NovelToon NovelToon
Emergency Love

Emergency Love

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa / Cinta Seiring Waktu / Cintamanis
Popularitas:33.3k
Nilai: 5
Nama Author: dtyas

Dituduh Cinta karena kesalahan. Rama membuktikan kalau cintanya bukan kesalahan, murni rasa dari mata turun ke hati. Usaha mendapatkan cintanya seolah didukung oleh jagat raya meski berawal dari kesalahpahaman.

“Nggak masalah nikah karena digrebek, yang penting sah.”

“Siapa kamu, berani mencintai seorang Bimantara.”

“Di dunia ini, Rama jodohnya Gita.”

Kisah cinta Rama Purwangga dan Gita Putri Bimantara, jadilah saksi seberapa darurat cinta mereka.

Spin off Bosku Perawan Tua dan Diam-diam Cinta

=== Mohon dengan sangat agar tidak baca dengan melompat bab dan ikuti sampai akhir ya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dtyas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

28. Penjelasan ....

Bab 27

 

...Tim Pencari Kitab Suci🤸...

 

Beni Ganteng : Foto

Asoka Harsa : Foto

Yuli Imut : Itu beneran Rama udah nikah. Kok bisa, nggak ngabarin sih

S4pri : Mas Rama, ya ampun ini serius? Saya ikut bahagia, tapi kecewa aja nggak bisa ikut menyaksikan

Lisa Kanaya : Samawa ya Ram, peluk jauh untuk kalian berdua

Yuli Imut : Rama, bersuara lo!

S4pri : Bukan karena digerebek ‘kan? 🫣 bertanya dengan nada dering

Yuli Imut : Ramaa!! Kok  jadi gue keduluan lagi sih

Sejak tadi ponselnya bergetar terus, obrolan di grup juga panggilan tidak terjawab dari Sapri dan Yuli. Asoka dan Beni tidak mau bersuara, bukan kapasitasnya menyampaikan kenapa Rama menikah dadakan lebih hectic dari menggoreng tahu bulat.

Biar saja dulu, nanti akan dia jelaskan. Paling Sapri dan Yuli macam kebakaran jenggot. Rama sempat membaca isi grup itu, bahkan menjadikan foto pernikahannya dalam pembaruan status. Foto saat Gita mencium tangannya, dengan caption Nyonya Purwangga.

Tidak lama ponselnya kembali Ramai.

...Dokter Vampire...

Serius ini, bukan gimmick?

 

...dr. Rendi Oye...

Njirrr, nikahan lo? Yuli keduluan lagi dong, bentar lagi tantrum pastinya. Tapi kok nggak ngundang ya🧐🙄

 

...Anji ngga pake ng...

Woi, parah gil4. Nggak ngabarin nikah, mentang2 juragan udah gak butuh duit undangan

 

...Yuli Imut...

Demi apa, si Rama temen lakn4t

Saat ini ada hal yang lebih penting, Rama memastikan istrinya makan dan minum obat setelah drama ganti baju. Gita menolak berganti pakaian di hadapannya karena malu.

Romannya bakal susah unboxing dah, batin Rama.

“Abang, pintain ponsel aku dong,” rengek Gita memeluk lengan Rama.

“Hm. Nanti juga dikasih lagi. Sabar dulu ya.” Rama menguap, semalam ia kurang tidur dan matanya sudah berat. “Papa bilang kamu libur belum butuh ponsel. Aku ngantuk yang, bobo yuk!”

Gita menggeleng dengan bibir mengerucut.

“Jangan mancing-mancing, takut khilaf. Aku tidur ya, lumayan buat melek nanti malam.”

Rama sudah berbaring di ranjang yang terasa nyaman.

“Nanti malam mau ngapain?”

“Kerja, sayang,” jawab Rama dengan mata sudah terpejam.

“Kan baru nikah, emang nggak bisa cuti.”

“Nggak bisa dadakan. Sabar ya, belum bisa langsung honeymoon.” Perlahan deru nafasnya mulai teratur dan terlelap.

Gita ikut berbaring memandang lekat wajah suaminya. Dia senang bisa sedekat itu dengan Rama, dengan status hubungan yang jelas tidak lagi sembunyi-sembunyi. Namun, menyesalkan karena Rama harus kena imbas karena ulahnya.

Rasanya sakit mengingat Rama dipaksa ke dalam mobil, apalagi wajah tampannya itu lebam. Sudah pasti salah satu kakaknya yang melakukan itu.

