NovelToon NovelToon
Dari Sampah Menjadi Penguasa Semesta

Dari Sampah Menjadi Penguasa Semesta

Status: sedang berlangsung
Genre:Kultivasi Modern / Kelahiran kembali menjadi kuat / Pemain Terhebat
Popularitas:9.6k
Nilai: 5
Nama Author: Jullsr red

Di bawah langit kelabu yang digelayuti takdir dan dendam yang belum terbalas, Lin Zhantian melangkah memasuki babak baru dalam perjalanan kultivasinya. Setelah menanggung penghinaan panjang yang menggerogoti martabat keluarganya, ia kini berdiri di ambang perubahan besar—bukan lagi sebagai pemuda lemah yang dipandang rendah, melainkan sebagai bara api yang tersembunyi di balik abu.

Bab ini menyoroti pergulatan batin Lin Zhantian saat ia menyadari bahwa kekuatan sejati tidak hanya lahir dari teknik dan energi spiritual, tetapi juga dari tekad yang tak tergoyahkan. Di tengah tekanan klan, tatapan sinis para tetua, serta bayang-bayang kejeniusan para rivalnya, ia menemukan secercah peluang—sebuah warisan kuno yang seolah memilihnya sebagai penerus.

Namun, jalan menuju kejayaan tidak pernah sunyi dari ujian. Energi liar yang mengamuk di dalam tubuhnya hampir merobek meridiannya, menguji batas ketahanan fisik dan jiwanya. Dalam kesunyian malam, saat semua orang terlelap dan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jullsr red, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28 - Sebuah Fragmen Yang Terlupakan.

Di dalam Balai Ilmu Bela Diri keluarga Lin, suasana hening bagaikan permukaan danau purba yang tak tersentuh angin. Rak-rak kayu merah berdiri tegak berderet-deret, memanggul gulungan-gulungan kitab yang menyimpan warisan darah dan keringat generasi terdahulu. Di antara aroma kayu tua dan tinta yang telah mengendap selama puluhan tahun, berdirilah seorang pemuda dengan tatapan membara—Lin Zhantian.

Pandangan Lin Zhantian terpaku pada sebuah plakat kayu sederhana yang tergeletak di atas gulungan kitab berwarna hitam pudar. Tulisan di atasnya terukir dengan goresan tegas, namun menyimpan ironi yang tak terduga.

“Segel Gerbang Ajaib, Fragmen…”

Ia terdiam cukup lama. Siapa sangka, sebuah teknik bela diri tingkat tiga—yang dalam dunia persilatan sudah termasuk kategori tinggi di antara kalangan keluarga biasa—ternyata hanyalah potongan yang tidak utuh?

Di sampingnya, Lin Xia melangkah mendekat. Gadis itu menghela napas pelan sebelum berkata dengan nada setengah menasihati, setengah mengeluh, “Teknik ini kabarnya diperoleh Kakek secara kebetulan dalam suatu perjalanan bertahun-tahun silam. Namun sebagaimana yang tertulis, ini hanya fragmen. Jika kau benar-benar ingin menyaksikan kedahsyatan teknik tingkat tiga, lebih baik pilih yang lain.”

Lin Zhantian tidak segera menjawab. Tatapannya tetap terbenam pada gulungan hitam itu, seolah-olah menembus lapisan waktu dan melihat bayangan masa lampau ketika teknik ini masih utuh.

“Jika hanya fragmen saja sudah disimpan oleh Kakek di sini, bukankah itu berarti Segel Gerbang Ajaib ini seharusnya luar biasa?” gumamnya lirih, lebih kepada dirinya sendiri.

Lin Xia mengangkat bahu. “Lumayan. Namun tak lengkap berarti tak berguna sepenuhnya. Menurut Kakek, sekalipun berhasil dikuasai, kekuatannya hanya setara teknik tingkat tiga biasa, bahkan mungkin sedikit di bawahnya.”

Ia berhenti sejenak, lalu menambahkan dengan nada serius, “Lagipula, fragmen ini sangat sulit dipelajari. Banyak anggota keluarga yang pernah mencobanya, namun hanya Kakek dan ayahmu yang benar-benar berhasil menguasainya. Dan karena kekuatannya tetap tak mampu menandingi teknik tingkat tiga lainnya, akhirnya ditinggalkan begitu saja.”

Kata-kata itu seharusnya menjadi peringatan.

Namun bagi Lin Zhantian, justru menjadi percikan api.

Hanya dua orang yang pernah berhasil menguasainya. Itu berarti teknik ini bukan sekadar kitab biasa. Ia memiliki misteri tersendiri, semacam gerbang tersembunyi yang hanya dapat dibuka oleh mereka yang benar-benar memiliki bakat atau keberanian.

