NovelToon NovelToon
OVERTHINKING

OVERTHINKING

Status: sedang berlangsung
Genre:Cerai / Selingkuh / Janda
Popularitas:10.9k
Nilai: 5
Nama Author: Lel

SEKUEL DARI CINTA LAMA BELUM KELAR

Dalam kisah ini didominasi perjalanan cinta antara Sasa dan Sakti, restu orang tua dari Sakti yang belum juga turun, meski pernikahan mereka sudah berjalan kurang lebih 5 tahun, bahkan kedua anak Iswa sudah sekolah, namun hubungan mertua dan menantu ini tak kunjung membaik.

Kedekatan Sakti dan kedua anak mendiang adiknya, Kaisar, Queena dan Athar membuat Sasa overthinking dan menuduh Sakti ada fair dengan Iswa. Setiap hari mereka selalu bertengkar, dan tuduhan selingkuh membuat Sakti capek.

Keduanya memutuskan untuk konsultasi pernikahan pada seorang psikolog yakni teman SMA Sakti, Mutiara,

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KEBIMBANGAN

"Bang, panggilkan suster," ucap Iswa ketika bangun tengah malam, ia melihat hanya Sakti yang tidur di bed untuk penunggu pasien.

"Kamu butuh apa?" tanya Sakti dengan mata masih setengah merem. Iswa berdecak sebal, karena tak mungkin ia minta Sakti membantunya untuk ganti pembalut, ia merasa sudah sangat penuh, khawatir tembus.

"Urusan cewek," jawab Iswa, dan Sakti tersenyum meledek, dengan wajah bantalnya pria ganteng itu langsung ingat kalau Iswa sedang haid. Sakti pun mengambil pembalut dan celana dalam Iswa yang disiapkan oleh ART tadi.

"Mau ganti?" tanya Sakti, sedangkan Iswa melongo. Duh malu banget, pembalut dan pakaian dalam negerinya dipegang cowok lain.

"Iya, tapi gak usah dipegang juga kali," sewot Iswa, meski masih lemah tapi ia masih bisa ngomel. "Udah panggil suster aja gih," Iswa ngotot, karena ia tak mungkin di dalam kamar mandi nanti urusan lepas celana pasang celana mengandalkan Sakti.

"Udah aku bantu aja!" Sakti juga tak mau panggil suster, ini tengah malam loh urusan pembalut kan gak urgent banget.

"Ya elah, nanti aku ganti gimana, Bang. Ribet, tanganku diinfus juga," kekeh Iswa. "Gak mungkin abang ikut masuk juga," omel Iswa, dan Sakti terkekeh.

"Makanya nikah sama aku," gumam Sakti sembari menelepon station nurse. Iswa hanya berdecak sebal, sempat-sempatnya bercanda begituan.

"Dih, nikah-nikah. Kayak berani aja," ledek Iswa.

"Berani lah, tinggal akad nikah juga, aku juga mampu finansial, sayang sama Queena dan Athar, kurang apa lagi, ganteng juga!" ucap Sakti mulai banyak omong dan Iswa tertawa ngakak.

"Gimana kalau Sasa ngamuk? Udah berani menghadapi ujian dari sisi Sasa?" ledek Iswa membuat Sakti menghela nafas pelan.

"Iya, sih. Takut kumat di kantor apalagi selama ini aku dan kamu dianggapnya selingkuh di belakang dia," ujar Sakti. Kemudian Iswa mengangguk juga, halangan dari Sasa harus benar-benar dipikirkan. "Tapi kalau memikirkan perasaan Sasa, bisa-bisa aku gak nikah dong," ujar Sakti.

"Emang abang mau nikah lagi?"

"Mau, tapi sama kamu."

"Abang!" ucap Iswa tak enak hati.

"Gimana ya, Wa. Melihat kamu begini aku juga gak tega, kalau ada suami di samping kamu, tentu kamu gak perlu sibuk bekerja dan merawat anak sendiri sampai kamu lupa makan," ujar Sakti sembari menatap wajah Iswa intens.

Belum sempat Iswa menjawab ketukan dari pintu membuyarkan diskusi mereka, "Permisi," ujar sang perawat, dan Sakti menjelaskan kalau adiknya mau ganti pembalut, jadi minta tolong dibantu di dalam kamar mandi. Perawat tersebut mengiyakan.

"Sini aku bantu," ujar Sakti yang akan menggendong Iswa, "Biar cepat!" ucap Sakti sembari menggendong Iswa dan menurunkannya tepat di depan kamar mandi, tiang infus didorong oleh suster yang sudah membawa pembalut dan pakaian dalam milik Iswa. Sakti kembali rebahan di sofa, sembari menunggu Iswa keluar.

Dia melayang ke percakapan beberapa waktu yang lalu, rasanya menggebu saja ingin melamar Iswa. Mumpung di kamar berdua, dia leluasa juga mengungkapkan isi hatinya.

