NovelToon NovelToon
Masih Tentangmu Di Setiap Detikku

Masih Tentangmu Di Setiap Detikku

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Romansa / Kehidupan di Sekolah/Kampus
Popularitas:9.1k
Nilai: 5
Nama Author: Veline ll

Bagi Liana, mencintai Justin dimulai dari sebuah sore di lobi kampus. Hanya karena melihat Justin bermain basket di bawah hujan, Liana nekat mengejar pria dingin itu hingga mereka bersatu di tengah lapangan basket yang basah.

Namun, janji itu hancur saat Justin memutusnya secara sepihak di hari kelulusan Justin dan menghilang tanpa jejak.

Tiga tahun kemudian.
Liana terkejut saat harus berhadapan dengan CEO baru di kantor tempatnya melamar kerja. Justin kembali, namun ia kini asing, dingin, dan terjebak dalam pusaran perjodohan.

Meski waktu berlalu, Liana menyadari: "There was something about you that I can't forget." Hidupnya tetap terjebak pada melodi yang sama Lagu kesukaannya "About You" milik The 1975. Karena baginya, ini masih tentang Justin di setiap detiknya.

Apakah takdir memberi mereka kesempatan kedua, ataukah hujan kali ini benar-benar menghapus jejak mereka selamanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Veline ll, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30: Nama Baru di Layar Ponsel

Hujan yang tadinya menderu dahsyat perlahan mulai mereda, menyisakan tetesan air yang jatuh dari ujung atap seng dan aroma tanah basah yang menenangkan. Aspal lapangan basket di depan mereka tampak berkilat, memantulkan sisa-sisa awan abu-abu yang mulai berarak pergi.

Justin berdiri, mengulurkan tangannya untuk membantu Liana bangkit dari bangku penonton. Sentuhan tangan mereka kini terasa berbeda—lebih hangat, lebih erat, dan penuh makna yang baru saja terucap di tengah badai tadi.

"Ayo, aku anter balik. Udah makin dingin, nanti kamu sakit lagi," ucap Justin lembut.

Perjalanan singkat menuju rumah Liana terasa begitu cepat. Di atas motor sport hitam itu, Liana memberanikan diri untuk menyandarkan kepalanya di punggung tegap Justin, menghirup sisa wangi maskulin yang bercampur dengan aroma hujan. Justin yang merasakannya hanya tersenyum di balik helm, sesekali mengusap tangan Liana yang melingkar di pinggangnya.

Begitu sampai di depan pagar rumah Liana, Justin mematikan mesin motornya. Liana turun dan melepas helm putihnya, menyerahkannya kembali pada Justin.

"Langsung mandi air anget ya, ganti baju. Jangan sampai kedinginan," pesan Justin, matanya menatap Liana dengan binar yang belum pernah dilihat orang lain di kampus.

Liana mengangguk patuh, rambutnya yang sedikit lembap tampak berantakan namun manis. "Iya, Kak. Kakak juga ya. Kalau sudah sampai rumah, jangan lupa kabarin saya."

Justin terkekeh kecil, sebuah suara yang sangat langka. Ia menjangkau kepala Liana, mengacak-acak rambut gadis itu dengan gemas. "Iya, Bawel. Masuk gih. Bye, Pendek!"

Liana langsung mengerucutkan bibirnya, berpura-pura kesal meski hatinya sedang menari. "Ih, Kak Justin! Kan sudah bilang jangan panggil pendek!"

Justin hanya tertawa, menghidupkan mesin motornya, lalu melesat pergi setelah memberikan satu lambaian tangan. Liana berdiri di depan pagar, menatap punggung itu hingga hilang di tikungan jalan. Ia masuk ke dalam rumah yang sepi—kedua orang tuanya sedang sibuk di toko roti keluarga sejak pagi—namun baginya, rumah itu terasa sangat penuh dengan kebahagiaan.

Di sepanjang jalan menuju rumahnya, Justin tidak bisa berhenti tersenyum. Angin jalanan yang menerpa wajahnya terasa begitu sejuk. Ia merasa seolah beban berat di pundaknya menguap begitu saja setelah menyatakan perasaannya.

Sesampainya di depan gerbang rumah mewah Adhinata, Pak Joko sang satpam langsung sigap membuka gerbang besi. Pak Joko sempat terheran-heran melihat anak majikannya masuk dengan wajah yang begitu cerah, padahal bajunya sedikit basah terkena hujan.

"Den Justin? Kok senyum-senyum sendiri, Den? Menang lotre ya?" canda Pak Joko saat Justin memarkirkan motornya di halaman.

Justin hanya mengangkat jempolnya sambil nyengir. "Lebih dari lotre, Pak!"

Begitu turun dari motor, hal pertama yang dilakukan Justin bukan masuk ke rumah, melainkan merogoh ponsel dari saku jaketnya. Ia mengetik pesan singkat dengan cepat.

Justin: aku sudah sampai rumah. Jangan lupa minum vitamin.

Setelah mengirim pesan itu, Justin menatap layar ponselnya sejenak. Ia masuk ke daftar kontak, mencari nama "Liana Maba Basket", lalu menekan tombol edit. Dengan senyum yang masih mengembang, ia menghapus nama itu dan menggantinya menjadi: "My Shortie ❤️".

