NovelToon NovelToon
Yang Hamil Aku, Yang Kau Nikahi Dia

Yang Hamil Aku, Yang Kau Nikahi Dia

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:12.8k
Nilai: 5
Nama Author: Erchapram

Akselia Kinanti terbangun dalam genangan darahnya sendiri. Tangannya meremas perut yang kram hebat.

"Kamu... harus bertahan," bisiknya pada perut yang mulai terasa dingin.

Ponselnya berdering. Notifikasi siaran langsung : Kevin Pratama & Karina Adelia - Live Engagement Party.

Jemarinya gemetar membuka video itu. Di layar, Kevin tersenyum lebar, merangkul pinggang Karina Adelia model terkenal dengan gaun putih yang berkilau. "Aku sudah lama menunggu momen ini," kata Kevin di depan ratusan tamu.

Akselia tertawa pahit. Darah masih mengalir dari tubuhnya.

"Ini pasti salah paham," gumamnya lemah. Tapi matanya yang mulai sayu menatap cincin murah di jarinya, cincin yang Kevin bilang 'sementara'.

Gelap.

Ketika matanya terbuka lagi, Akselia bukan lagi pelayan restoran lemah yang mencintai pria salah. Dia adalah mantan pelatih bela diri yang pernah bikin lawan-lawannya menangis minta ampun.

"Kevin Pratama... Karina Adelia..."

Senyumnya tajam. Berbahaya.

"Permainan baru saja dimulai."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erchapram, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 7 - HARI PERTAMA DI KANDANG SINGA

KANTOR MAHENDRA GROUP - PUKUL 07:45

Akselia datang lima belas menit lebih awal. Bukan untuk pamer, tapi karena kebiasaan dari latihan dua bulan dengan Pak Dharma. Telat sama dengan hukuman.

Ratih sudah menunggunya di lobi lantai dua puluh lima, membawa map cokelat tebal.

"Pagi, Selia. Tepat waktu." Ratih tersenyum ramah. "Ikut saya. Ada beberapa hal yang perlu kamu tahu sebelum mulai kerja."

Mereka masuk ke ruang kecil di samping kantor Arjuna. Meja bundar, beberapa kursi, papan tulis dengan jadwal harian.

"Ini jadwal Tuan Arjuna untuk minggu ini." Ratih menunjuk papan. "Senin sampai Jumat penuh meeting. Sabtu ada acara sosialita di Hotel Grand Indonesia. Minggu bebas, tapi kadang mendadak ada panggilan klien penting."

Akselia mempelajari jadwal itu, Padat. Tidak ada celah kosong lebih dari satu jam.

"Tugasmu sederhana," lanjut Ratih sambil membuka map. "Jaga Tuan Arjuna saat dia keluar kantor, antisipasi ancaman fisik. Dan yang paling penting adalah menjaga privasinya. Apa pun yang kamu lihat atau dengar, tidak boleh keluar dari mulutmu."

"Mengerti."

"Bagus, ini kontrak kerja. Baca dulu sebelum tanda tangan."

Akselia membaca cepat. Gaji lima belas juta per bulan, lebih dari cukup. Bonus kalau ada situasi berbahaya, asuransi kesehatan lengkap. Kontrak enam bulan, bisa diperpanjang kalau kedua belah pihak setuju.

Dia tanda tangan tanpa ragu.

"Sempurna." Ratih mengambil map itu. "Sekarang, ada satu hal lagi yang harus kamu tahu."

"Apa?"

Ratih menurunkan suaranya, memastikan tidak ada yang mendengar. "Tuan Arjuna dan Kevin Pratama pemilik Pratama Corporation adalah musuh bebuyutan. Mereka bersaing di hampir semua lini bisnis. Properti, teknologi, investasi. Dan persaingan mereka... tidak selalu bersih."

Jantung Akselia berdegup lebih cepat, tapi wajahnya tetap tenang. "Maksudnya?"

