NovelToon NovelToon
Dad, Where'S Mom?

Dad, Where'S Mom?

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Mafia / Cinta Seiring Waktu / Pengasuh / Duda / Beda Usia
Popularitas:29.2k
Nilai: 5
Nama Author: Senja

​“Dad, di mana Mommy?”

​“Berhenti bertanya, bocah pembawa sial!”

​Pertanyaan polos dari Elio, bocah berusia enam tahun itu, justru dibalas dengan dingin dan amarah yang meledak.

​Bagi Jeremy, kematian istrinya setelah melahirkan adalah luka yang tak pernah sembuh. Dan Elio? Bocah itu adalah satu-satunya pengingat paling menyakitkan atas kehilangan tersebut.

​Hingga suatu hari, Jeremy dipertemukan dengan Cahaya. Gadis desa dengan wajah, sikap, dan keras kepala yang terlalu mirip dengan mendiang istrinya. Kehadiran Cahaya tidak hanya mengguncang dunia Jeremy, tapi juga mengusik dinding es yang selama ini ia bangun.

​Akankah Cahaya mampu meluluhkan hati seorang ayah yang lupa caranya mencintai? Ataukah Elio akan terus tumbuh dalam bayang-bayang luka yang diwariskan oleh sebuah kehilangan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 23

"Pulang sekarang juga, Cahaya! Ayah tidak mau dengar alasan apa pun. Kamu ke Milan untuk kuliah, bukan jadi baby sitter!"

Suara bariton ayahnya dari seberang telepon masih terngiang-ngiang di telinga Cahaya. Ia melempar ponselnya ke atas sofa dengan perasaan dongkol yang luar biasa.

"Sial! Pasti mata-mata ayah di kampus yang melapor. Kenapa sih hidupku harus diatur-atur terus? Aku ingin bebas!"

Cahaya mengembuskan napas panjang. Mencoba menenangkan jantungnya yang berdegup kencang karena emosi.

"Huh!" Cahaya menatap Elio yang sudah terlelap damai dengan napas teratur. Setelah memastikan selimut bocah itu rapi, Cahaya melangkah keluar kamar dengan lunglai.

Pikirannya kalut antara ancaman ayahnya dan rasa tidak teganya meninggalkan Elio. Namun, baru saja ia menutup pintu kamar Elio, tubuhnya hampir menabrak sesuatu yang keras dan kokoh.

"Astaga!" Cahaya tersentak kaget.

Di depannya, Jeremy sedang berdiri dengan wajah yang tidak kalah kacau. Pria itu sejak tadi mondar-mandir seperti setrikaan, jasnya sudah ditanggalkan, dan dua kancing teratas kemejanya terbuka.

"Om? Sedang apa di sini malam-malam begini? Mau mencoba menakut-nakuti saya?" ketus Cahaya, mencoba menghindar ke sisi kiri.

Jeremy justru mengadang langkahnya. Cahaya mencoba ke kanan, Jeremy lagi-lagi menghalanginya.

"Om, minggir! Saya sedang tidak mau berdebat," gerutu Cahaya.

Bukannya menyingkir, Jeremy malah melangkah maju dengan cepat, membuat Cahaya terpaksa mundur hingga punggungnya membentur dinding.

Kedua tangan Jeremy terkunci di sisi kepala Cahaya, memojokkannya dalam jarak yang sangat intim.

"Om mau apasih!" kalau tak ingat janjinya pada Lio tadi yang akan jalan-jalan bersama, Cahaya pasti sudah menendangnya.

"Dengar dulu, Cahaya. Aku tidak punya banyak waktu sebelum mertuaku datang menjemput Elio," ucap Jeremy terdengar sangat gugup

"Apa urusannya dengan saya? Lepaskan!"

"Menikahlah denganku."

"A–apa Om bilang?"

"Jadilah istriku Cahaya," ulang Jeremy.

