NovelToon NovelToon
Dosen Posesif

Dosen Posesif

Status: tamat
Genre:Obsesi / Dosen / One Night Stand / Tamat
Popularitas:22.2k
Nilai: 5
Nama Author: ArsyaNendra

{Area khusus dewasa}
"Saya mohon tolong lepaskan saya, saya mohon." Permintaan wanita itu dengan suara lirih memohon pada pria itu.

 "Tidak bisa,hanya kamu yang bisa melakukannya, sampai kapanpun kamu tak akan bisa pergi."ucap pria itu dengan nada serius.

  "Tapi kenapa harus saya, masih banyak wanita lain yang mau dengan Anda."

 Wanita itu semakin ketakutan, setelah Apa yang dilakukan oleh pria itu.Berharap mampu bisa menghindarinya, tapi tetap saja tak bisa dia hindari ketika ambisi dari pria itu begitu besar terhadap dirinya.

  Apakah nantinya dirinya akan menerima kehadiran pria itu atau dirinya lebih memilih untuk pergi dari kehidupannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ArsyaNendra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Minta Cucu~(21+)

 "Itu apa sayang?" Tanya Dio pada istrinya.

 "Itu roti untuk Mama." Jawab Malia yang sengaja membawakan oleh-oleh untuk mertuanya.Diam-diam Dio tersenyum setelah melihat betapa pedulinya istrinya kepada keluarganya.

 Mereka berdua langsung masuk kedalam,dan didepan pintu mereka sudah disambut oleh Mama Valia,"Malia." Sapa mama Valia dengan langsung memeluk menantunya yang beliau sayangi.

 "Bagaimana kabar kamu,sayang?" Tanya Mama Valia pada menantunya.

 "Baik-baik saja Ma." Jawab Malia dengan senyuman.

 Akhirnya mereka duduk santai diruang tengah,"Papa dimana?" Tanya Dio yang melirik sekitar tempat duduknya.

 "Papa kamu ada di ruang kerjanya." Dio langsung menghampiri Papanya ,sedangkan Malia duduk bersama Mama Valia.

 "Ini untuk Mama." Mama Valia langsung menerima, Ekspresi Mama Valia langsung berubah bahagia setelah menerima sesuatu dari menantunya.

 "Sepertinya enak sayang." Ucap mama Valia yang merasa senang dengan perhatian yang diberikan oleh menantu kesayangannya.

 Di posisi Dio saat ini,dirinya sedang mengobrol dengan tuan Fahril,"Lalu bagaimana hasilnya?" Tanya tuan Fahril pada putranya.

 "Akhirnya berhasil,hanya tinggal beberapa dokumen yang harus Dio selesaikan."Mendengar penjelasan itu tuan Fahril membalas dengan menganggukkan kepala.

 "Baiklah,Kamu atur semuanya.Jangan sampai kamu menyia-nyiakan kesempatan ini." Pesan tuan Fahril pada putranya.

 "Iya Pa,apalagi bekerjasama dengan mereka adalah peluang yang sangat bagus." Jawab Dio yang begitu yakin dengan pilihannya akan membawa dampak baik diperusahaan.

 "Bagaimana dengan kabar istrimu?"tanya Tuan Fahril kepada putranya.

 "Baik-baik saja ,Pa."

 "Lalu bagaimana dengan kondisimu saat ini?"tanya Tuan Fahril yang begitu penasaran dengan kondisi putranya saat ini.

 "Seperti dari awal, hanya dia yang mampu membangkitkannya."Tuan Fahril membalas dengan menganggukkan kepala.

 "Itu suatu keberuntungan untukmu untuk sembuh dari penyakitmu." Tuan Fahril merasa tenang akhirnya putranya bisa sembuh dari penyakit itu.

 Di posisi Malia saat ini,dirinya sedang asyik mengobrol sembari bercanda."Apa boleh Mama tanya sesuatu?" Tanya Mama Valia pada menantunya.

 "Apa Ma?" Tanya balik Malia.

 "Apa kamu sudah hamil?" Pertanyaan itu sontak saja membuat kaget yang dimana harapan memiliki cucu begitu besar padanya.

 "Belum Ma." Jawab Malia dengan senyuman,yang dimana dirinya dirinya bingung.Malia pun mengerti mengapa Mamanya bertanya seperti itu.

 "Mama sabar saja." Terdengar suara dari belakang mereka siapa lagi jika bukan Dio yang saat itu berjalan bersama Papanya.

 "Dio usahakan secepatnya,Ma." Jawab Dio yang mendekati istrinya dengan Mamanya di ruang tengah.

 "Jika bisa secepatnya kamu segera memberikan Mama cucu." Mama Valia begitu mengharapkan menantunya cepat hamil dan memberikan dirinya seorang cucu.

 "Iya Ma,Dio mengerti.Mama sabar saja dulu." Jawab Dio yang datang langsung menggenggam tangan istrinya.

 Di tempat lain

 Terlihat seorang pria sedang duduk di meja kerjanya sembari membaca selembar kertas yang ada di tangan kanannya.

 "Namanya Malia."

 "Iya tuan, Nona Malia adalah istri dari tuan Dio."mendengar informasi itu, pria itu balik melirik.

 "Apa kamu bilang, istri dari tuan Dio."

 "Iya tuan." Pria itu langsung terdiam,dan dirinya baru menyadari jika disaat pernikahan tuan Dio dirinya tak bisa menghadiri acara itu dikarenakan posisi dirinya berada di luar negeri.

 "Lalu saya harus bagaimana tuan?" Tanya pria itu pada tuannya.

