Siapa sangka, niatnya ingin menenangkan diri di sebuah taman, karena stress terus di paksa sang ibu untuk segera menikah karena umurnya sudah tidak muda lagi. Di taman itu Kanaya malah bertemu gadis kecil yang sedang menangis.
Pertemuan itu malah awal menjadikan dirinya seorang ibu dari gadis kecil yang membutuhkan kasih sayang seorang ibu itu
Bagaimana selengkapnya yu langsung mampir saja.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Iin Suryani iin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 34
Sampai ponselnya berdering hingga membuyarkan rasa keterkejutannya tadi.
" Ya hallo. " sahut Dirga singkat.
" Hallo tuan, saya sudah mendapatkan informasi sesuai data yang anda inginkan. Dan saya akan langsung mengirimkannya lewat email. " Kata sekertaris pribadi Dirga.
" Hmm... baiklah " kata Dirga dan langsung mematikan ponselnya lalu merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur.
Tidak lama suara notifikasi email masuk ke ponselnya, lalu Dirga membukanya dan seketika Dirga langsung terkejut melihat data mengenai pengasuh baru putrinya itu.
" Jadi Naya putri Bu Nadia, luar biasa. Baiklah sekarang aku sudah mengetahui siapa kamu sebenarnya Nay, dan tidak ada lagi alasan ku untuk ragu akan keputusan ini. Baiklah mulai sekarang aku akan menunjukkan terang - terangan perasaan ku padamu Nay." gumam Dirga sambil membaca keseluruhan data Kanaya.
Akhirnya Dirga tertidur dengan memiliki sejuta rencana untuk mendapatkan hati Kanaya pengasuh putrinya itu.
-------------------
Ke esokan paginya seperti biasa, Naya tidak bisa bangun pagi, berbeda dengan gadis kecil itu, ia selalu bangun pagi karena sudah terbiasa.
" Bunda sangat cantik sekali meskipun dalam keadaan tidur seperti ini, bunda..., seandainya Bunda beneran mau jadi Bundanya Flo, Flo pasti sangat bahagia sekali. Apa yang harus Flo lakukan ya supaya bunda beneran jadi Bundanya Flo... " kata gadis kecil itu sambil mengetuk pipinya yang gembul karena memikirkan sesuatu.
Shuutthh shuutthh... suara itu terdengar dari pintu kamar Flo, Flo langsung melihatnya.
" Pap... " Flo langsung terdiam melihat sang ayah meletakkan jari tangannya di mulut tanda tidak boleh bersuara.
Gadis kecil itu pun mengangguk mengiyakan, lalu ayah dan anak itu hanya berbicara lewat isyarat saja.
Dirga langsung memanggil putrinya itu lalu membawanya ke kamar mandi untuk memandikannya, setelah selesai mandi dan selesai merapikan penilaian putrinya Dirga langsung membawa putrinya keluar kamar, dan membiarkan saja pengasuh anaknya itu masih tertidur lelap.
" Sekarang kita mau apa Pah ?" tanya gadis kecil itu setelah mereka berdua keluar dari kamar.
" Tadi papah dengar Flo sangat ingin sekali kalau Bunda Naya menjadi Bunda Flo sungguhan kan ?" kata Dirga dan langsung di anggukan gadis kecil itu, lalu Dirga melanjutkan lagi ucapannya.
" Pagi ini kita akan membuatkan sarapan untuk Bunda Naya, Flo mau ?" Tanya Dirga lagi dan langsung di anggukan gadis kecil itu dengan sangat antusiasnya.
" Ayo kita lakukan sekarang, agar bunda Naya mau menjadi Bunda Flo sungguhan ya " kata Dirga dengan semangat mengajak putrinya itu.
" Ayo pah, let's go... " sorak gadis kecil itu dengan senangnya.
Kemudian ayah dan anak itu langsung menuju dapur dan memulai aktivitas memasaknya.
Semua maid yang bekerja di rumah itu begitu sangat terkejut melihat kedua majikannya pagi - pagi sudah sibuk di dapur.
" Apa yang tuan dan nona kecil lakukan di sini ?" tanya bi ijah yang juga di anggukan maid yang lainnya.
" Hari ini kami berdua mau memasak untuk orang spesial, yang sudah membawa kembali keceriaan di rumah ini Bi " jawab Dirga dan langsung di anggukan gadis kecil itu dengan senyum mengembangnya.
" Dan kalian semua bantu kami untuk menyiapkan semuanya ya " perintah Dirga lagi.
" Baik tuan " sahut mereka semua.
" Baiklah kita mulai sekarang, let's go... " seru gadis kecil itu memulai semuanya dengan semangatnya.
" Go... " sahut Dirga dan juga para maid semua, mereka juga tak kalah semangatnya karena melihat kedua majikan mereka itu begitu sangat bersemangat sekali pagi ini.
Dengan cekatan mereka semua mulai menyediakan keperluan memasak, sedangkan Dirga memulai memasak di bantu dengar putrinya yang juga sudah bisa memasak di usianya yang baru berumur lima tahun.
( 😁 Hehehe di maklumi ya teman-teman, halu tingkat dewa ini 😁😁🤭 )
Hingga salah satu maid menjatuhkan salah satu peralatan masakannya, dan suara dentingan alat masak yang jatuh itu terdengar sampai ke kamar Flo yang masih ada Naya tertidur di dalamnya
" Astaga... Suara apa itu " gumam Naya yang langsung terbangun karena sangat terkejut dengan suara dentingan keras itu.