Dunia Cahaya seolah berhenti berputar. Ia mengerjapkan mata berkali-kali, merasa pendengarannya sedang bermasalah.

"Jadi Om mau memecat saya?"

"Aku bilang jadilah istriku. Bukan berarti memecat mu!Kita buat kontrak. Aku akan bayar berapa pun yang kau minta, asal kau tetap di sini, menjadi ibu Elio, dan membuat mertuaku berhenti menekan ku," kata Jeremy dalam satu tarikan napas cepat. Ia menatap intens ke arah Cahaya, sementara tangannya yang berada di dinding sebenarnya sedikit gemetar.

Rasanya sangat berbeda, tak seperti saat Jeremy melamar mendiang istrinya dulu. Kali ini, jantungnya seolah ingin lepas dari tempatnya.

"Saya..." Cahaya terpaku.

Kepalanya yang memang sudah pening karena telepon dari ayahnya tadi dan kini terasa seperti dihantam palu godam.

Belum lagi tekanan dari rumah, ancaman ayahnya, Elio yang kesepian, dan sekarang, proposal gila dari pria paling menyebalkan di Milan.

Pandangan Cahaya mulai mengabur. Titik-titik hitam muncul di depan matanya. Keringat dingin mulai membasahi pelipisnya.

"Om... Om gila ya?" bisik Cahaya lemah.

"Aku serius. Aku akan memberimu dunia, asal kau— Cahaya? Cahaya, kau kenapa?" Jeremy menyadari wajah gadis itu mendadak pucat pasi.

"Kepalaku pusing..."

Bruk!

Lutut Cahaya melemas hingga tubuhnya merosot begitu saja. Beruntung, refleks Jeremy sangat cepat. Ia langsung menangkap tubuh mungil itu sebelum menyentuh lantai.

Cahaya pingsan sepenuhnya dalam pelukan Jeremy.

"Cahaya? Hei! Bangun!" Jeremy menepuk-nepuk pipi Cahaya dengan panik. "Jangan bercanda! Aku sedang melamar mu, bukan sedang menceritakan kisah horor yang menakutkan!"

Jeremy mulai hilang kendali. Pria yang biasanya tenang saat menghadapi krisis saham miliaran dolar ini kini tampak seperti ayam kehilangan induk. Ia menggendong Cahaya ala bridal style dan berlari menuju kamarnya sendiri yang paling dekat.

"Martha! Martha, cepat ke sini!" teriak Jeremy.

Martha berlari dari arah dapur dengan wajah pucat.

"Ada apa, Tuan? Astaga, nona Cahaya kenapa?"

"Dia pingsan! Atau apa mungkin dia mati?!" tanya Jeremy dengan pertanyaan paling bodoh yang pernah keluar dari mulutnya.

"Ya Tuhan, Tuan! Orang pingsan tidak langsung mati! Memangnya apa yang barusan anda lakukan padanya?" Martha memeriksa denyut nadi Cahaya sementara Jeremy mondar-mandir di samping ranjang sambil menjambak rambutnya sendiri.

"Aku... aku tadi cuma bicara sedikit. Lalu dia begini." Jeremy membela diri dengan wajah pucat. Bayangan Stella yang meninggalkannya kembali terlintas di benaknya.

"Bicara apa? Anda membentaknya lagi?"

"Tidak! Aku sama sekali tidak membentaknya. Justru aku melamarnya. Aku minta dia jadi istriku. Seperti saranmu padaku!" seru Jeremy frustrasi.

Martha menatap Jeremy dengan tatapan tak percaya lalu beralih menatap Cahaya yang masih pingsan.

"Jadi, dia pingsan karena anda lamar? Tuan, anda melamarnya secara romantis atau dengan bentakan? Sampai-sampai gadis sehat seperti dia langsung tepar?"

"Mana aku tahu! Mungkin dia terlalu terkejut karena akan menjadi nyonya di rumah ini!" bantah Jeremy membela harga dirinya yang tinggi. "Cepat panggil dokter! Jangan diam saja!"

