NovelToon NovelToon
Cariad

Cariad

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:11.9k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Zion Mateo Lopez adalah definisi dari kesombongan masa muda, tampan, kaya, dan tak terkalahkan. Baginya, Cassie Vorcan hanyalah sebuah target dalam taruhan mahal bersama teman-teman elitnya di SMA Chicago. Namun, apa yang dimulai sebagai permainan kotor berubah menjadi jeratan perasaan yang nyata. Selama dua tahun, Zion jatuh hati sedalam-dalamnya, mencintai Cassie lewat tindakan protektif dan rencana masa depan yang matang di California.
Di sisi lain, Cassie gadis panti asuhan yang pintar dan dingin akhirnya meruntuhkan seluruh benteng pertahanannya demi Zion. Dia percaya telah menemukan rumah, hingga sebuah rahasia di ponsel Zion menghancurkan dunianya: bukti bahwa dia hanyalah "barang taruhan" yang sukses ditaklukkan.
Beberapa Tahun kemudian, takdir mempertemukan mereka kembali di Chicago dalam sebuah proyek besar. Zion kini adalah pria dewasa yang dihantui penyesalan, sementara Cassie telah menjelma menjadi arsitek sukses yang lebih angkuh dan tak tersentuh.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#33

Lima bulan telah berlalu sejak malam badai yang membawa Issaura ke gerbang Mansion Lopez. Ketegangan yang awalnya menyelimuti setiap sudut rumah itu kini telah mencair, berganti dengan ritme keseharian yang unik. Karena Issaura sejatinya berasal dari kalangan atas, ia tidak memiliki mentalitas "pelayan yang tertindas". Sebaliknya, ia memiliki tata krama yang elegan dan keberanian yang terukur, sesuatu yang justru membuat Zion dan Cassie sangat terkesan.

Sekitar empat bulan yang lalu, Zion pernah memanggil Issaura ke ruang kerjanya. Bukannya memarahi karena sikap ketus Issaura pada putranya, Zion justru memberikan dukungan.

"Issa," ucap Zion kala itu sambil menyandarkan punggungnya di kursi kulit yang mewah. "Aku suka cara kau menghadapi Logan. Anak itu butuh seseorang yang bisa menarik kerahnya sesekali agar dia ingat bahwa dunia tidak berputar di bawah kakinya. Teruskan sikap tegas mu, jangan sungkan padaku atau Cassie. Anggap rumah ini perlindunganmu, tapi tetaplah jadi dirimu yang berani."

Kata-kata Zion menjadi lisensi bagi Issaura untuk benar-benar merasa nyaman. Dan kenyamanan itu semakin dalam ketika ia mulai menghabiskan banyak waktu dengan Cassie.

Dua bulan terakhir ini adalah masa-masa paling tenang dalam hidup Issaura. Logan, sang Pangeran Es yang sombong itu, sedang sibuk-sibuknya dengan semester akhir dan proyek penelitian di kampusnya. Karena jarak kampus dan mansion yang cukup jauh jika ditempuh setiap hari, Logan memutuskan untuk tinggal di apartemen pribadinya yang terletak tepat di seberang universitas.

"Dua bulan yang aman," gumam Issaura sambil membawa keranjang kecil berisi pembersih debu menuju sayap kanan mansion.

Tanpa kehadiran Logan, Issaura merasa seperti menghirup oksigen murni tanpa polusi kesombongan. Ia kini bebas keluar masuk ke kamar tidur Logan untuk membersihkannya. Meskipun pemiliknya tidak ada, Cassie adalah penggila kebersihan, dan Logan jauh lebih parah lagi. Pria itu tidak bisa mentoleransi satu butir debu pun di atas meja kerjanya.

Issaura membuka pintu kamar Logan dengan kunci cadangan. Ia melihat sekeliling; kamar itu rapi, dingin, dan masih beraroma kayu cendana bercampur maskulin yang tajam—aroma yang entah mengapa selalu membuat saraf Issaura sedikit tegang.

"Hm, memikirkannya saja sudah membuatku muak," gerutu Issaura saat ia mulai mengelap meja kerja Logan yang penuh dengan buku-buku tebal hukum dan bisnis. "Sombong, angkuh, suka mengancam akan menggigit bibir orang... dasar gila."

Meskipun mulutnya mengomel, Issaura membersihkan setiap sudut dengan sangat teliti. Ia menata buku-buku Logan sesuai abjad, merapikan bantal yang bahkan tidak ditiduri, dan menyemprotkan pengharum ruangan favorit pria itu. Ia melakukannya bukan karena takut, tapi karena ia menghargai standar kebersihan keluarga Lopez yang sudah melindunginya dari kejaran ayah dan ibu tirinya.

Hubungan Issaura dengan Cassie telah berkembang melampaui batas majikan dan pelayan. Cassie, yang selama bertahun-tahun merindukan kehadiran sosok wanita muda di rumah itu, karena Laxia sudah memiliki kesibukannya sendiri sebagai model internasional dan juga mengurus keluarga nya, dan menemukan teman bicara dalam diri Issaura.

Apalagi setelah Cassie tahu bahwa usia Issaura adalah 22 tahun, satu tahun lebih tua dari Logan.

"Kau lebih dewasa dari Logan, Issa. Pantas saja kau bisa mengatasinya," ujar Cassie suatu sore saat mereka sedang duduk di sofa ruang santai, keduanya mengenakan jubah mandi sutra dan masker wajah berwarna keemasan.

Ya, ini adalah pemandangan biasa di Mansion Lopez sekarang. Cassie sering mengajak Issaura untuk maskeran bersama, menonton serial drama di TV besar mereka, bahkan mengajak Issaura ke salon langganannya dengan alasan perlu ditemani.