Sementara itu, di kamarnya, Liana baru saja keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melilit di rambutnya. Ia segera menyambar ponselnya yang bergetar di atas meja rias. Begitu melihat pesan dari Justin, senyumnya langsung merekah.

Liana: Siap, Kapten! aku sudah mandi air hangat. Kakak juga jangan lupa istirahat ya.

Liana kemudian menatap nama kontak Justin di ponselnya yang masih bertuliskan "Kak Justin Basket". Ia merasa nama itu terlalu formal untuk seseorang yang baru saja menciumnya di bawah air hujan. Ia menekan tombol edit dan menggantinya menjadi: "Captain Ice Cream 🍦💙".

Liana merebahkan tubuhnya di kasur, memeluk guling erat-erat sambil menatap layar ponselnya. Dunia terasa begitu indah hari ini. Namun, ia teringat satu hal: turnamen akan segera tiba, dan gosip tentang mereka sudah cukup panas.

"Kita... harus backstreet dulu ya, Kak?" bisik Liana pada dirinya sendiri. Ia tahu, jika hubungan mereka dipublikasikan sekarang, tekanan dari pihak kampus dan terutama dari orang-orang seperti Alena akan semakin menggila.

Keesokan Harinya di Kampus

Hari Senin tiba dengan segala kesibukannya. Universitas Cakrawala kembali dipenuhi mahasiswa yang berlalu-lalang. Liana dan Justin sudah sepakat secara tersirat untuk menjaga sikap di depan umum. Mereka tetap terlihat seperti senior dan junior yang profesional, namun ada sesuatu yang berbeda di antara mereka.

Pagi itu, di koridor fakultas teknik, Justin berjalan menuju ruang asisten dosen. Ia berpapasan dengan Liana yang sedang berjalan bersama Dhea.

"Pagi, Kak Justin," sapa Liana dengan nada yang dibuat seformal mungkin.

"Pagi," jawab Justin singkat.

Namun, saat mereka berpapasan, jari kelingking Justin sempat menyentuh punggung tangan Liana dengan cepat—sebuah sentuhan rahasia yang hanya mereka berdua yang tahu. Justin berlalu dengan wajah datar, tapi matanya sempat memberikan kerlingan tipis yang membuat jantung Liana berdebar hebat.

"Eh, Li. Perasaan gue aja atau Kak Justin hari ini auranya beda ya?" tanya Dhea curiga setelah Justin menjauh.

"Beda gimana, Dhe?" Liana mencoba berlagak biasa saja.

"Tadi pas nyapa lo, dia kayak... nggak sedingin biasanya. Terus tadi gue liat dia sempat senyum tipis pas liat pengumuman di mading. Horor banget nggak sih si Gunung Es tiba-tiba senyum sendiri?" cerocos Dhea.

Ternyata, perubahan itu tidak hanya disadari oleh Dhea. Di dekat pilar gedung, Alena berdiri dengan tangan bersedekap. Matanya yang tajam tidak pernah lepas memperhatikan gerak-gerik Justin sejak laki-laki itu turun dari motor.

Alena menyadari sesuatu yang janggal. Justin biasanya selalu terlihat dingin dan terburu-buru, tapi hari ini, langkahnya lebih santai. Bahkan, Alena melihat Justin sempat menyapa Pak Satpam di lobi dengan ramah—hal yang sangat tidak lazim.

"Ada yang nggak beres," desis Alena.

Ia melihat bagaimana Justin sempat melirik ke arah Liana tadi, meskipun hanya sekilas. Insting perempuannya mengatakan bahwa ada sebuah rahasia besar yang sedang disembunyikan di bawah permukaan.

"Lo pikir lo bisa main petak umpet sama gue, Justin?" Alena mengeluarkan ponselnya, mencari kontak seseorang. "Gue bakal cari tahu apa yang sebenarnya terjadi di antara kalian berdua."

Badai baru mungkin sedang mengintai di balik senyum rahasia Justin dan Liana. Di kampus yang penuh mata dan telinga, menjaga rahasia adalah tantangan yang jauh lebih sulit daripada memenangkan pertandingan basket mana pun.

1
nesha
🤭🤭
Yoyoh Rokayah
lanjut thor
Kostum Unik
Justin Timberlake jealous /Slight/
Kostum Unik
Justin Timberlake.. Jgn cemburu kan kamu yg minta putus. Apapun alasannya ttp kalian sudah putus. Biarkan Liana memulai hidup baru. Dan buat Liana move on jgn naif jgn baper
Azalea Qziela
mulai muncul saingan justin😄
Reni Anjarwani
cemburu justin
Elprasco
😍💪
Widya Ekaputri
semangatttt!!!😍
SarSari_
iyaa...aku pun juga sama penasarannya sama liana🫣 halo kakak ..aku mampir di novelnya kakak ..mampir juga ya di novel aku. mkasih....🤗
Celine
Keren Author, lanjut thor
MayAyunda
keren👍👍
Reni Anjarwani
lanjut thor semanggat doubel up
Azalea Qziela
bagus KK,, ditunggu crazy up nya👍
Azalea Qziela
semangat kak😍💪
Veline: Terimakasih udah Mampir
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!