 "Kamu cari informasi detail tentang panti asuhan itu setelah itu aku yang akan turun tangan langsung." Ucap pria itu yang masih fokus menatap selembar kertas berisi tentang biodata wanita itu dan tempat tinggal dari wanita itu.

 Akhirnya pria itu pergi dan tersisa kan seorang pria yang duduk di kursi kerjanya,"Aku harus memastikan apa hubungan dia dengan gelang itu. Jika semuanya benar bisa aku pastikan orang yang selama ini aku cari wanita itu adalah dia sendiri." Gumam pria itu yang dihantui rasa bersalah disaat kejadian itu dirinya tidak bisa menolong Mamanya.

 Posisi Malia sudah ada didepan pintu bersama Dio yang sudah berdiri didekat mobil,"Hati-hati dijalan." Peluk Mama Valia pada menantunya yang berpamitan untuk pulang .

 "Iya Ma." Balas Malia dengan pelukan,Malia begitu merasa senang mendapatkan mertua yang begitu menyayangi dirinya.

 Mereka berdua pulang dimalam itu juga, Dio terus saja menggenggam tangan istrinya.Dio begitu menunjukkan sisi romantis pada istrinya.Akhirnya mereka sampai di apartemen, dengan langkah cepat Dio memeluk istrinya.

 "Sepertinya kita harus melakukan." Bisik Dio yang mulai berani meraba area intim milik Malia,Malia pun menyadari jika suaminya menginginkan itu.

 "Nanti saja,kita baru sampai dirumah." Malia mulai risih dengan suaminya yang mulai mesum.

 "Jangan kita tunda lagi, secepatnya kita lakukan.Mama terus saja mendesak kita untuk segera memiliki anak." Ucap Dio yang semakin memeluk erat istrinya.

 Malia tahu benar apa yang diinginkan oleh keluarga suaminya,tapi nyatanya dirinya belum saja hamil.Dio tak sabar lagi hingga Malia dia gendong dan memasukkannya kedalam kamar mereka yang saat itu mereka mengulang kegiatan itu hingga Malia tak habis pikir betapa kuatnya suaminya melakukan hingga berkali-kali dia terbuai oleh sentuhan dari suaminya.

 Pagi hari

  Pagi-pagi Malia bangun lebih pagi, karena dia harus memasak untuk sarapan pagi mereka sekaligus untuk bekal makan siang.Malia terlihat begitu menahan rasa sakit di pinggangnya.

 "Sakit sekali." Ucap Malia yang masih menahan rasa sakit di pinggangnya.

 Malia mencoba mempersiapkan semua keperluan hingga pada akhirnya semua selesai juga.

 Dari belakang terdengar suara langkah kaki,"Pagi sayang." Ucap Dio yang langsung saja mencium pipi kanan Malia.

 "Stop,aku belum mandi." Malia mulai protes.

 "Walaupun kamu belum mandi dirimu tetap wangi, sayang."Dio mulai menggoda istrinya.

 "Dasar gombal."jawab Malia dengan nada kesal.

 "Memang salah menggoda istri sendiri."jawab Dio yang membalas dengan senyuman.

 Malia hanya menggelengkan kepala mendengar jawaban dari suaminya itu.

 Akhirnya mereka berdua bersiap-siap untuk berangkat ke kampus, tidak lupa Malia mempersiapkan kantong plastik yang nantinya dia isi kotak makanan.

 "Itu apa sayang?" Tanya Dio pada istrinya.

 "Kotak makanan." Jawab Malia yang masih sibuk merapikan kantong plastik.

 "Oh,makan siang kita." Malia membalas dengan menganggukkan kepala.

 "Ini kotak makanannya." Malia langsung menyerahkan kotak makanan itu pada suaminya.

 "Jangan makan di kantin, Nanti siang kita makan bersama."pesan Dio kepada istrinya.

 Malia hanya terdiam mengerti apa yang dimaksudkan oleh suaminya itu. Seperti biasanya mereka berangkat bersama, tapi mereka berpisah di tengah jalan.

  Malia masih memilih untuk menyembunyikan hubungan mereka berdua dihadapan orang lain.Malia belum siap untuk jujur didepan umum tentang status mereka berdua.

 Seperti biasa Malia masuk ke kelasnya,bersamaan dia menghampiri Nita yang sudah lebih dulu sampai.

1
Shifa Burhan
novel dari awal cerita begitu banyak dio menunjukan, membuktikan dan berjuang cinta

tapi belum ada kelihatan Melia menunjukan dan membuktikan cinta nya

kata2 ini pun tidak pernah keluar dari mulut Melia, "Terima kasih suamiku, karena kau telah memilihku dan memberikan begitu banyak cinta dan kebahgiaan padaku, aku mencintai mu"
kenapa kata2 itu perlu karena dio pantas mendapat kata2 Terima kasih itu, dan kata2 membuktikan Melia wanita pandai berterima kasih pada suami yang telah memberi dan berjuang untuk nya

thor jangan hanya pria kau buat membuktikan cinta nya buat juga wanita membuktikan cinta, thor bukan hanya wanita yang membutuhkan kata2 cinta, lelaki juga butuh pengakuan cinta dari istri nya
Shifa Burhan: terlepas dari apapun thor novel sangat bagus sekali
total 1 replies
Mia Camelia
juragan darto siapa tuh🤣🤣🤣🤣
Mia Camelia
lanjut thor, cerita nya makin seruu😄
Mia Camelia
thor gemes banget sm cerita nya, semangat thor.👍😄
Blueberry Solenne
enaknya jadi Dosen tinggal tunjuk aja bawain tugas muridnya😁
Blueberry Solenne
Lokal banget namanya tapi bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!