Ruang posesif...
Velycia amora daneswara adalah seorang mahasiswi cantik di universitas rayaksha yang pindah karena akan menikah dengan seorang mahasiswa bernama kevin Arya alexsa dari universitas ganesha yang terkenal dengan price ice, dia termasuk ketua BEM di universitasnya dan seorang kapten basket. Karena pernikahan mereka disembunyikan banyak dari mahasiswa universitas Ganesha yang menyukai istrinya hal itu membuat kevin frustasi.
episode 24 CSKB
"Udah lah vin kita udah tau glagat lo, akhir akhir ini lo itu suka senyum senyum sendiri, tau tidak, lo itu tidak seperti biasanya yang selalu pasang wajah asem, jeruk asem, liat wajah lo lebih asem lagi dan tadi lo tu wajah lo itu pucet banget kayak mayat hidup pas lo liat yang kena bola vely"Sambung radit lagi.
" emang lo gak ada apa-apa sama vely vin! Lo yakin? "Ucap dio. Dan kevin masih diam.
"Oke lah kalo gitu jelaskan sama kita kita. kenapa lo tadi marah banget pas kak raja pegang kepala vely! Gue ya vin walaupun gue tadi sibuk bener tuh engsel tapi gue gak buta vin." ucap dio
"Gue sama velycia itu cuman teman tak lebih, gue cuman khawatir aja sebagai teman, lagian kalian fokus aja ke urusan kita masing-masing gak boleh kepo" ucap kevin sambil memasukan tangan ke kantong celana.
"Sejak kapan lo temennya, gue gak pernah tau" penasaran radit.
"Sejak dalam kandung. dah ah banyak tanya lo kayak emak emak kompleks lo" ucap kevin berjalan meninggalkan dio dan radit.
"Oi tunggu ngapa ditinggalin mulu kalau lagi gak mood tuh anak" kesal dio disaat seperti ini pasti kevin pergi meninggalkan mereka.
"Emang lo gak penasaran yo sama tingkahnya kevin? " ucap radit.
"Ya penasaran tapi mau gimana lagi yang dianya aja gak mau kasih tau"dio
"Gue punya ide gimana kalo kita selidiki kevin diam diam" usul radit
"Kok jadi penguntit sih" sahut dio
"Gak jadi penguntit tapi jadi detektif " jawab radit membenarkan
"Ye sama aja geblek"ucap dio lalu mereka berjalan meninggalkan tempat itu.
Disini lain tempatnya velycia dan teman-temannya sampai di apartemen tempat vely dan kevin tinggal. Baik nanda maupun salwa terpana melihat apartemen yang cukup terbilang elit dikota itu, mereka tidak menyangka bahwasanya temen mereka yang satu ini tinggal disini.
" lo yakin vel kita gak salah jalan kan"ucap nanda yang masih memindai disekitar.
"Iya kita gak salah jalan kok emang napa? " tanya velycia.
"Hei lo gak tau di apart punya sapa? " tanya balik nanda. Velycia mengerutkan keningnya lalu menggeleng.
"Ya ampun vel lo beneran gak tahu? " ucap salwa lagi.
"Emang napa sih, kalian bikin aku penasaran setengah mampus? " penasaran velycia.
"Ni ya vel ni apart punya bokapnya kevin lo tau gak ni apart cuman bisa ditinggalin sama kalang atas aja denger denger ni biaya yang ada sini tu mahal" tutur salwa, velycia yang mendengar itu pun langsung Shok jika selama ini apartemen yang dia tinggalin bersama kevin ternyata punya mertuanya sendiri.
"O-ouh g- gue gak tau soal itu" ucap velycia terbata bata.
"Wajar lo gak tau lo kan bukan orang kota ini " ucap nanda dan dapat anggukan dari salwa.
Setelah mereka lama berbincang mereka pun masuk kedalam apartemen bersama velycia. tidak ada kejadian apa apa mereka hanya bercanda ria dan tertawa bersama hingga nanda dan salwa pulang ke pulang ke rumah masing-masing.
❛ ━━━━━━・❪ ❁ ❫ ・━━━━━━ ❜
Haripun sore menjelang malam. kota A semakin ramai dan jalanan pun padat dipenuhi oleh kendaraan. karena waktu jam segitu para karyawan maupun pegawai pulang kerumah masing-masing.
motor yang dikendarai kevin pun memasuki area apartemen dan dirinya langsung masuk menuju apartnya.
Sesampai disana kevin tidak menemukan velycia, kevin pun menelusuri setiap ruangan dan langsung naik kekamar. Saat kevin sudah sampai dikamar dia melirik ke arah kamar mandi, suara gemericik air terdengar dari sana.
Dia sudah tau mungkin velycia sedang mandi, akhirnya kevin pun merebahkan dirinya ke atas tempat tidur.
Sampai sekitar tiga puluh menit akhirnya pintu kamar mandi pun terbuka, yang tadinya kevin terpejam langsung membukakan matanya dan langsung loncat dari kasur.
Velycia yang tidak menyadari jika kevin sudah pulang, dan keluar hanya menggunakan handuk yang menutupinya hanya sebatas dada dan pahanya.
Biasanya velycia akan berganti pakaian didalam kamar mandi, karena berhubung dikiranya kevin masih dikampus velycia nekat keluar hanya mengenakan handuk.
