NovelToon NovelToon
Greta Oto: Glasswing Butterfly

Greta Oto: Glasswing Butterfly

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Keluarga / Persahabatan / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:6k
Nilai: 5
Nama Author: Greta Ela

Greta Oto Wright terlahir sebagai putri dengan mata yang berbeda warna (Heterochromia) sama seperti ayahnya, sebuah tanda yang diyakini membawa nasib buruk. Sejak dalam kandungan, seekor kupu-kupu kaca tembus pandang telah berterbangan di sekitar istana, seolah-olah menjaga dan mengawasinya.

Ketika tragedi menimpa kerajaan, Greta menjadi terisolasi, terperangkap oleh mitos, ketakutan, dan rahasia orang-orang terdekatnya. Dalam keheningan dan keterasingan, ia perlahan menyadari bahwa apa yang disebut kutukan itu mungkin adalah kekuatan yang tersembunyi dari dunia.

Note: Non Romance
Follow ig: gretaela82

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Greta Ela, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6. Dua Tahun

Greta Oto Wright genap berusia dua tahun.

Usia yang bagi sebagian orang hanya angka kecil, tetapi bagi Arion terasa seperti waktu yang berjalan terlalu cepat.

Greta kini tidak lagi sekadar bayi yang digendong. Ia berlari kecil, tertawa keras, dan mulai menunjukkan rasa ingin tahu yang tak pernah habis.

Pagi itu, Arion berdiri di depan jendela kamar, menggendong Greta di lengannya. Cahaya matahari memantul di mata putrinya, membuat heterochromia itu tampak jelas.

Satu biru langit, satu lagi hazel. Sebenarnya matanya terlalu indah untuk disembunyikan, namun justru karena itu, ia ragu.

"Greta, ayah akan mengajakmu keluar," kata Arion pada putrinya.

Greta berseru kecil, tidak benar-benar paham, tapi merasakan nada senang dari ayahnya.

Chelyne menoleh ke arah suaminya yang sedang menggendong Greta

"Ke luar?"

"Hanya sekitar castle," jawab Arion.

"Kami tidak pergi ke kota, bahkan ke gerbang pun tidak. Ada apa, Chelyne?" tanya Arion

Chelyne terdiam. Kekhawatiran itu masih ada, seperti benang halus yang tidak pernah putus.

"Matanya–"

"Aku tahu, Chelyne" potong Arion pelan.

"Aku akan menjaganya."

Akhirnya, mereka berjalan di halaman dalam Castle Castavia. Beberapa pengawal mengikuti dari jarak jauh. Tidak banyak pengawal yang menjaga, cukup dua pengawal saja.

Arion tidak ingin suasana terasa seperti pengawalan militer. Mereka berhenti di dekat air pancuran tua, peninggalan generasi pertama kerajaan.

Air mengalir dari patung batu, menciptakan suara yang menenangkan. Greta langsung tertarik. Ia menunjuk air itu, tertawa kecil.

"Air," katanya terbata.

Arion menurunkannya perlahan. Greta menepuk permukaan air dengan telapak tangannya, tertawa ketika cipratannya mengenai bajunya sendiri.

Di sisi lain halaman, Thaddeus berdiri dengan busur di tangannya.

Usianya dua belas tahun kini. Posturnya lebih tinggi, gerakannya lebih terlatih. Ia membidik sasaran kayu, menarik tali busur, lalu melepaskannya.

Anak panah menancap tepat di tengah.

Greta bertepuk tangan. Matanya berbinar. Ia menunjuk kakaknya.

"Kakak!" serunya.

Thaddeus menoleh, tersenyum lebar.

"Lihat itu, Ayah? Dia mengerti."

Arion tertawa kecil.

"Dia selalu memperhatikanmu."

Greta menatap Thaddeus dengan kagum. Bukan hanya karena panah itu, tetapi karena kehadirannya. Seolah dunia di hadapannya penuh hal menakjubkan.

"Ayah, aku ingin suatu saat nanti bisa menjadi pemanah yang hebat, seperti mendiang kakek kita." Ujar Thaddeus sambil menghentikan panahnya.

"Kalau kau berusaha, ayah yakin pasti kau bisa." Balas Arion

...****************...

Sementara itu, di pagi yang sama, Grace berpamitan pada putranya.

"Hugo, ibu akan ke istana sekarang" katanya sambil merapikan selendang.

Hugo mengangguk dari kursinya. Di tangannya ada buku tua, sampulnya sudah usang.