***

“Bangs4tt.” Arlan menggebrak meja. Semalam ia benar-benar mabuk bahkan ditemukan tersungkur di depan toilet. Baru sadar dan mengingat kejadian semalam. Bertemu Gita yang tampil berbeda, bahkan menunggu gadis itu di toilet. Malah berseteru dengan laki-laki itu, yang mengaku kekasih Gita.

“Harusnya gue dapetin Gita semalam. Si bangs4t itu muncul lagi. Lo berdua juga nggak bisa diandelin, beg0 emang.”

Kedua teman Arlan menoleh lalu mengedikan bahu. Semalam mereka memang terlalu mabuk.

“Bukan pacarnya Gita kali, gue sempat tanya Bela dia nggak tahu kalau Gita udah punya pacar.”

“Tugas lo berdua, cari tahu siapa laki-laki itu. Beraninya macam-macam sama gue. Anak sultan mana dia,” ancam Arlan.

“Lepas aja sih. Gita emang cantik, tapi ada Bela sama Sesil yang lebih seksi. Kayaknya mereka mudah digaet.”

“Gue maunya Gita, lo nggak usah menghasut. Kalau suka sama Bela, lo kejar sana. Sekarang cari tahu siapa laki-laki itu!”

Arlan resah karena tidak berhasil mendapatkan Gita, berbeda dengan Bela cs karena Gita semalam menghilang bahkan sampai sekarang keberadaannya tidak diketahui.

“Gue takut kenapa-napa deh. Terus keluarganya ….”

“Len, please jangan mikir yang aneh deh,” cetus Rani menyela ucapan Leni meski ia pun membenarkan. Khawatir Gita menjadi korban pria hidung belang di club.

“Hah, berisik aja. Kepala gue masih pusing, tambah pusing lo berdua berisik. Coba ditelpon lagi,” seru Bela.

“Dari semalem udah gue telpon, nggak dijawab tapi nyambung.”

“Coba lagi,” titah Leni. Rani berdecak malas dan kembali menghubungi Gita. Dua kali nada tunggu dan kali ini dijawab.

“Eh, diangkat,” seru Leni.

“Loudspeaker,” titah Bela.

“Gita, lo di mana? Kita nyariin dari semalam. Udah pulang apa gimana sih?” cecar Rani.

“Git, lo baik-baik aja ‘kan?” Leni tidak sabar ingin tahu kondisi Gita, meski cecaran tadi belum dijawab.

“Gita ada di rumah, tidak sepenuhnya baik-baik saja.”

Leni dan yang lain saling pandang mendengar suara pria di ujung sana.

“Ini siapa? Boleh kita bicara sama Gita.”

“Tidak. Ini papanya Gita, lain kali jangan ajak dan pengaruhi putri saya ikut kegiatan gil4 kalian.”

Leni menutup mulutnya karena terkejut, Ran mengump4t tanpa suara. Panggilan pun berakhir.

“Lo dengar tadi, itu papanya. Aduh, gawat,” keluh Leni.

“Si4l bener si Gita, dapat orangtua kayak gitu. Hidupnya pasti terkekang. Siapa sih mereka, sok amat ngatur-ngatur hidup orang segitunya.”

“Tapi kita emang salah, Bel. Gita nggak mau ikut, kita yang paksa dia dan rencana dia nginep di sini juga usulan kita. Gue harap dia nggak kenapa-napa, jadi kita nggak kesalahan.”

“Kita perlu ke rumahnya nggak sih, gue nggak tenang.”

***

Rama pamit pada Arya dan Sarah, Gita tidak malu memeluk lengan suaminya itu. Sarah sampai menggeleng melihat kelakuan putrinya.

“Pulangnya kapan?” tanya Gita. Mengantar sampai beranda bahkan tidak malu memeluk Rama.

“Besok pagi. Aduh, kamu begini aku jadi ragu bisa berangkat.” Rama terkekeh mengusap kepala istrinya.

“Masih kangen,” rengek Gita.

“Sabar dong. Besok kita kangen-kangenan, sekarang nggak usah lagi mikirin cara untuk bisa ketemu. Ke kamar gih, istirahat. Badan kamu masih hangat gini.” Rama menyentuh dahi dan leher istrinya.

“Besok langsung pulang ya, jangan kemana-mana dulu.”

“Aku mampir ke rumah ambil baju ganti, baru kemari.”

“Minta Pak Iwan aja, jadi abang langsung kemari. Ya, please!”

Rama semakin terkekeh. Manjanya Gita lebih dari yang dibayangkan. Wajar saja, Arya dan yang lain begitu khawatir.