Di balik ketenangannya, pikiran Lin Zhantian berputar cepat.

Sejak ia menemukan jimat batu misterius itu—yang memunculkan bayangan cahaya sempurna dalam ruang spiritualnya—setiap teknik yang ia pelajari mampu disempurnakan. Baik Tinju Penembus Punggung maupun Telapak Delapan Gurun, semuanya mengalami evolusi di tangan bayangan cahaya tersebut.

Jika bayangan itu mampu menyempurnakan teknik yang utuh… bagaimana dengan sebuah fragmen?

Apakah mungkin bagian yang hilang dapat direkonstruksi?

Napas Lin Zhantian menjadi sedikit berat.

Jika Segel Gerbang Ajaib dalam kondisi tidak lengkap saja sudah mencapai tingkat tiga, maka versi utuhnya—tanpa ragu—setidaknya berada pada tingkat empat!

Teknik tingkat empat!

Itu bukan lagi kategori rendah. Itu adalah gerbang menuju ranah teknik menengah—wilayah yang jarang disentuh keluarga kecil seperti keluarga Lin.

Di seluruh keluarga Lin, teknik tingkat empat hanya ada satu, dan itupun diperoleh oleh sang kakek dari Klan Lin cabang utama dengan cara yang tidak pernah dibicarakan secara terbuka.

Jika Lin Zhantian mampu menguasai teknik tingkat empat, maka bahkan menghadapi lawan tingkat sembilan tahap Tempering Tubuh pun, ia memiliki keyakinan absolut untuk menang!

Hasrat itu membakar dadanya.

“Harus dicoba,” tekadnya dalam hati.

Tanpa ragu lagi, ia mengulurkan tangan dan menggenggam gulungan hitam tersebut. Sentuhan pada permukaan kitab itu terasa dingin, namun di balik dingin itu seolah tersembunyi denyut samar, seperti jantung yang tertidur.

“Eh! Kau ini keras kepala sekali!” seru Lin Xia kesal. “Sudah kujelaskan panjang lebar, kenapa tetap memilih yang ini? Mencari masalah, ya?”

Lin Zhantian tersenyum tipis, senyum yang menyiratkan keyakinan tak tergoyahkan. “Aku hanya akan mempelajarinya sebentar. Jika tidak cocok, aku bisa menggantinya.”

Lin Xia memandangnya dengan wajah tak puas. Ia telah melihat banyak pemuda sebelumnya yang datang dengan ambisi serupa, berpikir diri mereka istimewa. Namun pada akhirnya, semua menyerah dan kembali memilih teknik lain.

Ia tidak ingin Lin Zhantian membuang waktu.

“Baiklah, terserah kau,” katanya akhirnya, menghentakkan kaki pelan. “Tapi jangan sampai ini menghambat latihanmu. Keluarga Lei dan keluarga Xie selalu mencari celah untuk mempermalukan kita. Generasi muda mereka pun sering memancing konflik.”

Wajahnya berubah sedikit muram ketika menyebut dua nama itu.

“Kekuatan dasar mereka memang lebih tebal daripada keluarga kita. Setiap kali terjadi bentrokan, kita yang menderita kerugian. Orang dewasa tak bisa ikut campur terlalu jauh. Jadi semuanya diserahkan pada generasi muda.”

Lin Zhantian mengangguk pelan. Ia tidak merasa heran. Keluarga Lei dan keluarga Xie telah berakar di Kota Qingyang selama bertahun-tahun, sementara keluarga Lin masih dianggap pendatang.

“Di antara generasi muda mereka, siapa yang terkuat?” tanyanya tenang.

“Dari keluarga Lei, Lei Li,” jawab Lin Xia dengan nada serius. “Empat bulan lalu saja ia sudah mencapai tahap delapan Tempering Tubuh. Entah sekarang sudah menembus tahap sembilan atau belum.”

Nama itu terpatri dalam benak Lin Zhantian.

“Dari keluarga Xie, yang terkuat adalah Xie Yingying. Ia juga berada di tahap delapan. Dan aku benar-benar tidak menyukai gadis itu.”

Nada suaranya dipenuhi kejengkelan yang jelas.

“Lei Li… Xie Yingying…”

Lin Zhantian mengulang kedua nama itu perlahan, merasakan tekanan tak kasatmata dari latar belakang kuat kedua keluarga tersebut.

“Bagaimana dengan Perguruan Bela Diri Pedang Ganas?” tanyanya lagi, teringat pada kekuatan baru yang berkembang pesat di kota.

