NovelToon NovelToon
'SUAMI BUTA' Ku Yang Kaya Raya

'SUAMI BUTA' Ku Yang Kaya Raya

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / CEO / Balas Dendam
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: Elprasco

"Dasar pria buta, dia cuma hidup dari sumbangan keluarga Wijaya!" cibir seorang wanita.

Sepertinya kehadiran Elang telah menjadi tontonan bagi mereka. Semua orang mengatainya sebagai pria tak berguna,

"Aku calon istri dari pria yang kalian bicarakan."

Entah naif atau bodoh, ucapan Nila berhasil menarik perhatian Elang.

Setelah kecelakaan 10 tahun lalu, pria itu kembali dari pengasingan panjang. Diam-diam bertingkah lemah demi membalaskan dendam,

Namun siapa sangka? di tengah sandiwara dia justru bertemu seorang gadis liar yang membuat hidupnya berubah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elprasco, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Plagiat

"Saya lah yang membuatnya!" tegas Raisa muncul dari sisi lain.

Kedatangannya mengejutkan Nila yang berada tepat di belakang. Bisa-bisanya gadis itu berbual di depan semua orang,

"Kamu? Kamu terlihat sangat muda, kupikir ini buatan karyawan senior." ucapnya tak percaya sekaligus takjub.

"Jangan bilang, mereka percaya kalau itu buatan Raisa? Padahal---" Nila tertegun, pandangannya membulat mendapati nama lain yang tertulis pada layar.

"Jelas-jelas itu konsep milikku. Kok bisa? Ga mungkin desainnya sama persis."

"Raisa menjiplak konsepku biar bisa ikut kompetisi? Kapan dia nglakuinnya---"

"Jelas-jelas kompetisi ini buat karyawan senior, kenapa dia bisa lolos seleksi?" batin Nila kebingungan, tak menyangka kalau gadis itu bisa merencanakan semuanya dengan lancar.

Nila mendongak menatap mereka yang terus memberikan sanjungan kepada Raisa. "Di usia semuda ini kamu bisa menunjukkan hasil yang luar biasa. Hebat lho, pasti orangtuamu bangga punya putri berbakat."

"Oh, ini mah ga sulit . Dulu waktu kuliah, aku sudah sering buat tugas semacam ini." sahut Raisa mengada-ngada, demi menambah reputasi. 

"Yang benar? Emang kamu kuliah dimana?"

"Aku lulusan harvard." dustanya sambil tersenyum.

"Wah, pantas saja kamu berbakat. Universitas itu, kan ga bisa dimasuki sembarang orang,"

"Aku yakin, kamu pasti pasti bakalan menang. Aku Ridwan, aku juga kerja di DaungFood bagian kualiti kontrol---kita harus berteman, dan jangan lupakan aku kalau nanti kamu naik jabatan, ya?" lugas Ridwan mengulurkan jabat tangan.

"Aku Dani. Aku juga yakin kamu yang menang! Kapan-kapan kita main bareng ya?"

Raisa tersenyum lebar mulai besar kepala, sigap menjabat tangan mereka secara bergantian. "Aku Raisa, senang berkenalan dengan kalian berdua."

"Raisa!" panggil Nila secara lantang, berjalan menghampiri.

"Maaf, ada hal penting yang harus saya bicarakan dengannya." Nila tersenyum ramah,

Berpamitan pada mereka, sebelum menarik paksa lengan Raisa.

Tanpa menunggu persetujuan dia menyeret dan membawa sepupunya itu keluar aula. Meski begitu marah, Nila mencoba menahan diri agar tak menimbulkan keributan.

"Aw---sakit! Lepasin, ngapain sih narik-narik? Kakak ga lihat tadi aku lagi ngobrol sama karyawan lain?" gerutu Raisa kesakitan, berusaha melepaskan diri.

Nila berhenti lalu membuka cengkramannya, berdiri menatap Raisa dengan tatapan tajam. "Kenapa kamu ngelakuin itu?"

"Ngelakuin apa sih?!" jawab Raisa mengernyit enggan mengakui. Berlagak tak pernah melakukan kesalahan,

"Sudah aku bilang, ga usah ikut kompetisi. Itu di luar kemampuanmu!" lugasnya masih bersikap lembut, 

"Tapi buktinya aku bisa ikut, kan?" sahutnya mengelak.

"Iya, karena kamu menjiplakku!" bentak Nila semakin kesal.

Namun Raisa hanya menatapnya remeh, terus bersikap angkuh tanpa rasa menyesal. "Ya udahlah. Ga usah dibesar-besarin-----cuma konsep kayak gitu doang!"

"Apa kamu bilang? Cuma?! Bisa ga kamu bikin kayak gitu?" amuk Nila dengan nada ketus, "Asal kamu tahu, aku bikin konsep itu butuh waktu lama. Mikirin ide sama buat desainnya kamu pikir gampang? Kamu aja asal jiplak punya orang!"

