NovelToon NovelToon
Anak Tersembunyi Sang Kapten

Anak Tersembunyi Sang Kapten

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan Tentara
Popularitas:9.9k
Nilai: 5
Nama Author: Deyulia

Setelah lulus SMA, Syafana menikah siri dengan kekasihnya yang baru saja lulus Bintara TNI-AD. Sebagai pengikat bahwa Dallas dan Syafana sudah memiliki ikatan sah. Pernikahan itu dirahasiakan dari tetangga maupun kedinasan.

Baru beberapa hari pernikahan siri itu digelar, terpaksa Dallas harus mengikuti pendidikan selama dua tahun. Mereka berpisah untuk sementara.

"Nanti setelah Kakak selesai pendidikan dan masa dinas dua tahun, kakak janji akan membawa pernikahan kita menjadi pernikahan yang tercatat di secara negara," janji Dallas.

"Kak Dallas janji, harus jaga hati," balas Syafana.

Namun baru sebulan masa pendidikan, Dallas tiba-tiba saja menalak cerai Syafana. Syafana hilang kata-kata, sembari melepas Hp nya ke ubin, tangan Syafana mengusap perutnya yang kini sudah ditumbuhi janin. Tangis Syafana pecah seketika.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Deyulia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5 Bakat Saka Sudah Terlihat Sejak SD/ 18 Tahun Kemudian

     Syafana segera menguasai diri, tidak pantas dirinya menangis di depan Sakala, hanya karena wajah dan semua yang ada dalam diri Sakala persis Dallas.

     "Ya Allah, astaghfirullah. Maafkan hamba ya Allah." Syafana berucap dalam hati, menyadari kekeliruannya. Senyum bahagia kembali merekah di depan Sakala, pemuda tampan yang selalu patuh padanya.

     "Syukur alhamdulillah. Sekarang Saka bisa memilih kuliah di mana terserah Saka. UI boleh sesuai beasiswa yang diberikan sekolah atau ...."

     "Saka ingin berkuliah di IPDN. Tapi, saat ini Saka belum mau kuliah, Saka ingin daftar tentara saja, Ma. Kebetulan bulan depan ada pendaftaran Tamtama," ujarnya antusias.

     "Sebetulnya Saka ingin mencoba masuk Akmil, tapi Akmil masih lama pembukaannya. Jadi, sekarang Saka mau mencoba Tamtama dulu," lanjutnya lagi bersemangat.

     Syafana terdiam, dia tidak menduga bahwa cita-cita sang putra ternyata tidak jauh dari profesi sang papa kandung. Syafana menjadi sedih, kenapa Dallas justru menurunkan semua yang berkaitan dengannya pada sang putra? Padahal Syafana sudah bertekad akan menghapus segala jejak tentang papa kandung Sakala sampai Syafana mengatakan kepada Sakala bahwa papanya Sakala sudah tiada.

     "Bisa tidak, Saka cari profesi lain selain yang berkaitan dengan militer? Mama kurang setuju, sebab pendidikan militer itu keras, Sayang. Mama lebih suka jika Saka memilih jadi pengusaha," sanggah Syafana tidak setuju.

     "Tapi, Saka selalu bermimpi ingin menjadi seorang prajurit tangguh dan bertanggung jawab, Ma. Saka akan membela NKRI sampai titik darah penghabisan. Saka juga akan membela kaum lemah dan mengayominya, termasuk melindungi Mama dari orang-orang jahat," tukas Sakala serius.

     Syafana tersenyum kecil dengan ucapan Sakala barusan diakhiri gelengan kepala.

     "Tapi, mama tetap tidak setuju, Sayang. Mama takut kamu tidak kuat atau tidak mampu," balas Syafana meragukan.

     "Mama jangan ragukan Saka. Mama tidak lihat kalau Saka sehari-hari fisiknya kuat, setiap hari setelah sholat subuh, Saka berangkat untuk berlari dan mengolah tubuh. Semua demi mimpi Saka ingin menjadi seorang prajurit TNI," kukuhnya tidak bisa diganggu gugat.

     Akan tetapi tetap saja Syafana menggeleng. Semakin Syafana menolak, semakin Sakala memaksa.

     "Tapi kenapa, Ma. Kenapa Mama tidak suka kalau Saka menjadi prajurit? Jelaskan satu penjelasan yang bisa membuat Saka paham dan masuk akal!" Sakala balik mempertanyakan kenapa sang mama tidak setuju dirinya menjadi prajurit.

