NovelToon NovelToon
Ketika Kota Bertemu Desa

Ketika Kota Bertemu Desa

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa pedesaan / Dijodohkan Orang Tua / Cinta setelah menikah
Popularitas:16.8k
Nilai: 5
Nama Author: Rani

Perjodohan itu bukan untuknya. Hanya saja, dia terpaksa pergi ke desa untuk menikah dengan pria desa yang sama sekali tidak ia kenali sebelumnya. Semua gara-gara adiknya kabur karena tidak ingin dinikahkan dengan pria desa tersebut. Dan yang paling menyakitkan adalah, sang adik kabur bersama pacar yang seharusnya akan menjadi tunangan Airin dalam waktu dekat.

Akan kah kepergian Rin bisa menciptakan kebahagiaan setelah badai besar itu datang padanya? Lalu, bagaimana dengan sambutan Mbayung atas kehadiran Rin yang datang untuk menikah dengannya? Bagaimana pula kehidupan adik dan mantan pacar yang telah mengkhianati Rin selanjutnya? Ayok! Ikuti kisah mereka di KETIKA KOTA BERTEMU DESA.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KKBD Part *33

"Kamu terlalu memanjakan anak bungsu mu itu, Ma. Apa kamu lupa, kalau Rin juga anakmu, ha?"

"Aku tidak lupa, Pah. Sama sekali tidak."

"Jika kamu tidak lupa, bagaimana kamu bisa selalu memihak Yara? Sedangkan Rin, kamu selalu menuntut dia untuk jadi seperti yang kita mau. Kita sudah terlalu memihak, Ma."

"Itu semua karena .... Aku yakin kamu tidak lupa, Pah. Rin terlahir kuat. Sedangkan Yara, dia tidak. Kita berjuang sangat keras untuk menyelamatkan Yara saat dia masih kecil. Perasaan takut itu masih ada hingga detik ini."

Ingatan sepasang suami istri itupun langsung berkelana jauh ke masa lalu. Ingatan itu tentang mereka yang baru saja kedatangan Yara setelah mama Rin melahirkan anak kedua mereka dengan susah payah.

Seyara lahir dengan banyak drama yang menakutkan. Mulai dari lahir tidak cukup bulan alias prematur, hingga sakit-sakitan setelah kelahirannya. Pasangan suami istri itu berusaha keras agar anak mereka hidup dengan normal dan sehat.

Lalu, jadilah Yara sebagai prioritas oleh kedua orang tua tersebut. Semua di picu dari rasa cemas sejak hari kelahirannya. Rin sebagai kakak pun di tuntut untuk ikut ambil andil dalam hal tersebut.

Perasaannya pun diabaikan. Dia pun diminta untuk jadi kakak yang selalu mengalah pada adiknya hingga dia dewasa. Anak itu menerimanya dengan lapang dada hingga akhirnya, mimpi indah yang ia punya di rebut.

Semua hanya karena Yara lahir dengan ke dunia dengan membawa kecemasan hati untuk orang tuanya. Karena itu dia di manja. Di perhatikan dengan baik. Orang tuanya memihak dia meski tidak secara langsung dan terlalu terang-terangan.

Begitulah kejadiannya. Kejadian yang tidak seharusnya menjadi alasan untuk orang tua Rin membela Yara dengan sangat jelas sampai membuat Rin tersakiti terlalu dalam.

"Tapi, Ma. Sekarang, Yara sudah dewasa. Dia sudah tahu mana yang baik dan yang buruk. Harusnya, rasa cemas mu terhadapnya sudah bisa berkurang. Karena di sini, yang sering terlupakan adalah Rin. Keberpihakan kita pada Yara selalu membuatnya terluka."

"Aku tidak pernah berniat untuk berpihak, Pa. Hanya saja, hati yang membawa aku ke jalan itu."

"Aku tahu. Tapi mulai dari sekarang, jangan terlalu banyak ikut campur lagi dalam urusan anak-anak. Kita sudah tua. Anak sudah dewasa. Biarkan mereka melakukan apa yang ingin mereka lakukan sendiri."

....

Keputusan yang Yara buat sudah bulat. Beberapa hari lagi, dia akan ke desa tempat kakaknya tinggal. Dia ingin bicara pada kakaknya secara langsung. Jika masih memungkinkan, dia akan mengembalikan apa yang sebelumnya milik si kakak ke tangan kakaknya dengan senang hati.

