NovelToon NovelToon
Mendapatkan Level 99999 Didunia Lain

Mendapatkan Level 99999 Didunia Lain

Status: sedang berlangsung
Genre:Harem / Reinkarnasi
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Wakasa Kasa

Kai di reinkarnasi setelah mengalami kecelakaan mobil akibat menolong anak kecil , setelah di Reinkarnasi , ia kembali menjalani kehidupan keduanya , tetapi suatu hari ini malah masuk kedunia ketiga , apakah ada sesuatu yang direncanakan ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wakasa Kasa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 5

Malam pun tiba.

Di tengah desa, pesta berlangsung meriah. Aroma daging panggang memenuhi udara.

“Fuuu… aku sudah kenyang!” seru kai memegang perutnya.

Kazuki menoleh pada Kai yang duduk sedikit menjauh.

“Kai! Tidak minum?”

Kai tersenyum kecil.

“Tidak. Kurasa aku harus menjauh dari alkohol.”

Tiba-tiba seseorang menghampiri mereka.

“Wah, kenyang sekali!” suara berat itu terdengar akrab.

Itu Biggo.

“Oh, Kai. Apa kau sudah makan?”

Kai mengangguk.

Anak-anak berlarian sambil tertawa. Orang dewasa berbincang santai. Api unggun menyala hangat di tengah desa.

Pemandangan itu terasa indah di mata Kai.

Keesokan paginya, Kai berada di bengkel milik Biggo.

Ia memegang palu dan memukul besi panas di atas landasan.

TENG!

TENG!

TENG!

“Kai, pukul terus. Jangan ubah aliran sihirmu,” instruksi Biggo serius.

Kai fokus. Setiap pukulan presisi.

“Baiklah, sekarang tunjukkan padaku.”

Biggo mengambil hasil tempaan itu, memeriksanya dengan saksama.

“…Lumayan. Bakar lagi.”

Ia menunjuk tungku.

“Kai, gunakan sihirmu untuk mengatur suhu. Jangan terlalu panas.”

“Baik.”

Api menyala lebih terang, tetapi terkendali.

“Sekarang!”

Teriak Biggo memberi instruksi.

Katana itu langsung dicelupkan ke dalam air dingin.

Ssshhh—

Uap tipis mengepul.

Biggo mengangkatnya kembali, memeriksa bilahnya dengan mata berpengalaman.

“Indah sekali…”

Setelah selesai, mereka duduk sebentar.

“Aku sudah menjadi pandai besi selama empat puluh tahun,” kata Biggo pelan.

“Aku sudah membuat banyak belati.”

Ia menunjuk ke arah belakang Kai.

“Dan yang itu… adalah karya terbaik yang pernah ku buat.”

Kai menoleh, menyimpan rasa hormat dalam diam.

Setelah hari itu hari terus berlalu tanpa terasa , hari keberangkatan pun tiba.

Kai memutuskan untuk melanjutkan perjalanannya.

Kazuki langsung memeluknya erat.

“Datang ke sini lagi, oke?”

Marsha tersenyum hangat.

“Itu benar. Kai sudah seperti anak kami.”

“Anak…” gumam Kai pelan.

“Benar juga… aku tak akan bisa bertemu Bibi Marsha lagi…”

Pelukan Kazuki masih terasa hangat.

Para warga berkumpul untuk mengantar kepergiannya.

“Kami akan menjaga rumahmu tetap seperti ini!”

“Tolong kembali lagi!”

Kai menunduk dalam.

Perlahan ia mengangkat wajahnya kembali, tersenyum tulus.

“Aku akan…”

Ia menggeleng kecil.

“Tidak. Aku pasti akan kembali.”

Ia membungkuk hormat.

“Semuanya… meskipun hanya sebentar, aku sangat berterima kasih pada kalian.”

“Sudah, jangan dipikirkan!”

“Sampai jumpa!”

“Kembali lagi ya!”

Lambaian tangan memenuhi pandangannya.

Sebelum benar-benar pergi, Kai membagikan banyak potion kepada warga sebagai persediaan darurat.

Dengan dukungan dan doa dari mereka semua—

Kai melangkah maju.

Angin pagi berhembus lembut.

Dan perjalanan baru Kai… resmi dimulai.

Kai melangkah mantap menembus hutan lebat. Ia menyeberangi sungai yang airnya jernih, lalu mendaki perbukitan berbatu tanpa banyak kesulitan.

Tas besarnya sudah ia simpan di dalam Item Box. Kini yang terlihat hanya dua katana di pinggangnya—berayun pelan mengikuti langkahnya.

Saat memasuki area hutan yang lebih terbuka, angin tiba-tiba terasa panas.

Dari kejauhan—

Seekor naga raksasa tampak meraung, sayapnya mengibas kuat hingga pepohonan berguncang. Monster itu jelas sedang bertarung.

Kai menyipitkan mata dalam penutup mata itu , mempertajam penglihatannya.

Di bawah bayangan naga itu, dua gadis terlihat bertahan mati-matian.

Jadi ya walaupun mata kai tertutup, tapi pandangannya terlihat jelas seperti tanpa penutup mata.

Naga itu kembali meraung keras.

