Halo Teman - Teman Sekalian ini novel pertama saya semoga banyak dukungan dan menghibur teman2 sekalian terimakasih
Di sebuah desa terdapat seorang anak berumur 12 tahun yang sudah tidak mempunyai keinginan untuk hidup setelah milihat orang tua nya tewas di depan mata nya tapi ketika merasa putus asa dia pun bertemu seorang yang menjadikan nya seorang pendekar
Kira kira bagai mana kelanjutan nya ikuti terus novel saya jangan lupa Like/Komen
Foloww IG @eri.hermawan14
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DisconnectID, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Keluarga Bangsawan Cheng
Huang Zi dan Yui pun larut dalam pemikiran mereka masing masing hingga suara ketuka pintu membuyarkan lamunan keduanya
"Maaf Nona Anda di tunggu Kaisar di Aula Istana" Ucap pelayan yang mengetuk pintu itu
"Baik saya akan segera kesana" Ucap Yui dengan ramah
"Hua'er apakah kau mau ikut menemui Kaisar" Tanya Yui yang melihat Huang Zi masih terduduk
"Guru aku akan berjalan jalan di kota jadi aku takan ikut menemui Kaisar"
"Baiklah aku akan menemui Kaisar dulu jangan bertindak gegebah Hua'er kita belum tau siapa mereka sebenar nya"
"Baik Guru aku akan mengingat nya"
Setelah Yui pergi menemui Kaisar Huang Zi pun keluar Istana
"Seperti nya aku harus menemui Kepala Keluarga Cheng" Gumam nya saat sudah di luar Istana
Tidak sulit untuk Huang Zi menemukan Kediaman Keluarga Bangsawan Cheng karna di Ibukota Bangsawan Cheng merupakan salah satu keluarga Bangsawan yang di Hormati
Setelah cukup lama Huang Zi berjalan dia melihat sebuah rumah besar dan mewah dan ada beberapa penjaga di depan pintu gerbang
"Maaf Tuan saya ingin bertemu Kepala Keluarga Cheng apa Beliau ada di dalam" Ucap Huang Zi pada penjaga pintu
"Kalo boleh tau dari mana Pendekar dan ada keperluan apa menemui kepala keluarga Cheng" ucap penjaga
"Saya Huang Zi Murid dari Sakte Naga Langit dan ada keperluan penting dengan Kepala Keluarga Cheng" Ucap Huang Zi
"Apakah anda memiliki tanda pengenal jika benar dari Sakte Naga Langit" ucap penjaga pintu yang wapads karna mengetahui Huang Zi adalah seorang pendekar
Huang Zi pun memberikan tanda pengenal sebuah lencana berwarna Perak disana juga terdapat sebuah ukiran Naga yang sangat indah
penjaga pintu yang mengenali lencana itu langsung membawa Huang Zi masuk
"Mari Ikuti saya jika ingin bertemu dengan Pemimpin" ucap penjaga itu mengajak membawa Huang Zi masuk
Setelah beberapa saat berjalan mereka sampai di sebuah ruangan disana terdapat banyak barang barang yang tampak indah dan berharga
"Pendekar Muda Huang tunggu disini saya akan memanggilkan Pemimpin untuk menemui anda"
"Baik Terimakasih"
Penjaga itu pun berjalan selang beberapa saat datang pria gagah dan tampan tubuh nya terlihat berotot berjalan dengan penjaga tadi
"Maaf Pendekar Muda ada keperluan apa ingin menemui ku, aku Cheng Xhi Kepala Keluarga Cheng" ucap pria gagah itu memperkenalkan diri
"Hormat Tuan Cheng Xhi, Saya Huang Zi murid Sakte Naga Langit ada sesuatu yang ingin saya bicarakan" Ucap Huang Zi sambil memberi Hormat
"Silahkan Pendekar muda Huang jika ingin menyampaikan sesuatu saya akan dengan senang hati mendengarkan nya"
"Sebenar saya bersama guru saya kemari karna sedang melakukan misi dari Sakte, dan ketika saya pergi ke restoran saya mendengar seorang pemuda yang mengatakan bahwa ingin membunuh anda"
Sontak pernyataan Huang Zi membuat Pemimpin itu kaget sekaligus Waspada andai Pemuda di depan nya yang ingin membunuh nya
"maaf Pendekar Huang Saya sepertinya tidak pernah ada masalah dengan orang lain kenapa ada yang ingin membunuh saya"