     "Mama tidak ada alasan lain selain takut kamu tidak mampu saat menjalankan pendidikan militer nanti. Pendidikan militer itu berat, Sayang," bujuk Syafa lagi setengah mengiba memperlihatkan perasaan was-was terhadap Sakala.

     "Kalau Saka belum coba, Saka tidak tahu di mana kemampuan Saka. Pokoknya Saka tetap mau daftar tentara," kukuhnya lagi sembari berlalu.

     Syafana tidak mengejar atau protes lagi. Sakala memang selalu ngotot jika menyangkut keinginannya untuk menjadi anggota TNI, bahkan sikap dan bakatnya sebagai prajurit TNI, sudah terlihat sejak Saka SD. Saka selalu rajin berolah raga dan melatih dirinya di setiap kesempatan.

     Syafana bingung harus memutuskan apa tentang keinginan Saka tersebut, sementara saat ini, dia begitu muak dengan yang namanya tentara akibat kesalahan satu orang, yakni Dallas.

     Meskipun Saka tidak disetujui mendaftar prajurit TNI, akan tetapi Sakala tetap ngotot, bahkan ia saat ini sudah mempersiapkan segala persyaratannya via online, sebab mendaftar calon prajurit Tamtama, saat ini sudah bisa lewat online.

     Syafana sudah tidak bisa melarang lagi, saat Sakala sudah meraih tangannya dan menariknya untuk dicium lalu berpamitan. Di sana Sakala meminta doa sejenak dengan penuh rasa haru.

     "Meskipun Mama tidak merestui Saka untuk mendaftar jadi prajurit TNI, Saka tetap meminta doa Mama, agar Saka bisa berhasil," ujarnya sebelum berangkat dengan motornya menuju sebuah kesatuan di mana pendaftaran prajurit Tamtama itu diadakan.

     "Ya ampun, Nak. Kamu begitu nekad. Kenapa kamu berpendirian kuat ingin menjadi prajurit TNI, sementara hati mama saat ini belum sembuh oleh seseorang yang berprofesi sebagai prajurit TNI?" gumam Syafa sedih sembari menatap kepergian sang putra.

     "Sayang, tunggu," tahan Syafana mengejar Sakala yang baru saja menyalakan motornya. Saka menoleh lalu menatap sang mama.

     "Iya, Ma?"

     Syafana menatap lama sang putra dengan lekat. "Kalau Saka tetap teguh ingin menjadi seorang prajurit TNI, Saka harus ingat pesan mama. Identitas Saka harus disesuaikan dengan identitas KK abah dan emak. Saka anak abah dan emak secara hukum perdata. Jadi, identitas Saka mengikuti Kartu Keluarga abah dan emak," tandas Syafa menekankan.

     "Saka mengerti, Ma. Papa Saka, kan sudah meninggal sejak Saka berada dalam kandungan." Saka menambahkan. Ketika harus membahas papa Saka yang sudah meninggal, tiba-tiba Syafana terlihat sedih dan emosional.

     Saka menduga kalau sang mama justru sedih karena kehilangan sang papa. Saka menduga, begitu besar cinta sang mama kepada almarhum sang papa, yang Saka tidak tahu seperti apa sebenarnya wajah sang papa, sebab selama ini, Saka tidak pernah diberitahukan foto sang papa seperti apa.

     "Baiklah, Saka pergi, ya, Ma. Saka tidak ingin terlambat di kesatuan. Mama jangan sedih lagi kalau sedang ingat papa. Lebih baik kita doakan papa yang terbaik, supaya kita bisa berjumpa lagi kelak di akhirat," tutur Saka dewasa, sembari mengakhiri pembicaraannya dengan sang mama.

     "Assalamualaikum, Saka pergi, Ma." Saka pun pergi, tanpa goyah atas sikap sang mama yang sempat kurang setuju dirinya daftar sebagai prajurit TNI.

     Kini langkah Saka mantap memasuki sebuah gerbang yang di atasnya ada sebuah tulisan nama kesatuan dan lambang kesatuan. Kesatuan yang hari ini mengadakan pembukaan calon Tamtama atau Catam PK. Meskipun awal karirnya harus diawali sebagai prajurit terendah, akan tetapi Saka tetap tidak patah semangat. Tamtama hanyalah sebuah jenjang karir, jika ia ingin cepat naik pangkat, kelak bisa ikutan sekolah lagi untuk bisa naik pangkat lebih cepat, pikirnya simple.

     Saka benar-benar menjelma menjadi seorang pemuda yang selain cerdas dan pandai, juga tampan. Ketampanannya bahkan saat ini menjadi perbincangan di kalangan personil atau anggota di kesatuan yang saat ini Saka datangi.