“Lihat besok, ya. Aku jalan.” Gita mencium tangan Rama dan mendapatkan kecup4n di kening. Meskin Rama ingin sekali merasai bibir Gita, tapi tidak mungkin dilakukan di sini.

Biasanya Rama berangkat jam 9 mendekati waktu shiftnya, kali ini jam 8 dia sudah berangkat. Beni menghubunginya ada yang perlu dibicarakan. Langkah Rama agak bergegas sambil bersenandung, berniat mengambil pakaian ganti di lokernya sebelum bertemu Beni.

Nyatanya dari jauh ia melihat kumpulan orang gaje di koridor tidak jauh dari ruang OK. Yuli duduk berdempetan dengan Rendi macam di angkot, Sapri dan Beni duduk di undakan tangga koridor dan Anji berdiri menggoda setiap nakes wanita yang lewat.

“Yasalam, sedang apa para hamba sahaya ini. Macam tidak ada kerjaan aja.”

“Woi, k4mpreet emang,” seru Anji

“Bisa-bisanya nikah nggak ngabarin, saudara apaan kayak gitu.” Yuli menunjuk Rama yang tidak merasa berd0sa.

“Sayang, tenang dulu.” Rendi merangkul bahu Yuli. “Lo sih Ram, tantrum ‘kan pacar gue keduluan lagi.”

Beni terkekeh melihat kemarahan teman-temannya.

“Tenang saudara-saudara, jangan sampai kemarahan kalian didengar malaikat maut. Kalau dia datang lebih awal, bisa berabe. Tau sendiri gue calon menantu idaman, jadi bapaknya Neng Gita nggak sabar jadiin gue menantu.”

“Halah, digrebek lo ya,” cetus Anji.

“Ck, nggak usah diperjelas begitu kali.”

 

 

 

 

 

 

 

1
Shee_👚
😂😂😂😂😂😂
dah tau pake nanya 🤭
Shee_👚
nah kan dah di tungguin sama para wartawan sengklek 🤣🤣🤣
Shee_👚
lah orang tua melindungi dari pergaulan bebas kaya kalian, bukannya malah mikir segitunya amat.
orang tua kalian juga kalau tau kelakuan kalian begitu pasti kecewa 😔
Shee_👚
salah bukan anak sultan tapi juragan 🤣🤣
Shee_👚
ck si arlan pengin dapetin gita cima tubuh nya doank, kalau dah dapet mah pasti g bakalan tanggung jawab.

denger arlan orang baik mah pasangannya sama orang baik, nah situ maniak cewe dapetnya juga tar yang sama kaya kamu 😏
Shee_👚
si anji g pake g suka bener kalau ngomong, undangan duwit receh mah a rama g butuh lah, kecuali undangannya tanah kosong buat bangun kontrakan baru dah di undang 🤭
Shee_👚
tantrum ya paling sama situ dok, makanya buruan di halalin, kelamaan sih jadi ke balap lagi😂
Shee_👚
ini nanya atau nyindir 🙈
Shee_👚
sabar jule, a rama lagi sibuk ngurusin istri baru🤣
gina altira
Iya Rama digrebeg, jd doanya terkabul kan. nikah jalur grebegan 🤭
mmh nengmuti
yg pnting gue udah nikah ya ram bodo amat cara nya mau d gerebek jg🤣🤣
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Hati² kamu Ram, keknya si Arlan gak bakal lepasin Gita gitu aja deh
mery harwati
Rama nih aq kasih bunga karena mau kasih vote atw poin, belum cukup nih poinku /Slight/
mery harwati
Anji gak pake Ng jangan ngegas ya sama Rama, dalam otak Rama mau nikah digrebek mau nikah lamaran baik², yang penting Neng Cinta udah halal secara agama & negara menjadi Nyonya Purwangga 😄
Kalian yang jomblo & dokter vampire duda tambah ngiri aja ya, jangan sampe nganan itu lampu shein hatinya, ngiri aja 😜
Nugroho
kok kamu sok banget bang...,
ndak jujur az kalo ketangkep basah ma Camer???
hadew....
Felycia R. Fernandez
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Nandi Ni
nikah pake ke grebeg aje bangga bgt Si Rama🤣🤣🤣 alkonyol emang dasar Rama Rama,gue sudat ginjal Lo🤭
Elly Maryani
🤣🤣🤣
istri darmayanty
kangen Raman....
Siti Dede
Bener kata Cedric, Arya Rama 11 12
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!