Kevin yang melihat penampilan velycia yang seperti itu pun lansung menelan ludahnya dengan susah payah. Kevin pun langsung mendekat ke arah velycia dan langsung memeluknya dari belakang.
Velycia yang mendapatkan perlakuan itu pun langsung berteriak histeris dan langsung menginjak kaki kevin dengan kuat.
"Aaakkk hantu mesummm" teriak velycia.
Duak..
"Ahk sakit tau, lo gila ya ngapain lo injak kaki berharga gue?" ucap kevin langsung melepaskan pelukannya dan mengelus kakinya yang di injak oleh velycia tadi.
Sedangkan velycia langsung berlari naik ke atas tempat tidur. Dan membungkus tubuhnya dengan selimut dan hanya menampakkan kepalanya saja.
"Lo yang gila ngapain lo peluk peluk gue, oh atau jangan jangan lo mau bertindak asusila ya sama gue, gue laporin lo ke polisi biar sekalian masuk penjara?" teriak velycia.
Kevin yang mendengar itu langsung menghentikan aksinya menatap velycia tajam, velycia yang mendapatkan tatap itu pun langsung ciut.
kevin pun langsung tersenyum miring dan berjalan perlahan mendekati velycia.
"L-lo mau apa ha! Jangan macem macem ya vin kalo gak gue bakal teriak ini? " ucap velycia ketakutan.
"Lo mau teriak silahkan gak ada yang bakal denger suara lo baby" ucap kevin. Velycia yang mendengar itu pun mulai cemas.
"Vin jangan macem macem"
"Gak macem macem kok tapi cuman satu macem" goda kevin lagi. Dan mendekat kearah velycia, velycia pun sudah memejamkan matanya dan memalingkan wajahnya bersiap-siap ambil ancang-ancang ingin lari dari kevin.
Kevin yang melihat reaksi velycia pun tersenyum menahan tawa dan langsung menyentil dahi velycia.
Platak.
"Awuhs sakit" ucap velycia sambil mengelus elus dahinya, dan menatap kevin dengan wajah cemberut.
"Hilangkan tuh pikiran mesum lo. lagian sejak kapan suami asusila sama istri sendiri yang ada lonya yang diketawain sama polisi" ucap kevin. Velycia yang mendengar itu otaknya semakin blenk. Lalu menatap kevin dan berkedip beberapa kali.
"Emang tadi gue bilang apa? " ucap velycia, karena sudah panik velycia hanya spontan mengucapkan tanpa berpikir panjang.
kevin yang melihat itu terkejut bukan main, masa velycia lupa apa yang baru dia katakan.
"Emang lo gak tau tadi lo ngomong apa? " ucap kevin lagi, velycia pun menggeleng.
"Gue gak ingat gue bilang apa" kevin yang mendengar itupun langsung tepuk jidat. Baru kali ini dirinya menemukan orang yang unik, dan orang itu adalah istrinya sendiri.
Kevin pun langsung beranjak dari kasur dan ingin berjalan kearah kamar mandi, lansung dicegah oleh velycia.
"Eh mau kemana? "Cegah velycia, dan kevin berbalik dan menatap bibir velycia, lagi lagi kevin harus menunda hasratnya.
"Napa lo mau ikut yaudah hayuk"goda kevin. Yang membuat velycia kembali cemberut. Kevin yang melihat itu pun tidak tahan dan langsung menyambar bibir velycia.
Velycia yang mendapatkan perlakuan itu pun terkejut dan ingin langsung melepaskan ciuman itu tapi apalah daya kekuatan velycia tidak sebanding dengan kevin, kevin malah memperdalam ciuman mereka sehingga membuat velycia kehabisan napasnya, dan langsung memukul bidang dada kevin dengan keras.
Kevin yang menyadari itu pun langsung melepaskan ciuman mereka, setelah ciuman mereka terlepas velycia pun langsung mengambil oksigen dalam dalam akan takut tidak kebagian.
Kevin yang melihat itu pun tertawa, velycia yang mendengar tawa kevin tersentak langsung menyadari situasi dia melihat kevin dimana mata mereka saling bertemu. karena malu langsung menutupi seluruh tubuhnya menggunakan selimut. Kevin yang melihat itu pun tertawa.
" come on baby this is i like it"goda kevin lagi. Velycia langsung menyembulkan mukanya dan menatap Kevin tajam.
"Kevin juggle(mau mati lo) pergi sana" usir velycia. Kevin pun tersenyum dan langsung keluar dari kamar itu.
◑ ━━━━━ ▣ ━━━━━ ◐
Velycia yang melihat sekitar sudah aman dirinya pun langsung melepas selimut dan langsung beranjak dari kasur ruangan ganti sambil menggerutu.
"Dasar kevin sialan, bajingan, shibal, shkiya, yeot meogeo, cazzo, vaffancullo, stronzo ah tau lah semua makian cocok untuk dirinya. "Kesal velycia semua kata kata umpatan keluar dari mulutnya begitu saja.
Jika yang ada dikamar mengumpat berbeda lantai bawah, Sementara kevin yang berada dibawah senyum senyum sendiri sambil memegangi bibirnya, mengingat kejadian barusan yang dirinya alami.
" manis"ucapannya masih senyum senyum sendiri.
"Gue kenapa sih" Kevin pun menggelengkan kepalanya heran dengan tingkahnya sendiri dengan sembari senyum diwajah dan berjalan keluar meninggalkan velycia di apartemen.