NovelToon NovelToon
Istri Kesayangan Sang Mafia

Istri Kesayangan Sang Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Romansa / Kaya Raya
Popularitas:7.9k
Nilai: 5
Nama Author: Mar Dani

Nabila Zahra Kusuma gadis cantik yang hidup dengan keluarga yang sangat berantakan. Saat ibunya Siti Nurhaliza pergi meninggalkan dia dan ayahnya untuk memilih hidup dengan pria lain yang memiliki banyak harta. Sedangkan Hariyanto Kusuma ayahnya suka dengan dunia malam, minuman dan perjudian.

Nabila yang masih bersekolah kini harus berjuang untuk hidupnya sendiri, apalagi dia tidak ingin putus sekolah.

Setiap pulang sekolah, Nabila selalu menyempatkan diri kerja paruh waktu untuk mengumpulkan uang buat membiayai hidupnya.

Hidupnya sangat sulit. Terkadang dia harus menahan air mata agar tidak dianggap lemah oleh orang lain. Nabila juga sering mendapatkan perundungan dari teman sekelas yang menganggap dia rendah.

Semua itu dia hadapi dengan menjadi perempuan yang sangat kuat. Sifat lembut dalam dirinya dia sembunyikan hanya untuk mempertahankan diri.

Setiap hari Nabila harus menyaksikan ayahnya bersama perempuan lain dengan tubuh terbuka di ruang tamu rumah mereka. Pakaian mere

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mar Dani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33

Kini Reynaldo membawa Nabila ke Namsan Seoul Tower, entah mengapa sejak awal ingin ke Korea, Nabila kekeh untuk pergi ke tempat semua orang yang pergi ke Korea. Namsan Seoul Tower adalah menara yang bisa membuat pengunjung dapat melihat pemandangan Kota Perak dari atas Namsan Seoul Tower.

Terlebih lagi di tempat itu ada tempat istilah Gembok Cinta. Yah inilah sebenarnya tujuan utama si Nyonya Nabila. Hampir dua setengah jam perjalanan mereka. Jangan pernah bertanya kali ini apakah Nabila terbangun di mobil, tidak wanita itu sedang tertidur di lengan sang suami. Bahkan dengan lembut Reynaldo memainkan pipi Nabila dengan lembut.

Hingga akhirnya mereka telah sampai di Namsan Seoul Tower.

"Nyeettt... monyettt bangun nyettt!!" panggil Reynaldo lembut namun terkesan seperti mengerjai Nabila.

Sedangkan Bram dan satu pengawal di dalam mobil itu hanya tertawa mendengar Reynaldo memanggil Nabila dengan sebutan monyet. Bagaimana tidak sepasang suami istri tidak ada satupun yang benar memberi nama kesayangan.

"Nyettt sudah sampai! Kamu masih ingin tidur atau pulang.. ehh salah mau ke Namsan Seoul Tower atau pulang?"

"Sudah sampai??" ucap Nabila kini semakin mengeratkan pelukannya dalam lengan Reynaldo.

"Sudahh dari tadi.."

"Hahh... Ayoo kita keluar.." ucap Nabila tiba-tiba segar dalam tidurnya.

"Heiii hati-hati kakimu masih sakit.."

"Hehehe.. ayooo keluarr aku ingin melihat suasana Kota Perak dari atas sana.."

"Hemm.." ucap Reynaldo datar namun hatinya begitu bahagia melihat wajah istrinya terlihat begitu bahagia. Tangan Reynaldo tidak pernah lepas dari genggaman tangan Nabila. Bahkan beberapa kali Nabila memeluk erat lengan pria itu akibat terlalu bahagianya. Banyak pasangan muda yang datang ke Namsan Seoul Tower.

Kini Nabila menarik lengan Reynaldo untuk membeli Gembok khusus, biasanya para pasangan muda akan membeli Gembok cinta untuk diletakkan pada pagar khusus di Namsan Seoul Tower.

"Aku minta uang?"

"Untuk?"

"Beli Ice Cream!"

"Kamu sudah memakannya tadi.."

"Ihhh kesell! Aku mau beli Gembokk lah!"

"Untuk apa?"

"Dimakan!"

"Emang bisaa?"

