Di malam hujan Dream City, Ethan—kurir miskin dan pewaris terbuang—kehilangan segalanya dalam satu pengantaran: cinta, harga diri, dan satu-satunya alat hidupnya. Dikhianati, dipermalukan, lalu dihancurkan hingga ke titik terendah, ia berdiri sendirian di jalanan kota.
Ethan Williams, salah satu putra dari keluarga kaya dan berpengaruh Williams, memutuskan meninggalkan kehidupan mewah dan penuh intrik keluarganya di Dream City. Setelah bertahun-tahun direndahkan dan diabaikan, dia pergi ke kota kecil Elusive City dengan tabungannya untuk memulai hidup baru.
Namun dari kehancuran total itu, sebuah sistem.
[Ding! Anda mendapatkan Ducati Panigale V4 Superleggera]
[Ding! Anda mendapatkan Bugatti La Voiture Noire yang hanya ada satu didunia.]
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ZHRCY, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Membeli Mobil
Tidak lama kemudian, mereka tiba di depan dealer mobil sebuah cabang pemasok mobil mobil mewah di Elusive City yang bernama Royale Automobiles. Mereka sudah berada di pusat kota dan akibatnya, mereka sampai di sana hanya dalam waktu sedikit lebih dari sepuluh menit.
Ethan ingin membeli beberapa mobil. Satu untuk pengantaran barang, satu lagi untuk transportasi para karyawannya, dan terakhir mobil untuk dirinya sendiri. Motor memang bagus, tetapi saat cuaca buruk, itu sama sekali tidak cocok.
Dealer ini memiliki beberapa mobil yang bisa ia beli. Jadi, tanpa ragu sedikitpun, keempat orang itu masuk ke dalam toko.
Tempat itu seperti sebuah showroom karena ia bisa melihat beberapa mobil yang dipajang. Ia mengangguk pelan pada dirinya sendiri. Ada banyak mobil keren di sini dari berbagai merek.
Sebagai seorang pria muda, darahnya jelas berdidih saat melihat beberapa mobil sport yang dipamerkan. Ia menahan dorongan untuk langsung menghampiri dan membeli semua mobil sport di toko itu sambil menatap seorang karyawan yang sedang berjalan ke arahnya.
Itu adalah seorang pria berusia awal tiga puluhan. Ia bisa dibilang tampan, meskipun tidak terlalu. Seperti biasa, toko itu tidak ramai karena mobil berbeda dengan pakaian dan barang-barang lainnya.
“Selamat datang di toko kami, Tuan. Kami memiliki berbagai jenis mobil di sini. Ada mobil sport, SUV, truk, pick-up, dan lain-lainnya. Aku yakin kau akan menyukainya.” Begitu pria itu tiba di depan Ethan, ia langsung mulai memperkenalkan apa saja yang ada di toko tersebut.
Para karyawan lainnya hanya bisa menyalahkan diri mereka sendiri karena lambat bereaksi dalam menyambut pelanggan. Mereka dibayar berdasarkan komisi. Lagi pula, siapa pun yang menjual mobil termahal tentu akan mendapatkan komisi besar.
Dari penampilan tampan Ethan, jelas bahwa ia bukan anak jalanan yang hanya datang untuk mengagumi mobil. Terlebih lagi, ia diikuti oleh tiga orang, dan mereka dengan mudah menyadari bahwa ketiganya lebih tua darinya.
“Aku ingin sebuah SUV dan sebuah mobil sport,” kata Ethan dengan lugas tentang apa yang ia inginkan. Tidak perlu bertele-tele. Ia ingin mobil dan ia ingin membelinya. Hanya dengan begitu ia bisa bergerak lebih cepat karena tokonya masih harus dibuka.
Begitu mendengar perkataan Ethan, mata karyawan itu langsung berbinar. Ini adalah uang. Sebuah SUV dan sebuah mobil sport. Ini adalah komisi yang jatuh langsung ke pangkuannya.
Para karyawan lainnya semakin merasa kecewa. Mereka terus memarahi diri sendiri karena tidak bertindak lebih cepat.
“Lewat sini, Tuan,” kata karyawan itu sambil memimpin jalan dan menunjukkan kepada Jack serta ketiganya mobil-mobil yang tersedia. Setelah berkeliling beberapa kali di toko itu, Jack akhirnya memutuskan memilih sebuah Mercedes-Maybach GLS 600 Edition 100.
