NovelToon NovelToon
Beda Umur, Sama Rasa (Katanya!)

Beda Umur, Sama Rasa (Katanya!)

Status: sedang berlangsung
Genre:Berondong / Beda Usia / CEO
Popularitas:5.7k
Nilai: 5
Nama Author: my name si phoo

​Rengganis, seorang dokter spesialis kandungan yang sukses namun skeptis terhadap cinta, merasa hidupnya sudah "terlambat" untuk urusan asmara. Di usianya yang matang, ia dikejutkan oleh wasiat perjodohan sang ayah dengan Permadi, putra sahabat ayahnya yang merupakan seorang CEO muda yang sedang naik daun.
​Bagi Rengganis, perbedaan usia mereka bukan sekadar angka, melainkan jurang rasa tidak percaya diri. Ia merasa tidak pantas bersanding dengan "berondong" yang memiliki masa depan panjang, sementara dunianya hanya berputar di ruang persalinan. Di sisi lain, Permadi yang visioner justru melihat Rengganis sebagai sosok wanita yang selama ini ia cari.
​Pernikahan mereka pun menjadi medan tempur. Bukan hanya soal ego dan rasa minder Rengganis, tapi juga hantaman dari luar: keluarga yang menuntut keturunan dengan cepat, cemoohan sosial tentang "wanita matang dan lelaki muda", hingga munculnya sosok dari masa lalu Permadi

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon my name si phoo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21

Uap air hangat memenuhi kamar mandi mewah di dalam kabin kapal pinisi itu.

Di bawah kucuran air yang menenangkan, rasa menggigil di tubuh Rengganis perlahan sirna.

Permadi berdiri di belakangnya, membantu membilas sisa-sisa air garam dari rambut panjang istrinya dengan gerakan yang sangat lembut dan penuh kasih.

Suasana begitu tenang, hanya terdengar suara gemericik air. Namun, tiba-tiba Permadi menghentikan gerakannya.

Ia melingkarkan lengannya di pinggang Rengganis, menyandarkan dagunya di bahu sang istri sambil menatap pantulan mereka berdua di cermin yang mulai berembun.

"Sayang..." panggil Permadi lirih, suaranya terdengar berat dan sedikit serak.

"Iya, Mas?" Rengganis menoleh sedikit, menatap

wajah suaminya dari balik pundak.

"Kenapa kamu cantik sekali? Setiap kali aku melihatmu, rasanya jantungku tidak pernah berdetak normal," ucap Permadi tulus. Namun, sedetik kemudian, sorot matanya berubah menjadi redup, ada keraguan yang terselip di sana.

"Melihatmu bertemu dengan Affan tadi pagi. Aku jadi sadar betapa banyak sejarah yang sudah kamu lalui sebelum ada aku."

Rengganis terdiam, mendengarkan kegelisahan suaminya.

"Jujur, aku takut, Ganis. Aku takut suatu saat nanti kamu akan merasa kalau aku ini terlalu muda, atau terlalu kekanak-kanakan. Aku takut kamu akan terpikir untuk kembali ke cinta pertama atau masa lalumu yang terlihat lebih 'mapan' secara emosional," lanjut Permadi.

Ketakutan itu nyata, terlepas dari segala kekayaan dan kekuasaan yang ia miliki, di hadapan Rengganis, Permadi tetaplah seorang pria yang sangat takut kehilangan.

Rengganis memutar tubuhnya di dalam dekapan Permadi, mengabaikan air hangat yang masih mengalir membasahi mereka.

Ia menangkup wajah tampan suaminya dengan kedua tangan, ibu jarinya mengusap pipi Permadi dengan sayang.

"Mas, dengarkan aku," ucap Rengganis dengan nada tegas namun lembut.

"Cinta pertama itu seperti buku pelajaran yang sudah selesai aku baca. Aku belajar banyak darinya, tapi aku tidak ingin membacanya lagi.

Affan itu masa lalu yang bahkan sudah aku lupa warnanya seperti apa sampai aku melihatnya tadi."

Rengganis menatap dalam ke mata Permadi.

"Kamu bukan cuma sekadar 'pria yang lebih muda' bagiku. Kamu adalah suamiku, pria yang berani memperjuangkanku di depan keluargamu, pria yang membuatku tertawa sampai menangis di pesawat kemarin. Jangan pernah takut pada bayangan masa lalu, karena kenyataannya, masa depanku ada di sini, di depan mataku."