"Astagaaa Reynaldo Wijaya Mahkota suami kadal air mesumkuuuuuuu!! Minta duit aja sini, berbicara denganmu membuat ubanku tumbuh" gerutu Nabila sambil mengangkat tangannya meminta uang kepada Reynaldo.

Reynaldo membuka dompetnya kemudian mengeluarkan beberapa lembar uang.

"Nah gitu dong! Jangan perhitungan sama istri" cetus Nabila kini ke toko yang menjual Gembok cinta itu.

"Permisi, aku ingin ini dua... Berapa harganya?" ucap Nabila dengan menggunakan bahasa Inggris.

"15.000 Won per satunya."

"Aku ingin 2 dan pulpennya yah.." ucap Nabila ramah kepada penjual gembok itu.

Kemudian Nabila memberi uang 50.000 Won kepada penjual itu.

Kemudian mereka menaiki lokasi itu.

Sekarang mereka ada di puncak Namsan Seoul Tower. Terlihat suasana dari atas sangat indah, bahkan rumah-rumah dan gedung-gedung di Kota Perak terlihat sangat indah dari ketinggian 2200 kaki itu.

"So Beautiful.." ucap Nabila tersenyum berseri.

"Kamu senang.."

"He'emmm tempat ini adalah impianku, aku pernah bermimpi pergi dengan seseorang penting dalam hidupku, tapi yang menepati itu sekarang adalah kamu suami kontrakku hahah" ucap Nabila tertawa namun matanya seperti menahan embun yang hendak menetes.

"Kak Zayn.. lihatlah aku sudah ke Korea, ke tempat di mana aku selalu ingin pergi bersamamu, tapi kali ini aku pergi dengan pria menyebalkan tapi dia begitu menjagaku, seandainya kamu yang di sini heheh" gumam Nabila dalam hati, namun kini dari sudut mata itu mengalir air mata.

"Heii ada apa? Kamu menangis?"

"Aku tidak apa-apa.. aku hanya bahagia bisa ke sini.."

"Jangan menangis, jika kamu ingin ke sini setiap tahun aku akan mengabulkannya.."

"Hahah tidak aku hanya akan pergi sekali saja.."

"Baiklah tapi berjanjilah kamu takkan menangis lagi.." ucap Reynaldo kini berdiri mensejajarkan wajahnya dengan Nabila, kemudian menghapus air mata istrinya dengan lembut.

"Bagaimana jika kita berfoto dari sini, mungkin ini jadi foto yang indah nantinya .. " ucap Reynaldo mengambil telepon genggamnya, kemudian membuka kamera dan mereka berfoto dengan beberapa gaya.

"Permisi... Bisa kah Anda memfotokan saya dengan istri saya..?" ucap Reynaldo kepada seseorang.

"Boleh ..." ucap seorang gadis kemudian menerima telepon genggam Reynaldo, kemudian memfotokan Reynaldo dengan Nabila yang tengah berdiri, tepat di matahari mulai terbenam.

"Thank youuuu.." ucap Reynaldo kepada seseorang yang telah memfotokannya dengan Nabila.

Kini mereka tertawa melihat foto-foto konyol itu.

"Aku ingin membingkai foto ini dengan ukuran besar boleh?" ucap Nabila tersenyum.

"Bolehh.. lakukan semua sesukamu.."

"Baiklah Tuan Kadal Airku, dan yahh ini belumm.." rengek Nabila.

"Apa?"

"Kamu tahu, dulu aku pernah mendengar jika kita menulis nama seseorang di gembok ini, mereka akan terus selalu bersama.. aku sebenarnya tidak percaya, tapi aku selalu percaya jika memang akan bersama pasti akan selalu bersama apapun keadaannya.." ucap Nabila tersenyum manis.

"Baiklah, kalau begitu aku boleh meminta satu?" ucap Reynaldo kepada Nabila. Kemudian Nabila membeli satu gembok itu, kemudian menulis nama "Nabila Putri dengan Reynaldo Wijaya Mahkota."

"Mengapa kamu menulis namaku bodoh!"

"Ada yang salah?" ucap Reynaldo.

