jeon jungkook gadis manis itu menyimpan sebuah rasa kepada sahabat masa kecilnya kim taehyung tapi sayang kim taehyung mencintai wanita lain.
hingga sebuah perjodohan membuat keduanya tinggal serumah.
akankah jungkook bisa mengungkapkan perasaannya?? atau justru dia akan memilih diam?
bagaimana nasib rumah tangga mereka dengan berbagai konflik yg hadir khususnya orang ketiga?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nia ayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mansion Baru
Pagi hari taehyung terbangun lebih dahulu mata hazel itu terfokus kepada sosok di dalam.dekapannya yang masih asyik terlelap tanpa terusik sedikitpun.
“Bangun sayang nanti kita terlambat ke sekolah", kata taehyung sambil memberikan kecupan di kedua pipi jungkook.
Si empu hanya menggeliat kemudian kembali menyamankan tidurnya dengan mendusel ke arah dada bidang yang ada disebelahnya.
Melihat hal itu taehyung terkekeh gemas, dengan gerakan lembut taehyung mengangkat tubuh mungil itu ke atas badannya dan mulai menggoyangkannya ke kanan dan ke kiri.
“Ayo sayang nanti kita terlambat", bujuk taehyung lagi.
“5 menit lagi taehyung", kata jungkook lirih dengan mata terpejam.
Jujur jungkook merasakan badannya remuk setelah pergulatan panas kemarin sore dan malam hari.
Melihat jungkook yang masih setia dengan tidurnya taehyung pun ke kamar mandi lebih dulu untuk membersihkan diri dan bersiap.
15 menit kemudian taehyung sudah rapi dengan seragamnya dan netranya menatap ke arah jungkook yang duduk sambil menyandarkan punggungnya di headboard sambil memejamkan matanya.
“Mandi hmm, aku sudah siapkan air hangat", kata taehyung lembut sambil mengelus surai kesayangannya.
Perlahan mata onyx itu terbuka lalu sebuah keluhan keluar dari bibir si manis.
“Sakit semua taehyung", isak jungkook.
“Maaf ya sayang, makanya sekarang mandi ya aku sudah siapkan air hangat di bak untuk berendam" kata taehyung.
Dengan sekali angkat taehyung menggendong jungkook ala bridal menuju kamar mandi, setelah di kamar mandi taehyung meletakkan hati-hati jungkook di sebelah bathup.
"Jika sudah selesai panggil aku lagi ya”, kata taehyung dan jungkook pun mengangguk.
Saat ini semua orang sudah berkumpul di ruang makan menikmati sarapan mereka.
"Pah, mah tae mau mengajak jungkook untuk tinggal dengan taehyung di mansion baru”, kata taehyung.
Tuan jeon menatap taehyung
“Mansion baru? Kamu membeli mansiom tae?" Tanya tuan jeon.
Taehyung mengangguk lalu menatap jungkook.
“Taehyung membeli mansion dan mengatasnamakan jungkook pah", jelas taehyung.
Jungkook yang mendenngar hal itu tersedak tiba-tiba
“Uhuukk..uhukkk, coba katakan sekali lagi tae mungkin telingaku bermasalah”, kata jungkook memastikan.
"Aku membeli mansion atas namamu sayang”, kata taehyung lembut.
"Kenapa aku? Kenapa bukan atas namamu?” Tanya jungkook.
"Karena kelak semua yang aku punya akan aku alihkan menjadi atas namamu setelah kita menikah dan dimulai dari mansion terlebih dahulu", jelas taehyung.
“Kamu serius tae?" Tanya nyonya jeon.
“Taehyung serius mah, papa dan mama kim juga sudah setuju dengan semua ini", jelas taehyung.
"Lalu kapan kamu akan mengajak jungkook tinggal bersama?” Tanya tuan jeon.
"Mulai hari ini pah, hitung-hitung berlatih untuk kehidupan rumah tangga kelak”, jelas taehyung.
"3 bulan lagi upacara kelulusan, setelah itu kalian akan menikah”, jelas tuan jeon.
"Kok secepat itu sih pah, kan kookie mau kuliah”, protes jungkook.
"Untuk berjaga siapa tahu dalam waktu dekat kamu hamil, karena kalian melakukannya hampir setiap hari”, kata tuan jeon santai.
"Papaaaaah” teriak jungkook dengan wajah memerah.
"Apa? Benarkan kata papa, lagipula jika nanti kalian sudah serumah sudah pasti tidak akan ada yang mengawasi”, jelas tuan jeon.
"Papa dan mama tidak mempermasalahkan hal itu sayang karena kalian sudah dewasa sekarang, yang penting hubungan kalian baik-baik saja, dan kamu taehyung jangan pernah menyakiti putri mama jika itu terjadi kami akan membawa jungkook pergi selamanya”, jelas nyonya jeon.
“Taehyung janji mah, akan selalu menjaga dan membahagiakan jungkook", kata taehyung tanpa keraguan.
*****
Sesuai yang dikatakan taehyung sepulang sekolah mereka berdua pergi ke mansion baru mereka setelah sebelumnya mengambil beberapa barang penting dari mansion jeon dan mansion kim.
Setelah menempuh perjalanan selama 20 menitan mobil taehyung memasuki pelataran mansion dan setelah memarkir mobil di garasi taehyung segera mengajak jungkook berkeliling setelah sebelumnya menyuruh pelayan untuk memasukkan barang-barang mereka ke kamar utama.
