NovelToon NovelToon
THE FORGOTTEN PAST

THE FORGOTTEN PAST

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Horror Thriller-Horror / Dark Romance
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: Mapple_Aurora

Bagaimana jika kepingan masa lalu yang kamu lupakan tiba-tiba saja menarikmu kembali ke dalam pusaran kenangan yang pernah terjadi namun terlupakan?

Bagian dari masa lalu yang tidak hanya membuatmu merasa hangat dan lebih hidup tetapi juga membawamu kembali kepada sesuatu yang mengerikan.

Karina merasa bahwa hidupnya baik-baik saja sejak meninggalkan desa kecilnya, ditambah lagi karirnya sebagai penulis yang semakin hari semakin melonjak.

Namun ketika suatu hari mendatangi undangan di rumah besar Hugo Fuller, sang miliarder yang kaya raya namun misterius, membuat hidup Karina seketika berubah. Karina menyerahkan dirinya pada pria itu demi membebaskan seorang wanita menyedihkan. Ia tidak hanya di sentuh, namun juga merasa bahwa ia pernah melakukan hal yang sama meskipun selama dua puluh empat tahun hidupnya ia tidak pernah berhubungan dengan pria manapun.

*
karya orisinal

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mapple_Aurora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 4

“Tuan Fuller, apa yang anda lakukan padanya?” Tanya Alam.

“Makan malam selesai, silahkan kembali ke kamar masing-masing. Besok jangan terlambat untuk makan malam.” Tanpa menjawab pertanyaan itu, Hugo menutup makan malam. Ranra bersama pelayan lain membereskan meja makan.

“Terima kasih sudah mengundang saya, Tuan Fuller. Makanannya sangat enak, saya pamit pulang.” Pria paruh yang tadi begitu bersemangat untuk bertemu Hugo sekarang ketakutan setengah mati. Merasa ada yang tidak beres, dia langsung pamit begitu makan malam selesai.

“Saya juga, Tuan. Terimakasih sudah mengundang.”

Yang lainnya pun melakukan hal yang sama, hanya Tasya dan Karina yang diam karena tidak mampu mengucapkan sepatah katapun.

“Pulang? Hahaha.” Hugo tertawa keras seolah baru saja mendengar sesuatu yang lucu. “Tidak ada yang pulang setelah datang kemari.”

Kalimat dingin itu bagaikan seember es yang di siramkan ke dalam kesadaran semua orang. Tidak ada yang pulang.

“Tidak pulang? Lalu kami semua akan tinggal disini?” Tanya salah satu wanita yang duduk dekat Pria paruh baya.

Pertanyaan itu tidak mendapatkan jawaban apa-apa, karena Hugo pergi begitu saja tanpa memberi penjelasan.

*

Dalam kamarnya, Karina bergerak gelisah. Ia akan tinggal di rumah ini entah sampai kapan.

Terkadang peringatan datang tanpa sadar, seperti melalui mimpi. Namun, biasanya saat peringatan itu datang seseorang terlambat menyadari kalau itu adalah peringatan.

Karina belum pernah bertemu Hugo, tetapi baru pertama kali datang ke rumah ini dan langsung memimpikan pria itu. Itu sebuah peringatan, Karina mengetahuinya sekarang. Namun apa gunanya saat ini ia sudah terjebak di rumah ini. Tidak bisa keluar.

Tok…tok..tok…

“Karina, boleh aku masuk?” Tanya Tasya dari luar pintu. Karina dengan cepat membukakan pintu untuknya.

“Kenapa? Kamu nggak tidur?” Tanya Karina basa-basi, lalu kembali menutup pintu.

Wajah Tasya masih agak pucat oleh sisa-sisa ketakutan yang masih terasa. Ia duduk di pinggir ranjang. “Siapa yang bisa tidur setelah melihat kejadian mengerikan seperti itu,”

“Ya, aku juga nggak bisa tidur.” Karina setuju, ikut duduk bersama Tasya.

Kedua gadis itu diam untuk beberapa waktu, memenangkan diri sejenak.

