NovelToon NovelToon
Terjebak Cinta Anak Duda Kaya

Terjebak Cinta Anak Duda Kaya

Status: sedang berlangsung
Genre:Menikah Karena Anak / Trauma masa lalu / Keluarga / Diam-Diam Cinta / Romantis / Ibu Pengganti
Popularitas:16.5k
Nilai: 5
Nama Author: Shalema

Kanara, enam tahun, memilih diam dan takut pada cermin.

Nura datang hanya untuk menolong, tapi malah terikat pada Elang, ayah Kanara, duda kaya yang menyimpan luka dan penyesalan.

Di antara tangisan dan kasih yang tumbuh perlahan, cinta hadir tanpa rencana. Namun saat masa lalu mulai terkuak, Nura harus memilih, pergi untuk melindungi diri atau bertahan mencintai dua hati yang sama-sama terluka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shalema, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dinding pengorbanan

Hujan yang sejak tadi tertahan di langit Jakarta akhirnya tumpah, seolah ikut merayakan kehancuran di hari Nura. Ia berjalan keluar dari rumah Elang tanpa payung, tanpa arah, dan tanpa menoleh sedikit pun. Setiap langkahnya terasa berat, namun suara tajam Bu Sofia dan tatapan menghina Pak Darmawan terus mendorongnya menjauh.

Ia menghentikan taksi di pinggir jalan, duduk di kursi belakang dengan tubuh yang gemetar hebat. Supir taksi sempat melirik dari kaca spion, melihat seorang wanita muda yang basah kuyup dengan tatapan kosong, namun dia memilih diam.

Sesampainya di rumah kontrakan yang sudah ia tinggalkan berbulan-bulan, Nura kesulitan karena tangannya yang bergetar.

Klik

Pintu terbuka dari dalam. “Ya ampun, Ra! Ada apa?! Kenapa kamu basah-basahan begini?” Seru Zoya, merangkul bahu Nura dan membawanya masuk.

Zoya segera mengganti pakaian Nura yang basah kuyup dengan kaus kering, lalu menyodorkan segelas teh jahe hangat.

Nura duduk meringkuk di atas kasur tipis mereka, menyandarkan kepalanya pada dinding beton yang dingin. Matanya sembab, merah dan tatapannya kosong menghadap jendela yang buram oleh uap air.

“Minum dulu, Ra. Kamu bisa sakit kalau begini terus,” ucap Zoya lembut, duduk di sampingnya. Nura menerima gelas itu, namun tangannya masih gemetar.

“Ra, tumpahkan semuanya jangan ditahan-tahan,” ucap Zoya setelah Nura meminum teh jahenya. Ia memeluk sahabatnya itu erat-erat.

Nura tersedu di bahu Zoya, suaranya parau dan putus-putus. “Aku mencintainya, Zoy… Aku benar-benar mencintainya. Tapi kehadiranku justru menghancurkannya. Fotonya, beritanya… mereka bilang aku racun untuk karirnya. Pak Darmawan mengancam akan menutup semua jalanku kalau aku tetap tinggal.”

Zoya mengusap-usap punggung Nura. “Mereka jahat, Ra. Mereka nggak melihat apa yang sudah kamu lakukan untuk Kanara.

“Bukan itu yang paling menyakitkan, Zoy,” Nura mendongkak, wajahnya pucat pasi. “Yang paling sakit adalah melihat Mas Elang berjuang sendirian melawan orang tuanya sementara aku cuma bisa berdiri di sana sebagai bebannya. Kanara… bagaimana kalau Kanara bangun besok pagi dan nggak menemukanku? Aku sudah janji tidak akan menghilang, Zoy. Aku sudah janji.”

Nura memukul dadanya sendiri, mencoba meredakan sesak yang mencekik. “Aku kembali menjadi Nura yang dibuang lagi, Zoy. Seperti dulu ibu membuangku ke panti karena aku beban duka baginya. Sekarang, aku pergi karena aku beban bagi masa depannya Mas Elang. Kenapa aku nggak pernah punya tempat untuk benar-benar menetap?”