"Maksudnya, kalau kamu kerja untuk Tuan Arjuna, kamu otomatis jadi musuh Kevin Pratama juga. Pernah ada kasus sabotase, ancaman, bahkan penggeledahan kantor secara tidak sah. Jadi tugasmu bukan cuma jaga Tuan Arjuna dari kriminal jalanan. Tapi juga dari... permainan kotor dunia bisnis."

Akselia mengangguk perlahan, sempurna. Ini jauh lebih baik dari yang dia bayangkan.

"Aku paham."

"Bagus. Sekarang..." Ratih melihat jam tangan, "...Tuan Arjuna sebentar lagi datang. Bersiaplah."

Tepat pukul delapan, Arjuna tiba dengan mobil hitam mewah. Sopirnya membukakan pintu. Arjuna turun dengan jas abu-abu gelap, kemeja putih, dasi biru navy, penampilan sempurna seorang pengusaha sukses.

Akselia sudah berdiri di pintu masuk gedung.

"Pagi, Pak," sapanya saat Arjuna mendekat.

Arjuna meliriknya sekilas. "Pagi. Kamu sudah dapat penjelasan dari Ratih?"

"Sudah."

"Bagus. Hari ini aku ada meeting dengan klien dari Singapura, kamu ikut. Berdiri di belakang, jangan bicara kecuali aku tanya. Tugasmu cuma observasi dan jaga."

"Siap."

Mereka naik ke lantai dua puluh tujuh, ruang meeting mewah dengan meja panjang kayu jati dan kursi kulit. Sudah ada lima orang menunggu, tiga pria berjas rapi dan dua perempuan dengan pakaian formal.

"Selamat pagi, Tuan Arjuna," sapa salah satu pria bertubuh gemuk dengan kumis tebal.

"Pagi, Tuan Chen." Arjuna berjabat tangan. "Maaf kalau saya telat."

"Tidak sama sekali, kami juga baru tiba."

Meeting dimulai. Pembahasan tentang proyek properti di Singapura, investasi ratusan miliar. Akselia berdiri di sudut ruangan, memperhatikan setiap orang. Bahasa tubuh mereka, cara mereka bicara. Siapa yang dominan, siapa yang hanya penurut.

Satu jam berjalan lancar. Sampai...

Pintu meeting terbuka tiba-tiba.

Seorang pria muda berjas hitam masuk tanpa permisi. Tinggi, tampan, rambut klimis ke belakang. Dan Akselia mengenalinya meski sudah dua bulan tidak bertemu.

Kevin Pratama.

Jantungnya berhenti sedetik, napasnya tertahan. Tapi tubuhnya tidak bergerak, wajahnya tetap datar, topeng sempurna yang sudah dia latih dua bulan.

"Arjuna," sapa Kevin dengan senyum yang tidak sampai mata. "Tidak sopan sekali rapat tanpa undang pesaing."

"Kevin." Arjuna tidak berdiri, suaranya dingin. "Ini rapat privat! Kamu tidak diundang."

"Oh, aku tahu. Tapi kebetulan aku juga tertarik proyek di Singapura. Jadi aku pikir, kenapa tidak datang dan dengar presentasimu? Lumayan buat referensi."

Tuan Chen terlihat tidak nyaman. "Tuan Pratama, ini memang rapat tertutup..."

"Tenang, Tuan Chen. Aku tidak akan lama." Kevin menarik kursi, duduk santai. Matanya menyapu ruangan, lalu berhenti di Akselia.

Tatapannya menilai, tapi tidak ada tanda dia mengenali.

"Arjuna punya pengawal baru?" tanyanya sambil tersenyum meremehkan. "Cantik, tapi apa dia bisa melindungi kamu?"

Akselia tidak bereaksi, tidak berkedip, tidak bergerak.

Arjuna berdiri, berjalan pelan mendekat Kevin. "Keluar! Sekarang..."

"Atau apa? Kamu mau panggil satpam?" Kevin berdiri juga, berhadapan dengan Arjuna. Dua pria tinggi dengan aura sama-sama berbahaya. "Dengar, Arjuna. Proyek Singapura itu terlalu besar untuk kamu tangani sendiri. Kenapa tidak kita kerja sama? Lima puluh lima puluh."

