NovelToon NovelToon
TERIKAT PERNIKAHAN DENGAN KAPTEN CANTIK

TERIKAT PERNIKAHAN DENGAN KAPTEN CANTIK

Status: sedang berlangsung
Genre:Menikahi tentara / Pernikahan Kilat / CEO / Dijodohkan Orang Tua / Cinta setelah menikah / Romansa
Popularitas:11.5k
Nilai: 5
Nama Author: Mutia Kim

Ravela Natakusuma, seorang kapten TNI-AD, tiba-tiba harus menerima perjodohan dengan Kaivan Wiratama, seorang CEO pewaris perusahaan besar, demi memenuhi permintaan ayah Kaivan yang tengah kritis.

Mereka sepakat menikah tanpa pernah benar-benar bertemu. Kaivan hanya mengenal Ravela dari satu foto saat Ravela baru lulus sebagai perwira yang diberikan oleh Ibunya, sementara Ravela bahkan tak tahu wajah calon suaminya.

Sehari sebelum pernikahan, Ravela mendadak ditugaskan ke Timur Tengah untuk misi perdamaian. Meski keluarga memintanya menolak, Ravela tetap berangkat sebagai bentuk tanggung jawabnya sebagai abdi negara.

Hari pernikahan pun berlangsung tanpa mempelai wanita. Kaivan menikah seorang diri, sementara istrinya berada di medan konflik.

Lalu, bagaimana kisah pernikahan dua orang asing ini akan berlanjut ketika jarak, bahaya, dan takdir terus memisahkan mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mutia Kim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Beri waktu

Ravela mengerjapkan matanya, menyesuaikan pandangan dengan cahaya pagi yang masuk ke tenda.

Saat melihat jam di ponselnya, ia terkejut, sudah hampir jam enam pagi. Sebagai seorang TNI, ia terbiasa bangun sangat pagi dan disiplin adalah prinsipnya.

Seharusnya pukul setengah lima ia sudah bangun, tapi entah kenapa semalam Ravela bisa tidur lebih lama.

“Astaga, kenapa aku bisa telat bangun begini!” gumam Ravela, masih setengah tidak percaya pada dirinya sendiri.

Tiba-tiba terdengar derap langkah dari luar tenda Ravela yakin itu pasti Kaivan. Ia langsung pura-pura tertidur lagi, membungkus tubuhnya rapat dengan selimut, memunggungi arah masuk tenda. Ravela belum siap bertemu Kaivan.

Kaivan berjalan masuk ke tenda tempat Ravela tertidur sambil membawa dua cangkir berisi kopi. Ia tersenyum kecil saat melihat Ravela membungkus tubuhnya seperti kepompong.

Kaivan tahu wanita itu pasti sudah terbangun, karena tidak mungkin seseorang masih tidur tapi bisa membungkus diri begitu rapi.

Dengan langkah pelan, Kaivan mendekat, ingin sedikit mengerjai istrinya. Ia mencondongkan tubuh dan mengecup kening Ravela.

Saat ini wajah Kaivan hanya beberapa sentimeter dari wajah Ravela. Wanita itu terkejut dan langsung membuka mata.

“Apa yang Mas lakukan?” tanya Ravela langsung terduduk.

“Apa? Aku hanya ingin membangunkan mu,” elak Kaivan.

Ravela menatap Kaivan tajam, kesal karena keningnya dicium. Refleks, tangannya meraba tubuhnya sendiri, memastikan tidak ada yang aneh atau mencurigakan terjadi semalam.

Sebagai seorang tentara, ia terbiasa waspada dan instingnya tak pernah salah, namun semalam ia benar-benar tertidur lelap hingga tak menyadari apapun.

Kaivan mengerutkan kening, memperhatikan sikap Ravela. "Kenapa?" tanyanya.

Ravela tetap diam, menenangkan diri. Melihat pakaiannya masih utuh dan tidak ada bekas apa pun, ia pun merasa lega. ”Syukurlah,” gumamnya pelan.

Kaivan masih bingung dengan tingkah aneh istrinya. “Ada yang hilang?” tanyanya lagi, memastikan.

“Tidak ada,” jawab Ravela singkat dan dingin.

“Kalau begitu, kenapa bersikap seperti itu?” tanya Kaivan sambil menyeruput kopinya.