"Ibu, aku mau ke rumah baca nanti," katanya.

"Iya, jangan pulang terlalu sore."

"Iya, bu."

Grace berjalan pelan menuju castle. Sekitar sepuluh menit dari rumahnya jarak ke castle.

Sesampainya di castle, Grace langsung menemui Chelyne yang tepat sedang berada di dapur, memegang pisau yang hendak ingin mengupas jahe.

"Yang Mulia, biar saya saja. Maaf jika saya datang terlambat." Ujar Grace sambil menarik pisau dari tangan Chelyne

"Oh, aku kira kamu tidak datang, Grace. Aku merasa tenggorokanku gatal, aku ingin membuat air jahe." Ujar Chelyne

"Biar saya saja, Yang Mulia."

"Yang Mulia istirahat saja dikamar. Nanti kalau sudah matang, saya antarkan ke kamar Yang Mulia." Lanjutnya

"Terima kasih, Grace." Ujar Chelyne sambil kembali ke kamarnya.

Disisi lain, Hugo bersiap-siap untuk pergi ke Rumah Baca.

Rumah baca itu terletak di tengah pemukiman rakyat. Sebuah bangunan sederhana, tapi selalu ramai. Di sanalah anak-anak rakyat belajar membaca, mendengar cerita, dan meminjam buku.

Hugo duduk di sudut, membuka buku tentang tanaman dan tubuh manusia. Ia membaca perlahan, menyerap setiap kalimat.

Dunia di dalam buku terasa luas, jauh lebih luas dari ladang kecil yang kini hanya menyisakan sedikit tanaman.

Dulu, ayahnya mengajarinya bertani. Sekarang, Hugo bertani seperlunya, lalu kembali pada buku.

Ia ingin tahu lebih banyak.

Di istana, kehidupan berjalan berbeda.

Anak-anak bangsawan, termasuk Thaddeus, mendapat pengajaran khusus. Setiap hari terjadwal.

Biasanya, ketika anak bangsawan sudah menempuh usia lima belas tahun, mereka akan diutus keluar dari istana.

Mereka diutus untuk belajar hidup di luar dinding castle yang selama ini melindungi mereka.

Setiap bangsawan memilih jalurnya masing-masing, sesuai bakat dan watak.

Ada yang dikirim ke Balai Strategi, ada yang masuk Rumah Tabib (Biasanya ini khusus untuk calon bidan dan peneliti tubuh), ada pula yang belajar seni dan hukum kerajaan.

Bagi keluarga kerajaan, pengutusan itu adalah ujian terakhir sebelum seorang anak dianggap dewasa.

Thaddeus masih jauh dari usia itu, namun pelatihnya sudah mulai mengarahkan panahnya ke hutan, bukan sekadar papan sasaran.

"Seorang pewaris harus mengenal tanah yang ia lindungi," begitu kata mereka.

Hugo membaca tentang tanah dengan cara berbeda.

Ia mempelajari akar, serangga, dan penyakit tanaman, bukan untuk menguasai, melainkan untuk memahami.

Dua anak laki-laki yang pernah bermain di ladang yang sama, kini berjalan di jalur yang pelan-pelan menjauh, meski belum sepenuhnya berpisah.

Hugo menyukai alam termasuk bertani. Ia juga memiliki ladang walaupun hanya sedikit sekitar 1x2 meter yang cukup untuk kebutuhan sehari-hari.

Sesampainya dirumah baca, Hugo langsung mengambil buku tentang alam seperti biasa. Ia suka membaca dan memperhatikan hal sekecil apapun.

Sebenarnya Hugo tak memiliki teman selain Thaddeus, namun takdir berkata lain. Bahkan di rumah baca pun, Hugo tetap sendirian. Ia hanya datang, membaca, lalu meminjam dan pulang ke rumahnya. Sesekali pergi ke ladangnya untuk mengambil sayuran yang ingin dimasak ibunya.

...****************...

Di Castle, Grace memperhatikan dari kejauhan. Setiap gerak Greta, setiap tawa kecilnya.

"Putri kecil itu tumbuh cepat," kata seorang pelayan.

Grace mengangguk. "Iya. Tak terasa sudah dua tahun."

"Sampai kapan raja akan merahasiakan tentang putri mereka?" tanya salah satu pelayan pada Grace

"Aku juga tidak tahu." Jawabnya singkat, tak ingin menambah urusan.

