NovelToon NovelToon
Rahim Yang Terbelenggu DENDAM

Rahim Yang Terbelenggu DENDAM

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Mafia / Bad Boy
Popularitas:4.3k
Nilai: 5
Nama Author: Nufierose

"Capek tidak sayang? aku masih mau sekali lagi.."
"Kamu kuat sekali Mas.."

Si tampan itu tertawa menciumi pipi sang Istri, entah sejak kapan dia sangat mencintai istrinya ini.

"Sudah di minum Pilnya Sayang?"
"Harus Mas? Aku lelah minum Pil KB terus.."
"Menurutlah sayang semua demi kebaikan.."

Tidakkah Tama tau jika larangannya itu justru menyakiti hati Istrinya?

"Aku takut sayang, Aku takut kamu akan meninggalkan aku saat mengetaui kebenaran atas Suamimu ini."

Tama selalu di hantui rasa bersalah, ketakutan dia akan masa lalunya.

Sebenarnya apa Yang terjadi di masa lalu ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nufierose, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PINGSAN

BAB 8

 Tama menepati janjinya, untuk perjalanan bisnisnya kali ini dia mengajak sang istri, Italia menjadi negara yang saat ini Tama mengunjungi.

Mau ngapain kalau tama disana?

Entahlah hanya Tama yang tau, Alisya yang di ajak pun hanya menurut saja.

Semua persiapan sudah matang, Tama memastikan kembali bahwa istrinya dalam keadaan sehat saat ikut bersamanya.

“Pelan – pelan sayang..”

Saat berada di dalam pesawat Alisya duduk tepat di samping sang Suami.

Ada Selin dan Bayu yang juga ikut bersama mereka. Tentu saja mereka ikut karena keduanya adalah Sekretaris Tama.

“Sayang dengarkan aku..”

Alisya mendekatkan tubuhnya sedikit dia mendengarkan sang suami dengan sangat jelas.

“Ketika di sana akan ada Bayu yang mendampingi kamu kemanapun kamu pergi, jangan sungkan meminta bantuannya..”

“Bayu? Siapa Bayu Mas?”

“Bayu adalah Sekretaris aku sayang..”

“Kenapa harus Bayu, kan ada Mas disana?” Tanya Alisya lagi dengan nada penasarannya.

“Sayang.. disana aku harus bekerja, aku harus menyelesaikan semuanya setelah itu kita baru bisa kembali ke Indo, dan aku tak selalu bisa menemanimu..”

“Kan Ada Selin..”

“Selin akan pergi bersamaku..”

Mencurigakan memang tapi mau bagaimana lagi? Memang sepenting itu Selin untuk seorang Tama.

“Dan jangan pernah makan atau minum memberian orang lain, jangan berbicara dengan sembarang orang, dan langsung menghubungi aku jika terjadi sesuatu padamu..” Tama menggenggam kedua tangan sang Istri dan menatapnya dengan tulus.

“Kamu mengerti kan sayang?” Tama membuyarkan Lamunan Alisya yang sejak tadi merasa bingung, dengan cepat Alisya mengangguk, dia sangat yakin apapun yang suaminya sampaikan itu demi kepentingan dan keselamatannya.

“Aku akan mengingat semua kata – kata kamu mas..”

“Bagus sayang..”

Alisya bersandar di bahu Tama, bahu yang selama ini membuatnya nyaman.. suami tercintanya.

Dengan jarak tempuh kurang lebih dua puluh Jam kini mereka sudah sampai di Italia.

Alisya begitu cantik dengan mini Dessnya, wajahnya yang begitu manis mampu membuat siapapun yang melihatnya terpanah.

“Jangan pergi terlalu jauh sayang..”

“Iya Mas..”

Sebenarnya penuh dengan risiko membawa Alisya pergi bersamanya, tapi mau bagaimana lagi? Tama tak bisa meninggalkan Sang istri terlalu lama jauh darinya.

“Sayang kenalkan ini Bayu..”

Pria beralis tebal itu sedikit menundukan tubuhnya, memberikan sikap hormat pada istri sang Bos, Alisya hanya membalasnya dengan senyuman.

“Aku harus memanggilnya apa Mas?”

“Panggil Bayu aja Sayang..”

Alisya mengangguk dia tersenyum dan menyapa Pria yang usianya mungkin lebih muda darinya.

“Panggil saya kapanpun Ibu membutuhkan saya..”

Tama memasang tatapan elangnya, sungguh mendengar satu kalimat itu saja sudah membuat tubuh Tama seakan terbakar, Pria ini sangat cemburu buta.