     "Catam itu mirip banget dengan Pak Kapten. Kembarannya kali, ya?" desas-desus itu terdengar begitu saja, tapi Saka tidak peduli, ia menganggapnya biasa saja, sebab di dunia ini saja setiap orang katanya memiliki tujuh kembaran diberbagai belahan dunia.

     "Dek, kamu tampan kali. Wajahmu mengingatkan abang pada seseorang personil di kesatuan ini. Kamu ternyata memiliki kembaran," celoteh salah satu anggota personel di kesatuan ini sembari mengamati wajah Saka.

     Saka membalas cuitan anggota itu dengan senyuman dan sikap ramah.

     Tidak berapa lama, calon prajurit Tamtama diseru untuk berkumpul dan berbaris di lapangan sesuai nomer yang sudah diberikan tadi saat mereka mengambil nomer pendaftaran calon siswa Tamtama di bagian pendaftaran.

     Satu per satu nomer pendaftaran siswa dipanggil. Yang dipanggil segera diukur tinggi badan dan berat badan. Jika tinggi dan beratnya ideal, maka mereka lolos di tingkat pertama.

     "Nomer 20," panggil panitia penyelenggara yang ternyata nomernya Saka. Saka berjalan menuju pantia penyelenggara, lalu berdiri di bawah mistar pengukur tinggi badan. Saka berhasil lolos di tingkat pertama, karena tinggi badan dan berat badannya ideal.

     "Nama kamu siapa?" tanya salah satu penyelenggara dengan tegas.

     "Siap, Sakala Pratama," jawab Sakala tegas juga. Saat Sakala menyebutkan namanya dengan lantang, semua sorot mata mengarah padanya, mereka kembali berbisik-bisik. Bahkan salah satu anggota di sana menatap lekat ke arah Sakala dengan debaran jantung yang tiba-tiba kencang tidak karuan. Dia seperti merasakan kontak batin.

     Siapakah itu?

1
Irma Minul
luar biasa 👍
Lina Zascia Amandia: Terimakasih byk Kak...
total 1 replies
Atik R@hma
benerjg als saran mbmu, buntuti si syafana😂😂
Lina Zascia Amandia: Makasih Kak udah hadir.... selamat pagi.... sehat selalu.
total 1 replies
Lee
Semangat Sakala ,syukurlah ada kesempatan kedua smoga brhasil 💪💪
Lee
Sayang skali Sakala gugur pdhl tinggal 2 lngkah lg
Lina Zascia Amandia: Iya nih... duh blm bisa mamir nih...
total 1 replies
Lee
Sepertinya itu Dallas ya..🤔
Lina Zascia Amandia: Hehehej
total 1 replies
rachma yunita
mantan istri dari mantan suaminya..
Lee
Semangat ya Syafa semoga ada pria baik yang bisa menerimamu apa adanya,..semangat jg bwt autor 💪💪🤗
Lee
2 iklam mendarat ya kak Lina. semnagattt nulis 💪💪
Lina Zascia Amandia: Waduhh.... mksh byk Kak. Semangat buat Kak Anita...
total 1 replies
Lee
Jngan mau balikan sma Dallas ya Syafa
Lee
Haduhh...kasihan bangt sih nasib Syafa, kurang ajar itu Dallas pngen ku gilas saja pke papan cucian 🙄
HarryJu
Lanjut
Lee
Kasihan Syafana ya, apakah Dallas bkal tanggung jawab?
jejak dlu ka ya Lina, iklan mndarat salam dari Sebatas Istri Simpanan.. 🤗
Lina Zascia Amandia: Siap Kak, mksh byk. Berharap karya ini dpt bab terbaik.
total 1 replies
Atik R@hma
Yups betul mb, ponakanmu😁😁
Lina Zascia Amandia: Hehheehe....
total 1 replies
rachma yunita
up lanjutannya dong Thor...
Lina Zascia Amandia: Siap Kak, sedang OTW nih.
total 1 replies
Atik R@hma
mesti bpknya, lgi donk up😁😁
Lina Zascia Amandia: Siap, nanti ya Kak. Ajak dong Kak teman2nya biar baca karya ini. Sepi nih, hehhe...
total 1 replies
Atik R@hma
tak tunggu ka, samala plek ketiplek ayakbya si Dallas😅
Lina Zascia Amandia: Iya Kak, trmksh dukungannya.
total 1 replies
HarryJu
Semangat Kak...
Lina Zascia Amandia
Ayo dong guys dukungannya.
rachma yunita
lanjutin Thor..
Lina Zascia Amandia: Baik ditungguin ya. Mksh kehahadirnnya.
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!