"Tidak ada sih, tapi mengapa harus namaku? Kamu bisa menulis nama kekasihmu, atau orang yang kamu suka, atau orang yang kamu harap menjadi istri sungguhanmu.." ucap Nabila tersenyum sambil menatap heran kepada Reynaldo.

"Jika Gembok ini benar adanya, maka kamu dan aku akan bersama dan jika memang itu terjadi itu takkan jadi masalah.." ucap Reynaldo mengunci gembok itu kemudian membuang kuncinya.

"Hahaha kamu akan menderita jika hidup bersamaku!"

"Jikapun harus menderita itu takkan jadi masalah asal kamu tetap di sini"

"Hahahah kamu membuatku terharu kadal air"

"Kamu sendiri apa yang kamu tulis?"

"Dulu aku ingin menulis nama seseorang, tapi aku tidak tahu keberadaannya sekarang, jadi aku menulis namamu saja, Reynaldo Wijaya Mahkota and Nabila Putri.." ucap Nabila tertawa.

Kemudian menggantung gembok itu dan membuang kuncinya sama seperti yang dilakukan Reynaldo.

"Bagaimana jika itu terjadi?" ucap Reynaldo menatap wajah Nabila dengan lekat.

"Jika itu terjadi maka bersiaplah menjadi suami sungguhan bagiku" ucap Nabila mengalungkan tangannya ke leher Reynaldo.

Reynaldo langsung menyambar bibir Nabila.

Kemudian mencium bibir itu dengan lembut, serasa dunia milik berdua dan yang lain sedang mengontrak begitulah keadaannya.

Setelah itu mereka menikmati udara malam hari di atas menara itu. Melihat wajah Nabila yang tak pernah melepaskan senyumannya membuat hati Reynaldo menghangat. Nabila menyenderkan kepalanya ke pundak Reynaldo.

"Ayo pulang ini sudah sangat malam, kita akan kembali ke Kota Perak besok.." ucap Reynaldo lembut.

"Ayooo.. tapi aku malas berjalan.." ucap Nabila manja.

"Kemarilah monyet kecilku, aku akan menggendongmu.." ucap Reynaldo membantu Nabila berdiri.

"Tapi aku ingin gendong belakang.."

"Baiklah baik Nyonyaa.." ucap Reynaldo kini membelakangi Nabila kemudian berjongkok agar Nabila bisa naik ke atas punggungnya.

Setelah naik Reynaldo berdiri, kini dia membawa Nabila dalam gendongannya.

"Kamu sangat lelah sepertinya Nyonya.." ucap Reynaldo menggoda Nabila.

"Tidakk.. aku tidak lelah aku sedang bahagia.."

"Bagaimana kamu bisa bahagia saat aku menggendongmu.."

"Anggap saja kamu sedang olahraga malam"

"Kamu selalu saja benar.." ucap Reynaldo datar.

Nabila yang mengalungkan tangannya di leher Reynaldo kini mencium pipi Reynaldo.

"Mmmmuaaahhh! Energi biar kuat gendongnya.."

"Satu lagi belum.." ucap Reynaldo tertawa.

"Emmmaaahh!! Sudah.."

"Lagi.. lagi dan lagi.."

"Ohh lagi yahhh... Nihhh lagiii!" Nabila menggigit leher Reynaldo.

"Aauuu aauuu... Sakitt!" Reynaldo meringis.

"Nahh merah kan! Gantian bekas merah di leherku masih ada karena ulahmu!" bisik Nabila agar tidak ada yang mendengar ucapannya.

"Hahahah.. kamu balas dendam rupanya.."

"Yah.. kamu tahu aku sulit menghilangkannya.."

"Kalau begitu aku akan membuatnya setiap hari hahah"

Plaaakkkk!!! Nabila menggeplak kepala Reynaldo.

"Dasar kadal air mesum!"

"Hahah kamu monyet nakal"

"Heii mana ada monyet secantik ini yah!"

"Sadar woi mana ada kadal setampan ini!" balas Reynaldo.

"Hahaha kamu bilang apa? Kamu tampan? Kurasa kamu lupa buat ngacaa.."

"Jangan begitu Nabila aku tahu setiap hari kamu selalu memandangi wajahku kan?? Kamu terpesona dengan wajahku..!"