“Jangan berlebihan Bayu, tugasmu hanya menjaga.. jangan terlalu dekat apa lagi merasa sok akrab..”

Tama dengan peringatan Tegasnya, dan itu membuat Istrinya menoleh sinis.

"Pecemburu sekali kamu ini."

Bayu mengangguk dia sudah bisa menebak bahwa Istri Bosnya adalah pekerjaan terberat untuknya, tapi mau bagaimana lagi, namanya tugas ya harus di kerjakan.

“Bayu..”

Merasa namanya di panggil Bayu pun menoleh, Istri Bosnya ini mendekat namun lucunya pria beralis tebal itu menggeser sedikit tubuhnya.

“Astaga, memangnya aku ini Karnivora sampai setakut itu kamu sama aku?”

“Ah tidak Bu.. ada apa?” Bayu hanya mengamankan dirinya, dia tidak mau menjadi santapan sang bos karena berani sok Akrab dengan Istrinya.

Alisya tertawa mendengar Bayu berbicara dengan nada takut, namun rasanya sangat aneh jika mereka berdua seperti ini.

“Boleh saya bertanya nggak?”

Bayu menegang, sepertinya situasi sudah mulai tidak aman dan sesuai dugaannya, Istri bosnya ini pasti kepo dia.

“Ada apa bu?”

“Sebenarnya apa pekerjaan Suamiku?”

“Hah?”

Bayu mendelik, dia sangat tertarik dengan pertanyaan istri Sang bos di luar ekspetasinya.

“Pak Tama bekerja di bidang pelayanan dan Jasa bu, apa ibu tidak tahu itu?”

“Pelayanan dan Jasa?” Bayu menganggukan kepalanya.

"Bukannya Suamiku itu Manager ya?"

Bayu menggaruk kepalanya, dia sepertinya salah bicara, ya mau bagaimana lagi, Bosnya tidak mengingatkan dia soal ini.

"Mungkin Pak Tama Managernya bu."

Masih masuk akal tapi Alisya belum sepenuhnya mengerti dan sepertinya Bayu tidak bisa di ajak bicara, biarlah nanti Alisya bertanya pada Selin.

“Aku mau makan di luar, bisa antarkan aku?”

Bayu berdiri mempersilakan sang Nona berjalan lebih dulu, baiklah Alisya akan menghilangkan rasa bosannya dengan keluar dari hotel.

“Ibu mau makan apa?”

“Apa makanan yang terkenal di sini?”

Bayu memainkan Ipadnya dan seketika menemukan sesuatu disana.

“Pasta Bu,”

"Pasta?" Bayu menganggukan kembali.

“Pasta disini enak banget, ibu mau coba?”

Alisya mengangguk, apapun itu Alisya ingin mencobanya.

Setelah menyelidiki beberapa resto, pilihan Bayu jatuh pada Resto yang tak jauh dari Hotel yang di tempati sang Bos, resto bintang lima dengan cita rasa yang sempurna, Bayu membawa Nonanya memasuki Resto tersebut.

“Silakan Duduk Bu, saya akan bantu pesankan untuk ibu..”

 Alisya mengangguk dia sudah sangat percaya pada Bayu karena pria inilah yang di urus sang suami untuk menjaganya..

“Mi Fa male la gamba, mamma..”

Mendengar anak kecil kedua mata Alisya langsung menoleh, dia melihat anak berusia lima tahun menjerit karena kakinya terluka. Sontak saja Alisya langsung mendekat mendekatinya.

“Astaga.. kenapa kakimu Nak?”

Mendengar ucapan Alisya tentu saja anak itu hanya meliriknya, dia tidak mengerti bahasa apa yang Alisya ucapkan, anak itu semakin menangis.

“Mi dispiace, questo e mio figlio..” ucap seorang ibu dengan bahasa lembutnya.

Alisya mundur sejenak, dia menatap ibu dan anak saling berpelukan, meskipun percakapan keduanya sama sekali tidak di mengerti oleh Alisya tapi dia sangat tau bahwa ibu dan anak ini pasti saling menyayangi.

Tes.

Tanpa sadar air mata mengalir di pipi Alisya, sejenak dia merindukan sosok Ibunya.

"Mah, mama dimana? Aku rindu sama Mama.."

Alisya kembali ke mejanya, dia menangis sesegukan disana, dia sangat merindukan kedua orang tuanya. Meski sebagian ingatan Alisya menghilang tapi ingatannya pada sang ibu tidak hilang.

