NovelToon NovelToon
Asisten Kesayangan Pak Manager

Asisten Kesayangan Pak Manager

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan di Kantor / Cinta pada Pandangan Pertama / Office Romance
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: Seribu Bulan

Felicia datang ke kantor itu hanya untuk bekerja.
Bukan untuk jatuh cinta pada manajer yang usianya lima belas tahun lebih tua—dan seharusnya terlalu jauh untuk didekati.
James Han tahu batas. Jabatan, usia, etika—semuanya berdiri di antara mereka.
Tapi semakin ia menjaga jarak, semakin ia menyadari satu hal: ada perasaan yang tumbuh justru karena tidak pernah disentuh.
Ketika sistem memisahkan mereka, dan Felicia hampir memilih hidup yang lain, James Han memilih menunggu—tanpa janji, tanpa paksaan.
Karena ada cinta yang tidak datang untuk dimiliki, melainkan untuk dipilih di waktu yang benar.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Seribu Bulan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian Sembilan

Mobil sedan mewah itu membelah jalanan kota dengan hening. Di dalam kabin, aroma parfum Pak Han yang maskulin bercampur dengan aroma floral lembut dari tubuh Felicia, menciptakan ketegangan yang hanya bisa dirasakan oleh mereka berdua.

Sesampainya di restoran hotel bintang lima tempat meeting berlangsung, Felicia berusaha menjaga langkahnya agar tetap tenang meski jantungnya berpacu. Di meja bundar itu, sudah menunggu Pak Bram, seorang klien penting yang dikenal cukup flamboyan.

Begitu mereka mendekat, Pak Bram langsung berdiri. Namun, alih-alih menyapa Pak Han terlebih dahulu, tatapannya justru terkunci pada sosok di samping bosnya itu.

​"Wah, Mr. James Han... ini asisten anda atau model dari panggung runway?" Pak Bram nyengir lebar, matanya menatap Felicia sampai hampir nggak berkedip. "Cantik sekali. Siapa namanya?"

Felicia tersenyum sopan, sedikit membungkuk. "Saya Felicia, Pak. Asisten Pak Han."

Pak Bram langsung menyambar tangan Felicia, menjabatnya sangat lama sampai Felicia bingung apakah ini perkenalan formal atau prosesi pembacaan garis tangan.

"Felicia... nama yang secantik orangnya."

​Felicia melirik Pak Han. Bosnya itu hanya berdiri tegak dengan muka sedatar aspal jalanan yang baru diperbaiki. Atmosfer di sekitar Pak Han mendadak turun menjadi minus sepuluh derajat.

​"Pak Bram," suara Pak Han berat, kayak suara petir di kejauhan. "Tangannya. Dilepas. Kita akan membahas kontrak, bukan sesi pendekatan."

​Felicia buru-buru menarik tangannya, hampir saja dia tidak sengaja mengelap tangannya ke celana karena Pak Bram tadi terlalu semangat.

​"Duduk, Felicia. Di sini," perintah Pak Han sambil menarik kursi tepat di sebelahnya, sampai kursinya berdecit keras di lantai yang sunyi.

​Sepanjang makan siang, Pak Bram tidak berhenti tebar pesona. "Fel, kalau kamu capek kerja sama robot kaku kayak Mr. Han, pindah ke kantor saya saja. Di sana ada coffee break tiap dua jam dan bosnya jauh lebih murah senyum."

​Felicia baru saja hendak tertawa kecil—tipe tawa basa-basi—tapi begitu melirik ke samping, dia melihat Pak Han lagi memotong steak dengan tenaga yang berlebihan. Bunyi pisaunya sampai terdengar mengerikan.

​"Kontrak lahan ini," sela Pak Han tiba-tiba dengan nada tinggi, "tidak akan ditandatangani kalau kliennya lebih sibuk menawarkan job fair ke karyawan saya."

​Pak Bram tertawa kikuk, lalu menyodorkan kartu namanya ke arah Felicia. "Hubungi saya ya, Fel."

​Sebelum ujung kuku Felicia menyentuh kartu itu, tangan Pak Han yang lebih cepat dari kilat sudah menyambarnya duluan. Tanpa ekspresi, Pak Han memasukkan kartu itu ke saku jasnya. "Akan saya sampaikan ke bagian administrasi jika ada hal lain yang diperlukan. Ayo kembali ke kantor, Felicia. Jadwal saya padat."

Suasana didalam lift terasa hening. Hanya ada suara napas Pak Han yang terdengar agak emosi dan suara perut Felicia yang sebenarnya masih agak lapar karena hanya sempat makan tiga suap steak tadi.

"Pak," panggil Felicia pelan. "Kartu nama Pak Bram kan buat saya..."

Pak Han menoleh, menatap Felicia dari atas ke bawah. "Buat apa? Kamu mau pindah?"

"Ya nggak gitu, Pak. Kan buat nambah networking..."

"Nggak perlu. Networking kamu cukup saya saja," potong Pak Han cepat. "Dan satu lagi."