'Kak Rin, aku harap kamu bersedia menyambut kedatangan ku. Aku sangat berharap kamu bisa memaafkan aku. Jika memang kamu mau, aku bersedia meninggalkan kak Marvel. Aku siap bertukar pasangan lagi dengan mu.'

Yara bicara dalam hati sambil melipat beberapa potong pakaian yang akan ia bawa ke tempat tinggal si kakak. Entahlah. Entah apa yang ada dalam pikiran Yara sebenarnya. Dengan tidak terlalu berpikir panjang, dia malah berpikir siap bertukar pasangan dengan Rin. Dia pikir, bertukar suami seperti bertukar benda saja.

Benda pun tidak tidak mudah untuk di tukar. Jika pemiliknya sudah sayang, maka jangan harap bisa menukarnya dengan mudah. Ah, entahlah. Dasarnya memang anak manja yang selalu dimanjakan. Jadinya, tidak berpikir dengan baik sebelum memutuskan sesuatu.

Yara masih sibuk dengan apa yang ia kerjakan ketika Marvel kembali dari kantor. Pria itu memperhatikan istrinya yang sedang sibuk dengan pekerjaannya tanpa menyambut dia pulang.

Sesaat memperhatikan, rasa penasaran memuncak. Marvel tidak lagi bisa menahan perasaan ingin tahunya itu lebih lama.

"Mau ke mana kamu membereskan pakaian itu? Mau pulang ke rumah orang tuamu untuk mengadu?"

Yara tidak menoleh. "Kalau iya, kenapa?" Yara berucap sedikit menantang.

Kesal Marvel mulai timbul. "Tidak punya malu. Jika aku jadi kamu, aku gak akan melakukan hal itu. Karena sejak awal, yang meminta pernikahan ini bukan orang lain. Melainkan dirimu sendiri."

Tangan Yara yang sedang berberes pakaian langsung tertahan. Tatapan mata kesal tidak bisa Yara sembunyikan. Pria yang ada di depannya ini sungguh menyebalkan. Pria yang dulunya ia kagumi ketika masih bersama si kakak. Tapi sekarang, rasanya, sungguh sangat berbeda.

"Aku tidak tahu malu? Lalu kamu apa? Kamu juga bersedia menikah dengan ku waktu itu. Jika kamu tahu malu, maka kamu tidak akan melakukannya."

Lagi, emosi kembali naik. "Kau! Semua itu gara-gara kamu, Seyara. Jika kamu tidak menggoda aku lebih dulu, hubungan kita tidak akan jadi seperti ini."

"Salahkan saja aku terus. Tapi kamu lupa jika dirimu juga salah."

"Seyara!"

"Apa! Mau tampar lagi? Ayo tampar! Tampar."

"Kau! Agh!"

Marvel langsung menarik diri dengan cepat. Dengan langkah besar, dia tinggalkan Seyara di kamar mereka. Pernikahan itu tidak ada rasa tenang sedikitpun. Karena setiap bertatap muka, perdebatan selalu saja menyusul.

Seperti sebelumnya, jika Marvel meninggalkan tempat, dia pasti akan membanting sesuatu. Kali ini, dia juga melakukan hal yang sama. Sebelum benar-benar meninggalkan kamar, dia banting pintu kamar tersebut dengan keras sampai menciptakan bunyi yang besar.

Yara terpaku. Tapi kali ini, sudah tidak terlalu terkejut lagi. Karena dia sudah cukup terbiasa akan hal tersebut. Dia hanya menutup mata sesaat, lalu kembali duduk untuk melanjutkan pekerjaan yang sebelumnya sempat terhenti.

"Memang seharusnya ku kembalikan apa yang tidak seharusnya aku miliki," ucap Yara pada dirinya sendiri.

"Semoga kak Rin mau menerimanya. Aku ingin hidup dengan tenang. Akan ku lepaskan apa yang bukan milikku. Aku siap tinggal di desa sekarang. Mungkin, inilah yang paling baik buat aku."

"Semoga saja."

"Ah, tapi aku yakin kalau kak Rin pasti akan setuju. Dia sudah meninggalkan kehidupan manisnya terlalu lama. Aku yakin, dia pasti ingin kembali."