"Tuan, tenangkan diri anda. Anda terlihat lebih pucat daripada orang yang pingsan," sindir Martha.

Jeremy tidak memedulikan sindiran itu. Ia duduk di tepi ranjang, menatap wajah Cahaya yang tampak tenang saat pingsan.

Tangannya ragu-ragu menyentuh kening gadis itu. Ada rasa takut yang sangat nyata menyelinap di hatinya, takut jika Cahaya benar-benar akan pergi setelah ini.

"Bangunlah, Gadis Cerewet. Kalau kau bangun, aku janji tidak akan marah-marah selama... selama yang kau inginkan!" gumam Jeremy putus asa.

1
Sri Rahayu
kamu anak yg baik hati Elio....meskipun daddy mu galak, sering membentak dan memarahi mu...tp kamu tetap sayang dan perhatian pd daddy mu...lanjut Thorr😘😘😘
Nice1808
nah loh jeremy dah mulai2 nich😃mulai menyukai makanan buatan aya dan lio sennagnya bukan main😃👍👍
Tiara Bella
Jeremy pngn nguasain cahaya sndiri bt diri dia sndiri.....
Kinara Widya
lah Jeremi macem2 bae
Kostum Unik
Ciiih duda sableng mulai posesif mendekati bucin
Senja: Wkwkw🤣
total 1 replies
Keysha Aurelie
ciee posesif dan cemburuan banget Tuan🤭🤣
tenang Dad saat ini nikmati saja sandiwara ini sampai jadi kebiasaan yang nyaman dan pastinya merindukan tak ingin jauh jauh🤣🤣
Sri Rahayu
akankah Cahaya mau menikah dgn Jeremi meskipun hanya kontrak 😇😇😇
Ipehmom Rianrafa
lnjuut 💪💪💪
Kinara Widya
lanjut
tinie
hadeeeuuh bumbu cemburu sudah ada
posesif mulai tumbuh
beeuugh apa lagi kalau bukan bucin 🤣🤣🤔
TRI SRI SULANJARI
kasihan alvin thor kasih juga dong buat alvin gadis yang baik/Puke//Sob/
𝕙𝕚𝕜
lanjutan thorrrr💪💪💪💪
Keysha Aurelie
ciee Daddy berharap lebih sama Mommy😂
mulai posesif ingin Aya hanya dekat dan menjadi milik nya saja🤭
eitss tapi Aya kok aku gak yakin ya kalau kamu gak akan baper sama Jeremy 🤭
kamu bisa lho baper sama Jer yakin banget aku🤣
apa lagi nih si Jeremy mulai ada rasa sama kamu Aya jadi kesimpulan nya Jer akan berusaha membuat kamu punya perasaan sama Jer itu🤭
Keysha Aurelie: Mungkin setiap baca aku senyam senyum ikutan salting, apa lagi dengan tingkah Jeremy yang udah gak gengsi lagi
mengalir mengikuti perasaannya🤭🤣
total 3 replies
partini
aduh putus baik" aja lah ga usah kaya gitu Aya nanti malah ada kata prettt pada waktunya untuk kalian berdua 🤣
Keysha Aurelie: bener banget ih mending break dulu sama Alpin 🤭
tapi nanti keterusan break dan gak akan kembali🤣
berharap boleh gak sih😂
total 1 replies
erviana erastus
ih harusx kamu paham cahaya itu artinya cinta
Nice1808
Dia melarang krna dah mulai cinta dan merasa memiliki km cahaya🤣
Kostum Unik
Sukak
Tiara Bella
Elio seneng bngt semoga gk sementara ya Lio seneng nya
+21 🎂
mwehehehehehehe 🌚
Nice1808
Elio sngt bersemngat sementara jeremy merasa trtekan dgn kontrak yg dia buat😃
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!