Ciluk ba...
"Ha yo... Om mau mendekati Mamaku ya?" seru seorang gadis cilik dengan rambut keritingnya.
"Enggak. Siapa juga yang mau mendekati Mamamu yang janda itu?" tanya seorang laki-laki yang tak lain adalah atasan dari Ibu gadis cilik itu, Luis Marshal Gena.
"Om suka lilik-lilik Mama. Ndak boleh ya, Om. Nanti matanya bintitan," ucap gadis cilik itu lagi.
Seorang janda atau single mom bekerja sebagai sekretaris di sebuah perusahaan. Kata orang-orang, dirinya disebut sebagai janda seksi. Padahal menurut sang empu, dia biasa saja.
Luis yang merupakan atasannya, begitu kagum dengan sosok sekretarisnya yang mandiri dan tegas. Bahkan berulangkali terpergok melihatnya. Namun perjalanan Luis mendekati sekretarisnya sangat terjal karena anaknya yang tampak tak suka dengannya.
Mampukah Luis meraih hati si janda seksi dan anaknya itu? Lalu bagaimana dengan mantan suami dari sekretarisnya yang tiba-tiba datang dan menjadi penghalang mereka untuk bersatu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon eli_wi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tatapan Sinis
"Mau aku sama janda atau single nantinya, itu bukan urusan Mama. Ini hidup Luis, aku yang menentukan. Bukan oranglain," Ucapan bernada tegas itu terngiang dalam ingatan Mama Lea saat keluar dari ruangan Luis.
Mama Lea buru-buru pergi dari ruangan Luis setelah diancam dan diberi pesan oleh anaknya. Entah rahasia apa yang diketahui oleh Luis tentang dirinya sehingga berani mengancam Mama Lea. Bahkan Mama Lea terlihat ketakutan, seakan tengah menyembunyikan sesuatu yang seharusnya tidak boleh diketahui oleh siapapun.
"Apa Luis tahu sesuatu tentang kejadian itu? Gawat... Aku harus diam dulu untuk sementara waktu ini agar Luis tidak marah dan malah membocorkan masalahku. Rugi dong usahaku selama ini bertahan di keluarga Gena," gumam Mama Lea yang kini berdiri di balik pintu ruangan Luis sambil memegang dadanya.
"Ya, benar. Untuk sementara waktu, aku akan minta Papa saja yang menekan Luis agar segera menikah. Kalau perlu itu Kakeknya Luis yang turun tangan," lanjutnya yang kemudian berjalan pergi.
Namun saat berada di depan meja Emma, Mama Lea berhenti. Ia menatap sekretaris Luis yang menurut pandangannya memang sangat cantik dengan badan ideal. Tak terlihat seperti janda yang sudah punya anak. Mama Lea sedikit iri dengan kecantikan alami yang dimiliki oleh Emma.
"Mau kamu perawatan seratus juta sampai milyaran ke luar negeri sekali pun, kamu takkan pernah bisa mendapatkan Luis. Dia hanya akan cocok dengan perempuan single," ucapnya tiba-tiba saat melihat Emma menatapnya balik.
"Apa maksud anda, Nyonya? Perawatan? Memangnya Tuan Luis itu barang? Yang harus saya dapatkan, begitu?" tanya Emma dengan tatapan bingungnya.
"Kamu berani menjawab begitu sama saya? Kamu sadar nggak siapa saya itu?" ucap Mama Lea dengan pekikan tertahan karena tak ingin Luis mendengar pembicaraannya dengan Emma.
"Saya sadar kalau anda itu Ibu dari atasan saya di kantor. Saya tidak berniat menjadi penggoda atasan. Janda-janda begini, niat saya hanya bekerja di sini. Untuk menafkahi anak saya, bukan mendapatkan Tuan Luis yang seperti anda katakan." ucap Emma dengan tegasnya.
"Awas saja kalau..."
"Tidak ada kalau atau tapi, Nyonya Lea. Saya hanya murni bekerja di sini. Jika anda tidak ingin Tuan Luis melihat saya, lebih baik tutup mata anak Nyonya Lea dengan kacamata kuda." sela Emma yang kesal karena dituduh macam-macam.
Mama Lea menatap sinis pada Emma yang berani padanya. Padahal biasanya dia akan menunduk jika berhadapan dengannya. Namun sekarang, saat status janda diungkit dan dituduh ingin mendapatkan Luis ternyata Emma langsung berubah. Tatapannya tajam dan ucapannya begitu pedas.
Mama Lea segera pergi dari hadapan Emma sambil menghentakkan kakinya berulangkali. Ia kesal karena tak ada yang bisa dirinya ancam. Luis dan Emma ternyata punya sifat tegas jika privacynya diganggu. Emma menatap kepergian Mama Lea dengan tatapan sinis.
"Emang seburuk itu kah status janda bagi orang-orang? Bukan kah lebih baik jadi janda daripada terjebak dalam hubungan yang tidak sehat? Lalu salah kah jika janda bekerja? Toh... Niatnya buat menafkahi anak, nggak neko-neko. Miris..." gumam Emma sambil menghela nafasnya kasar.
"Emma, siapkan berkas untuk meeting di restorant Laung." titah Luis yang kini keluar dari ruangannya saat Emma fokus pada pekerjaannya.
