Apakah waktu adalah dapat mengubah semuanya? Termasuk setiap kehidupan. Mungkin iya. Dan itulah yang dirasakan oleh gadis biasa yang terlempar ke dunia lain, dalam seketika dia mengubah semuanya dengan kedua tangannya sendiri.
Sebuah Negara yang amat besar harus terpecah belah menjadi dua sehingga memiliki latarbelakang yang sangat buruk.
Kehadiran gadis itu mungkin bukan main-main. Sehingga siapa saja dapat mengira bahwa gadis itu adalah 'Sebuah Ancaman'.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mauraa_14, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Terungkap
Embun pagi yang yang membasahi Mansion besar itu. Saat pagi mulai menjelang mungkin tak terasa seperti yang biasanya, mungkin saat ini adalah hari di mana semua akan terlihat jelas. Pohon sakura yang besar menghiasi bagian belakang rumah besar itu menggugurkan daun-daunnya tepat di atas rambut gadis biru malam itu.
Walaupun keadaan sedang terbalik, Hiragi harus tetap melatih dirinya sendiri, karena saat ini Harui masih belum kembali, Erthan memerintahkan agar Hiragi tetap di rumah, tidak akan ada yang tahu rencana orang saat ini. Jika dihitung dengan benar sekarang, hampir seminggu Harui tidak memunculkan dirinya di Mansion.
"Apa sebegitu bencinya kau padaku, sehingga kau harus melupakan semuanya termasuk diriku."
"Kau kejam, memang kejam... Namun semua ini adalah pelajaran untuk diriku sendiri."
Gadis itu bangun sangat pagi dan menuju taman belakang tepat di pohon sakura besar itu berada. Hari demi hari, gadis itu semakin berubah, bukan hanya fisik melainkan kekuatan. Dengan beberapa teori dari Erthan dan beberapa pratik yang diajarkan Gorsa, Hiragi mampu menerima semuanya dengan baik.
"ARGH!!... Jika bukan karena Krista adalah Nyonya Muda bangsawan, mungkin aku sudah membelah tubuhnya menjadi duaa!" Hiragi begitu berapi-api mengingat semua masalah besar ini karena ulah Krista.
Namun jika dilihat dari sisi lain. Raja saat ini begitu aneh, Hiragi selama ini tidak sadar bahwa saat ini ada Raja. Dan mengapa Raja selalu diam disaat Krista melakukan sesuatu, bukankah Erthan adalah Pangeran satu-satunya dari keluarga Harui. Hiragi mengerutkan alisnya dan langsung duduk tegap dengan pemikirannya.
"Paman adalah Pangeran, sedangkan Krista adalah bangsawan, bukankah Paman bisa memberi tahukan hal ini pada Raja, mengapa harus membuat kita kerepotan?" Tanya Hiragi pada dirinya sendiri.
Hiragi bergegas berdiri dan langsung meninggalkan taman dengan cepat.
...☄☄☄☄...
Gduk!
"Eh!"
Buku yang dia dapatkan setengah mati itu terjatuh. Mengenai buku itu, telah lama Hiragi selesaikan, saat membacanya sedikit bingung, namun sesaat dada Hiragi selalu merasa sakit jika melihat kejadian dibagian akhir. Hiragi tidak berfikir bahwa itu adalah petunjuk mengapa dia ada di dunia asing ini. Dunia yang ketinggalan zaman, kuno tapi unik. Hiragi juga penasaran mengapa buku yang ada di dunianya yang dulu ada di dunia ini.
Cklek!
"Lama seka-"
"HUAA!" Teriak Hiragi karena mendapati pria berambut cokelat di depan pintu kamarnya.
"Gorsa! Kau ini bisa menungguku di bawah." Ucap kesal Hiragi pada Gorsa yang hampir membuatnya jantungan.
Gorsa meminta maaf dengan sungguh-sungguh dan tidak akan mengulanginya lagi. Hiragi hampir menghajar pria itu dengan ganas, kalau tidak mengingat perkataan Erthan.
《Sebelumnya.》
Hiragi memasuki Mansion, dan menuju lantai dua, yaitu tempat kamar Erthan berada. Dia ingin bertanya tentang Kerajaan di Negara Obelia ini, sudah setahun berlalu Hiragi belum mengetahui apapun perihal Raja. Lagipula Hiragi tau, Erthan pasti telah bangun dari tidurnya sejak tadi, karena dirinya akan tetap menuju Istana.
Tok! Tok! Tok!
"Masuklah~"
Cklek!
"Paman?~"
Hiragi melihat pria dengan rambut panjang berwarna emas itu sedang merapikan pakaiannya, sungguh saat ini yang dia lihat bukanlah seorang pria yang tua belum menikah, melainkan seorang Tuan Muda.
"Jangan tertipu Hiragi!" Batinnya.