Permadi menatap Rengganis cukup lama, mencari kepastian di sana.

Perlahan, senyum nakalnya kembali muncul, meski matanya masih terlihat sedikit basah.

"Jadi, aku tidak perlu khawatir soal manajer hotel itu?"

"Sama sekali tidak, Tuan Wijaya yang posesif," sahut Rengganis sambil tertawa kecil.

Permadi menarik Rengganis lebih rapat, mencium kening istrinya dengan lama.

"Baiklah. Kalau begitu, aku harus memastikan bahwa mulai detik ini, hanya ada namaku yang memenuhi kepalamu."

Setelah ritual mandi air hangat yang penuh emosi tadi, mereka keluar ke dek kapal dengan pakaian yang lebih santai.

Permadi mengenakan celana pendek dan kaos tipis, sementara Rengganis memakai dress santai berbahan jatuh yang melambai ditiup angin laut.

Di sudut dek, sebuah hammock atau tempat tidur gantung berukuran besar telah terpasang, menghadap langsung ke arah matahari yang mulai turun menuju garis cakrawala.

Warna langit berubah menjadi gradasi jingga, ungu, dan merah muda yang memukau.

"Sini, Sayang," panggil Permadi yang sudah lebih dulu merebahkan diri di sana.

Rengganis perlahan ikut naik, merebahkan tubuhnya di samping Permadi.

Hammock itu sedikit bergoyang, menyesuaikan dengan berat tubuh mereka berdua.

Permadi segera merangkul bahu Rengganis, membiarkan kepala istrinya bersandar nyaman di dadanya.

"Nyaman?" tanya Permadi sambil mengusap-usap lengan Rengganis.

"Sangat nyaman, Mas. Rasanya seperti dunia berhenti berputar," jawab Rengganis sambil memejamkan mata, menikmati deru ombak dan aroma laut yang menenangkan.

Mereka terdiam sejenak, hanya menikmati momen kebersamaan itu.

Di kejauhan, pulau-pulau kecil di Labuan Bajo tampak seperti siluet raksasa yang gagah.

Suasana ini jauh lebih mahal daripada kemewahan hotel mana pun; ini adalah tentang kedamaian yang mereka ciptakan sendiri.

"Ganis," panggil Permadi memecah kesunyian.

"Hmm?"

"Terima kasih sudah memilihku. Aku tahu, mungkin di luar sana banyak pria yang lebih dewasa atau lebih tenang daripada aku. Tapi aku berjanji, tidak akan ada pria yang mencintaimu segila aku," ucap Permadi dengan nada yang tidak lagi bercanda.

Rengganis membuka matanya, menatap rahang tegas suaminya dari bawah.

"Dan tidak akan ada pria yang se-posesif kamu sampai meminum dua gelas welcome drink sekaligus," godanya sambil tertawa kecil.

Permadi ikut tertawa, suaranya beradu dengan angin laut.

"Itu namanya menjaga aset berharga, Nyonya Wijaya."

Tiba-tiba, dari arah belakang, tercium aroma seafood yang dibakar dengan bumbu rempah yang menggugah selera.

Kru kapal rupanya mulai menyiapkan meja makan malam romantis di dek atas, tepat di bawah taburan bintang yang mulai muncul satu per satu.

"Sepertinya makan malam kita sudah siap," ujar Permadi sambil mengecup pucuk kepala Rengganis.

"Ayo, aku tidak mau kamu pingsan kelaparan karena tadi sudah lelah berenang."

Malam telah jatuh sepenuhnya di perairan Labuan Bajo.

Di atas dek kapal pinisi yang tenang, sebuah meja kayu panjang telah disulap menjadi area makan malam yang sangat romantis.

Lilin-lilin kecil di dalam lampion kaca bergoyang pelan tertiup angin laut, sementara di atas mereka, jutaan bintang berpijar dengan sangat terang, jauh dari polusi cahaya kota.

"Mas, ini indah sekali," bisik Rengganis saat mereka menikmati hidangan lobster bakar dan anggur dingin.

Permadi menyesap minumannya, matanya tak lepas dari wajah istrinya.

"Aku sudah memutuskan, malam ini kita tidak kembali ke hotel. Kita tidur di kapal ini, di tengah laut. Hanya ada suara ombak dan kita berdua."