"Baik, Pak." Emma segera menyiapkannya dengan sigap kemudian mengikuti Luis yang telah pergi terlebih dahulu. Sejenak ia melupakan kekesalannya pada Mama Lea.
***
Axelio...
Sttt...
Sttt...
Cowok ganteng kesayangannya Aiko,
Wi wit...
Sosok laki-laki yang usianya satu tahun di atas Aiko bernama Axelio mendekati pagar sekolahnya. Ada pagar kayu rendah di antara sekolah PAUD dan TK. Itu juga yang kini dimanfaatkan oleh Aiko untuk berbincang dengan Axelio. Bocah cilik tampan yang menjadi idolanya. Aiko menarik kursi kelasnya untuk dirinya jadikan pijakan agar ia bisa melihat Axelio.
"Kamu cewek, ngapain naik di atas kulsi begitu? Nanti jatuh lho," tanya Axelio menatap ngeri saat melihat kursi yang dijadikan pijakan oleh Aiko.
"Ndak papa jatuh asalkan jatuhna di pelukanna kamu," ceplos Aiko dengan raut wajah malu-malu.
"Kamu pelhatian sekali sama Aiko," lanjutnya membuat Axelio terkekeh pelan.
"Ndak kuat lah Axel kalau kamu jatuh di pelukanku. Badanmu saja gembul begitu. Axel pelhatian sama semua olang, ndak cuma kamu saja." ceplos Axelio membuat Aiko membulatkan matanya.
"Wah... Body shaming kamu, Axelio."
"Kamu perhatian sama semuanya? Cewek-cewek juga?" tanya Aiko dengan tatapan intimidasinya dan Axelio menganggukkan kepalanya polos.
Tentu saja Aiko menganga tak percaya. Ia pikir perhatian Axelio selama ini karena tertarik dan sayang padanya. Namun ternyata, Axelio memang perhatian kepada semua teman yang ingin berada di dekatnya. Kenyataan ini membuat Aiko seketika turun dari pijakan kursinya.
Sakit hati ini menelima kenyataan menyakitkan,
Dasal cowok koboy. Belaninya mempelmainkan hatina Aiko,
Sudah seling aku kasih cokelat dan pelmen, bisa-bisanya dia pelhatian ke cewek lain juga.
Aiko, kamu masih di sana?
Ndak, sudah tinggal nama ini olangnya.
Eh... Kok kamu kayanya malah?
Bodo mamat,
"Aiko, saatnya makan siang. Kursinya juga dikembalikan," seru seorang guru PAUD saat melihat Aiko berdiri di dekat pagar kayu.
"Sabal... Olang balu patah hati masa disuluh makan siang. Hati lagi galau melana ini. Ndak ada yang mengelti pelasaan Aiko ini," gerutu Aiko.
Satu kata dalam pikiran guru PAUD itu, drama. Sudah berulangkali mereka mengingatkan Aiko untuk tak dekat-dekat dengan pagar dan mendekati Axelio karena masih kecil. Namun Aiko ngeyel dan sering keluar kelas hanya untuk melihat Axelio.
"Hentikan dramamu itu, Aiko. Nanti Ibu laporkan sama Mamamu kalau Aiko genit ya," ucap guru yang bernama Ibu Syika itu dengan ancamannya.
"Apalah Ibu syik asyik ini? Ancam telus. Ndak boleh ya ancam anak kecil," ucap Aiko dengan tatapan tajamnya.
"Makanya nurut sama Ibu. Ayo makan, nanti kamu kurus." Ibu Syika segera menarik tangan Aiko agar masuk ke dalam ruangan.
"Kulsinya Aiko belum dibawa lho itu, Bu." ucap Aiko yang mengingatkan Ibu Syika tentang kursinya.
"Biarkan saja. Biar kamu duduk lesehan nanti belajarnya,"
Ibu Syika mengedikkan bahunya acuh. Ia sudah diminta oleh Emma agar tegas pada Aiko yang memang sangat keras kepala. Aiko harus diajarkan tanggungjawab. Jika kursi itu tidak dikembalikan pada tempatnya sendiri, maka Aiko akan duduk lesehan.
"Aiko mau belajal, masa duduk lecehan. Dipikil Aiko ini mau makan di walung pecel lele," gerutu Aiko.
Aiko, mau kemana lagi kamu?
Ambil kulsi dulu. Ndak mau Aiko duduk lesehan,
Astaga... Menghadapi satu Aiko aja udah pusing begini. Apalagi kalau ada Aiko lain,
Aiko lagi patah hati, situ malah asyik main ayunan sama cewek lain.
Tega sekali dilimu itu, Axelio.
Eh... Aiko kok balik lagi?
Iya, mau lobohin nih tembok.
Eh...
Aiko...
Iya, sabal napa sih?
ini buktinya🤣🤣
dengan itu om bos ,kalau gak tertarik mending buat kakek Regan aja😂
Emma lihat tuh kak Luis dan Aiko sangat kompak bukan ,sangat pantas dan cocok jadi suami mu 😂
Luis kapan ngajakin nikah 🤣
serius aku nanya😂
nanti tambah gak tumbuh tumbuh rambut nya Kim kalau sama Celine hahaha
tapi bener juga siapa tau cocok😂
Cie Luis berharap jadi pasangan suami istri 🤭