"Hiragi?" Panggil pamannya, gadis itu pun tersadar dari lamunannya.
"Begini, ada beberapa hal yang ingin ku tanyakan padamu." Ucap Hiragi dengan tatapan serius, bahkan Erthan dapat merasakannya.
Erthan pun langsung melanjutkan memakai pakaian Sang Pangeran untuk ke Istana, setelah usai Erthan menyuruh Hiragi untuk duduk di sofa besar di kamar Erthan.
"Apa yang ingin kau tanyakan?" Tanya Erthan penasaran.
"Aku, Gorsa bahkan Paman sendiri seorang Pangeran tau semuanya, tau perlakuan Krista. dan membuatku bingung adalah, mengapa Paman tidak memberi tahukan hal ini pada Yang Mulia? Bukan hanya itu, teta-"
"Jadi kau belum menyadarinya, ya." Sela Erthan dengan hembusan nafas. "Kau belum terlalu mengenal Raja Negara Obelia ini, dan kau belum terlalu mengenal Krista Nona muda di Negara ini."
Setiap kalimat demi kalimat, Hiragi masih tidak memahami penjelasan Erthan.
"Atsa, itulah nama Raja saat ini, Raja yang selalu memakai topeng, Raja yang tamak akan takhta, Raja yang tidak memiliki moral."
"Aku juga pernah mendengar, bahwa Orang Tua Harui tewas di tangan Raja, aku tidak tahu benar apa tidak, terkadang aku ingin bertanya, namun jika yang ku pikirkan itu benar, aku takut membuat Harui mengingat masa lalunya."
"Semua itu benar... Kyouga Mahiru adalah Ayah Harui dan sekaligus Raja sebelum Atsa menaiki takhta."
Kyouga Mahiru. Raja sebelumnya, sekaligus Ayah dari Harui Mahiru, Kyouga dikenal dengan Raja yang adil serta bijaksana, dengan seluruh Negara besar itu ada di bawah kendali Kyouga, hampir selama menjabat Negara itu sama sekali tidak bermasalah serta rakyatnya hidup makmur.
《Sekarang.》
"Huft... Paman tidak memberitahuku cerita selanjutnya." Batin Hiragi.
Hari ini, di pagi ini. Gorsa dan Hiragi akan berangkat menuju Negara bagian Utara, Negara yang lumayan jauh dari Obelia. Tapi semua ini demi Harui. Demi pria yang kini menghilang sementara. Erthan telah menugaskan pengawasan ketat untuk Hanson dan Grid untuk lebih lanjut. Setelah semua usai, Erthan akan berusaha untuk berbicara dengan tenang dengan Harui.
Hiragi telah bersiap-siap untuk pergi. Rambut panjang yang indah itu dia gulung agar tidak menganggu saat menunggangi kuda, serta pakaian gadis-gadis pada umumnya rok pas di lutut berlengan panjang yang berwarna merah, serta jubah hitamnya, pemberian Harui pada pertama kali mereka bertemu.
Erthan pun juga bersiap siap untuk pergi ke Istana, sedangkan Hanson dan Grid telah dikirim untuk pengawasan olehnya sejak pagi tadi.
Klotak! Klotak! Klotak!
Hiragi terlebih dahulu mengambil kuda yang ditungganginya sekaligus Gorsa.
Deg!
Gorsa memegang dadanya dengan erat.
"Apa ini?"
"Baiklah dengan ini, atas perintah dariku dan di bawah perlindunganku, kalian berdua ku izinkan untuk pergi ke wilayah Negara bagian Utara Flores, untuk menyelamatkan Harui." Ucap Erthan pada Gorsa dan Hiragi sebelum berangkat.
"Aku percayakan pada kalian berdua."
"Hyaa!!"
Hiragi dan Gorsa menelusuri Kota sebagai jalur utama menuju Negara Flores. Dengan seluruh kemampuan Hiragi akan terbukti selama perjalanan. Gorsa juga telah menjelaskan rencana sebelumnya disaat ada musuh yang datang, memang benar, saat berada diperjalanan pasti banyak pencuri.
Saat hampir melintasi Kota dengan tenang, Hiragi dapat melihat Harui dari kejauhan. Pria yang sangat ingin dia selamatkan kini tidak bersamanya, hanya tetap tersenyum di bawah awan mendung itu. Mungkin adalah hal baik, jika Harui tidak menyadari kepergian sementara Hiragi dari Negara Obelia.
Klotak! Klotak! Klotak!
"Ini pertama kali bagimu untuk ke Negara asalku, jadi jika berbeda jauh dengan Obelia, tolong jangan terkejut." Ucap Gorsa memecahkan keheningan, saat ini mereka telah keluar dari perbatasan utama Obelia, dan masuk ke Kota bagian Selatan, perbatasan akhir.
"Bukankah kalau berbeda itu lebih baik? Lagipula apapun perbedaannya itu bukan masalah bagiku." Jawab Hiragi dengan tenang.