Tenaga penjual itu segera memberikan penjelasan, “Sistem penggerak hybrid di jantung Mercedes-Maybach GLS 600 Edition 100 menghadirkan kombinasi sempurna antara performa V8 yang kuat dan kenyamanan berkendara kelas pertama. Mesin bensin V8 biturbo 4.0 liter ini mampu menghasilkan tenaga 550 hp dan torsi 538 lb.ft, didukung oleh sistem EQ Boost mild-hybrid yang memberikan tambahan 21 hp dan 184 lb.ft torsi.”
“Mercedes-Maybach GLS 600 Edition 100, yang diproduksi terbatas untuk merayakan 100 tahun Maybach, merupakan puncak kemewahan SUV. Mobil ini dilengkapi dengan sistem navigasi MBUX terbaru, hiburan belakang layar ganda, konektivitas Wi-Fi 5G, serta sistem audio Burmester® 3D High-End Surround Sound.”
“Jika berbicara tentang kenyamanan, Interior Executive Package sudah terpasang sebagai standar, menawarkan kursi belakang reclining dengan fungsi pijat, bantalan kaki yang dapat diperpanjang, dan kulkas mini. Kabin dilapisi bahan kulit Nappa eksklusif, kayu open-pore, dan trim logam mulia. Fitur E-Active Body Control dengan Road Surface Scan memastikan kenyamanan maksimal di segala medan.”
Jack mendengarkan penjelasan panjang tentang SUV tersebut dan mengangguk. Ini memang mobil yang bagus untuk para karyawannya jika sewaktu-waktu mereka harus bepergian. Lagipula, ia akan memulai sebuah perusahaan.
“Berapa harga mobil ini?” Melihat semuanya sudah sesuai, ia pun menanyakan harganya. Lagi pula, harga bukan masalah baginya karena ia memiliki cukup uang di rekeningnya.
Hal yang membuatnya sangat senang adalah fakta bahwa hanya ada tujuh puluh mobil seperti ini di seluruh dunia. Memikirkan hal itu, sebuah ide muncul di benaknya.
“Berapa banyak mobil ini yang belum terjual?” Ia ingin membeli semua unit yang tersisa.
Tenaga penjual itu baru saja hendak menyebutkan harga ketika ia terpotong oleh pertanyaan Ethan. Ia membuka mulutnya, tetapi tidak bisa langsung menjawab selama beberapa saat.
Melihat ekspresi serius di wajah Ethan, ia segera berkata, “Ahem, terakhir kali aku mengeceknya minggu lalu, tersisa sekitar tiga puluh delapan unit. Untuk harganya, satu unit bernilai $200,000.”
Ethan mengangguk, harganya tidak terlalu tinggi. Jadi, ia akan membayarnya. Namun setelah mendengar bahwa dari seratus unit hanya tersisa tiga puluh delapan, dan itu pun data minggu lalu, ia langsung merasa cemas dan berkata, “Jangan khawatir soal harga. Coba periksa berapa banyak unit yang masih tersisa dan pastikan mereka tidak menjualnya. Aku akan membeli semuanya.”
Semua orang yang mendengarnya langsung tertegun dan terdiam pada saat yang sama.
“Apa kau dengar? Orang itu ingin membeli semua Marcedes Maybach GLS 600 Edition 100 yang tersisa di dunia.”
“Orang ini jelas sangat kaya. Aku dengar hanya ada seratus unit dengan desain yang sama secara global.”
“Sudah cukup lama. Jelas beberapa di antaranya sudah terjual.”
“Hah, sepertinya Roy benar-benar beruntung mendapatkan pelanggan seperti ini hari ini. Ia pasti akan mendapat komisi besar.”
“Hei, kalau hanya ada seratus mobil seperti ini di seluruh dunia, kenapa ada satu di showroom kota kecil seperti ini?”
“Ini kebijakannya. Mobil-mobil ini akan diputar ke toko-toko berbeda di berbagai kota. Minggu depan mobil ini pasti sudah dipindahkan ke kota lain jika tidak dibeli.”
“Oh, aku mengerti.”
Bahkan Zara, Ronald, dan Julius pun terkejut melihat Ethan ingin membeli Marcedes Maybach GLS 600 Edition 100 apalagi ia ingin membeli lebih dari sepuluh mobil yang masing-masing berharga lebih dari $200,000. Dalam hati mereka berpikir, bos kami memang benar-benar kaya.
Roy, karyawan yang melayani Ethan, langsung bergegas memanggil manajer toko.
Hanya dalam waktu sekitar dua menit, sang manajer datang tergesa-gesa bersama Roy. Pada saat ini, kerumunan kecil sudah mulai berkumpul di sekitar Ethan. Bahkan mereka yang awalnya hanya datang untuk melihat-lihat sudah melupakan tujuan awal mereka.