"Aku tidak butuh kerja sama dengan orang sepertimu."

"Orang seperti aku?" Kevin tertawa dingin. "Maksudmu orang yang lebih sukses darimu?"

"Maksudku orang yang sukses dengan cara kotor."

Ketegangan di ruangan meningkat, Tuan Chen dan delegasinya terlihat sangat tidak nyaman.

Kevin menatap Arjuna lama, lalu senyumnya melebar. "Baiklah, aku pergi. Tapi ingat, Arjuna persaingan bisnis tidak selalu fair. Jaga dirimu baik-baik."

Dia berbalik, berjalan ke pintu. Tapi sebelum keluar, matanya melirik Akselia sekali lagi. Kali ini lebih lama, seperti mencoba mengingat sesuatu.

Akselia tetap diam, wajah datar... tidak ada emosi.

Kevin keluar, pintu tertutup.

Akselia baru menyadari tangannya terkepal keras sampai buku-buku jarinya memutih. Dia perlahan melepas kepalan itu, menarik napas dalam-dalam tanpa suara.

"Maaf untuk gangguan itu," kata Arjuna pada Tuan Chen. "Kevin Pratama memang suka cari perhatian."

"Tidak apa-apa, Tuan Arjuna. Kami paham persaingan bisnis di sini... cukup intens."

Meeting dilanjutkan. Tapi Akselia hampir tidak mendengar apa-apa lagi. Otaknya penuh dengan wajah Kevin... suaranya... senyumnya yang meremehkan.

Pria yang dua bulan lalu membuangnya seperti sampah.

Pria yang tidak mengenalinya sama sekali tadi.

"Sempurna," bisiknya dalam hati. "Kamu tidak kenal aku lagi, dan itu akan jadi senjata terbaikku."

***

SORE HARI - RUANG KERJA ARJUNA

Setelah meeting selesai dan delegasi Singapura pamit, Arjuna memanggil Akselia ke ruangannya.

"Duduk," perintahnya sambil menuang whisky ke gelas.

Akselia duduk. Arjuna menawarkan gelas, tapi dia menolak. "Saya tidak minum alkohol saat bertugas."

"Profesional... Bagus..." Arjuna meneguk whisky-nya. "Tadi kamu lihat Kevin Pratama masuk begitu saja?"

"Ya."

"Itu tipikal dia. Suka ganggu rapat orang, cari informasi, lalu pakai untuk kepentingannya sendiri." Arjuna duduk di kursi besarnya. "Kamu tahu siapa Kevin Pratama?"

Akselia menelan ludah, menjaga suaranya tetap datar. "Dengar-dengar dia pemilik Pratama Corporation, salah satu perusahaan terbesar di Jakarta."

"Benar, dan juga pria paling brengsek yang pernah aku kenal." Arjuna memutar gelas whisky-nya. "Dia pakai segala cara untuk menang. Sabotase, suap serta ancaman. Bahkan kabarnya pernah paksa beberapa perusahaan kecil bangkrut cuma karena mereka tidak mau jual tanah ke dia."

Akselia mengepalkan tangan di balik meja, tapi wajahnya tetap tenang. "Kenapa polisi tidak tangkap dia?"

"Karena dia pintar, tidak pernah ada bukti langsung. Semua dilakukan lewat orang ketiga." Arjuna menatap Akselia tajam. "Makanya aku butuh kamu. Kevin itu berbahaya, dan aku yakin cepat atau lambat, dia akan coba sesuatu."

"Saya akan pastikan Anda aman, Pak."

Arjuna mengangguk puas. "Bagus... Kamu boleh pulang, besok kita ada acara di pagi hari. Siap-siap jam tujuh."

Akselia berdiri, membungkuk sedikit, lalu keluar.

Di lorong, kakinya hampir lemas. Dia bersandar di dinding, menarik napas panjang.

Bertemu Kevin lagi setelah dua bulan, meski Kevin tidak mengenali dirinya tetap seperti ditusuk pisau di dada.

Tapi rasa sakit itu dia ubah jadi sesuatu yang lain.