"Tuan Muda hanya sedikit... terlalu percaya diri, Nyonya," jawab Issaura sambil memijat wajahnya pelan.

"Panggil aku Cassie jika kita sedang berdua begini," pinta Cassie lembut. "Kau tahu, mempunyai teman wanita di rumah ini adalah kemewahan bagiku. Zion sibuk dengan koleksi mobilnya, dan Logan... yah, kau tahu sendiri dia lebih suka bicara dengan buku-bukunya daripada dengan ibunya."

Mereka tertawa bersama. Issaura merasa sangat bersyukur. Di sini, ia tidak dianggap sebagai barang dagangan seperti yang dilakukan ibu tirinya. Ia dihargai sebagai individu.

"Bagaimana dengan kehidupanmu di kampus dulu, Issa? Kau pasti sangat populer sebelum semua kekacauan ini terjadi," tanya Cassie.

Issaura menghela napas, menatap layar TV yang menampilkan film komedi romantis. "Duniaku dulu sangat melelahkan, Nyonya—maksudku, Tante Cassie. Semuanya harus sempurna. Pakaian, riasan, teman bergaul. Di sini, meski aku memakai seragam pelayan, aku merasa lebih bebas. Kecuali... saat putra Anda ada di rumah."

Cassie terkekeh. "Logan hanya butuh waktu untuk mencerna fakta bahwa ada wanita yang tidak jatuh pingsan saat melihat wajahnya. Dia akan kembali minggu depan untuk libur semester pendek. Bersiaplah, suasana damaimu akan segera berakhir."

Issaura mendesah pelan. "Aku sudah menyiapkan mental, tante. Aku tidak akan membiarkannya menang kali ini."

Malam harinya, setelah selesai menonton TV bersama Cassie, Issaura kembali ke kamarnya. Ia melewati kamar Logan sekali lagi untuk memastikan jendela sudah terkunci rapat karena ramalan cuaca mengatakan akan ada badai.

Ia berdiri sejenak di tengah kamar gelap itu. Matanya menatap meja nakas Logan. Di sana ada foto kecil keluarga Lopez saat Logan masih remaja. Logan di foto itu tampak tersenyum, sebuah pemandangan langka.

"Ternyata dia bisa tersenyum juga," bisik Issaura tanpa sadar.

Tiba-tiba, ponsel di saku apronnya bergetar. Sebuah pesan dari Bi Sumi: "Non Issa, Nyonya Cassie minta dibuatkan teh chamomile dan camilan kecil di ruang kerja. Beliau ingin mengajak Non menonton film horor malam ini."

Issaura tersenyum tipis. "Sepertinya ini akan menjadi malam yang panjang lagi."

Selama lima bulan ini, Issaura telah bertransformasi. Ia bukan lagi gadis pelarian yang ketakutan di gang sempit Chicago. Ia adalah Issaura yang baru, wanita yang berdiri di samping salah satu wanita paling berpengaruh di kota itu, dan wanita yang siap menghadapi kembalinya sang Pangeran Es dengan kepala tegak.

Dua bulan tanpa Logan memberinya kekuatan untuk menyadari bahwa ia tidak takut pada pria itu. Ia hanya perlu menganggap Logan sebagai gangguan kecil dalam kehidupan barunya yang sudah mulai bahagia. Namun, Issaura tidak tahu bahwa di apartemennya yang sepi, Logan sedang menatap layar ponselnya, melihat laporan mingguan dari CCTV rumah yang menunjukkan Issaura dan ibunya sedang asyik maskeran bareng.

Logan menyentuh bibirnya sendiri, mengingat ancaman konyol yang pernah ia lontarkan. "Satu minggu lagi, Issa. Kita lihat apakah kau masih bisa sesantai itu saat aku kembali," gumam Logan dengan senyum misterius yang sangat mirip dengan senyum Zion saat sedang merencanakan sesuatu yang besar.

🌷🌷🌷🌷

Happy reading dear 🥰

1
Era Simatupang
aduh GK bisa nebak endingnya gmna, makin seru thor
ros 🍂: coba di tebak dulu kak 🤣🙏
total 1 replies
awesome moment
wkwkkwkwkwk...benang yg mbulet
awesome moment
logan n tll sombong dan...ogah blajar dri pengalaman jd...kalah pintar sm keledai
ros 🍂: mari kita kasih paham si logan Kak🤭🤣
total 1 replies
Manis
good issa👍👍👍
Fadhliyah
part paling menyedihkan. aku sampai jeda membaca Krn ikut nangis. malu ketahuan orang😭😭
ros 🍂: Terharu 😭😭😭🥰
total 1 replies
awesome moment
mmg terbuka soal hati tu g gampang
awesome moment
logan sdh dpt rumah
awesome moment
tu lah knp. menangislah saat berdo'a. krn smua akan mengabur
awesome moment
wkkwkwkwk...mo semarah p pun. sebenci p pun. kn d anak.
awesome moment
biar mrk 😭😭😭darah dlu. biar mrk menghargai org
awesome moment
baiknya mmg bgitu. biar zion...bisa menghargai
awesome moment
bagoosh. biar nyesel bin nyesek dlu
awesome moment
twins tu CCTV yg sgt kompeten
awesome moment
laxia n cerdas jg plus sarkastik
awesome moment
CCTV yg sgt detail. bahkan baca gerak bibir😄😄😄
ros 🍂: haha🤣
total 1 replies
awesome moment
hebat
awesome moment
nikmati penyesalanmu, Zion. hati manusia tu yg jd taruhan
awesome moment
logan sdg membohongi diirnya sndiri
awesome moment
bnr2 absurd
Rahayu Ayu
Baik banget dih keluarga Lopez,
mau menerima Cassie dan Logan dengan tangan terbuka,
tanpa memandang status.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!