Selama menjadi duda, Sakti tidak dekat dengan siapa-siapa, sering berinteraksi dengan Iswa meski untuk kepentingan anak-anak juga sih. Apa yang dilakukan Sakti sudah seperti suami Iswa dilihat oleh orang lain, kurang akad saja.

Hampir 15 menit di kamar mandi, Iswa dan suster keluar. Sakti langsung beranjak saat pintu kamar mandi terbuka, ia berinisiatif mendorong tiang infus karena Iswa sudah berpegangan pada suster.

"Terimakasih ya, Suster!" ucap Iswa saat dia sudah berada di ranjang dan sang perawat pamit.

"Bang, anak-anak gimana?" tanya Iswa yang ingat anak-anaknya. Tadi hanya mendengar keduanya menangis.

"Besok pagi kamu video call, sekarang kamu tidur dulu, sudah malam. Bisa tidur gak? Atau mau aku puk puk?" goda Sakti, dan Iswa langsung berdecih.

"Emang aku Athar," sewot Iswa dan diiringi tawa Sakti. Keduanya pun berada di posisi masing-masing, Sakti yang memang masih ngantuk, langsung merem saja di bed, sedangkan Iswa masih diam, melirik Sakti sebentar dan masih kepikiran dengan omongan Sakti tadi.

Dia memang selalu ada saat aku dan anak-anak butuh. Seandainya dia menikah lagi, dan kami butuh bantuan Bang Sakti, tentu gak nyaman, karena terkesan masuk ke rumah tangganya. Belum tentu istrinya juga suka, Sasa saja sudah berprasangka, padahal saat dulu mama dan papa yang banyak bantu aku. Kalau aku sendiri sudah tak berniat menikah, buat apa? Aku masih cinta Mas Kai, batin Iswa bermonolog sebelum akhirnya terpejam juga.

Rasanya Iswa baru saja nyenyak tidur, tapi ia merasa kakinya dipijat oleh seseorang, "Mas Kai," ucap Iswa kaget saat sang suami hanya diam dan memijat kakinya.

"Mas, aku kangen!" ucap Iswa ingin memeluk Kaisar, tapi rasanya tubuh Iswa sangat berat.

"Aku juga, tapi aku sudah tenang di sana Sayang. Kamu pasti capek, maaf ya harus aku tinggal."

"Ya Allah, Mas. Selama 5 tahun lebih aku ingin kamu datang, akhirnya kesampaian, tapi aku gak bisa peluk kamu. Mas, peluklah aku!"

Kaisar menggeleng, "Nanti dipeluk sama Bang Sakti saja," ujar Kaisar dan tak lama Iswa bangun.

"Astaghfirullah," ucap Iswa dengan nafas ngos-ngosan. Ia melihat jam sudah menjelang shubuh, dan alarm Sakti sangat mengganggu tidurnya. Iswa melirik sebentar pada Sakti yang mulai menggeliat, mungkin akan bangun juga. Iswa pun kembali pura-pura tidur. Ia memejamkan mata saat mendengar pergerakan Sakti menuju ke ranjangnya.

Iswa pura-pura tidur, nyatanya Sakti menempelkan tangan di kening Iswa, mungkin memeriksa suhu tubuh Iswa, "Sudah turun panasnya," ujar Sakti kemudian beranjak ke kamar mandi. Ternyata Sakti sholat shubuh, dan Iswa semakin memikirkan pesan Kaisar di dalam mimpi tadi.

Apa maksudnya? Batin Iswa penasaran.

Iswa membuka mata saat Sakti mulai membuka korden ruangan, "Pagi, Wa!" sapa Sakti dan Iswa hanya mengangguk.

"Aku menelepon anak-anak, Bang. Bisa pinjam ponsel?" pinta Iswa dan Sakti langsung menyerahkan ponselnya.

Iswa tertegun dengan nama kontaknya yang berada di ponsel Sakti, Istri Kaisar.

"Kenapa?" tanya Sakti yang melihat Iswa masih tertegun dengan gerakan Iswa yang tak kunjung menelepon anak-anak.

"Aku masih istri Mas Kai," ujar Iswa.

"Ya nanti kalau kamu jadi istriku, nama kontaknya aku ganti," jawab Sakti, dan Iswa hanya terdiam. Segera saja ia menelepon anak-anaknya.

"Maaaaaamaaaaa," jawab Queena dan Athar yang sejak semalam memegang ponsel mamanya, agar tidak terlewat bila dihubungi Sakti.

"Halo Sayang," sapa Iswa.

