NovelToon NovelToon
CINTA MATI BERDARAH

CINTA MATI BERDARAH

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Anak Lelaki/Pria Miskin / Romantis / Mafia / Cinta Terlarang / Hamil di luar nikah
Popularitas:411
Nilai: 5
Nama Author: SariRani

Bagaimana jika ada wanita kaya yang mempermainkan cinta tulus pria miskin? Apakah wanita itu akan menyesal atau malah bangga melepaskan pria yang tulus mencintainya karena tidak "setara"? Riko Dermanto, anak pemulung dari desa yang pintar sampai mendapatkan beasiswa kuliah di kampus ternama Jakarta. Bertemu dengan wanita kaya yang membuatnya jatuh cinta dan rela melakukan apapun yang wanita itu inginkan. Di malam guntur dengan hujan deras dan sambaran petir, wanita itu ternyata memilih bersama pria lain. Berciuman didepan mata Riko. Membangkitkan amarah serta jiwa pemberontaknya. Dirinya benar benar dimanfaatkan tanpa ampun oleh wanita itu hingga sadar cintanya bertepuk sebelah tangan. Tidak berhenti disitu, Riko melakukan pembalasan yang mampu disebut CINTA MATI BERDARAH! Ia rela bertaruh darah untuk membuktikan cintanya. Ini cinta atau obsesi? Baca novel ini dan dukung yaaa!!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SariRani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KURELA KAU BENCI

Lingga membawa 1 paperbag berisi burger. Dibelakangnya Laras juga terlihat kembali masuk kamar inap Maya.

"Sini, masuk. Aku tidak sekejam itu kepada orang yang tidak bersalah. Santai aja, Ras" ucap Lingga.

"I..iya Kak" sahut Laras masih takut dan sungkan.

Laras duduk di sofa kosong. Lingga membagikan burger yang ia beli.

"Memang suamiku itu menakutkan ya Ras, tapi dia perhatian sama wanita. Jadi gak usah takut" celetuk Hania.

Laras hanya bisa senyum tipis.

"Abangmu yang salah, kamu gak salah. Aku gak berhak melampiaskan marahku ke kamu" ujar Lingga sambil duduk di sofa juga.

Hania dan Maya pun dapet burger juga.

"Udah makanlah, makananmu May. Kalau masih laper makan burgernya" ujar sang kakak.

Maya mengangguk lega jika kakaknya sudah bersikap biasa seperti ini.

Mereka pun menikmati hidangan masing masing.

Di tempat lain, lebih tepatnya di sebuah rumah makan, Juan lahap mengisi perutnya yang sejak siang tadi belum keisi.

Beberapa jam lalu, Maya mencabut gugatannya dan ingin menyelesaikan masalah dengan baik baik. Hal ini memudahkan teman Leksono untuk mengeluarkan Juan dari kantor polisi.

"Pelan pelan makannya. Ayah sama Om Jasen tidak akan ambil makananmu" tegur Leksono.

"Aku sangat lapar dan marah, Yah. Gilak aja tuh pria miskin berani menjebakku untuk menyakiti istri dan calon anakku yang kini telah tiada" sahut Juan.

"Udah jangan dibahas disini. Malu" ujar Leksono.

Juan melanjutkan makannya lagi.

Leksono menatap Jasen, temannya di Singapura sambil mengucapkan "thank you dan sorry"

Jasen memahami perasaan rekan kerjanya dulu dalam penelitian lintas bidang. Jasen adalah orang Indonesia yang memilih tinggal dan menjadi warga Singapura karena istrinya orang Singapura.

Lagipula pekerjaannya pun menjadi dosen di universitas ternama di negara singa ini sekaligus berprofesi sebagai pengacara handal.

Beberapa saat kemudian, Juan sudah selesai melahap semua hidangan di meja makan. Leksono dan Jasen hanya memakan dessert tanpa makan berat.

"Juan, om mau bicara serius sama kamu" ujar Jasen.

"Hmm iya om, katakan saja? Tapi jangan suruh aku menceraikan istriku" sahut Juan.

"Kamu harus berterima kasih kepada Maya karena dia mencabut gugatan kekerasan dalam rumah tangga di kantor polisi" ucap Jasen.

"Hahahaha sebenarnya dengan cara itu, dia menunjukkan rasa bersalahnya karena berselingkuh dariku makanya memaafkanku begitu saja" sahut Juan.

"Ya meskipun nantinya Maya terbukti berselingkuh darimu, tapi kamu tetap salah melakukan KDRT pada istrimu sendiri, Juan" timpal Leksono yang sangat geram dengan putranya.

"Apa kamu benar benar ingin mempertahankan rumah tanggamu yang sudah rusak ini, Juan? Om sebagai pengacara lebih baik menyarankanmu untuk bisa hidup bahagia. Luka yang kalian alami sama sama sakit dan pasti akan membekas" ujar Jasen.