Zoya menarik napas panjang, mencoba memberi kekuatan. “Nura, dengerin aku. Kamu pergi bukan karena kamu dibuang, tapi karena kamu memilih untuk melindungi mereka. Itu beda. Dan kamu harus tahu, Pak Elang bukan pria yang mudah menyerah. Dia nggak akan berhenti mencarimu. Dia tahu alamat ini.”

“Aku akan menghilang kalau perlu,” sahut Nura lemah. “Semakin dia mengejarku, semakin orang tuanya akan menghancurkannya. Aku lebih baik hilang dari dunianya, daripada melihat dia kehilangan namanya, Wiratama, hanya karena terapis miskin sepertiku.”

“Tapi, bagaimana dengan dirimu, Ra?” tanya Zoya retoris. “Hatimu sekarang di sana. Kanara… kamu betul-betul sanggup meninggalkan anak itu?”

Mendengar nama Kanara, Nura terisak lagi. “Aku sudah mematahkan hatinya, Zoy. Aku sudah menjadi orang yang kesekian yang meninggalkannya. Aku wanita paling jahat di dunia ini…”

Malam itu, di kontrakan kecil yang dingin, Nura mematikan ponselnya. Ia ingin menghilang, namun di setiap hembusan napasnya, bayangan tawa Kanara dan hangatnya genggaman tangan Elang terus menghantuinya.

**********

Hujan belum juga reda di langit Jakarta saat Elang memacu mobilnya dengan membabi buta. Pikirannya kacau. Bayangan Nura yang melepas genggamannya dengan tatapan hancur di depan orang tuanya, terus menghantuinya. Ia tidak peduli dengan rapat direksi, tidak peduli dengan berita utama yang menghiasi portal berita, ia hanya perlu menemukan oksigennya kembali.

Elang menghentikan mobilnya tepat di depan kontrakan Nura. Ia keluar tanpa payung, membiarkan tubuhnya basah kuyup dalam sekejap.

“Nura! Buka pintunya, Nura!” teriak Elang. Suaranya parau, bersaing dengan suara guntur yang menggelegar.

Di dalam, Nura tersentak. Ia mengenali suara itu. Suara yang paling ingin ia dengar sekaligus paling ingin ia hindari. Ia menutup mulutnya dengan tangan, berusaha menahan isak tangis agar tidak terdengar keluar. Zoya yang berdiri dekat pintu menatap Nura dengan cemas.

“Nura, aku tahu kamu di dalam! Tolong jangan lakukan ini padaku. Jangan biarkan mereka menang dengan memisahkan kita!” Elang memukul pintu itu lagi, kali ini lebih pelan, seolah kekuatannya mulai habis.

“Mas, pulang…,” bisik Nura dari balik pintu, nyaris tidak terdengar.

Meskipun detak jantungnya berpacu hebat mendengar suara Elang dari balik pintu, Nura justru semakin merapatkan punggungnya ke kayu pintu. Ia memejamkan mata, air matanya tidak berhenti mengalir.

“Nura, buka pintunya! Aku tidak peduli dengan perusahaan itu, aku tidak peduli dengan ancaman Ayah! Aku hanya ingin kamu!” Elang kembali menghantam pintu dengan telapak tangannya. Suaranya terdengar hancur, sebuah nada yang tidak pernah ia tunjukkan kepada siapa pun.

Nura menutup telinganya, seolah dengan begitu ia bisa menghentikan rasa sakit yang menghujam dadanya. “Itu masalahnya, Mas! Mas tidak peduli, tapi aku peduli! Mas punya tanggung jawab besar. Mas punya ribuan karyawan yang bergantung pada Mas. Dan yang paling penting… Mas punya Kanara.”

“Justru karena Kanara aku di sini, Nura! Dia menangis mencarimu!” teriak Elang putus asa.

“Dia menangis sekarang, tapi dia akan hancur melihat Ayahnya dihinakan oleh seluruh negeri karena aku!” Nura balas berteriak, melepaskan sesak di dadanya. “Aku ini hanya orang asing, Mas. Aku hanya bagian penyembuhan yang sudah selesai. Jangan hancurkan masa depan Kanara, hanya demi wanita yang bahkan tidak punya masa lalu yang bisa dibanggakan.”

