Samudra Pandu Wirayuda, seorang suami yang merasa tidak bahagia dengan kehidupan pernikahannya dengan Cassandra Morgan. Istrinya yang cantik dan muda tidak mau melayani kebutuhannya dengan baik sebagai seorang istri, baik di ranjang maupun di kehidupan sehari-hari. Alasannya, Cassandra tidak mau bentuk tubuhnya berubah.
Kehidupan pernikahan yang retak ini memancing Samudra untuk mencari kepuasan di luar. Ia kemudian terjebak dalam perselingkuhan dengan Davina Grizelle Ayudia, anak pembantunya yang cantik dan perhatian. Davina selalu ada di kala Samudra membutuhkannya, dan ia merasa sangat bahagia dan puas dengan kehadiran Davina.
Namun, perselingkuhan ini tidaklah mudah. Samudra harus berhadapan dengan konsekuensi dari tindakannya, dan Davina juga harus menghadapi risiko kehilangan pekerjaannya dan reputasinya.
Apakah Samudra akan mampu mempertahankan perselingkuhannya dengan Davina?Ataukah ia akan memilih untuk kembali kepada Cassandra dan memperbaiki kehidupan pernikahannya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sylvia Rosyta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 34
Bi Atun yang tidak sengaja memergoki Samudra yang baru saja pergi dari kamar Davina,berpikir kalau ia harus menjauhkan Davina dari Samudra.Bi Atun tidak bisa membiarkan hubungan antara Samudra dan juga Davina berlanjut ke tahap yang lebih lanjut.
Bi Atun takut kalau putrinya akan menjadi sasaran Cassandra yang sudah menikah dengan Samudra.Ia tidak ingin Davina terluka karena ulah Samudra.Bi Atun memutuskan untuk mengambil tindakan yang lebih tegas untuk menjauhkan Davina dari Samudra.
Setelah mempertimbangkan semuanya, akhirnya bi Atun pun memutuskan ingin resign dari pekerjaannya saat ini agar ia bisa membawa Davina pergi bersamanya ke kampung halaman mereka yang ada di Jogjakarta.
Meskipun keputusan yang diambil oleh BI Atun itu mendadak,namun bi Atun merasa yakin kalau keputusan yang ia ambil itu adalah keputusan yang terbaik untuk kehidupan Davina dan juga Samudra.
Bi Atun sudah memutuskan ingin mengajukan pemberhentian kerjanya kepada Cassandra besok pagi, saat Samudra tidak ada di rumah.
Sebenarnya bi Atun ingin mengajukan permohonan resign itu kepada Samudra.Namun setelah memikirkannya lagi,bi Atun merasa khawatir jika ia meminta resign kepada Samudra,Samudra tidak akan mau menyetujui permintaannya.
Bi Atun pun akhirnya menghampiri Davina untuk memberitahu keputusannya yang ingin resign dan ingin mengajak Davina pergi ke kampung halaman mereka yang ada di Jogjakarta.
"Ibu sudah tidak bisa lagi bekerja di sini,Davina,ibu ingin mengajakmu ikut bersamaku ke kampung halaman kita di Jogjakarta." Bi Atun berkata dengan nada yang tegas.
Mendengar hal itu,tentu saja membuat Davina merasa terkejut dan juga sedih.Ia tidak percaya bahwa ibunya benar-benar berniat untuk menjauhkannya dari Samudra.Davina merasa bahwa ia akan kehilangan orang yang dicintainya.
"Tapi bu, bagaimana dengan pak Samudra?Kita tidak bisa meninggalkannya begitu saja disini bu." ucap Davina yang membuat Bi Atun memandang Davina dengan serius dan berkata,
"Davina,ibu sudah menjelaskan kepadamu bahwa hubunganmu dengan Samudra tidak akan pernah berhasil.Ia sudah menikah dan kamu tidak bisa memiliki dia,nak.Ibu ingin kamu memikirkan tentang masa depanmu dan tidak terjebak dalam hubungan yang tidak sehat." ucap bi Atun yang mencoba untuk menasehati Davina.
Davina merasa sedih dan tidak tahu apa yang harus dilakukan.Ia hanya bisa pasrah dan mengiyakan perkataan ibunya.
"Baiklah Bu.Aku akan ikut bersamamu ke Jogjakarta." ucap Davina
Bi Atun memandang Davina dengan senyum yang lembut dan berkata,
"Ibu senang kamu bisa memahami keputusan ibu,Davina.Kita akan memulai hidup baru di Jogjakarta dan meninggalkan semua masalah yang ada di sini." ucap bi Atun.
Davina hanya bisa mengangguk dan merasa sedih karena ia akan meninggalkan Samudra.Ia tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan,tapi ia hanya bisa berharap bahwa ia bisa memulai hidup baru yang lebih baik.
Pada keesokan harinya Samudra kembali tidak melihat kehadiran Davina saat ia ingin meminta bantuan Davina untuk mempersiapkan kebutuhannya.Samudra merasa sangat sedih karena kini semua kebutuhannya disiapkan oleh Bi Atun.
"Sebenarnya apa yang terjadi pada Davina?Mengapa ia tidak mau menemui ku?" Samudra bertanya kepada dirinya sendiri.
Samudra berusaha untuk menanyakan keberadaan Davina kepada Bi Atun,namun Bi Atun sama sekali tidak ingin memberitahu keberadaan Davina kepada Samudra.