“Yang terkuat di sana mungkin Wu Yun,” jawab Lin Xia. “Kekuatannya juga sekitar tahap delapan. Ia pernah bertarung melawan Lei Li, namun kalah.”

Udara di dalam balai terasa semakin berat.

Tahap delapan Tempering Tubuh.

Sementara dirinya saat ini masih berada beberapa langkah di belakang.

Namun dalam tatapan Lin Zhantian, tidak ada ketakutan. Hanya api.

Api yang menyala dalam diam.

Di balik rak-rak tua dan kitab-kitab berdebu itu, takdir perlahan mulai bergeser. Sebuah fragmen yang dianggap tak berguna mungkin saja akan menjadi kunci pembuka gerbang langit.

Segel Gerbang Ajaib.

Fragmen yang tertidur.

Dan seorang pemuda yang menolak tunduk pada batasan yang diwariskan dunia.

Langit Kota Qingyang mungkin belum menyadari, bahwa dalam keheningan Balai Ilmu Bela Diri keluarga Lin, sebuah keputusan kecil telah dibuat—keputusan yang suatu hari kelak akan mengguncang cakrawala dan menorehkan nama Lin Zhantian dalam pusaran sejarah yang megah dan tak terelakkan.

“Memang benar-benar para monster…”

Lin Zhantian tersenyum tipis. Jemarinya tanpa sadar menggenggam lebih erat gulungan Segel Gerbang Ajaib – Fragmen yang berada di tangannya. Di dalam tatapannya, tidak ada gentar, hanya kilatan semangat yang semakin menyala.

Dibandingkan dengan Lin Hong dan generasi muda keluarga sendiri, bersaing dengan mereka terasa kurang menantang. Jika harus membuktikan diri, maka ia harus melangkah lebih jauh—mengincar para jenius terkemuka seantero Kota Qingyang. Hanya dengan menaklukkan puncak, seseorang benar-benar layak berdiri di atasnya.

Lin Xia menghela napas pelan. “Ya… jika dibandingkan, generasi muda keluarga Lin memang sedikit lebih lemah.”

Nada suaranya mengandung kejujuran yang pahit. Namun sesaat kemudian, sorot matanya kembali bersinar. Ia menatap Lin Zhantian dengan senyum cerah yang penuh harap.

“Namun mungkin setelah ini akan berbeda. Denganmu sebagai kuda hitam, perburuan kali ini, keluarga Lin pasti bisa meraih hasil yang bagus.”

Lin Zhantian menggeleng pelan sambil tersenyum. “Kak Lin Xia terlalu melebihkanku. Kekuatanku saat ini masih setara denganmu. Jika dibandingkan dengan tiga orang itu, jaraknya masih sangat jauh.”

Lin Xia mendengus pelan dan memutar bola matanya. “Berhentilah pura-pura rendah hati. Kau baru berlatih secara resmi belum genap setahun, sementara aku sudah jauh lebih lama. Dengan kecepatanmu sekarang, bahkan melampaui Lei Li yang disebut sebagai nomor satu generasi muda Kota Qingyang bukanlah hal mustahil.”

Ucapan itu bukan sekadar pujian kosong. Ia menyaksikan sendiri bagaimana Lin Zhantian melesat seperti anak panah terlepas dari busurnya—setiap bulan seolah menjadi satu lompatan besar yang melampaui logika.

Namun Lin Zhantian tetap tersenyum tanpa menjawab.

Dalam benaknya, ia sadar bahwa jarak antara dirinya dan Lei Li masih nyata. Tahap delapan Tempering Tubuh bukanlah batas yang mudah dilampaui. Namun ia memiliki sesuatu yang tidak dimiliki orang lain—jimat batu misterius dan bayangan cahaya yang mampu menyempurnakan segala teknik.

Ia tidak takut pada jarak. Jarak hanyalah soal waktu.

Tiba-tiba, Lin Xia seperti teringat sesuatu. Wajahnya berubah sedikit galak, alisnya terangkat, dan ia menunjuk Lin Zhantian dengan ekspresi yang dibuat-buat garang.

“Namun dengar baik-baik! Jika suatu hari nanti kau benar-benar lebih kuat dari Lei Li, kau harus membantuku memberi pelajaran pada Xie Yingying, wanita menyebalkan itu! Jika tidak, aku tidak akan memaafkanmu!”

Lin Zhantian tertegun sejenak. Ketika ia melihat tatapan Lin Xia yang menyerupai harimau betina kecil, ia segera mengangguk tanpa ragu, bahkan tersenyum canggung.