"Oke, aku akuin hasilnya emang bagus. Jadi ga usah dibikin ribut---anggap aja bantu adek sendiri," imbuh Raisa membuang muka.

"Adek? Emang sejak kapan kamu anggap aku sebagai kakak?"

Kali ini dia tidak akan diam saja. Dari dulu Raisa selalu bertingkah sok dan merendahkannya, namun Nila tak membalas karena berpikir itu hanyalah sifat kekanak-kanakkan yang akan berubah seiring waktu.

"Dari dulu, kamu cuma nganggap aku sebagai saingan. Kamu sering ngarang cerita bohong dan ngejelek-jelekin aku di depan semua orang!" 

"Kamu pikir aku ga tau semua itu, Hah?!"

"Tuan, bukankah itu nyonya Nila dan adiknya? Kelihatannya mereka sedang bertengkar..." celetuk Herman,

Dia berjalan menemani Elang, hendak mengantarkan masuk ke aula, namun ketegangan di sudut lain mengalihkan perhatian mereka.

"Apa yang terjadi?"

"Kamu pergi duluan. Temui para tamu sebagai perwakilanku---biar aku saja yang urus mereka." tegas Elang memberi perintah, 

"Hah?! S--saya? Tapi mereka rekan bisnis yang sangat penting." jawab Herman dibuat gugup

"Mangkanya pergi dan temui mereka. Kamu kan pintar bersikap seperti direktur! Aku percaya padamu." puji Elang sambil menepuk pundak, membual guna meningkatkan rasa percaya diri bawahannya.

Seketika Herman tersanjung, hingga tak henti tersenyum. "Tuan benar. Tugas ini sangat cocok untuk saya!"

"Kalau gitu, serahkan pada saya----saya pastikan mereka terhibur dan merasa bangga karena bekerja sama dengan DaungGroup."

Herman berjalan pergi dengan wajah kegirangan,

Seharusnya Elang lah yang menyambut secara langsung para tamu VIP, sebab mereka hadir karena diundang sebagai juri kompetisi.

Tapi entah kenapa, Elang tidak bisa mengabaikan Nila. Lebih memilih untuk membantu istrinya yang terlihat kerepotan,

"Hh, jadi kamu sudah tahu? Itu benar, aku emang ga pernah anggap kamu sebagai kakak."

"Dari dulu, kamu itu sok paling perhatian! Sok paling bisa segalanya, padahal cuma tumbal." seru Raisa memberi penekanan,

"Asal tahu aja, kamu itu cuma boneka yang gampang dimanfaatin! Gampang percaya, mudah banget dibohongin--"

"Nila?" panggil Elang mengalihkan perhatian mereka,

Nila pun menoleh menyambut kedatangan pria yang tak disangka,

Bergegas mengandeng lengan Elang. "Kenapa kamu kesini?"

"Iya, Herman mengajakku. Katanya kamu ikut kompetisi---jadi aku datang buat nyemangatin." ucap Elang menepuk singkat pergelangan istrinya,

"Hhh, emang mata buta bisa tahu apa? Sok-sok an datang buat nyemangatin." dengus Raisa menatap remeh.

"Raisa! Jaga omonganmu." tegur Nila membulatkan mata,

Namun Raisa tak bergeming, terus mengejek kehadiran pria buta yang membuatnya risih. "Orang buta aja dibelain..."

"Raisa! Awas saja. Aku bakalan ngomong ke semua orang kalau kamu meplagiat konsepku!" ancam Nila merasa geram.

"Plagiat?" sontak Elang dalam hati, mulai mengerti masalah yang terjadi di antara mereka.

"Coba aja. Emang punya bukti? Lagian aku udah menghapus nama kakak dari daftar peserta. Jadi mereka ga akan tahu seperti apa konsep produk kakak," ucap Raisa menantang dengan angkuh.

"Dasar bisa-bisanya kamu---" Nila yang hendak mengamuk berhasil dihentikan suaminya.

"Tenanglah,"

"Serahkan semuanya kepada juri. Kalau memang benar produkmu diplagiat, mereka pasti tahu." ucap Elang sengaja menenangkan.

"DaungGroup itu perusahaan besar. Mereka ga akan asal-asalan menilai---mereka ga mungkin ngebiarin sampah sepertinya menang." tambahnya begitu ketus berhasil menusuk mental Raisa,

Gadis itu menggertakkan gigi, tak sudi mendengar argumen Elang. "Kakak ini benar-benar bodoh ya?"

"Menikah dengan pria buta pengangguran sekaligus pembunuh ibunya sendiri."

"HH?!"

Nila mengernyit bingung. "Apa maksudmu?"

1
Anonymous
Si Nila kecintaan ciee🤣😍
Ciniu: Tante girang ni🤣🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!