"Kalau semisal pada akhirnya Maya mengugatmu dalam perceraian karena sebab KDRT , kamu akan rugi banyak" tambahnya.

"Jadi lebih baik, kalian berpisah secara baik ba..." belum juga Jasen selesai berbicara, Juan berdiri.

"Aku sudah bilang tadi, jangan suruh aku bercerai dari Maya. Titik" ucap Juan penuh penekanan.

"Biar aku yang bayar. Kalian kembali lah ke mobil" lanjutnya lalu berjalan ke kasir.

Leksono dan Jasen hanya saling tatap dengan wajah khawatir mereka.

"Juan sudah kalah, dia akan mendapatkan pasal berlapis jika Maya sampai menggugat suaminya karena KDRT dan mencelakai calon bayi mereka. Lebih baik kamu bujuk dia untuk bercerai baik baik" ujar Jasen.

"Hmm...akan aku usahakan" sahut Leksono.

"Sepertinya, putramu ini perlu mendapatkan penanganan psikologis. Ada sesuatu dari dirinya yang terluka dan harus disembuhkan secara medis" saran Jasen.

"Aku juga berpikiran seperti itu. Nanti sepulangnya ke Jakarta, akan aku carikan terapi yang cocok untuknya" ujar Leksono.

Melihat Juan keluar restoran, keduanya pun ikut keluar.

Juan menunggu didepan mobil Jasen karena ia dan sang ayah menumpang.

"Om tolong antar aku ke rumah sakit, aku ingin menemui istriku" minta Juan.

"Tidak bisa, Juan. Ada Lingga sama Hania disana. Ayah dapat informasi dari Laras. Lebih baik kita ke hotel saja. Biarkan Maya bersama kakaknya dulu. Ayah gak mau kamu dihajar habis habisan sama Lingga dengan kondisimu yang sudah babak belur seperti ini" sahut Leksono.

"Tapi Yah.." ucap Juan ingin membantah namun wajah Leksono memerah karena sangat marah dengan putranya.

"KALI INI AYAH GAK MAU DIBANTAH! KAMU NURUT ATAU AYAH TIDAK AKAN LAGI MEMBANTUMU APAPAPUN!" seru Leksono sambil mengepalkan tangan.

Juan sadar jika ayahnya benar benar sangat marah padanya dan serius dengan ucapannya. Ia memilih langsung masuk ke mobil.

Pundak Leksono ditepuk oleh Jasen.

"Sabar brother, semuannya akan baik baik saja" ujar pengacara itu.

Lalu keduanya masuk ke mobil. Jasen menyetir mobilnya menuju hotel dimana Leksono dan Juan menginap. Leksono sudah mengganti rugi atas keributan di hotel tadi sebagai syarat ia dan keluarganya tetap bisa menginap disitu.

Dendanya sebesar 2.500 dollar Singapura jika dirupiahkan sekitar 28 jutaan.

Sedangkan Riko memilih pindah hotel daripada terjadi keributan lagi. Ia memilih menjauh untuk sementara dari Maya setelah ditampar dan ditolak di rumah sakit tadi.

"Maafkan aku, aku sungguh tidak tau jika Juan akan menyakitimu hingga mencelakai calon anak kalian. Aku hanya ingin menunjukkan cintaku secara langsung meskipun aku tau kamu memilih bersama suamimu demi anak kalian. Meskipun sekarang kamu membenciku, May, tapi aku tetap akan mencintaimu" gumamnya sambil melihat kearah luar jendela kamarnya yang menampakkan lampu lampu indah Singapura.

"Jika kamu tau apa yang dilakukan Juan dibelakangmu selama ini, kamu pasti tidak sudi kembali bersamanya lagi" ucapnya lagi seakan akan berbicara pada wanita yang ia cintai.

"Tapi aku tidak akan menunjukkan keburukkan suamimu, selama kamu sendiri tidak ingin berpisah darinya. Jika aku menunjukkannya sekarang, pasti kamu akan semakin membenciku karena menghancurkan rumah tanggamu. Biarkan hancur sendiri tanpa peran lebih dariku selain kehadiranku ini" lanjutnya.

Glek!

Riko meminum minuman soda di gelas yang ia bawa karena ia tidak meminum alkohol.

"Meskipun bencimu nantinya membuatku mati, aku akan tetap cinta sama kamu, Maya" ucapnya lagi.

Cinta orang miskin yang dihina tidak main main. Ia rela mengorbankan hidupnya sendiri untuk bisa mengapai cinta setinggi langit tapi juga merusak pernikahan wanita yang ia cintai dengan pria lain.

.

1
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto: sama2 👌👍
total 2 replies
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
SariRani: Diusahakaan 😁🙏🏻 2-3 episode sehari hehe
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!