"saya juga tidak tau alasan nya, apakah Tuan Cheng mengenal Tuan Muda Sheng dari keluarga bangsawan Mo"
"saya mengenal dia adalah anak Pemimpin Keluarga Mo pendekar Huang, tapi kenapa Pendekar menanyakan itu"
"apa Tuan Cheng pernah terlibat masalah dengan Keluarga Mo"
"Setahu saya tidak pernah ada masalah diantara kami emang nya ada masalah apa pendekar Huang menyakan itu"
"karna Tuan Muda Sheng lah yang meninta bantuan pembunuh bayaran untuk membunuh anda"
"apakah ucapan pendekar bisa saya percaya" ucap Pemimpin itu merasa tidak pernah ada masalah dengan Keluarga Mo
"tidak ada alasan bagi saya untuk membohongi Tuan Cheng"
Merasa apa yang di ucapkan ada benar nya akhirnya pemimpin itu hanya bisa menghela napas
"Jika benar yang di ucapkan pendekar Huang saya sangat berterima kasih karna sudah memberi tahukan hal ini pada saya"
"Tidak perlu berterimakasih Tuan karna saya tau anda orang baik jadi sudah kewajiban saya untuk menolong anda"
"lalu apa yang harus saya lakukan pendekar Huang" ucap pemimpin meminta saran pada Huang Zi
"seperti nya mereka akan bergerak sembunyi sembunyi dan membunuh tanpa kontak fisik langsung karna penjagaan di rumah ini begitu ketat akan sulit bagi merka untuk membunuh anda secara terbuka " ucapan Huang Zi tertahan karna dia mengambil napas
"sebaiknya Tuan selalu di temani dengan pendekar suci dan pendekar yang mengerti tentang racun yang Tuan percayai agar sesuatu yang buruk tidak akan terjadi" Ucap Huang Zi menutup penjelasan nya
Pada dasar nya selain pendekar yang selalu terlibat kontak fisik ada juga pendekar yang memahami tentang segala jenih racun makanya sering sekali pembunuhan tidak selalu di lakukan lewat bertarung
"Terimakasih sudah memberi tahu saya dan memberi saran saya bergutang budi pada anda Pendekar Huang"
"Saya melakukan apa yang seharus nya saya lakukan jadi tidak usah merasa berhutang budi pada saya"
Seketika muncul kekaguman di mata pemimpin itu selain masih muda Huang Zi begitu murah hati
"Baiklah Tuan Cheng Xhi saya undur diri dulu masih ada keperluan yang harus saya urus" ucap Huang Zi sambil berdiri
"Baiklah jika emang pendekar masih ada keperluan sekali lagi terimasih" Ucap pemimpin itu sambil mengantar kan Huang Zi kedepan pintu
Setelah dari keluarga Bangsawan Cheng Huang Zi berniat kembali ke Istana tetapi di perjalanan di teringat tembat bawah tanah dan dia pun kembali ke Hutan untuk memastikan bahwa itu adalah markas Pembunuh bayaran
Ketika dia sampai ketempat itu disana nampak sepi Huang Zi pun turun dari atas pohon dan hendak melihat pintu masuk itu tapi ketika dia membersikan dedaunan itu muncul Tiga orang pendekar disana
"Maaf ada keperluan anda datang kemari" ucap seorang pria
Haung Zi yang melihat tingkat pendekar mereka berada di tingkat pendekar suci menjadi waspada bagai mana pun melawann tiga pendekar suci bukan lah ide yang bagus
"Maaf Tuan saya utusan keluarga Bangsawan Mo saya di suruh untuk memastikan misi yang Tuan Muda kami berikan pada kelompak pembunuh bayaran" ucap Huang Zi penuh waspada
"Soal itu bukan kah Ketua kami sudah bilang bahwa kami akan bergerak tiga hari lagi" ucap pria tua itu
"Baiklah Tuan kalo begitu saya bisa tenang, saya pamit undur diri untuk memberi tahu Tuan Muda untuk sabar menunggu kabar baiknya"
Huang Zi pun berjalan belum sempat sepuluh langkah salah satu pemuda itu menebaskan pedang ke lehernya
Beruntung Huang Zi dalam keadaan waspada dia dengan mudah menghindari serangan itu
"kemampuan mu tidak buruk" ucap pria itu yang melihat Huang Zi bisa menghindari tebasan nya dengan mudah
ngintilinbgurunya gurunya mulu thor
jgn ngikutin gurunya mulu
terlalu lebay