“Hanya memastikan tidak ada yang berbuat hal-hal tidak senonoh semalam,” jawab Ravela, membuat Kaivan tersedak kopinya.

“Uhuk-uhuk!” Kaivan memukul-mukul dadanya, tersedak oleh ucapan istrinya.

Awalnya Ravela hanya diam. Namun melihat wajah Kaivan yang memerah membuatnya tidak tega dan bergegas menghampiri Kaivan sembari menepuk punggung Kaivan.

Kaivan senang bukan main, kala Ravela datang menghampirinya. Meskipun harus merasakan sakit Kaivan rela, jika itu bisa membuat Ravela memberikan sedikit perhatian kepadanya.

Ravela memberikan air mineral yang ada atas meja. Membuat Kaivan merasa lebih baik, Ravela segera menjauh saat Kaivan sudah kembali seperti sediakala.

Kaivan menatap Ravela yang membuang pandangannya kearah lain, "Terima kasih Vel,” ujar Kaivan.

Ravela hanya diam saja, tidak menanggapi ucapan Kaivan. Kaivan lagi-lagi harus bersabar menghadapi sikap dingin Ravela.

Ravela ingin keluar dari tenda namun tangannya sudah di cegah Kaivan. “Tunggu sebentar, Vel.”

“Ada apa?” Ravela menatap datar Kaivan.

Kaivan menangkup kedua bahu Ravela. "Aku tahu, tidak mudah untuk kamu menerimaku. Aku bukan laki-laki sempurna untuk wanita seistimewa kamu. Tapi aku janji, aku tidak akan pernah menyakiti kamu. Aku ingin kita mulai ini dari awal. Aku tidak akan memaksa kamu segera menerimaku, tapi jangan menutup diri dan menjauhi aku," ucapnya dengan nada memohon.

Ravela benar-benar bingung harus menjawab apa. Ia menatap mata Kaivan dan bisa melihat ketulusan serta kesungguhan di sana.

Namun memaafkan dan membuka hati bukanlah hal mudah baginya. Ravela ingin tahu seberapa besar perjuangan Kaivan untuk meluluhkan hatinya, dan ia butuh waktu untuk memastikan bahwa Kaivan berbeda dari laki-laki yang pernah singgah dalam hidupnya.

"Beri aku waktu Mas," ujar Ravela.

Kaivan tersenyum. Hatinya bahagia, karena selama Ravela masih memberinya kesempatan, ia akan terus berusaha.

Selama Ravela tidak menutup hati dan membencinya, Kaivan siap menunggu seberapa lama pun, untuk membuatnya yakin bahwa ia pantas menjadi pendampingnya.

Kaivan mengangguk cepat. “Aku siap menunggu, Vel, asalkan kamu mau memaafkan ku dan membuka hati untukku,” ujarnya.

Pukul 8 pagi, Kaivan mengambil mobil kantornya yang memang dipakai untuk proyek disini untuk mengantarkan Ravela ke posko utama.

Kaivan membuka pintu mobil, memberi isyarat agar Ravela masuk. Sebelum masuk, tiba-tiba Sandy memanggil Kaivan.

“Anda mau kemana, Pak?” tanya Sandy.

“Ada berkas yang harus saya ambil di posko utama, jadi sekalian saja Kapten Ravela ikut. Kebetulan kapten juga memang akan kembali ke sana,” jawab Kaivan.

Sandy mengalihkan pandangannya ke arah Ravela, “Lho kapten Ravela, kenapa Anda masih di posko sini? Semalam setahu saya semua prajurit anda sudah balik ke posko utama,” tanyanya bingung.

“Semalam saya masih ada urusan di sini, makanya saya tidak ikut balik,” jawab Ravela berbohong.

Sandy mengangguk, tampak percaya, lalu tersenyum tipis. “Baik, hati-hati di jalan ya Pak... Kapten...”

Kaivan dan Ravela masuk ke mobil. Kaivan mulai melajukan mobil meninggalkan posko itu.

Di dalam mobil, suasana kembali sunyi. Tidak ada percakapan, hanya suara mesin dan jalan yang mereka lewati. Ravela menatap lurus ke depan, sementara Kaivan fokus menyetir.

Dua puluh menit kemudian, mobil memasuki area posko utama. Ravela hendak membuka pintu, namun Kaivan menahan gerakannya.

Kaivan memberikan ponselnya kepada Ravela, agar istrinya menuliskan nomornya disana.

