NovelToon NovelToon
Under The Purple Pine Blossoms

Under The Purple Pine Blossoms

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Kelahiran kembali menjadi kuat / Budidaya dan Peningkatan / Perperangan / Penyelamat
Popularitas:837
Nilai: 5
Nama Author: Made Budiarsa

Chen Li, pemuda desa yang tampak biasa-biasa saja, sebenarnya bukan anak miskin pada umumnya. Terpelajar dan cerdas, ia mengelola pabrik teh besar untuk Tuan Sun, sambil memahami kehidupan keras orang miskin. Ayahnya, seorang pemimpin pemberontakan, menghilang tanpa jejak, meninggalkan Chen Li dengan pelajaran hidup tentang keadilan, kemiskinan, dan batas-batas yang harus ia terima. Di sisi lain, ada Yun Xiao, gadis pemberani yang menentang ketidakadilan. Ia membenci mereka yang memanfaatkan kekuasaan untuk menindas orang lemah, dan tindakannya yang berani membuat para pejabat kekaisaran terus memperhatikannya. Suatu hari, puisi yang ditulis Yun Xiao diterbangkan angin hingga menarik perhatian putri bungsu kekaisaran. Putri itu langsung datang untuk menahannya, tapi Chen Li menghadangnya dengan berdebat hingga akhirnya Membuatnya di bawah ke istana, memaksanya memahami kekuasaan dan permainan politik yang rumit, penuh tipu muslihat bak catur hidup dan mati untuk hidup, tentang ayahny

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Made Budiarsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Keluarga Sun

Daun-daunnya seperti tangan kecil. Pohon-pohon ginko itu tidak ada yang tahu berapa usianya. Baik Chen Li atau Tuan Sun juga tidak tahu. Katanya mungkin itu sudah berumur 100 tahun. Tuan Sun mengetahui dari kakeknya, dan tentu saja tidak bisa di percaya. Malam telah larut dan awan-awan di langit telah banyak berlalu.

Di bawah naungan pohon ginko besar ada kolam buatan keluarga Sun. Ikan-ikan koi berwarna warni seukuran tiga jengkal bergerak hilir mudik. Di permukaannya teratai dan lotus tumbuh subur dari lumpur kolam.

Di pinggir kolam itu ada paviliun taman yang langsung menghadap ke kolam. Chen Li dan tuan Sun duduk di sana. Di tangan tuan Su, ada tempat teh dari pabriknya sendiri. Dia menuangkan air hangat dari dalam teko untuk dua orang. Cangkir kecil berwarna hijau itu langsung menghembuskan uap. Ia mengaduknya dan bertanya, “Siapa orang itu?”

Chen Li meletakkan tangannya di atas meja guna menunjuk wajahnya yang sedang menatap kolam yang memantulkan langit. Ia perlu waktu sebentar sebelum menjawab, “Kelompok penyelidik Kekaisaran Zhou. Aku hanya menduga itu.” Pikirannya kemudian melayang ketika pertarungan itu terjadi; bagaimana ia mengayunkan tiga ayunan pedang dan bagaimana pria berjubah hitam itu dengan lima jari yang kuat mengayunkan pedang tato Kayu itu. Ia lalu melanjutkan, “Aku dengar seorang master tingkat delapan sering mengunjungi danau Biwa di ibukota. Di dahinya ada tanda pohon hijau yang kadang-kadang muncul. Katanya dia sangat cantik dan berwibawa, membuat Kaisar kedua Zhou membuat paviliun megah di pinggiran danau. Walaupun dia kuat, dia sudah menghilang bertahun-tahun dan keberadaannya tidak diketahui sekarang. “

Tuan Sun mengulurkan teh pada Chen Li dan berkata, “Aku tidak peduli dengan semua itu, tapi sekali lagi, jika kamu berbuat ulah, aku tidak bisa menjamin keselamatanmu.”

Mengambilnya, Chen Li sedikit tersenyum. Ia memikirkan tentang kekuatannya dan bagaimana ia bisa mendapatkannya. Sebagai anggota pembunuh, menghilangkan bukti dan sisa benar-benar harus di lakukannya. Ia telah berpengalaman dan sudah memeriksa sisa-sisa di tempat kejadian dan semuanya sudah kosong, namun entah mengapa masih ada beberapa celah yang dapat ditemukan. Ia telah membunuh Yun Fang dan seharusnya tidak ada yang mengenalinya. Memejamkan matanya sebentar, mengingat saat-saat terakhir Chen Li menghela nafas. Berdiri, ia membungkuk memberi hormat lalu berbalik pergi, berjalan pelan dan berpapasan dengan Sun Yu, putri keluarga Sun yang berdiri di samping paviliun taman, sedang menatap kolam buatan.

Gadis itu menoleh, menatap punggung Chen Li. Alisnya sedikit terangkat. Berpikir beberapa saat lalu menatap ayahnya. “Ayah, apa gunanya mempertahankan orang sepertinya?”