Selesai makan, suasana menjadi lebih intens.

Permadi bangkit, lalu berjalan menuju tas ransel yang ia bawa.

Ia mengeluarkan sebuah bingkisan kecil dan menyodorkannya kepada Rengganis.

Di dalamnya, terdapat sebuah lingerie sutra berwarna hitam yang sangat seksi dan transparan.

"Pakai ini, Sayang. Aku ingin mencoba sesuatu yang berbeda malam ini. Ayo, kita coba gaya helikopter," bisik Permadi dengan seringai nakal yang membuat wajah Rengganis panas seketika.

"Tapi Mas, ada kru kapal di bawah. Mereka bisa dengar," protes Rengganis malu-malu, meski hatinya berdebar kencang.

Permadi tertawa kecil, ia menarik pinggang Rengganis mendekat.

"Tenang saja. Mereka baru saja dijemput kapal sekoci sepuluh menit yang lalu. Mereka akan bermalam di kapal lain dan kembali besok pagi untuk menjemput kita. Di kapal ini, benar-benar hanya ada kita berdua, Dokter Rengganis."

Mendengar itu, Rengganis akhirnya luluh. Ia masuk ke dalam kabin utama dan mengganti pakaiannya.

Saat ia keluar, ia mendapati Permadi sudah menunggu di atas ranjang kayu yang luas.

Pria itu sudah bertelanjang bulat, memamerkan tubuh atletisnya yang terpahat sempurna di bawah cahaya lampu temaram.

"Mas..." gumam Rengganis, merasa terintimidasi sekaligus terpesona.

"Ayo, Sayang. Aku ingin mencoba gaya baru yang kubaca kemarin. Gaya helikopter," ajak Permadi dengan nada yang tak terbantahkan.

Malam itu, kapal pinisi itu menjadi saksi bisu gelora cinta pasangan yang sedang dimabuk asmara tersebut.

Di tengah kesunyian laut Flores, hanya terdengar suara napas yang memburu dan teriakan Rengganis yang sesekali pecah saat Permadi melakukan manuver-manuver hebatnya.

Permadi seolah memiliki stamina yang tak habis-habis.

Setelah gaya helikopter, ia membawa Rengganis ke gaya-gaya lainnya, menjelajahi setiap inci tubuh istrinya dengan penuh gairah.

Dua jam berturut-turut mereka larut dalam pergulatan cinta yang panas dan intens.

Saat semuanya berakhir, Permadi menjatuhkan tubuhnya di samping Rengganis.

Napasnya masih tersengal, keringat membasahi tubuhnya.

Ia menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka berdua, lalu tanpa menunggu lama, sang singa muda yang kelelahan itu langsung memejamkan matanya dan jatuh tertidur pulas sambil memeluk erat pinggang istrinya.

1
falea sezi
hyper ne bahaya bgt lo klo dia g puas biasa sih selingkuh
Ita Putri
hyoer seksual dapat nya Tante" umur 40 th
falea sezi
lanjut
Rais Raisya
lanjut ka
falea sezi
Permadi jaga nafsu deh istrimu bukan gadis abg di ajak. gaya gaya demi nafsu egois gk sih
Ita Putri
ya jelas la wong masih 25 th
Endang Sulistia
asem si Permadi 🤭
Endang Sulistia
modus 🤦🤦
Endang Sulistia
🤪🤣🤣🤣
Fitra Sari
lanjut KK
awesome moment
👍😄👍😄
Fitra Sari
lanjut donk KK doubel
Ita Putri
seru banget thor😄😄
Fitra Sari
makasihh Thor ...update selalu ..pkoknya lope2 seneng banget 🤣🤣😍
Fitra Sari
lanjut KK doubel up donkk 🤣😍😍😍😍
my name is pho: ok kak
sabar 🥰
total 1 replies
Fitra Sari
lanjut KK doubel2 up donk ..syuka banget sama karya2 KK ...seru banget pkok ya greget banget 🤣😍😍
my name is pho: ok kak
🥰
total 1 replies
Fitra Sari
lanjut lagi kk 😍😍😍
my name is pho: siap kak🥰
total 1 replies
Sherin Loren
lanjut thor😎
Fitra Sari
lanjut KK ...serius bagus banget ..doubel2 pkoknya 🙏🙏😘
Fitra Sari
lanjut doubel donk KK
my name is pho: sudah kak🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!