"Mama gimana? Mama di sana sama siapa? Mama sakit apa? Kita gak bisa tidur," rentetan pertanyaan dari dua anak yang saling bersahutan membuat Iswa tersenyum bahagia, karena melihat kekhawatiran pada dua anaknya. Di moment ini, Iswa pun berpikir dia selamanya tidak mungkin mendampingi Queena dan Athar. Bagaimana kalau dia meninggal? Mereka sama siapa? Haruskah dia menikah dengan Sakti demi masa depan anak-anak?

Aku bimbang.

1
Oktavia Zuriko
semangat bang sak meluluhkan hati adek iparmu🤭 si ellin emng mulutnya minta ditampol🤣
Oktavia Zuriko: betul kak si ellin tukang kompornya😄
total 2 replies
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
perlu sholat malam pak sakti🤭
Lel: boleh2
total 1 replies
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
ads yg perlu d tabok nih🤭
Lel: memang perlu ditabok si elin
total 1 replies
Septyana Kartika
Ayo Pepet terus bang Sak....
eh kok g enak y manggil nya
Lel: enaknya dipanggil apa dong
total 1 replies
Ray Aza
aigoooo... udah dipasrahin tuh wa. 😍
Ray Aza: ga lah. masa iya kebahagian sakti n iswa tergantung sasa? sdh diksh kesempatah 5 th bknnya memperbaiki diri mlh menggila. sdh saatnya sakti n iswa bahagia. anggap aja 5th kmrn hukuman sakti krn kualat sm ortu
total 2 replies
Ray Aza
kawin kawin kawinnn..! eh salah, nikah ding. 😅😅😅
Ray Aza: biarin aja, sdh bkn tgjwb sakti. msh untujng dibiayain sampe sembuh, msh diksh pekerjaan jg. ga fair bgt krn sasa hidup sakti jd tergadai
total 2 replies
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
iya wa terima aja y..tuh udah dapet ijin dari ayang kai🤭
Lel: galau tapi
total 1 replies
Ovha Selvia
Jadi wajar sih sasa overtinking sama sakti dan iswa.. Lihat aja, bagaimana perhatiannya sakti ke iswa.. Apalagi sakti memang mendam perasaan ke iswa.. Semoga sasa cpt sembuh dan jadi pribadi yg lebih baik lagi. Dan move on dari sakti ya sa, semoga kamu juga dpt jodoh yg terbaik.
Lel: aamiin
total 1 replies
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
please thor sama sakti aja biar mm pp bhgia
Lel: enaknya gimana ya
total 1 replies
Septyana Kartika
Kan ada mas Duda ,Wa
Lel: hwkwkkw senangnya pendukung sakti
total 1 replies
Heni Fitoria
dah nikah aja sama sakti, wa. lagian kaisar udh ksh lampu hijau....
Lel: hwkwkkw senangnya
total 1 replies
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
dbikin sikone pas mama papa lagi g ada jd sakti bs menolong iswa🤭 pertama ny y bs nyentuh iswa pun krn darurat..dl pas ngajak kencan iswa buat bkn cemburu kai kyne g d kntk fisik
Lel: iya cuma jalan sama makan es krim
total 1 replies
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
org g bener ky mma e sada g dpt musibah apa2 nih. nah itu loh orgtua mcm apa gt yg pnya prinsip memanfaatkan anak merasa itu hak nya dan kwjbn anak membenarkan memaklumi perbuatan orgtuanya..yg pntg dr sndiri seneng duit banyak bhkn g peduli skalipun ibarat kata ngerampok anak sndiri, mau anak mskn kelaparan dsb g pdli yg pntg dia byk duit
Lel: tunggu berita mengejutkan lainnya
total 1 replies
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
jebul penak dadi konco timbang bojo ya🤭
Lel: betul
total 1 replies
Nita Yusnia
mulai dah... sasa tuh dgn laki laki mana pun pasti nethink trus otaknya... dr Fandy yg bkn siapa siapa dia z di cemburuin... siapa jg yg tahan & mau sama kamu Sa klo udh tau karakter otak kamu
Lel: dulu waktu muda juga sering gonta ganti pacar juga sblm sama Sakti
total 1 replies
Ray Aza
serah kamu aja deh sa
Lel: masih keras kepala
total 1 replies
Septyana Kartika
mbk Micin terjebak antara kata Bakti dan kesehatan mentalnya...Melu aku ae mbk
Septyana Kartika: mancing
total 2 replies
Masha 235
error mamanya Sasa ni
Masha 235: ho oh ..bukanya minta maaf, ini malah ..
total 2 replies
Septyana Kartika
Hmmm mungkin mamanya mbk Micin ,sesekali perlu d ajak k pengajian nya Mama Dedeh
Lel: mari buk
total 1 replies
Ovha Selvia
Tinggalkan aja mamamu yg sampah itu sa.. Jgn mau diperbudak lagi, bukannya dia tak pernah benar2 merawatmu? Bahkan tak pernah tulus menyayangimu..
Lel: enaknya kayak gitu
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!