Ye Xuan, pria berusia 35 tahun yang terjebak dalam kehidupan monoton dan menyedihkan sebagai pekerja minimarket, tewas mengenaskan akibat tabrak lari di tengah malam yang sedang hujan lebat. Di detik-detik terakhir hidupnya yang dipenuhi penyesalan atas takdir yang selalu menginjak-injaknya, ia memohon sebuah kehidupan yang tenang.
Namun, kesadarannya justru ditarik ke dalam Ruang Gacha raksasa yang membekukan waktu, memberinya satu tiket emas sebagai kompensasi anomali takdir, lalu melemparnya kembali ke masa SMA.
Kini, dibekali warisan Tabib Dewa kuno dan sebuah sistem Gacha, pria paruh baya di dalam tubuh remaja ini harus merancang ulang jalan hidupnya, siap memotong siapa saja yang berani menghalangi tujuannya di dunia kultivasi modern wuxia.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 5 Masa Muda dan Gacha yang Kejam 3
"Baiklah. Mari kita lihat apa yang bisa kutarik dengan benda ini," batin Ye Xuan. Dia menekan menu [ Ruang Gacha ].
Wushhhhh...
Seketika, suara bising dari jalan raya di bawah sekolah, hembusan angin di atap, dan suara burung yang berbunyi semuanya lenyap. Waktu di dunia nyata kembali terhenti total.
Kesadaran Ye Xuan ditarik ke dalam ruangan hampa yang gelap dan dipenuhi bintang redup. Di depannya, Roda Gacha raksasa dari logam kuno itu berdiri dengan megah dan dingin.
Layar holografik di depannya menampilkan tombol.
[ Putar Roda - Menggunakan 1 Tiket Silver ].
Ye Xuan berdiri tegak di ruangan hampa itu. Dia tidak lagi merasa sakit di otot-ototnya saat berada di dimensi kesadaran ini. Tanpa ragu, dia menekan tombol tersebut.
Tiket perak itu hancur menjadi debu cahaya dan terserap ke dalam roda raksasa.
Grummmmmmmm!!!!
Suara logam berat yang bergesekan memenuhi ruangan. Roda raksasa itu mulai berputar dengan cepat. Cahaya putih dan perak berkedip-kedip dari ukiran simbol di permukaannya.
Mata Ye Xuan menatap putaran itu dengan saksama. Dia orang dewasa yang logis. Dia tahu bahwa tiket tingkat perak, yang didapat hanya dari sekadar melakukan olahraga ringan, tidak akan mungkin memberinya kekuatan dewa atau uang triliunan. Namun, dia tetap berharap mendapatkan sesuatu yang berguna, seperti pil penguat tubuh dasar atau sedikit uang tunai untuk membeli makanan yang layak hari ini.
Putaran roda mulai melambat.
Tek... tek... tek... tek...
Jarum penunjuk di bagian atas roda bergesekan dengan batas-batas kotak hadiah. Roda itu semakin lambat, melewati kotak bercahaya hijau, melewati kotak bercahaya biru, dan akhirnya... berhenti tepat di sebuah kotak berwarna abu-abu kusam yang tidak memancarkan cahaya sama sekali.
Layar holografik di depannya langsung menampilkan teks hasil undian.
[ Putaran Selesai. ]
[ Anda mendapatkan: Setengah botol air mineral sisa merek tidak terkenal. ]
Ye Xuan terdiam mematung. Matanya menatap tulisan di layar itu tanpa berkedip.
Detik berikutnya, sebuah botol plastik murahan yang sudah sedikit penyok dan hanya berisi separuh air putih muncul entah dari mana dan jatuh ke telapak tangannya. Botol itu bahkan tidak dingin.
Keheningan menyelimuti ruangan hampa itu selama beberapa detik.
"Hahhhhh..." Ye Xuan menghela napas panjang sambil menatap botol plastik penyok di tangannya.
Lalu, dia mendongak menatap roda raksasa yang sudah kembali diam itu.
"Hahaha... hahaha!"
Ye Xuan tertawa terbahak-bahak. Suara tawanya menggema di ruangan hampa itu. Dia tidak tertawa karena senang, melainkan tertawa karena betapa konyol dan realistisnya situasi ini. Dia telah menyiksa tubuhnya yang lemah hingga hampir pingsan di atap sekolah yang panas, berharap mendapat modal awal, dan sistem tingkat dewa ini membayarnya dengan setengah botol air bekas.
"Sistem sialan. Kau benar-benar tidak punya belas kasihan sedikit pun," ucap Ye Xuan dengan nada yang penuh sarkasme namun menerima kenyataan. Dia sama sekali tidak marah atau memaki. Dia justru merasa lega.
"Jika hadiah jelek ini memang benar-benar sampah, itu artinya sistem ini bekerja dengan probabilitas acak murni, bukan menuruti kemauanku. Dan itu berarti, jika aku mendapatkan hadiah tingkat tinggi nanti... nilainya tidak akan ada batasnya."
Ye Xuan memegang botol plastik itu. Karena tubuhnya di dunia nyata memang sedang sangat kehausan setelah berolahraga, dia membuka tutup botol itu dan menenggak air di dalamnya sampai habis tanpa ragu. Rasanya seperti air mineral biasa yang agak pengap.
"Setidaknya kau peduli pada rasa hausku," gumamnya sinis.
Dia menekan tombol keluar pada layar sistem.
Wushhhhh...
Kesadarannya kembali ditarik. Waktu kembali berjalan. Suara angin di atap sekolah kembali terdengar.
Ye Xuan mendapati dirinya sedang duduk bersandar di dinding atap sekolah. Keringat masih menempel di tubuhnya, dan rasa pegal di ototnya kembali menyerang. Dia membuang botol plastik kosong yang dibawanya dari ruang gacha tadi ke sudut atap.
Jam istirahat hampir berakhir.
Ye Xuan bangkit berdiri. Dia membersihkan debu dari celana seragamnya. Tatapannya menatap lurus ke arah pemandangan Kota Jinghai yang dipenuhi gedung pencakar langit dari atas atap sekolah.
Sistem gacha tidak akan memberinya jalan pintas yang mudah. Dia harus mencari uang asli, dalam jumlah yang sangat besar, untuk ditukarkan menjadi banyak tiket gacha, atau mencari item langka untuk ditukar dengan tiket tingkat tinggi.
Dan dengan tubuh yang lemah serta status sebagai pelajar miskin, satu-satunya modal paling berharga yang dia miliki saat ini adalah isi kepalanya.
"Keluarga-keluarga beladiri di kota ini pasti memiliki banyak masalah kultivasi atau penyakit mematikan akibat penumpukan racun," batin Ye Xuan menganalisis sambil berjalan perlahan menuju pintu tangga. "Aku harus menemukan orang kaya yang sedang sekarat, menggunakan ilmu Tabib Dewa ini untuk menyelamatkannya, dan mengambil semua uangnya. Dari sanalah, permainanku akan benar-benar dimulai."