****

Gadis itu sudah berdiri lama di sana, menunggu percakapan ayah dan Chen Li selesai. Ia dari dulu tidak menyukai Chen Li, terlepas karena ia orang miskin, ia juga tidak menyukai kepribadiannya yang sok-sokan seperti itu. Mendengar percakapannya saja sudah membuatnya muak. Ia bertanya apa hebatnya pemuda itu dan apa haknya bisa duduk bersama ayahnya di sana?

Walaupun ayahnya bilang Chen Li itu unik, tapi baginya tidak ada yang istimewa selain sikapnya yang arogan.

Ia sekarang menatap ayahnya dan menunggu jawabannya.

Ayahnya sedang meminum teh dan menatap teh Chen Li yang tidak di minumnya. Jelas sekali pemuda itu tidak menghormatinya dan tehnya masih berembus. Namun ia menatap putrinya lalu beralih ke kolam. Sebelum ia dapat menjawab, putrinya melanjutkan, “Kita punya banyak orang dan kehilangan satu orang tidak akan berarti apa-apa. Ayah, aku tidak menyukai orang miskin sombong itu.”

“Kamu tidak menyukainya? Ayah pun juga. Tapi kamu harus menahannya demi sesuatu.”

Ada keterkejutan di wajahnya dan sedikit mendongak. Ia tidak pernah melihat ayahnya bersikap dingin kepada Chen Li; ayahnya bahkan terlihat sangat sopan kepadanya. Ia lalu bertanya terkejut, “Jadi ayah....?”

Ayahnya mengangguk. Berdiri dan menatap kolam. “Kamu sudah besar, seharusnya mengerti bagaimana kepribadian ayahmu.”

Putrinya menunduk sebentar, berpikir dan mengingat sesuatu. Ia ingat tentang tiga keluarga besar di desa dan bagaimana mereka berusaha memperluas jaringan masing-masing. Sekarang Tuan Yun Fang telah dibunuh, membuat kemampuan bisnis tenunnya mulai goyah. Ayahnya dari dulu membenci keluarga itu dan sekarang melihat salah satu orang penting terbunuh mmebuatnya senang dan bahkan ia tidak melakukan apa pun.

“Ayah... Jadi apa ini karena keluarga Yun?”

“Tidak hanya itu, kita juga harus menghancurkan keluarga Qin. Chen Li ini bukan anak sembarangan, sebentar lagi kita akan melihat dampaknya.”

Putrinya menatap Teh Chen Li dan merenung sebentar. Ia tidak tahu apa-apa dan tidak mengerti tentang Chen Li selain sikapnya yang arogan. Namun ia akan menghargai ayahnya. Menatap kolam dengan lembut menghela nafas lalu berkata, “Aku sedikit mengerti.”

Membungkuk memberi hormat lalu berbalik pergi.

*****

Kediaman taun Sun cukup besar dengan kolam buatan, paviliun megah dengan gaya tradisional. Ada juga beberapa lorong-lorong panjang dengan ukiran-ukiran rumit. Chen Li berjalan seorang diri di sana. Pikirannya melayang tentang pertarungan sebelumnya. Kekuatannya seimbang dan ia kesulitan melawannya. Meskipun ia di sebut pedang mutlak, di dunia ini tidak ada yang benar-benar seperti itu. Ia merasakan udara dingin, angin yang berhembus. Berbelok, akhirnya ia berjalan di lorong yang panjang.

Di ujungnya ada perempatan dan di sanalah seorang wanita memakai gaun biru cerah berdiri, meletakkan tangannya di perutnya yang datar.

Ia terlihat indah dari samping.

Ketika Chen Li mendekatinya, Perlahan-lahan wanita itu menoleh untuk memandangnya. Ia berkata lembut, “Orang miskin tetap saja orang miskin.”

Chen Li berhenti. Sudut-sudut mulutnya sedikit bergerak. Ia menghela nafas dan dengan santai berkata, “Nyonya Sun, anda terus mengejekku.”

“Aku akan mengejekmu hingga kamu pergi.”

“Sekarang aku akan pergi, anda tidak perlu berbicara seperti itu.”

“Aku akan terus melakukannya hingga kamu benar-benar tidak pernah muncul lagi, orang miskin.”

Nyonya Sun menekan kata ‘Orang miskin’ ketika ia berbicara. Nadanya tenang dan lembut tapi bagi Chen Li, itu sebuah ejekan. Ia awalnya berencana pergi tanpa ada percakapan dengan Nyonya Sun, tapi ia tidak bisa mengabaikan kata-katanya.

Ia berkata, “Itu rasanya lebih baik dan anda tidak perlu mengingatkan saya tentang itu. Dan seharusnya aku juga perlu mengingatkan anda tentang keong yang berusaha melepaskan cangkangnya. Menurut anda bagaimana itu terlihat?”

Nyonya Sun sedikit menggerakkan tangannya untuk mengepal. Ia mulai terlihat marah, tapi tiba-tiba kembali tenang.

“Ya,” katanya singkat. “Aku harus mengingatkan itu untuk diriku dan aku juga harus berterima kasih kepadamu.”

Nyonya Sun memandangnya ketika ia berjalan ke samping dan perlu waktu beberapa saat memandangnya sebelum akhirnya melangkah pergi.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!