Pria itu melangkah maju, memojokkan Felicia ke dinding lift yang mengkilap. Felicia menahan napasnya entah karena takut atau gugup. Matanya terbelalak saat tatapan Pak Han turun ke bibirnya.

Napasnya semakin tercekat saat Pak Han mendekatkan wajahnya ke telinga Felicia. "Lipstik kamu."

"Kenapa Pak? Luntur?" Felicia memutar bola matanya ke kiri dan kanan secara cepat. Ciri khas ketika ia sedang panik.

"Nggak luntur. Tapi lain kali, jangan pakai yang warnanya bikin orang pengen ngeliatin terus. Ganggu fokus meeting," bisik Pak Han ketus, lalu berdiri tegak kembali seolah nggak terjadi apa-apa tepat saat pintu lift terbuka.

Felicia melongo di pojok lift. Ini bos gue posesif apa emang mau ngajak berantem sih?!

...***...

Sore itu, aroma kuah kaldu yang gurih dan uap panas dari rombong bakso di pinggir jalan seolah menjadi obat paling mujarab untuk kewarasan Felicia. Setelah seharian menahan napas di samping Pak Han, akhirnya dia bisa melonggarkan ikatan rambutnya dan duduk lesehan bareng Maria.

​"Gila, Fel! Kamu beneran di pojokkin di lift?" Maria hampir tersedak butiran peluru—alias bakso urat—begitu mendengar cerita Felicia.

​Felicia mengaduk sambal di mangkuknya dengan semangat berapi-api, sebanding dengan kekesalannya. "Iya, Mbak! Mana aku udah merem-merem estetik gitu kan, kirain mau ada adegan slow motion kayak di drakor. Taunya? Cuma dikomplain soal lipstik! Katanya warna lipstik gue mengganggu fokus meeting. Kan sedeng!"

​Maria tertawa ngakak sampai harus memegangi perutnya. "Ya lagian lo juga sih, pake acara merem segala. Berharap banget ya dicium Pak Bos?"

​"Ya habisnya atmosfernya mendukung banget, Mbak! Wangi parfumnya itu lho, bikin pusing tujuh keliling. Terus dia maju-maju gitu, ya refleks lah aku tutup mata!" Felicia menyuap satu bakso kecil dengan penuh dendam. "Terus ya, itu kartu nama Pak Bram diambil juga sama dia. Katanya networking aku cukup dia aja. Itu maksudnya apa coba? Dia mau jadi client privat seumur hidup aku?"

​Maria berhenti tertawa, matanya menyipit menatap Felicia yang wajahnya masih merah, entah karena sambal atau karena teringat kejadian tadi.

​"Fel, kamu sadar nggak sih? Itu tuh bukan sekadar bos galak," Maria menusuk bakso terakhir di mangkuknya. "Itu tuh cemburu level dewa yang dibungkus pakai gaya profesional. Dia itu gengsi mau bilang kalau dia nggak suka kamu dilihatin cowok lain."

​Felicia mendengus, "Cemburu apanya, Mbak. Tadi di mobil pas balik kantor, dia malah sibuk baca laporan sambil ngerutin alis. Aku tawarin minum aja dicuekin. Kayaknya dia emang cuma nggak mau asistennya kelihatan lebih 'bersinar' daripada dia."

​"Masa?" Maria menaikkan alisnya. "Terus kenapa dia beliin kamu baju yang harganya bisa buat bayar kontrakan aku sebulan kalau dia gak mau kamu bersinar?"

​Felicia terdiam. Logika Maria ada benarnya. Ia menatap blus peach-nya yang sekarang tertutup tisu lebar—agar tidak terkena kuah bakso.

​"Tapi ya tetep aja, Mbak. Masa lipstik dikomplain? Padahal ini kan merek lokal, nggak mahal-mahal banget," gumam Felicia.

​"Bukan masalah mereknya, neng geulis!" Maria gemas sendiri. "Itu karena bibir kamu kelihatan terlalu menarik buat dia. Makanya dia panik pas Pak Bram lirik-lirik."

​Baru saja Felicia mau membantah, ponselnya di atas meja bergetar. Sebuah notifikasi WhatsApp masuk.

​Pak Han:

Besok pakai warna navy. Terus jangan pakai lipstik yang tadi. Ganti warna lain.

​Felicia melongo, menunjukkan layar ponselnya ke Maria. "Tuh, Mbak! Liat! Besok aku disuruh pakai warna pucat. Fix, dia emang mau gue kelihatan kayak zombi biar nggak ada yang deketin!"

​Maria cuma geleng-geleng kepala sambil menyeruput teh botolnya. "Posesif jalur kerjaan ini mah. Sabar ya, Fel. Kayaknya petualangan kamu jadi asisten manajer galak itu bakal makin absurd."

1
Seribu Bulan 🌙
siap kak makasih yaa😍
Andina Jahanara
lanjut sampe tamat kak 💪
Faidah Tondongseke
Ceritanya seru,Cinta bersemi di kantor,Asiik deh pokoknya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!