakan tugas nya dengan cepat agar bisa pulang tepat waktu dan tidak menambah hari lagi di sini.

****

Keesokan hari nya Atar merasa senang hari ini tidak seperti kemarin karna hari ini adalah jadwal nya untuk pulang.

Setelah menyelesaikan semua tugas nya hingga pukul 8 malam Atar bersiap untuk pulang.

"Semoga tidak ada kendala dalam perjalanan" gumam nya.

"Akhirnya pulang juga" ucap nya dengan senyuman bahagia.

Atar berangkat menuju bandara ianakan langsung melakukan penerbangan ke Jakarta.

Pukul 22:15 akhirnya Atar sampai di bandara jakarta ia sudah tak sabar ingin segera sampai ke rumah.

Atar pun langsung memesan taxi untuk pulang ke rumah.

"Kia udah tidur belum ya" gumam Atar saat ia sudah berada di dalam taxi.

Hanya butuh waktu 20 menit akhir nya Atar sampai di rumah.

"Assalamualaikum" ucap nya sambil membuka pintu namun rumah tampak sepi mungkin semua penghuni nya sudah pada tidur.

Ia pun menaiki tangga menuju kamar nya.

"Kia udah tidur belum ya" tanya nya pada diri sendiri saat ia sudah berada di depan pintu kamar, Atar pun membuka perlahan pintu tersebut pandangan nya tertuju pada Kia ya g sudah tertidur pulas di atas tempat tidur.

"Yah udah tidur" ucap nya sambil terkekeh , Atar pun segera membersihkan diri dan berganti baju lalu ikut berbaring di samping kia, ia mencium pucuk kepala istri nya terlebih dahulu sebelum ikuti berbaring dan memeluk istri nya dengan erat.

Kia yang merasakan pergerakan merasa tak nyaman ia pun pulai terusik dan dan terbangun dari tidur nya.

"Akhhh bunndaaaaa" teriak Kia saat ia menyadari jika ada tangan kekar yang melingkar di perut nya.

"Sssttt jangan teriak Kia" bisik Atar tepat di telinga sang Istri.

Kia yang ketakutan langsung bangkit dan menyala kan lampu utama.

"Mass Atarrrr" teriak Kia, Atar hanya tertawa.

"Ya Allah Kia takut banget sumpah kirain siap" ucap nya sambil mengelus dada.

"Emang siapa yang berani masuk ke rumah ini" tanya Atar masih terkekeh melihat tingkah istri.

"Ya kan siapa tau maling masuk ke dalam kamar" jawab nya.

"Berarti mas maling nya" jawab Atar sinis.

"Kia ngira nya gitu mas" jawab Kia sambil terkekeh, ia pun menghampiri Atar dan mencium punggung tangan nya.

"Pulang kanapa, kak gak bilang pulang sekarang" tanya nya sambil duduk di samping Atar.

"Baru aja" jawab Atar.

"Lain kali kalau mau pulang bilang dong mas jadi Kia kan kaget" keluh nya.

"Iya maaf"

"Mas mau kia bikinin kopi atau teh atau mau makan" tawar kia.

"Gak usah mas cepe mau langsung istirahat aja" tolak nya sambil membaringkan tubuh nya kembali di atas tempat tidur.

"Yaudah mas istirahat aja"

"Sini kamu juga" ucap Atar menepuk samping nya, Kia tersenyum lalu menuruti apa yang Atar minta.

Atar merengkuh tubuh Kia untuk mendekat, Kia tersenyum lalu menenggelamkan wajah nya di dada bidang Atar, Ayar tersenyum dan semakin mengeratkan pelukan nya.

1
nurmia ekastuti
ini tuh cerita nya muter aja gak ada kemajuan hubungan kedua pasutri
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!