NovelToon NovelToon
Luminar

Luminar

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Sistem / Fantasi
Popularitas:835
Nilai: 5
Nama Author: Nostalgic

Dunia telah retak, bukan hanya di permukaannya, melainkan di benak dan jiwa segala yang bernyawa. Kegelapan Umbra bukan sekadar musuh yang bisa ditusuk pedang, melainkan kabut tebal yang memisahkan hati dari hati, harapan dari kenyataan, dan cahaya dari tempatnya berpijak. Alam semesta kini hanyalah kepingan-kepingan kaca yang pecah, masing-masing memantulkan bayangan kesendirian yang suram, menunggu tangan yang berani menyatukannya kembali.

Di tengah kehampaan itu, hadirlah Luminar. Bukan sebagai benda, bukan pula sebagai sosok yang bisa dipeluk atau dilihat mata telanjang. Luminar adalah bisikan yang melayang di sela-sela angin, adalah denyut nadi yang tak terlihat namun terasa di setiap detak jantung yang masih berharap. Ia adalah entitas misterius yang wujudnya berubah-ubah bagaikan cahaya yang menembus prisma—kadang berupa aurora yang menari di langit malam, kadang berupa kilatan samar yang hanya muncul di sudut mata saat kita merasa paling sepi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nostalgic, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10: Tinju Terakhir yang Memecah Langit Senja

Cahaya di tubuh Luminar meledak kembali, namun kali ini bukan sekadar kilau pertahanan, melainkan pancaran tekad yang membara bagaikan matahari yang meledak. Heras tahu ini adalah satu-satunya kesempatan. Ia tidak akan lagi mengandalkan serangan beruntun atau manuver menghindar. Ia akan mengeluarkan segalanya—semua sisa energi yang tersisa, semua emosi yang terpendam, semua rasa sakit dan kemarahan—dalam satu serangan pamungkas.

"Dengan ini... selesai!" teriak Heras di dalam hatinya, suaranya bergema bersahutan dengan getaran energi yang mengguncang udara.

Seketika, dada Luminar Putih terbuka bagaikan gerbang dimensi yang tak terlihat. Energi mentah yang murni dan dahsyat mengalir keluar tanpa hambatan, berwarna putih keperakan yang menyilaukan mata. Aliran energi itu menderu-deru bagaikan sungai yang meluap akibat banjir besar, mengalir deras melewati bahu, menyusuri lengan, dan terkumpul di kepalan tangannya yang kanan. Kepalan tangannya memadat, berputar dengan kecepatan tinggi, membentuk bola energi raksasa yang berdenyut kencang, seolah memiliki jantungnya sendiri yang berdetak panik.

Monster Martin raksasa itu melihat ancaman itu dan meraung marah, mengayunkan pedang siripnya untuk menebas Luminar sebelum serangan itu selesai. Namun, Heras tidak memberi kesempatan. Dengan sisa kecepatan yang ia miliki, ia melesat maju, melawan angin kencang yang dihasilkan oleh pergerakan monster itu.

"HAAAAA!"

Dengan teriakan yang memecah langit senja, Luminar Putih menghantamkan tinjunya yang penuh energi itu tepat ke arah dada monster Martin yang terbuka lebar—titik di mana jantung makhluk itu berada.

BOOOOM!

Ledakan dahsyat terjadi seketika. Suaranya begitu keras hingga membuat gendang telinga terasa perih, bahkan lebih keras daripada gabungan semua ledakan sebelumnya. Gelombang kejut menyebar ke segala arah, menyapu bersih puing-puing bangunan dan debu yang beterbangan. Energi mentah itu meledak di dalam tubuh monster itu, mengoyak setiap serat daging dan tulang yang ada.

Monster Martin itu bahkan tidak sempat menjerit. Tubuh raksasanya membeku sejenak, lalu mulai retak dari titik hantaman tinju itu. Retakan-retakan cahaya menyebar cepat ke seluruh tubuhnya, bagaikan kaca raksasa yang dihancurkan dengan palu godam. Dalam sekejap mata, tubuh monster itu hancur lebur, meledak menjadi jutaan partikel cahaya yang kemudian lenyap ditelan angin, tidak menyisakan apa pun kecuali kehampaan.

Pertarungan itu akhirnya benar-benar usai.

Seketika itu juga, sebuah notifikasi cahaya biru yang lebih besar dari sebelumnya muncul melayang di hadapan Heras:

[LEVEL UP! Level 3 → Level 4. EXP yang diperoleh sangat besar! Semua atribut dasar meningkat +5. Kemampuan baru telah terbuka!]

Energi yang meluap-luap dari kenaikan level itu menyelinap ke dalam tubuh Heras, namun sayangnya, ia tidak memiliki kekuatan lagi untuk merasakannya. Segala tenaga yang ia miliki sudah tersedot habis untuk serangan pamungkas tadi.

Sosok Luminar Putih yang gagah itu perlahan mulai berubah. Warna putih cemerlangnya memudar, menjadi semakin pucat dan samar. Tubuhnya menjadi transparan, seolah terbuat dari asap tipis yang tertiup angin. Heras merasa sangat lelah, lelah yang luar biasa, hingga matanya terasa berat untuk tetap terbuka.

Perlahan, sangat perlahan, sosok transparan itu mulai menghilang. Bagian demi bagian tubuhnya lenyap ke udara, dimulai dari ujung kaki, lalu naik ke tubuh, hingga akhirnya hanya menyisakan wajah yang tersenyum tipis sebelum akhirnya lenyap sepenuhnya, meninggalkan gang yang hancur dan sunyi senja.

1
Nasipelang
lego euy
Nasipelang
rasa sakit ini, adalah bukti bahwa aku masih hidup
Anonymous
oke
Anonymous
kece
Anonymous
mc nya menderita saya suka
Nasipelang
awalnya ngebosenin, tapi lama-lama seru juga
Anonymous
oke
Anonymous
bujet
Anonymous
baru aja kenalan udah ditinggal ama luminar
Anonymous
uwihh level up coyy
Anonymous
kasihan mc nya jir
Anonymous
mirip nexus yah
Anonymous
kena de javu
Nasipelang: de javu nya apa
total 1 replies
Anonymous
jirr
Arctic General
Sangat bagus... kek ultraman 🗿
Arctic General
up thorr oii🦖
Arctic General
Buset kek ginga🗿
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!