"Ahhhhkk diamlah!" ucap Nabila malu karena kegep memandangi wajah Reynaldo setiap pagi.

Reynaldo yang melihat Nabila malu dengan membenamkan wajahnya di ceruk lehernya hanya tersenyum melihat tingkah Nabila yang sangat lucu ketika sedang malu.

Kini mereka telah sampai di tempat mereka memarkirkan mobilnya. Terlihat Bram yang sedang duduk sambil menikmati Hweori Gamja jajanan Kentang Goreng yang diiris melingkar panjang. Nabila yang melihat itu langsung menatap tajam ke arah Bram.

"Dari mana kamu membeli itu?"

"Dari sana Nyonya.." ucap Bram terkejut ditanya seintens itu oleh Nabila.

"Reynaldo aku mau!"

"Ta-tapi tadi sudah habis Nyonya.."

"Aaaahhhhhh tidakk aku mau!" Reynaldo yang melihat milik Bram masih tersisa tiga tusuk lagi, karena memang Bram baru saja mendapatkannya setelah antrean panjang.

Reynaldo menarik Hweori Gamja yang masih dalam bungkusan dari tangan Bram.

"Ta-tapi Tuan aku menunggunya hampir 3 jam"

"Kamu sudah ada satu di tanganmu, kamu ingin mendengar dia berteriak sepanjang jalan tidak?" bisik Reynaldo kepada Bram.

"Ti-tiiidakk Tuan, telingaku masih ingin mendengar..!"

"Ya sudah nikmati saja yang satu itu sisanya biar dia diam!"

"Ba-baik Tuan..!"

"Apa yang kalian bicarakan?" ucap Nabila menatap tajam ke arah mereka dengan pandangan menyelidik.

"Tidak ada ini hanya pembicaraan bisnis, dan ini untukmu. Bram bilang di sana sudah habis aku takut kamu akan meminta ini di Kota Perak."

"Tapi ini milik Bram.."

"Tidak apa-apa Nyonya aku sudah memakannya satu tadi jadi biar Nyonya saja.." ucap Bram menatap makanannya yang kini berada di tangan Nabila.

"Baiklah terima kasih Bram.." ucap Nabila tersenyum kemudian masuk ke dalam mobilnya.

"Nyonya semenjak ada dirimu makanan di kulkas selalu menjadi milikmu bahkan bagianku juga kamu embat.." ucap Bram dalam hati dengan sedih mengingat setiap kali dia menyimpan camilannya dalam kulkas di mansion akan selalu hilang dan ketika Bram bertanya siapa yang memakannya pasti dalangnya adalah si monyet kecil bosnya. Bram yang hampir memiliki sifat doyan makan seperti Nabila kini memiliki saingan perebutan camilan di kulkas.

Kini Bram membawa sepasang suami istri itu untuk kembali ke penthouse, bahkan sesekali Bram menatap makanan yang dibeli tadi. Ingin berteriak meminta kembali jajanan itu tapi Bram masih ingin bekerja.

"Ini sangat lezat Bram.." ucap Nabila dengan polosnya.

"Iya Nyonya sangatt lezat bahkan aku hanya memakan satu.."

"Seharusnya jangan, tadi kamu simpan saja untukku, aku masih ingin tapi sayang sudah habis"

"Aiihh yang harusnya jangan Nyonya bukan saya.. itu punya saya..." ujar Bram meringis melihat sifat tengil istri bosnya itu. Reynaldo yang melihat ekspresi wajah Bram yang kesal hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah Nabila yang mampu membuat jiwa Bram tidak berdaya.

"Hahaha Setidaknya bukan aku saja yang gila karenamu Nabila tapi asistenku juga" gumam Reynaldo dalam hati, bagaimana tidak Reynaldo tahu Bram juga orang yang hobi makan, dan sebelas dua belas dengan Nabila, bahkan kekacauan kulkas terdengar oleh Reynaldo, bagaimana tidak setiap pulang dari mana pun Bram akan selalu membawa satu kantong plastik camilan untuk persediaan ketika dia harus bekerja sampai malam, tapi semua mendadak hilang sejak kedatangan Nabila, bagaimana kesalnya Bram membuat Reynaldo merasa mansion miliknya tidak akan kaku lagi sejak kedatangan Nabila.