Grace lalu pergi ke dapur dan hampir lupa memberi air jahe hangat permintaan Chelyne, bisa-bisa nanti dia kena tegur

Grace mengetuk pintu kamar

"Yang Mulia, ini air jahe yang anda minta." Ucapnya

"Masuk, Grace." Ujar Chelyne dari dalam kamar.

Grace meletakkan air jahe hangat itu diatas meja kamar.

"Apakah Yang Mulia merasakan sakit tenggorokan? Atau saya perlu memanggil–"

"Tidak perlu, Grace. Aku baik-baik saja. Terima kasih sudah membuatkan ini." Potong Chelyne

Grace lalu mengangguk pelan. Mungkin Ia terlalu berpikir berlebihan tentang kesehatan ratu.

"Saya izin keluar, Yang Mulia."

Chelyne mengangguk dan mengizinkan.

...****************...

Sore hari, Arian kembali ke castle dan membawa kedua anaknya pulang. Saat berada didepan pintu kamar, Ia mendengar suara batuk dari istrinya.

"Chelyne, kau sakit?" tanya Arion lalu mendekati Chelyne

"Tidak. Hanya batuk ringan saja," jawabnya

"Tidak perlu khawatir, Arion. Ini hanya batuk biasa. Mungkin seminggu akan sembuh."

Arion memegang tangan istrinya dengan erat, seolah-olah takut terjadi apa-apa.

Arion menghela nafas lega.

"Ayah, lihat aku dapat apa." Greta menunjukkan serangga yang Ia dapat dari luar castle tadi.

"Kenapa kau menangkap serangga itu?" tanya ayah bingung.

Greta hanya menatap ayahnya lalu melepaskan serangga itu terbang dari luar jendela kamar.

Ia cemberut sedikit, Ia pikir ayahnya akan marah padahal ayahnya hanya bertanya.

1
Jing_Jing22
kenapa nggak di bongkar aja, awalnya aku respect loh aku pikir dia benar-benar baik ternyata jahat banget 🙉
Mingyu gf😘
ihhh penjahat
Mingyu gf😘
karena itu bukan membaik yang sebenarnya
MARDONI
Wahh bikin penasaran banget nih! 😯 Pas kupu-kupu kaca masuk terus Greta langsung sadar tuh bikin aku merasa ada aja sesuatu yang spesial dari Greta! Beneran deh dia bisa denger suara kupu-kupu dan tau kalau Chelyne bohong, padahal orang lain bilang itu cuma imajinasi... Thaddeus yang mulai curiga sama hubungan Greta sama kupu-kupu juga bikin suasana jadi makin seru! 😱 Terus pas Grace sama pelayan ngomong Greta pembawa sial, padahal mata dia cantik banget, dan Thaddeus kebetulan denger tuh bikin aku khawatir sama nasib Greta nanti!
Wida_Ast Jcy
Makanya kamu jangan jahat donk. Heran anak nya baik mak nya kok jahat begitu😤😤😤
Wida_Ast Jcy
wow... sangat indah memang thor. aku juga tidak pernah lihat lho🥰🥰
Indira Mr
kupu-kupu saja tahu kalo kamu berniat jahat grace..🙀
Indira Mr
kupu kupu nya kasih kode ke Thaddeus..🥰🥰🥰
Indira Mr
Akhirnya racunnya hilang, good job Thaddeus 🥰🥰🥰
Jing_Jing22
jahat banget deh🤧
Jing_Jing22
greta itu istimewa bukan pembawa sial
Mingyu gf😘
semoga hugo tetap baik
Mingyu gf😘
tepat apanyaa itu hanya bom waktu
Blueberry Solenne
ngasih isyarat. kali itu kupu-kupunya
Blueberry Solenne
Hati-hati aja takutnya diem2 dia juga sadar kamu curiga sama dia thad, jangan kelamaan bertindak selamatkan ibu kamu weh...
Wida_Ast Jcy
gak baik tau berprasangka buruk begitu😤😤😤
Greta Ela🦋🌺: Tampar aja thor hehe
total 1 replies
Wida_Ast Jcy
kesian bnget ya Greta thor🥺🥺🥺
Wida_Ast Jcy
kesian bngett ya Greta thor🥺🥺🥺🥺
Serena Khanza
makin menarik dan bagus thor 🥰🥰 covernya juga makin cantik greta nya , semangat thor lanjut terus berkarya 💪🏻💪🏻
Serena Khanza
kayaknya thadeus sama hugo bakal kek sahabatan gitu gaksih sahabat setia
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!