“Cih! Kenapa harus bertemu dengan yang beginian?!” gerutu seorang gadis berambut di kuncir.

“Sial banget sih…”

Gadis itu adalah Nia.

Di sisi lain, seorang gadis berambut panjang terurai menggertakkan gigi.

“Ini karena kelengahan ku…” ucapnya penuh penyesalan.

“Kalau bukan karena deteksi mana milik Marina, kita bahkan tak akan sadar diserang dari bawah tanah.”

Gadis itu adalah Amane.

Tak jauh dari mereka, dua gadis lainnya tergeletak di dekat batang pohon. Tubuh mereka penuh luka dan tak sadarkan diri.

Situasinya buruk.

“Kita mundur dulu!” teriak Amane.

“Aku yang akan menahan di belakang! Nia, bawa mereka berdua dan pergi duluan!”

“Jangan bercanda!” balas Nia tajam.

“Biar aku yang menahan!”

Amane menatapnya serius.

“Aku pemimpinnya. Aku yang harus bertanggung jawab melindungi semuanya!”

Namun Nia menggeleng keras.

“Apakah kamu pikir bisa membunuh naga itu hanya dengan satu tangan?!”

Tangan kiri Amane terluka parah—terkulai tak bisa digerakkan lagi.

Amane terdiam sesaat, menunduk.

“…Aku mengerti.”

“Tapi kita semua harus kembali hidup-hidup. Tanpa terkecuali.”

Nia tersenyum lebar, meski wajahnya berkeringat.

“Itu juga maksudku, haha.”

Amane segera berlari ke arah dua gadis yang terluka.

“Marina! Nia sedang membuka jalan!”

“Kamu mundur lebih dulu bersama Violet!”

Marina sudah membuka matanya kembali , walaupun masih sayu.

Marina yang masih setengah sadar mengangguk lemah.

Nia menoleh sekilas ke arah mereka.

Lalu ia kembali menghadapi naga itu.

Matanya menyala penuh tekad.

Ia menggenggam tongkatnya erat-erat.

“Majulah… tombak raksasa ini!”

“Akan ku buru kau!”

Lingkaran sihir muncul di bawah kakinya. Energi mengalir deras ke ujung tongkat.

Nia berlari.

Lalu melompat tinggi—

Tubuhnya melesat tepat di atas kepala naga.

“AAAAAAHHHHH!!”

Ia menghantamkan tongkatnya dengan seluruh kekuatan.

Namun—

KRAK!

Tongkat itu bahkan tidak mampu menembus sisik naga.

Bukan hanya gagal melukai—

Tongkat itu hancur berkeping-keping seketika.

Mata Nia membesar.

Tubuhnya masih melayang di udara.

Nia mendarat dengan keras, lututnya menghantam tanah.

Debu berterbangan.

Ia terengah, menatap sisik naga itu yang bahkan tak tergores sedikit pun.

“Sudah kuduga…” gumamnya lirih.

“Itu keras sekali…”

Ia menyeka darah tipis di sudut bibirnya, lalu menatap tajam ke arah kepala naga.

“Kalau begitu… bola matamu saja.”

“Akan kuberikan satu serangan telak.”

Ia hendak melesat lagi—

Namun—

WHOOOOSH!!

Tanpa sempat ia sadari, ekor naga bergerak secepat kilat.

BRAAAK!!

Tubuh Nia dihantam keras dari samping.

Suara tulang berderak terdengar samar.

“Ugh—!”

Darah menyembur dari mulutnya.

Tubuhnya terlempar jauh, menghantam batang pohon besar dengan suara retakan keras.

Pohon itu bergetar hebat.

Tubuh Nia jatuh lemas di bawahnya.

“NIAAAAAA!!”

Amane menjerit.

Matanya menatap naga itu—

Namun yang terpancar jelas adalah ketakutan.

“Su-sudah kuduga…” bisiknya gemetar.

“Aku harus turun tangan…”

Tangannya menggenggam pedang yang sudah retak.

“Tapi… dengan satu tangan dan pedang seperti ini… bagaimana caranya…?”

Dari kejauhan, suara Nia terdengar sangat lemah.

“La… lari lah, Amane…”

“Setidaknya… kau saja…”

Violet dan Marina sudah kembali tak sadarkan diri.

Amane menggigit bibirnya keras-keras hingga hampir berdarah.

Air mata menggenang—namun ia paksa tak jatuh.

“Tidak…”

Suaranya bergetar, tapi ia melangkah maju.

“Akan ku tunjukkan…”

Ia berdiri di depan ketiga rekannya, membelakangi mereka.

“Bahwa kita semua… akan bertahan hidup.”

“Aku adalah pemimpin dari White Snow.”

Suaranya kini lebih tegas.

“Dan seorang bangsawan dari keluarga Garden.”

Ia mengangkat pedangnya yang patah dengan satu tangan.

“Bahkan jika harus ku tukar dengan nyawaku…”

Angin berhembus, menggerakkan rambutnya yang berlumuran debu dan darah.

Matanya menatap lurus ke arah naga itu.

“Aku tidak akan membiarkanmu… menyentuh rekan-rekanku.”

1
Khai
hai semua,
semoga semua sehat selalu ya,
Aamiin
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!