“Maksudnya?” tanya Ravela heran karena Kaivan memberikan ponselnya.

“Tulis nomormu disana,” pinta Kaivan.

Ravela menurut, ia sedang tidak ingin bertengkar. Ia juga sudah berjanji membuka hatinya untuk Kaivan.

Ravela mengambil ponsel yang ada ditangan Kaivan. Lalu membukanya, betapa terkejutnya Ravela, saat melihat fotonya terpampang dilayar utama ponsel Kaivan, foto itu diambil secara candid.

Seingat Ravela foto itu saat dirinya sedang bermain bersama anak-anak di posko pengungsian.

Ravela mengernyitkan dahi, menatap kearah Kaivan meminta penjelasan. Namun Kaivan hanya mengedikan bahunya.

Ravela tidak ingin ambil pusing hal itu, ia segera menuliskan nomornya disana. Lalu memberikan ponsel itu kembali kepada Kaivan. Kemudian turun dari mobil, diikuti Kaivan.

Ravela kembali terhenti, saat tiba-tiba Kaivan berjalan disisinya dan membisikan sesuatu, yang membuat tubuh Ravela menegang.

“I love you,” bisik Kaivan. Ravela menatap tajam Kaivan, lalu melihat sekeliling mereka, beruntung tidak ada orang yang memperhatikan mereka.

Ravela benar-benar gugup dan menjadi salah tingkah, ia berjalan cepat meninggalkan Kaivan yang tersenyum menatap kearahnya.

“Astaga, apa-apaan dia. Sudah berapa wanita yang dia rayu?” gumam Ravela sambil menepuk-nepuk pipinya yang terasa panas.

Ravela menghembuskan napas pelan, berusaha menormalkan detak jantungnya. Belum sempat melangkah jauh, Kirana datang menghampirinya.

“Komandan, balik ke sini sama siapa?” tanyanya.

“Oh, tadi sama Mas Kai. Kebetulan ada berkas yang dia mau ambil disini, jadi aku ikut saja,” jawab Ravela.

Kirana manggut-manggut. “Oh gitu... Ya sudah, ayo. Ada tugas yang harus kita kerjakan.”

Ravela mengangguk. Tanpa berkata apa-apa lagi, ia langsung melangkah mengikuti Kirana.

1
Sunaryati
Kaivan jadi gak bisa tidur nik kebayang istri
Dara afifa
Selalu suka bca novel dan cs mu thor
Gina Amara
Jdi teringat drakor DOTS, tpi ini versi tentara cewek 🥰
Raja Tampan
tinggal kaivan yg blm selesai tgsnya
Raja Tampan
bruan dftrkan pernikahan kalian ke pgadilan agama biar sah semua
Raja Tampan
untng sj kirana tdk bocor
Raja Tampan
ngk liat tmpt mas kaivan🤣👍
Raja Tampan
smua cwok d sukai sm tari, trlalu pd
Sunaryati
Makanya cepat- cepat diurus sesuai aturan negara, untuk nikah secara resmi
Sinchan Gabut
lah, apa hub status tentara sama di gombalin suami Vel Vel... melemah d gombalin cwo lain baru salah 🤣🤣
Sinchan Gabut
Bangun Tari bangun... perlu di guyang air seember? 😏🤣
Kreatif Sendiri
terharu
Alessandro
pas mendung..... bab ini 🙈
Mutia Kim🍑: Hussttt😂
total 1 replies
Alessandro
kamu yg stromg aja meleleh, vela. gmn pembaca ini... meleyot lah pasti
Sunaryati
Kirain Kirana akan marah, syukur dia malah senang. Kalian jangan bersentuhan terlalu jauh sebelum sah di mata hukum.
Mutia Kim🍑: Huhuhu iya kak😭
total 1 replies
tami
plot twist nya bakal lucu kalo suaranya ga merdu 🤣
tami
jirr pede banget tuh si tari 😭
Sinchan Gabut
Gimana, gimana? Sudah SAH tp masih mikir di kira jd wanita gampangan? kalau km g hobah yg ada laki mu yg pindah haluan Vel...
Sinchan Gabut
Bagus Pak Kai, biar sekali2 Vella jg tau kalau lakinya jg butuh penjelasan 😏
Gisha Putri🌛
Tari kepedean bgt🥴
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!