Duo kembar mengajak bermain ke mall di kota agak jauh dari tempat tingal kami dan tidak segaja malah bertemu papanya padahal aku menyembunyikan keberadaan mereka dari papanya
kami di jodohkan orang tua dia tidak pernah menerima perjodohan ini kerena dia punya kekasih bahkan aku sempat di madu
Saat dia menceraikan aku dia tidak tahu kalau aku hamil dan aku sembunyikan kehamilanku dengan bersembunyi di tempat lain memang tak mudah perjuanganku hamil anak kembar tetapi semua aku jalani dengan dukungan adek almarhum ibu yang selalu mendukung ku
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama ende, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 26 Stay di Rumah lama
Kami sampai di desa yang dulu aku tempati sebenarnya dekat dengan kota kabupaten tapi kami menyebutnya desa seperti kebiasaan kami
" Mas kemana kok rumah mama di lewati" tanya ku.
" Ada deh kita ke tempat kita menginap dulu ya" kata mas Adit
"Lho mas kok parkir di mantan rumah ku ini kan sudah menjadi rumah juragan Dadang" tanya ku
" Ini rumah mama sudah di beli dari juragan Dadang bunda sayang" kata mas Adit
" pret sayang tapi menduakan" jawabku
" Maafkan mas dulu khilaf" kata dia
" khilaf tapi enak" jawabku
" Sudah jangan berdebat nanti anak anak dengar" kata bi endang
" Anak anak bangun sudah Sampai " kata ku sambil menciumi Bianca
"Tadi yng di cium Barra sekarang Bia semoga nanti giliran ayah" kata mas Adit. Blus pasti muka ku merah kayak kepiting rebus.hadeh kayak ABG saja
"Ogah bukan mahram dosa tau" jawabku
" Ok kita segara halalkan sayang" kata mas Adit merayu
Aku segera turun malas menghadapi orang gila yang merayuku terus anak anak juga turun nggak pernah terfikirkan olehku aku masuk rumah ini lagi walaupun hanya menginap mas Adit membuka pintu kami di suruh masuk dan rumah ini di renovasi kamar tetap ada tiga dengan ranjang baru tempat jualan di jadikan garasi yang sekarang di tempati parkir mobilnya mas Adit ruang tamu tetap, ruang tengah menyatu dengan dapur modern dan kamar mandi lebih bagus tapi cuma satu aku masuk kamar depan yang bisanya aku tempati dan terlihat lebih luas dengan bed lebih besar bisa muat kita bertiga bahkan berempat sama bi endang
" Anak anak nanti kita tidur di sani kalian bawa tas kalian masing masing jangan buat kotor nanti di marahi Oma" kata ku anak anak pun masuk tapi dasar anak anak kalau ada spring bed baru pasti lonjak lonjak nggak karuan mas Adit pun ikut masuk membawa koper kami
Aku lanjut lihat kamar yang biasanya di tempati bi endang ada bed nya lebih kecil dari yang di depan
" Bi endang nanti malam tidur sini" kataku
" Iya neng nanti bibi tidur di kamar ini tapi dengan ranjang baru" kata beliau Ku lihat kamar belakang dan kamar ini memang lebih besar dari kamar yang lain dan ada ranjang nya yang besar
" Kamar ini lebih besar bisa kita tempati kalau kita sudah rujuk sayang dan kebetulan nginap di sini" Kata mas Adit
"Apaan sih mengharap ada tumbuh padi di tempat yang kering";jawabku kemudian dia memelukku dan mencium aku
" Jangan teriak malu sama anak anak aku cuma ingin mencium" kata dia dan aku yang ahli karate bisa menghindar dong tapi bibirku dan pipiku sudah di curi dengan ciuman aku nangis
" Mas jangan memaksa dong dosa besar karena kita bukan mahram" kata ku memelas
" kamu mau ya mas halalkan" tanya dia
" Ogah " jawabku kemudian aku lari keluar dari kamar belakang menuju dapur dan teryata sudah lengkap dengan perabotannya