“Kenapa aku tidak bisa mengingat apapun, kenapa aku tidak bisa mengingat masa kecilku..”

Bayu yang melihat Nona mudanya sudah berderai air mata sontak langsung mendekat.

"bu.. apa ada masalah? Ada yang mengganggu ibu?"

Dengan panik Bayu melirik ke segala arah mencari penyebab kesedihan Nonanya, Alisya menggelengkan kepala.

“Aku tidak apa – apa Bayu, aku ingin pulang saja..”

Baiklah Bayu menuruti, dia tak bisa memaksa Nonanya untuk berbicara, namun dia hanya menjaganya dari belakang.

“Arrghhh...”

Bayu kembali panik, jelas saja jika terjadi sesuatu dengan nona mudanya ini pasti Bosnya akan memenggal kepalanya.

“Bu..”

Bugh...

Alisya oleng dan terjatuh beruntung Bayu yang begitu sigap menahan kepala Alisya agar tidak terbentur.

“YA Tuhan,, saya harus bagaimana?”

Merasa panik Bayu berulang kali menghubungi Selin namun tak ada satupun panggilannya yang di jawab. Tak lama kemudian Bayu pun menyerah menghubungi Tama, namun Bosnya tidak juga menjawabnya.

Dan dengan sangat terpaksa akhirnya Bayu memberanikan diri digendong sang Nona muda.

Biarlah dia berpikir lagi nanti akibatnya, yang terpenting Nonanya selamat dulu.

“Bu maafkan saya, saya harus menyentuh tubuh ibu..”

Dengan sangat hati – hati Bayu mengangkat tubuh Mungil milik Alisya dan langsung membawanya ke hotel tempat Alisya dan Suami menginap.

“Bayu!” dengan suara lantang Tama memasuki kamar hotelnya, satu ruangan begitu menggema, Bayu yang sedang duduk memainkan ipadnya sontak langsung berdiri.

“Iya Pak..”

"Kenapa Istri saya? Kamu apakan dia?"

Sudah ingin menghilang saja rasanya Bayu dari dunia ini, berbuat baik pun masih saja salah di mata si bos.

____

1
Rekana
ceritanya keren. banyak rahasia yang belum terungkap bikin penasaran..
suka sama karakter Tama walaupun kejam dan cuek tapi sama istri selalu lembut

love banget pokonya 😗 😗
Rekana
jangan lama² up nya kak.. ceritanya bagus banget.. seru
Ipus
terimakasih Thor ceritanya bagus,menarik. lanjut,,,,
Nufie: sama-sama kak.. jangan lupa Follow author dan kasih ulasan yaa
total 1 replies
Amelia Kesya
masih ngikutin alur
R⁸
banyak bgt al nya, bayu ngobrol dgn selin, panggil al, gani dgn selin al lagi.. tokoh baru nongol al lagi😓
Nufie: maaf kak.. nanti di revisi
total 1 replies
Rekana
aduh siapa lagi itu..
antagonis mulai keluar nih kayanya
Rekana
tempramental banget si tama yaa... keras di luar lembut di dalam 😍
Rekana
duh tam.. meleleh akyuuuu😍
Rekana
takut banget tiba² si selin jahat.
Rekana
jahat banget njirr🤣
Rekana
lanjut kak
Vina Tamaela
Alhamdulillah ternyata sein asisten yang setia dan tidak jahat syukurlah aku sempat kuatir takut tama ada hubungan sama asisten mengingat mereka beda gender 😭 alhamdulillah asisten tama wanita baik2 semoga berjodoh sama bayu dan ada apa sampai tama tidak mau istri hamil dulu tp klo sudah terjadi anak adalah anugerah jika tama benar-benar cinta istri dia akan berusaha menerima kehadiran darah dagingnya apapun terjadi tanpa bnyk pertimbangan dan alasan
Amelia Kesya: Alur ceritanya menarik,masih menyimak alur dan membaca semangat thor💪.
total 2 replies
Vina Tamaela
Aneh kenapa tama gak memperkerjakan asisten laki-laki gak masuk akal seharusnya bayu yg dampingi tama dan selin damping istrinya mana saat dihubungi susah angkat tlp pada lagi kmn dan ngapain sih secinta apapun sama istri tp masih ada rahasia bukan cinta tp selingkuh dengan dusta
Nufie: Soalnya tama ngga bisa jauh dari Selin Kak.. hihihi
total 1 replies
Helen Klawa
lanjut
Nufie: siap kakak.. jangan lupa Follow yaa
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!