“Aku tahu Tuan Fuller itu aneh, tetapi aku nggak nyangka kalau dia bisa bunuh orang semudah itu.” Ujar Tasya, suaranya bergetar. Saat menoleh, Karina bisa melihat matanya berkaca-kaca. “D–dia mematahkan lehernya. Ya Tuhan… aku–”

Melihat Tasya yang kesulitan menyelesaikan kalimatnya, Karina pun mengusap lembut punggungnya. Ia juga takut, tapi otaknya harus tetap berpikir agar bisa menemukan solusi untuk masalah ini atau untuk mencari cara kabur dari tempat ini.

“Tasya, kita harus kabur. Sekarang.” Kata Karina setelah Tasya agak tenang.

Tasya menatapnya bimbang. “Bagaimana kalau dia tahu dan mematahkan leher kita juga?”

“Ini udah malem, dia pasti udah tidur. Kita bisa keluar diam-diam.” Kata Karina mencoba untuk tetap optimis.

Melihat keraguan Tasya, Karina menambahkan. “Setidaknya kalau kita mencoba masih ada harapan, kalau hanya diam disini, sampai kapan kita akan diam? Apa kalau kita diam disini, kita akan baik-baik saja?”

Tasya termenung memikirkan perkataan Karina. Lalu tak lama kemudian dia tersenyum.

“Kamu benar, kalau kita diam saja juga nggak ada yang bisa menjamin kita bisa selamat.” Tasya sudah tampak lebih tenang, meski wajahnya masih pucat tapi sekarang ada tekad di matanya.

“Let's go.”

Karina dan Tasya keluar dari kamar, menuruni tangga dengan suara seminim mungkin. Sudah hampir tengah malam, rumah ini menjelma menjadi kesunyian yang begitu pekat. Bahkan deru nafas mereka yang pelan pun terdengar jelas saking sunyinya.

Lantai dasar dan lorong panjang tidak terlalu terang, hanya beberapa lampu kuning redup yang dinyalakan yang menambah suasana pekat malam.

“Eum… Karina,” panggil Tasya.

“Ya,” sahut Karina terus berjalan.

“Kenapa kamu datang ke undangan makan malam? Apa kamu juga butuh bantuannya?”

Karina terdiam sebentar saat mereka melewati pintu perpustakaan.

“Nggak sepenuhnya, aku hanya sedikit berharap dengan datang ke undangan makan malam ini bisa membantu karir menulisku” Karina menoleh sebentar ke Tasya yang berjalan disampingnya. “Kamu kenapa datang?”

“Ibuku sedang sakit dan perlu di operasi secepatnya. Aku kekurangan uang, awalnya aku ingin meminjam uang pada Tuan Fuller. Tapi sekarang malah begini,” Ucap Tasya tersenyum tipis, dia seperti sedang berusaha keras untuk tidak menangis.

Karina terdiam, tujuan Tasya datang demi pengobatan ibunya, itu sedikit menyentil hati kecil Karina.

Mereka sudah sampai di depan pintu utama, Karina dan Tasya saling bertatapan sebentar. Setelah anggukan singkat dari Tasya, Karina pun menarik gagang pintu.

“Mau kemana, Nona?”

Jantung Karina lupa berdetak sejenak, suara dingin itu? Ia menghela nafas berat, mencoba menenangkan diri. Sementara Tasya di sampingnya meliriknya cemas. Mereka menoleh ke belakang.

...***...

...Like, komen dan vote...

1
Maya Sari
Sangat menarik,seru ceritanya,bikin penasarn.
Maya Sari
Ceritanya seru….apa ada kelanjutan nya kk?
Nda
apakah yg berdiri di seberang jln itu hugo
Nda
makin penasaran thor,jangan sampe karina ketahuan Hugo.
sudah brusaha utk keluar,Mlah harus balik lagi😩
Nda
double up donk thor🤭,makin penasaran😩
Nda
duhh.. makin penasaran,apa jgn² benar Hugo itu vampir
Nda
novelmu keren thor
Nda
ditunggu double up-nya thor
Nda
duh,tunggu kelanjutanya thor makin penasaran,apakah itu fto karina🤭
lisa_lalisa
duhh, makin penasaran 😞
Nda
sebenarnya Hugo manusia vampir atau kanibal
di tunggu double up-nya thor
Kevin
Next thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!