NovelToon NovelToon
Bersinar Lah Bersama Matahari

Bersinar Lah Bersama Matahari

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Mengubah Takdir / Menjadi Pengusaha
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Mbak Ainun

Penasaran dengan ceritanya yuk langsung aja kita baca

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mbak Ainun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 13: Garis di Atas Pasir

BAB 13: Garis di Atas Pasir

Dinginnya subuh di pertengahan Januari 2026 tidak lagi membuat Nayla menggigil. Justru, panas yang memancar dari empat kompor tekanan tinggi di rukunya memberikan kehangatan yang ia butuhkan. Namun, kehangatan itu tidak mampu mencairkan suasana beku antara dirinya dan ibunya sejak pertengkaran soal perhiasan emas minggu lalu. Nayla tahu, untuk melangkah menuju target sepuluh ribu bungkus per minggu bagi Indo-Retail, ia tidak bisa lagi bekerja dengan sistem kekeluargaan yang longgar. Ia butuh disiplin baja.

Pukul tujuh pagi, saat sinar matahari mulai menyelinap masuk lewat celah ventilasi ruko, Nayla mengumpulkan seluruh karyawannya. Namun, kali ini ada dua orang baru di barisan. Mereka bukan tetangga gang, melainkan anak muda lulusan SMK akuntansi dan manajemen yang Nayla rekrut melalui pengumuman resmi.

"Mulai hari ini, manajemen stok dan keuangan tidak lagi dipegang secara manual oleh saya atau keluarga saya," buka Nayla dengan suara tenang namun otoriter. "Kenalkan, ini Ranti yang akan memegang administrasi dan stok, dan Bagas yang akan mengawasi kontrol kualitas di bagian produksi. Semua pengeluaran, sekecil apa pun, harus lewat persetujuan Ranti dan tercatat di sistem."

Ibu Nayla, yang berdiri di barisan belakang dengan celemeknya, tampak tersentak. Wajahnya memerah. Ia merasa posisinya sebagai "ibu pemilik usaha" mulai digeser oleh anak-anak muda yang baru datang kemarin sore.

"Nay, maksudnya apa? Jadi Ibu mau ambil uang buat belanja harian saja harus izin ke anak kecil ini?" tanya ibunya dengan nada tidak percaya, menunjuk Ranti yang tampak kikuk.

Nayla menarik napas panjang. Ia sudah menduga ini akan terjadi. "Bukan begitu, Bu. Ibu tetap mendapatkan gaji dan pembagian keuntungan bulanan yang sudah kita sepakati. Tapi uang di laci ruko ini adalah uang perusahaan. Kita harus profesional kalau tidak mau bangkrut di tengah jalan. Indo-Retail akan melakukan audit bulan depan, dan kita harus punya catatan keuangan yang bersih."

Suasana ruko mendadak sunyi. Para tetangga yang bekerja di sana hanya bisa menunduk, tidak berani ikut campur dalam drama keluarga sang majikan. Ibunya tidak menjawab, ia hanya melempar serbetnya ke meja dan berjalan keluar ruko dengan langkah seribu. Nayla merasakan cubitan di hatinya, namun ia memaksakan diri untuk tetap berdiri tegak. Ia sedang menggambar garis di atas pasir; batas antara cinta keluarga dan tanggung jawab profesional.

Kesibukan produksi segera dimulai. Mesin-mesin menderu lebih keras dari biasanya. Bagas, si pengawas kualitas baru, mulai bekerja dengan sangat teliti. Ia tidak segan-segan menolak satu wadah besar bakso goreng karena warnanya yang sedikit terlalu gelap.

"Mbak Nayla, suhu minyak di penggorengan nomor tiga tadi sempat naik terlalu tinggi. Teksturnya jadi sedikit keras di bagian dalam. Ini tidak bisa masuk ke kemasan standar Indo-Retail," lapor Bagas tegas.

Nayla melihat tumpukan basreng yang ditolak itu. Nilainya hampir lima ratus ribu rupiah. Dulu, ia mungkin akan tetap membungkusnya untuk menghemat biaya. Tapi sekarang, ia mengangguk setuju. "Pisahkan. Masukkan ke plastik tanpa merek, jual sebagai barang sisa atau bagikan ke panti asuhan. Jangan pernah campur dengan produk utama kita."

Ketegasan Nayla mulai membuahkan hasil. Dalam waktu seminggu, efisiensi kerja meningkat pesat. Tidak ada lagi stok yang hilang misterius atau bumbu yang terbuang percuma. Namun, di balik kesuksesan operasional itu, rumah Nayla terasa seperti medan perang yang dingin. Ibunya tidak lagi bicara padanya, dan Maya terus mengeluh karena uang jajannya kini dibatasi oleh sistem "penggajian" yang ditetapkan Nayla.

Suatu malam, saat Nayla sedang mengecek resi pengiriman pertama untuk seribu bungkus yang akan dikirim ke gudang pusat Indo-Retail, ayahnya mendekat. Beliau mendorong kursi rodanya ke dekat meja kerja Nayla.

"Nay, Ayah tahu apa yang kamu lakukan itu benar," bisik ayahnya. "Ibumu hanya butuh waktu. Dia belum terbiasa melihat anaknya menjadi pemimpin yang tegas. Selama ini dia menganggap bisnis ini hanya 'warung' yang diperbesar, padahal ini sudah jadi 'perusahaan'."

Nayla meletakkan pulpennya, matanya terasa panas. "Nayla sayang Ibu, Yah. Tapi Nayla tidak mau kita kembali ke gang sempit itu lagi. Nayla tidak mau dikejar-kejar penagih utang lagi. Kalau Nayla tidak tegas sekarang, ribuan bungkus basreng ini hanya akan jadi tumpukan sampah kalau ditolak oleh ritel besar."

Ayahnya memegang tangan Nayla. "Teruslah bersinar, Nay. Matahari memang sering dianggap kejam karena panasnya, tapi tanpa panas itu, tidak akan ada kehidupan. Jaga integritasmu, itu modal terbesarmu."

Dukungan ayahnya menjadi bahan bakar baru bagi Nayla. Keesokan harinya, truk besar berlogo Indo-Retail berhenti di depan ruko. Proses pemuatan barang dilakukan dengan rapi. Seribu bungkus Basreng Matahari dengan kemasan baru yang elegan, segel hologram, dan kode QR yang berfungsi sempurna, kini resmi berangkat menuju rak-rak supermarket di seluruh kota.

"Kesuksesan bukan hanya soal berapa banyak uang yang masuk ke rekening, tapi soal seberapa berani kita mempertahankan prinsip di tengah tarikan emosi keluarga. Menjadi pemimpin berarti siap untuk tidak disukai, demi memastikan semua orang yang bergantung padamu tetap bisa makan. Hari ini, truk itu membawa pergi keraguan saya, dan menggantinya dengan tanggung jawab yang jauh lebih besar. Kami bukan lagi sekadar pengusaha rumahan. Kami adalah Matahari Food, dan cahaya kami mulai menembus dinding-dinding kaca kota."

Nayla melihat matahari terbit yang memantul di kaca truk ekspedisi yang lewat. Ia merasa takdirnya kini sudah tidak bisa dibendung lagi.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!