" Maaf kulkas isinya cuma dikit mas belum sempat belanja dan dapur sudah mama lengkapi" kata dia
" Emang mas pernah tidur di sini" tanya ku
" Iya kalau pulang ke sini pasti mampir ke rumah ini dan di belakang mau mas bangun tempat bermain untuk anak anak" kata dia
" Rumah ini lebih mewah di tangan orang yang punya banyak duwet" kata ku
Aku buatkan susu untuk anak anak kemudian aku pangil mereka biar minum susu mereka bermain di sofa ruang tengah
" Bikinkan ayah kopi dong bund" kata mas Adit aku pun membuat kopi buat mas Adit juga buat aku sendiri juga buat bi endang kami minum kopi sedangkan anak anak minum susu sambil nonton film kartun mereka bahagia banget
" Mereka bahagia bermain kita seperti keluarga Cemara ya doa kan ayah kalian menemukan bor terbaik bisa meruntuhkan tembok yang di bangun bunda kalian" Kata mas Adit
" Coba aja cari bor terbaik di negara China" jawabku bi endang dan mas Adit tertawa terbahak-bahak aku mengerucutkan bibir
" Tuh kan bibirnya minta di cium" kata mas Adit sambil tersenyum
" kalian sudah datang" tanya mama tiba tiba muncul si kembar langsung menghambur memeluk Oma nya aku menyalami Oma dan juga bi endang
" Maaf Tiara kamu suka nggak di sini kalau nggak suka bisa ke rumah mama tapi di rumah mama ramai persiapan buat acara pengajian jadi kalian mama tempatkan di sini ajak anak anak mu ke rumah dit" kata mama
" ini baru Sampai takutnya anak anak nggak nyaman" jawab mas Adit
" Ya sudah nanti biar di antar kan makan malam nya sama si Sumi" kata mama
" Ini seragam kalian untuk acara siraman besok trus yang ini untuk acara resepsi hari Sabtu di hotel" kata mama
" Punya kamu ada di kamar mu dit ini punya Ara, kembar dan bi endang coba kamu pakai kalau kurang cocok bisa di betulkan ukurannya" kata mama
" Iya ma terima kasih akan Ara coba" jawabku
" Bia , Barra ayo kita coba baju" kata ku pada mereka
Kami berjalan ke kamar depan mencoba baju yang untuk acara pengajian dan teryata pas berupa baju gamis modern dan juga hijab nya kemudian untuk Barra baju Koko modern sangat lucu sekali kalau untuk Bia baju anak modern dengan warna senada kami bercanda bersama mama tampak bahagia kalau cucunya mendekat lansung di peluk dan di cium dan anak anak pun bahagia bi endang juga dapat seragam nya kemudian aku coba yang buat resepsi besok yaitu kebaya modern yang di padukan bawahan batik dan juga hijab dengan warna senada
" Hari Sabtu nanti ada MUA yang ke sini dandanin kamu dan bia sebelum resepsi ke hotel kalau kamu mau akad sekalian bisa kayaknya Adit sudah gatel" kata mama
" Ara pikirkan dulu ma tolong beri Tiara waktu" jawabku diplomatis
" Ok tapi jangan tunggu lama lama nanti di ambil orang" kata mama menirukan lagu yang lagi viral
" Adit nggak mau kali di ambil orang ma ini Adit pesankan bor tebaik dari negara cina biar bisa ngebor tembok yang Tiara bangun" jawab mas Adit sambil tersenyum
" Bibi hanya bisa bantu lewat doa buat yang terbaik buat kalian dan cucu cucu bibi" kata bi endang sambil meneteskan air mata
Selesai mencoba baju mama pamit pulang begitu juga mas Adit dia juga pamit mau kerumah mama kami di suruh santai saja di sini nggak usah bantu bantu dan anak anak di bawa mas Adit mau dipamerkan ke tetangga dan juga saudaranya hem hobinya pamer anak mereka jalan kaki mobilnya di taruh di sini aku membersihkan tempat anak anak bermain aku bersihkan sofa nya dengan kemoceng dan lantai aku sapu sedangkan bi endang sudah ngerumpi dengan tetangga mungkin dia kangen karena sudah tujuh tahun nggak ketemu
Bersambung .......