Bahan bakar.

"Kamu bilang aku pengawal cantik yang tidak berguna?" gumamnya, mengingat kata-kata Kevin tadi. "Kita lihat siapa yang tidak berguna nanti."

Akselia keluar gedung dengan kepala tegak, langkah tegap, mata tajam.

Hari pertama di kandang singa selesai.

Dan dia masih hidup.

Bahkan lebih dari itu, dia sudah mulai mengamati musuhnya dari dalam.

1
Asyatun 1
lanjut
Lienaa Likethisyow
ikhlas itu latihannya seumur hidup dg bersabar dg airmata..hasilnya luarbiasa👍👍👍 goodjob akselia..💪💪💪 thor😍😍
Lienaa Likethisyow
goodjob👍👍 akselia..memaafkan membuat hati lega dan juga damai💪💪💪
Asyatun 1
lanjut
Dew666
👍👍👍👍
Nada She Embun
maafkan dirimu sendiri.... cintai dirimu sendiri... jangan beratkan dirimu dengan hal yg bahkan di luar kendali mu... kamu cukup untuk dirimu... 💜... mencintai diri sendiri bukan egois... itu pertahanan untuk mental yg lebih sehat... banggalah pada dirimu... kamu yg terbaik...
author terbaik.. 😍
Lienaa Likethisyow
semangat selia jadi diri sendiri,hargai,cintai dirimu sendiri👍👍👍💪💪💪
Soraya
mampir thor
Dew666
🌹🌹🌹🌹🌹
Erni Noviyanti
tuh dengerin,ada yg gampang ngapain nyari yg sulit.
Lee Mbaa Young
🤣🤣🤣 syukurin kalah kan. balas dendam kok naggung. lek ijek bucin rasah koar koar balas dendam memalukan.
ayo karina hancurkan sekalian saja akselia kn bodoh dia biar tamat.
Erchapram: Jangan... ceritanya masih panjang, kita lihat dulu bagaimana perjuangan Akselia. 🙏
total 1 replies
vj'z tri
jurus buat ngalahin musuh ,malah dipakai musuh duluan 😅😅😅🤧🤧🤧🤧
Lee Mbaa Young: la dia bucin mkne gk tega kn menghancurkan lawan.
ngunu koar koar balas dendam.
wanita gk punya kemampuan kok bls dendam 🤣 apa nya yg di balas. yo mnding pergi jauh cari laki lain lah.drpd memalukan.
total 1 replies
Erni Noviyanti
kalau lemah ngga usah mikir bales dendam.mending pergi jauh mulai kehidupan yg baru.kasian orang yg udh banyak berkorban.
Lee Mbaa Young: laiya wong lemah kok balas dendam. yo mnding move on lah. cari laki lain. 🤣🤣🤣.
total 1 replies
Sunaryati
Setiap nongol langsung disikat, mana ada tabungannya🤣🤣🤭💪 Thoor
Sunaryati
Sudah berhasil menjerat Kevin, tapi tetap ragu ambil keputusan
Lienaa Likethisyow
lanjuuuuuuuuutttttttt....💪💪💪💪👍👍👍
Erchapram
Besok Novel ini libur update, jadi yang masih ditabung yukkk... bongkar dulu tabungannya, baca dulu sampai di bab akhir. Biar aku semangat lanjut...

Apalagi sudah bab 19 ya, akan ada perhitungan retensi di bab 20. Tolong dengan sangat ya... sahabat pembaca untuk segera dilanjut bacanya.

Terima kasih.
Asyatun 1
lanjut
N Wage
maaf nih ya Thor,serius nanya...(apa ada bagian yg terlupa aku baca) kan Kevin dan selia cukup lama berhubungan,SMP selia hamil juga.
kok Kevin gak mengenali selia sekarang?
N Wage: iya KK,maaf...😅
total 2 replies
Nada She Embun
nahan nafas aq bacaa.... 😮‍💨.. pengen banget liat kevin babak belur d tangan akselia...
Erchapram: Gak ada Kak, akan ada plot twist yang gak terduga
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!