Lima tahun lalu, Kiara diceraikan Jonathan, alasan perceraian itu tidak lain karena cinta pertama Jonathan kembali. Tanpa Jonathan tau, ternyata Kiara membawa benih darinya.
Setelah Lima tahun kemudian, Kiara dan Jonathan dipertemukan kembali dalam sebuah acara perayaan ulang tahun perusahaan tempat Kiara bekerja. Tak disangka, pertemuan itu menghadirkan kembali cinta yang telah lama menghilang di antara mereka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rini sya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pria Licik Vs Wanita Pemarah
Jonathan benar-benar tidak mau melepaskan Kiara sedikit pun. Tanpa rasa bersalah, ia tetap membawa Kiara ikut serta bersamanya. Dengan ekpresi santainya, ia menggandeng tangan Kiara dan membawanya masuk ke dalam mobil. Tentu saja hal ini sukses membuat Kiara naik pitam.
"Pak, bisa sejelaskan pada saya apa arti dari semua ini? Kenapa Bapak semena-mena terhadap saya?" tanya Kiara, sesaat setelah mereka berada di dalam satu mobil.
"Semena-mena bagaimana? Aku rasa telingamu masih normal kan? Aku juga yakin kamu ngga bodoh, ah sudahlah, ngapain kamu ngajak aku berdebat! Soni jalan," jawab Jonathan, masih dengan ekpresi santainya. Membuat Kiara semakin tak bisa mengerti sikap semena-mena pria ini.
"Pak, gini ya, saya tu cuma karyawan biasa. Kenapa tiba-tiba saja Bapak bilang saya asisten pribadi Bapak. Asisten pribadi Bapak tu mas ini, mas siapa namanya, Mas sampean namanya siapa Mas?" cerocos Kiara geram.
"Soni, nama saya Soni, Nona," jawab Soni dengan senyum menahan tawa. Ia benar-benar tidak menyangka jika bosnya bisa sebucin ini dengan seorang wanita. Padahal selama bekerja dengan sang big bos, Soni belum pernah melihat sang bos sebucin itu dengan seorang wanita.
"Mas-mas, siapa yang kamu panggil mas, emangnya dia mas mu? Kamu panggil aku saja bapak, kenapa panggil dia jadi mas," saut Jonathan lirih, ucapan ekpresi kesal, mungkin dia cemburu.
"Ya nggak gitu, tapi.... ha. Maaf Mas Soni, eh Pak Soni. Bapak kan udah punya asisten pribadi, Pak. Ngapain banyak -banyak punya asisten pribadi, lagian kan saya perempuan, Pak. Nggak mau saya jadi asisten pribadi seorang laki-laki. Ayolah, Pak jangan seperti ini, tolong izinkan saya kerja sesuai porsi saya. Saya mohon, Pak," pinta Kiara memohon.
"Hisss, kamu ini berisik sekali. Aku bilang diam ya diam atau ku potong bonus mu bulan ini, mau?" balas Jonathan, masih dengan ekpresi santai dan rasa tidak bersalahnya, membuat Kiara bertambah kesal.
"Ya jangan, Pak, saya kan udah bekerja cukup baik. Bahkan saya melakukannya apapun yang Bapak mau, gimana sih?" gerutu Kiara lagi.
"Mau apanya, melawan terus begitu!" ucap Jonathan. Kiara melirik kesal.
Sedangkan di kursi kemudi ada Soni yang tak henti-hentinya menahan tawa. Menurutnya sang bos sangatlah lucu. Baru kali ini Soni tahu jika sang bos bisa juga bersikap sesabar itu menghadapi seorang wanita. Biasanya, setahu Soni, Jonathan akan memilih pergi meninggalkan orang tersebut, jika ada wanita yang berani memarahinya, termasuk ibu, nenek ataupun Tasya. Tetapi lihatlah sekarang, bersama wanita ini, Jonathan malah terlihat santai dan enggan pusing dengan ocehan wanita ini. Bahkan dia terlihat bersemangat meladeni wanita ini. Bukankah ini adalah pengalaman baru bagi Soni.
"Pak, saya ga mau lagi lah kerja sama Bapak. Bapak nyebelin, ga tegas, seenaknya saja ubah jadwal saya, seenaknya juga ngatur posisi saya, tanpa sepengetahuan saya pula. Pokoknya besok saya mau resign, Pak. Saya ga mau kerja sama Bapak lagi," ucap Kiara, merajuk.
Spontan Jonathan pun terkejut, namun jangan panggil pria ini dengan sebutan Jonathan, kalo tidak bisa membuat Kiara tak berkutik.
"Ya sudah, bayar saja dendanya, setelah itu kamu boleh resign, bagaimana?" jawab Jonathan, tak mau kalah.
"Ya Tuhan, Bapak bener-bener ya. Lihat saja nanti, aku pasti bakalan bayar denda itu dan pergi jauh-jauh dari pria menyebalkan seperti mu," jawab Kiara sembari memunggungi Jonathan. Sedangkan Jonathan sendiri tak mau kalah, dengan lembut ia pun membisikkan sesuatu tepat di telinga Kiara. Sesuatu yang sukses membuat telinga Kiara memanas dan darah Kiara mendidih..
"Coba saja kalo kamu berani menghindari ku, aku nggak akan segan membuatmu hamil. Lihat saja nanti," bisik Jonathan.
Tak ayal bisikan itu pun sukses membuat emosi Kiara langsung memuncak, spontan ia pun membalikkan wajahnya, tepat di sampingnya ada Jonathan. Tak disangka bibir mereka bertemu. Jonathan tak menyia-nyiakan kesempatan itu, dengan cepat ia pun mengecup pelan bibir itu, sehingga membuat jantung Kiara terasa terhentak dan berhasil berhenti sementara.
Terdiam, tertegun, shock, Kiara merasa seperti masuk ke dimensi lain.
Melihat ekpresi keterkejutan sang mantan istri, tentu saja hal ini sukses membuat Jonathan tersenyum bahagia. Senyum bahagia yang sangat mesum tentunya. Ekpresi itu pun akhirnya menyadarkan Kiara. Menyadarkan wanita ini jika bosnya ini pasti punya niat tersembunyi padanya.
Lagi-lagi di depa Soni hanya tersenyum, ternyata menyaksikan kebucinan bosnya adalah sesuatu yang sangat menarik.
Astaga, judulnya sekarang mungkin Pria licik Vs Wanita pemarah. Tapi manis sih, batin Soni geli sendiri.
Bersambung...
ayo dong Thor bikin Jonathan menyesal atas kata²nya, jgn cuma ngomong Kiara jahat,, padahal dia yg sangat jahat