"Ayo kita berkeliling untuk melihat lihat”, kata taehyung sambil menggandeng tangan jungkook.
Mereka berkeliling di seluruh mansion dan setelah puas taehyung mengajak jungkook menuju kamar utama mereka di lantai dua.
Saat membuka pintu kamar pemandangan yang jungkook lihat adalah tempat tidur king size di tengah ruangan dengan cabinet panjang dan sebuah tv lcd besar di depan tempat tidur.
Jungkook melangkah masuk dan netranya menatap sebuah pintu tembusan yang ada di sebelah kiri.
"Bukalah sayang”, kata taehyung sambil menggandeng tangan jungkook.
Jungkook perlahan membuka pintu tersebut dan netranya membulat sempurna saat melihat isi di dalam ruangan tersebut
Lemari kaca besar hampir mengelilingi seluruh ruangan tersebut dan didalamnya pakaian mereka berdua terpajang di dalam lemari kaca tersebut.
Selain pakaian bermerk di salah satu lemari berbagai tas dan aksesoris untuk jungkook juga sudah tersedia di dalamnya.
Jungkook menoleh ke arah taehyung dengan pandangan yang mengabur karena air mata yang menggenang dipelupuk matanya.
"Jangan menangis sayang”, kata taehyung lembut sambil mengusap air mata yang mengalir turun ke pipi putih jungkook.
"Kamu tidak perlu sampai segitunya taehyung”, kata jungkook lirih.
"Ini bukan apa-apa sayang, yang paling penting kamu merasa nyaman dan bahagia”, jelas taehyung.
"Terima kasih taehyung”, isak jungkook dalam pelukan tunangannya.
"Apapun untukmu sayang”, kata taehyung lembut.
Sore hari mereka berdua tengah bersantai di balkon kamar mereka sambil menikmati suasana sore.
"Taehyung sejak kapan kamu menyiapkan semua ini?” Tanya jungkook yang kini berada di pangkuan taehyung dengan posisi punggung yang bersandar di dada bidang tunangannya.
"Sehari setelah pemberitahuan tentang perjodohan kita tempo hari”, kata taehyung dengan tangan yang melingkar di perut kesayangannya.
"Kamu membeli semua ini dengan uangmu?” Tanya jungkook penasaran.
"Tentu saja, uangku tidak akan habis hanya dengan membeli mansion dan satu lemari pakaian branded dan yang lainnya", kata taehyung bangga.
“Sombong", kata jungkook sambil mendelik.
“Sombong hanya untukmu sayang, biar para pria diluar sana berpikir ulang untuk mendekati kamu jika saingannya adalah aku", jelas taehyung.
“Malam ini ingin makan apa sayang?" Tanya taehyung sambil memainkan rambut kesayangannya.
“Malam ini kookie ingin makan steak dengan segelas anggur merah", kata jungkook sambil memainkan jari taehyung.
“Steak yes kalau anggur no", kata taehyung.
Jungkook yang tidak terima lalu membalikkan badannya dengan posisi kaki yang berada diantara pinggang taehyung.
“Mau anggur merah taehyung, hanya 1 gelas please", bujuk jungkook
“Tidak sayang kamu tidak biasa minum", bujuk taehyung lembut.
“Aah kookie mau minum taehyung", rengek jungkook dalam pangkuan taehyung.
“Sssttt jangan bergerak sayang", peringat taehyung sambil memegang pinggang jungkook di pangkuannya.
Seketika jungkook terdiam saat merasakan sesuatu di bawah sana yang mulai terbangun.
“Kookie mau ke kamar mandi", kata jungkook gugup sambil berusaha bangun tapi pinggangnya ditahan oleh taehyung.
"Jangan mencoba kabur sayang”, bisik taehyung di telinga jungkook lalu menggigit telinga itu kecil.
Taehyung berdiri dari tempatnya dengan jungkook di gendongannya menuju ranjang mereka.
“Bukankah kamu harus bertanggung jawab menidurkannya sayang”, kata taehyung seduktif.
Jam menunjukkan pukul 6 sore dan taehyung terbangun lebih dahulu.
“Kamu selalu bisa membuatku untuk tidak berhenti menyentuhmu", gumam taehyung lirih.
Tak beberapa lama jungkook pun ikut terbangun.
“Ayo mandi sayang, dan setelahnya aku akan menyuruh pelayan menyiapkan steak dan anggur merah untuk kita", kata taehyung lembut.
Mendengar kata anggur jungkook segera terbangun dan menatap pria disebelahnya.
“Benar kookie boleh minum taehyung?" Tanya jungkook dan taehyung pun mengangguk.
Dengan refleks jungkook memeluk tubuh polos taehyung erat hingga sebuah suara menyadarkannya.
“Sayang kamu ingin menggodaku lagi hmm", tanya taehyung.
“Menggoda bagaimana? Kookie hanya memeluk taehyung", kata jungkook yang belum sadar akan situasinya.
“Lalu ini apa jika tidak menggoda hmm", kata taehyung dengan tangan yang menelusuri punggung polos dan paha polos jungkook.
Seketika jungkook tersadar dan melepaskan pelukannya dan setelahnya dirinya membungkus tubuh mungil itu dengan selimut lalu berlari ke kamar mandi lalu mengunci pintu itu dari dalam.
Tok…tok…
"Sayang mandi bersama”, kata taehyung dari balik pintu.
"Tidak kookie tidak mau diterkam lagi”, teriak jungkook dari dalam kamar mandi yang membuat taehyung terkekeh gemas.