Setelah perjalanan hampir dua jam lebih itu akhirnya mereka sampai. Seperti biasa monyet kecil sudah tertidur.

Reynaldo terpaksa harus menggendong monyet kecil itu menuju kamar.

"Bram, jika kamu beli camilan belilah dua kali lipat agar kamu dan dia tidak berebut setiap malam!" cetus Reynaldo datar kepada asistennya itu.

"Tidakk akan! Aku akan membuat kulkasku sendiri di kamar!!" gerutu Bram yang masih kesal.

Kini Nabila diletakkan di atas ranjang mereka. Membuka sepatu kets istrinya itu.

Kemudian Reynaldo masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Setelah selesai baru dia membaringkan tubuhnya di samping Nabila yang tertidur pulas. Kemudian dia mencium bibir Nabila yang tertidur dan kemudian memeluk tubuh istrinya.

"Nyonya apa yang Anda lakukan..?" ucap pelayan Nabila kepada Thalita.

"Siapkan kamar Luna!"

"Ta-tappiii Nyonya Tuan tidak membolehkan siapapun untuk datang ke mansion ini.."

"Siapkan atau ku tendang kamu dari mansion ini!"

"Tapi Nyonya kami tidak bisa.." ucap pelayan itu bersikeras untuk menolak permintaan Thalita.

"Lakukan apa yang istriku katakan!" ucap Matthew tegas.

"Ta-tapi Tuan.."

"Lakukan atau ku tembak kamu!"

"Ba-baik Tuan.." ucap pelayan itu gugup dan dia bergegas untuk membersihkan kamar tamu untuk Luna.

Luna yang kini melihat kediaman Reynaldo yang semakin mewah pun tersenyum miring, bagaimana tidak seakan istana itu pantas untuknya.

"Kamu harus kembali membuat Reynaldo mencintaimu.." ucap Thalita kepada Luna.

"Baiklah..!" ucap Luna.

Kini kamar milik Luna sudah disiapkan oleh pelayan. Luna yang memiliki sifat yang sama dengan Thalita membuat semua pelayan kesal.

"Berlagak Nyonya saja dia! Belum tahu kalau Nyonya Nabila ada, aku yakin dia akan menjadi pepes ikan!" gerutu kepala pelayan di ruang masak.

"Aku mendapatkan info, kalau Nyonya akan kembali hari ini jadi Tuan meminta kita menyiapkan makanan kesukaan Nyonya.."

"Kalau begitu cepat, dan yah kalian bersihkan kamar Tuan dan Nyonya.." ucap kepala pelayan itu memerintahkan asistennya.

Saat mereka sedang asyik bekerja tiba-tiba Luna datang, membuka kulkas kebanggaan Nyonya mereka dan tidak lupa Bram.

"Sejak kapan banyak camilan tidak sehat di sini!!?" teriak Luna.

"Itu sudah lama Nona, itu milik Tuan Bram.."

"Buang makanan ini semua ganti dengan buah-buahan dan sayuran..!"

"Kalau itu ada di lemari pendingin satunya Nona.."

"Tunggu..! Siapa yang kamu panggil Nona?" teriak Luna.

"Nonaa Luna.." ucap pelayan itu singkat.

"Sialann! Pelayan rendahan panggil aku Nyonya! Karena aku akan menjadi Nyonya di mansion ini"

"Ta-taappiii..!"

"Kamu berani membangkang hah??" ucap Luna menampar pelayan itu.

"Dengarkan aku! Kalian semua panggil aku dengan sebutan Nyonya..! Paham!" teriak Luna.

"Untuk apa kami memanggil Anda Nyonya! Kami sudah memiliki Nyonya dan itu hanya satu!"

"Cuihh! Luna mengambil air dari dispenser dan menekan air panas, kemudian menyiram air itu di wajah pelayan yang menolaknya memanggilnya Nyonya.

"Ahhh wajahkuu..!" Ucap pelayan itu berteriak.

"Kalian lihat itu! Jika kalian menyerangku maka nasib kalian akan sama" ucap Luna mengancam mereka semua.

1
Adin Syarif
ceritanya bagus
Nur Holis
sangat serruu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!