"Pantas saja 'dia' menyukaimu." Batin Gorsa.
"Tunggu, bagaimana dengan buku yang sangat kau inginkan, bahkan kau harus sampai mengikuti acara latih tanding itu."
"Sad Knight, cerita tentang pembukaan atau apakah itu, sebenarnya aku juga kurang memahami arti dari kata-kata buku itu namun, entah mengapa kata-kata dibagian akhir aku dapat mengingat dengan jelas hanya sekali baca," Hiragi menjelaskan rincian dari cerita itu.
"Dari pada itu, entah mengapa aku harus menghabiskan tenaga ku untuk mengikuti latih tanding waktu itu~"
Selama perjalanan menuju perbatasan akhir mereka berdua asik dengan topik pembicaraan, namun yang jadi bahan pembicaraan mereka adalah Harui.
...☄☄☄☄...
"Hatchuu!"
"Kurasa hari ini cerah." Batin Harui.
Belakangan ini dia seperti sedang diawasi oleh beberapa orang, namun anehnya orang itu sama sekali tidak menandakan akan menyerang. Di saat ini dia selalu tidur di penginapan luar, entah bagaimana dengan Krista.
Harui sedang berkeliling Kota, banyak orang-orang yang menyapanya, dan banyak gadis yang diam-diam tebar pesona. Harui menjelajahi tempat satu persatu, dan akhirnya dia tiba di tempat saat 'pertama kali' dia bertemu dengan gadis yang bernama 'Hiragi'. Pandangan Harui buyar saat melihat pria dengan rambut panjang berwarna emas sedang menunggangi kuda dengan pakaian Pangeran.
"Argh!" Harui memengang kepalanya dengan erat.
"Entah kenapa saat melihat orang yang di sekitar gadis itu, kepalaku ingin hancur." Gumamnya.
Di sisi lain, Erthan sedang melintasi Kota seusai dari Istana. Dan pandangannya teralihkan oleh sosok yang sangat ingin dia cari.
"Tuan Muda Harui!" Panggil Erthan dengan sopan, saat ini Erthan perlu mengasah sedikit demi sedikit pikiran Harui, Erthan juga tidak merasakan bahwa Krista ada di sini. Erthan mengikat kudanya di pohon toko itu.
"Silahkan duduk Tuan Muda." Ucap Erthan.
"Anu-Entah mengapa dipanggil 'Tuan' olehmu dan juga gadis itu terdengar aneh di telingaku."
"Ah! Benarkah, kalau begitu aku akan memanggilmu, Harui saja." Erthan menyunggingkan senyumannya.
Harui merasa tidak asing dengan pria ini, apalagi dengan gadis tempo hari itu.
"Sebenarnya ada yang ingin kukatakan pada-"
"Hiragi sedang keluar Kota saat ini, bersama dengan Gorsa, temannya." Sela Erthan yang sudah tahu pemikiran Harui.
Harui seperti merasa tertangkap basah, memang benar dia ingin menanyakan perihal gadis unik itu, wajahnya memerah seperti tomat.
"Kalau kau bisa jelaskan, dari mana asal gadis itu?"
《Di Sisi Lain.》
"Argh... Cari Tuan Muda Harui! Harus dapat!" Titah gadis itu dengan was-was.
"Di mana kau saat ini Harui~"
Krista juga berkeliling Kota untuk mencari keberadaan Harui yang saat ini dianggap sebagai kekasihnya. Sejak kemarin malam Harui sama sekali tidak menginjak kediaman Hans, itu membuat Krista merasa curiga bahwa ini semua ada kaitannya dengan Hiragi.
Kota Obelia tidak bisa diremehkan, Kota yang amat besar itu sangat sulit mencari Harui di kerumunan ini.
"Awas saja kau Hiragi sam-"
"Asal Hiragi ya?" Ucap Erthan yang terdengar di telinga Krista, Gadis itu mendekat ke arah suara.
Krista seperti mendengar suara yang familiar, dengan hati-hati gadis licik itu menguping dan mengintip, siapakah orang itu.
"Harui!? Pangeran Erthan?!" Krista sedikit terkejut, karena yang dilihatnya adalah Pangeran Obelia dan Harui.
"Apa yang me-"
"Hiragi bukan berasal dari dunia ini, Harui."
"Hah?" Krista langsung tertegun.
"Dia gadis yang unik bukan, oleh karena itu dia bukan berasal dari dunia ini, melainkan dunia lain." Jelas Erthan.
Krista membalikkan tubuhnya dengan kaku.
"Jadi-selama ini, Hiragi bukanlah dari dunia ini!?" Gumam Krista bingung.
"Melainkan dunia lain?"
Moga komen ma like nya tersampaikan okey, yaa walau cuma 'Abc' ma 'Xyz'😆😆
Knp sad ending????