“Selamat datang Tuan, aku Marnus Werner, manajer cabang Royale Automobiles Elusive. Aku mendengar bahwa kau menanyakan berapa banyak Maybach yang masih tersisa. Berdasarkan informasi yang baru saja aku periksa, tersisa dua puluh empat unit,” begitu tiba, sang manajer menyapa Ethan dengan hormat sebelum menjelaskan hasil pencariannya.
“Walaupun hanya tersisa dua puluh empat, aku menginginkan semuanya. Bisakah kau mengatur pengirimannya? Aku akan kembali besok untuk memberikan alamat pengiriman,” kata Ethan.
“Itu bisa dilakukan, Tuan.” Begitu berkata demikian, sang manajer langsung berlari kembali ke kantornya untuk melakukan pemesanan agar memastikan tidak ada satu pun dari mobil yang tersisa itu terjual. Lagi pula, jika ia berhasil menjual semua mobil tersebut dari tokonya, mungkin saja ia akan mendapatkan promosi.
Ethan menoleh ke Roy dan menyerahkan kartu kepadanya. Roy menerima kartu itu dengan tangan gemetar. Ia baru saja hendak pergi untuk menyelesaikan prosedur pembelian mobil yang tersedia di toko ketika Ethan menghentikannya.
“Kita belum melihat mobil sportnya.” Kalimat ini langsung mengingatkan Roy bahwa Ethan datang bukan hanya untuk SUV, tetapi juga untuk mobil sport dan pick-up.
Matanya bersinar semakin terang saat memikirkan komisi yang akan ia terima hari ini. Ia langsung menjadi lebih bersemangat dan memimpin jalan menuju bagian mobil sport.
Kerumunan pun mengikuti dari belakang karena mereka ingin melihat apa lagi yang akan dibeli oleh orang kaya baru ini.
Ethan melihat sebuah yang langsung menarik perhatiannya, dan Roy segera memberikan penjelasan tentang mobil itu.
“Ini adalah Aston Martin DBS Superleggera. Tidak ada kombinasi yang lebih sempurna antara elegan klasik Inggris, performa supercar, dan kenyamanan Grand Touring yang kau butuhkan untuk menjelajah jarak jauh dengan gaya.”
“Mesin V12 5.2 liter twin-turbocharged-nya mampu mengeluarkan 715 tenaga kuda dan torsi 900 Nm. Begitu pedal gas diinjak, akselerasinya brutal namun halus, disertai dengan sonata knalpot yang dalam dan bergemuruh—sebuah opera mekanis khas Aston Martin.”
“Dengan tiga mode berkendara yang dapat disesuaikan (GT, Sport, Sport+), serta suspensi adaptif dan differential belakang elektronik, DBS Superleggera menghadirkan keseimbangan sempurna antara kenyamanan harian dan keganasan trek.”
“Performa DBS Superleggera sungguh mencengangkan: 0–100 km/jam hanya dalam 3,4 detik, dan kecepatan puncak mencapai 340 km/jam. Namun yang lebih mengesankan adalah bagaimana mobil ini tetap anggun dan stabil bahkan pada kecepatan tertinggi.”
“Interiornya adalah sebuah kabin mewah yang dibalut kulit halus Bridge of Weir, aluminium mesin, dan karbon fiber. Sistem hiburan dan navigasi terbaru Aston Martin dilengkapi dengan konektivitas penuh, Apple CarPlay, Android Auto, serta kontrol iklim dan kursi berpendingin dan pemanas yang dapat disetel individual.”
“Ada juga sistem audio Bang & Olufsen 1.000 watt, head-up display, serta asisten pengemudi cerdas dengan cruise control adaptif dan pemindai jalanan 360 derajat.”
“Yang paling ikonis adalah desainnya—gril besar, garis bodi yang mengalir, dan spoiler belakang aktif yang naik secara aerodinamis pada kecepatan tinggi.”
Penjelasan itu memang sangat detail. Ethan mengangguk lalu menanyakan harganya.
“Harga Aston Martin ini adalah $330,000,” kata Roy dengan mata berbinar. Jelas terlihat bahwa setelah ini, jumlah komisi yang akan ia terima akan membuat hidupnya melonjak ke tingkat yang jauh lebih tinggi.
“Baiklah, aku ambil satu. Sekarang, untuk bagian truk.” Ethan mengangguk sambil mengambil keputusan, lalu mengalihkan perhatiannya ke bagian kendaraan truk.
semangat terus bacanyaa💪💪💪
seruu🤩🤩🤩🤩