“Jika Kak Lin Xia sudah berkata begitu, tentu akan kulaksanakan. Tapi… mengapa untuk menghajar Xie Yingying harus lebih kuat dari Lei Li terlebih dahulu?”

Lin Xia tersenyum jahil, sudut bibirnya terangkat penuh arti. “Karena Xie Yingying adalah tunangan Lei Li. Jika kau ingin menyentuhnya, apa mungkin tak menyelesaikan Lei Li lebih dulu?”

“Begitu rupanya…”

Lin Zhantian kembali terdiam sesaat, lalu mengangguk perlahan.

Di dunia seperti ini, kekuatan adalah bahasa paling jelas. Jika ingin berbicara, maka berbicaralah dengan tinju dan telapak.

Angin lembut berhembus di pelataran Balai Ilmu Bela Diri, mengibaskan ekor kuda Lin Xia yang terurai hingga pinggang rampingnya. Dengan tangan disilangkan di belakang punggung, ia berjalan lebih dahulu, langkahnya ringan dan penuh vitalitas khas seorang gadis muda.

“Sudah, waktunya tidak banyak. Kita harus mendaftarkan pilihanmu. Tanpa itu, kau tak bisa membawa fragmen ini keluar,” katanya sambil melangkah.

Lin Zhantian mengikutinya dari belakang.

Setelah menyelesaikan pencatatan resmi, nama Lin Zhantian tercatat sebagai peminjam teknik Segel Gerbang Ajaib – Fragmen. Gulungan hitam itu kini sepenuhnya berada dalam genggamannya, bukan lagi sekadar kitab yang terbaring sunyi di rak kayu tua.

Saat keluar dari balai, cahaya matahari siang menyinari halaman keluarga Lin. Dunia terasa luas, namun langkah Lin Zhantian terasa lebih ringan dari biasanya.

Lin Xia berbincang sejenak sebelum akhirnya berpamitan. Setelah sosoknya menghilang di tikungan koridor, Lin Zhantian menghela napas panjang.

Akhirnya sendiri.

Tatapan tenangnya berubah menjadi nyala tak sabar.

Tanpa membuang waktu, ia bergegas menuju kediamannya yang sederhana. Setiap langkahnya dipenuhi gelora yang sulit ditekan. Di dalam dadanya, rasa penasaran bergemuruh seperti ombak yang menghantam karang.

Apakah bayangan cahaya dari jimat batu itu benar-benar mampu menyempurnakan fragmen ini?

Jika berhasil…

Jika benar-benar berhasil…

Maka bukan hanya teknik tingkat tiga yang ia peroleh.

Melainkan pintu menuju tingkat empat.

Pintu menuju wilayah yang selama ini hanya dapat dipandang dari kejauhan.

Langkahnya semakin cepat.

Di bawah langit Kota Qingyang yang cerah, seorang pemuda berlari membawa sebuah gulungan tua yang dianggap tak sempurna oleh banyak orang. Namun tak seorang pun menyadari bahwa dalam gulungan yang terabaikan itu mungkin tersembunyi badai yang mampu mengubah keseimbangan kekuatan seluruh kota.

Segel Gerbang Ajaib—sebuah nama yang terdengar biasa, namun menyimpan misteri.

Di dalam kamar kecilnya kelak, ketika malam turun dan dunia terlelap, Lin Zhantian akan membuka lembaran itu.

Dan pada saat itulah, nasibnya mungkin akan melangkah ke jalur yang sama sekali berbeda.

Langit tidak pernah membatasi mereka yang berani menantangnya.

Dan Lin Zhantian… telah memilih untuk menantang.

1
alex kawun
jangan gitu lah thor demi u memenuhi target tulisan & chapter harus nulis ber ulang2 poin yg sama
mbosenin thor
Eko
ayoooo tambah kuat
Eko
alur cerita yang bagus
Joe Maggot Curvanord
lin dong
REY ASMODEUS
💪💪💪💪
Dian Pravita Sari
liat ajakl gak tamat lagi faj gak guns ada komentar gak ada tindak lanjut dah sangat kecewa duanya cerita gak da yg tamatrenjijikkam pengarangnya hy mikir duit tp nol tanggung jawab alur cerita dan penyelesaian cerita gak bermutu blas
gak
REY ASMODEUS
up 10 eps
Jullsr red: okee bossskuuu
total 1 replies
REY ASMODEUS
lnjut
REY ASMODEUS
💪💪💪💪
REY ASMODEUS
bagusss
REY ASMODEUS
aku suka permulaan untuk sebuah nama : DENDAM , tapi setelah itu ? apa tujuanmu wahai Lin zhatian?
anggita
ikut ng👍like aja👌
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!