"Aku siap jadi adik yang berkorban untuk kakaknya sekarang. Semoga aku mendapatkan maaf dari kak Rin dengan pengorbanan ku ini."

"Kakak, tunggu aku. Adikmu akan datang tak lama lagi."

Yara tersenyum manis penuh harap. Sungguh, dia pikir, dia siap hidup di desa. Dia siap untuk menggantikan Rin yang sudah tinggal di sana cukup lama.

Sejujurnya, bukan karena benar-benar dia siap. Melainkan, karena apa yang dia impikan tidak sama dengan yang ia harapkan. Kuliah yang ia harapkan tidak berjalan mulus sampai dia harus menangguhkan untuk melanjutkannya. Lalu pernikahan, hidup rumah tangganya benar-benar kacau sampai dia tidak punya celah untuk bahagia lagi sedikitpun.

"Hah .... " Yara melepas napas berat secara perlahan. "Semoga ini adalah pilihan yang akan mempertemukan diriku dengan kebahagiaan. Aku sangat berharap bahwa kebahagiaan akan datang secepatnya. Aku sudah lelah hidup dengan tekanan seperti ini."

1
Liswati Angelina
habis ini rin pasti bisa hamil lagi dan diganti dengan bayi kembar....
tehNci
Naaah kalo begini kan bagus/Good/
Patrick Khan
Marvel ribet bgt sih😂
Dew666
💐💐💐
Rani: yuhu ... 🫰🫰🫰🫶
total 1 replies
Patrick Khan
kasian rin😭😭
Rani: hiks🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Patrick Khan
ehhh knp LG Rin.. malah jatuh😭😭
Rani: hiks, aiya ... itulah. kasihan kan yah
total 1 replies
Patrick Khan
Yara km ribet bgt sih😂😂😂
Rani: jangan di kata lagi. ini manusia satu emang paling ribet dah
total 1 replies
Dew666
🪻🪻🪻🪻🪻
Rani: 🫶🫶🫶🫶🫶🫶
total 1 replies
Iis Herawati
memang penyesalan itu datang di akhir kalau di awal namanya pendaptaran .....🤣
Rani: wkwkwkwkwk .... bener
total 1 replies
Patrick Khan
Yara sakit jiwa ni enak bgt klo ngomong.. didikan emak km bikin gila yara
Rani: iya. suka2 hatinya aja tuh kek nya.
total 1 replies
Mommy Rendra
Yara ini perempuan sakit yaa.. sakit krn otaknya bukan hanya kurang seons tapi 5 ons 😞
Rani: eh ... dia gak punya otak malahan.
total 1 replies
Patrick Khan
gk percaya q Yara berubah.. pasti mw deketin Bayu kan
Rani: huhuhu .....
aku gak sehat itu. Yara said. wkwkwkwk
total 1 replies
Nur Haswina
wah benar2 si Yara gadis mata keranjang..
Rani: iya noh. manusia satu beneran gak ada habisnya.
total 1 replies
Dew666
🌼🌼🌼🌼🌼
Rani: 🫰🫰🫰🫰🫰🫰🫰
total 1 replies
tehNci
Emang Yara si anak manja bakalan bisa betah hidup di desa? Mau bertukar pasangan, siapa yg Bakan mau? Rin sama Bayu udah bahagia. Cukup minta maaf aja, jangan macem2 sama mereka
Rani: palingan dia yg kecewa entar
total 1 replies
Patrick Khan
wahhh Yara wes otw bahaya iki😲😲
Rani: huahaha🤣🤣
total 1 replies
Dew666
💜💜💜💜💜
Rani: 🫶🫶🫶🫶🫶🫶🫶
total 1 replies
tehNci
Yeeeaaay..Airin hamil. Makin bahagialah Bayu dan Airin. Semoga kedatangan Seyara nanti gak akan bisa merusak kebahagiaan Bayu Airin
Rani: aamiin 🤭
total 1 replies
Patrick Khan
Mereka bahagia.. jauh kan dr ulet bulu ato ulet apa ajalah yg ganggu
Rani: tidak bisa. uletnya udah gerak tuh🤣
total 1 replies
Patrick Khan
enak bgt Yara.. apa2 lgsg harus .. didikan emaknya ini.. pilih kasih
Patrick Khan: kaborrrrrrrrrrrrrrr
total 4 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!