Di luar, Elang terdiam. Hujan menyamarkan air mata yang ikut jatuh di pipinya. Ia bisa merasakan dinding yang dibangun Nura kali ini bukan lagi sekedar dinding profesional tapi dinding kokoh pengorbanan yang keras.

“Jadi, ini keputusanmu?” suara Elang merendah, terdengar sangat letih. “Kamu lebih memilih aku dan Kanara mati pelan-pelan di rumah itu daripada berjuang bersama?”

Nura tidak menjawab. Isakannya tertahan di tenggorokan.

“Baik,” ucap Elang lirih. “Aku akan pergi. Tapi, ingat satu hal, Nura. Kamu bisa pergi dari rumahku, kamu bisa mengunci pintu ini, tapi kamu tidak akan pernah bisa mengunci kenyataan bahwa kamu adalah satu-satunya alasan aku masih berjuang. Jadi, aku tidak akan menyerah begitu saja.”

Nura mendengar suara mesin menderu keras kemudian hilang ditelan kegelapan malam.

Suasana mendadak menjadi sunyi, hanya menyisakan suara tetesan air dari atap kontarakan. Nura merosot ke lantai, tubuhnya lemas. Zoya mendekat, memeluk Nura tanpa berkata apa-apa.

“Aku melakukan hal yang benar, kan, Zoy? bisik Nura kosong. “Dia dan Kanara akan membenciku lalu melupakanku. Hidup mereka akan normal lagi, mereka akan baik-baik saja.”

Zoya hanya menghela napas sedih. “Kadang melakukan hal yang benar rasanya lebih menyakitkan daripada melakukan kesalahan, Ra.”

1
Rivella
bisa bisa jatuh cinta nnti klo bgini🤣
Rivella
astaga separah itu 😭
-Thiea-
kemajuan yang sangat besar. semoga kanara segera lepas dari traumanya. so sweet banget deh kanara. 😘
-Thiea-
cemburu bos mu. mulai pocecip..
Alessandro
bpknya trll menjaga citra... elang berasa ceo boneka.
Alessandro
wah ada yg mengintai....
hati2 elang ada yg akan menjatuhkanmu.
PrettyDuck
ada banyak orang tua yang ngejar materi dgn alasan untuk membahagiakan anak memang 🥲
PrettyDuck
bundir? punya penyakit mental apa dia tor?
PrettyDuck
tari ini emang udah sakit kah? kenapa dia merasa akan hilang?
imel
apakah Kanara anaknya Aditya?
suryani duriah
khan2 jangan2 kanara🤔aditya jahat bgt 😔
Nuri_cha: jadi ada 2 kemungkinan ya kak... 😅
total 1 replies
GreenForest
setidaknya sekarang Kanara nggak akan kehilangan Nura. dan Nura jangan kau goyah lagi lalu menghilang 🤣
GreenForest
Nara mau puny adek ini
Ayank~Oma
ternyata si Siska ini orang jahat yg di bayar untuk merusak pikiran kanara.
Ayank~Oma
si Aditya jadi kian mencurigakan. sepertinya ada rahasia tersembunyi yg diketahui kanara tentang Aditya
Addb_Rh
Aduhh Nura, suami mu ini lho udah pengalaman, dan sangat pro..
Khan... aku juga jadi ikutan.. ba...s...ah... 😌
Addb_Rh
Nura, kata ku teh kalo di dalam sangkar emas terdapat pria tampan dengan limpahan cinta dan kemewahan. Kenapa gak, iya kan. 😌

eh ortu Elang, aku karungin aja deh, brisik bgt dah😩
Meee
Mak, beberapa kali katanya? Gak bisa jalan lah si Nura nanti 🤣
Rivella
ksihan bngt sumpahh😭😭
Rivella
kasihan bngt si Nura. trnyta dia pernah berada di posisi Kanara
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!