"Xia Changxi adalah seorang gadis tunanetra yang hidup menyendiri bersama hewan-hewan peliharaannya. Secara tak sengaja, ia menyelamatkan seorang bos mafia yang sedang terluka.
Mengira itu hanya seperti lumut hanyut dan awam melintas, siapa sangka takdir terus mempertemukan mereka berulang kali dengan cara-cara tak terduga.
Xia Changxi berulang kali bertemu dengan pria itu, perlahan-lahan tanpa disadari memasuki dunianya, namun dengan berani berdiri di sampingnya dengan hati yang kuat dan penuh keberanian.
Bagi Dailang, gadis tunanetra itu adalah secercah sinar langka yang begitu berharga hingga ia takut menyentuhnya dalam kegelapan dunia bawah tanah yang kejam.
Awalnya, ia tidak berniat untuk terlibat lebih jauh dengannya.
Namun takdir terus mendorongnya mendekati cahaya itu.
Seperti sebuah desakan dari dalam hati."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nguyệt Cầm Ỷ Mộng, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 33
"Bagaimana? Perlu saya sampaikan? Cepat sedikit, saya mau mandi."
"Nenek."
Suara malas bercampur tidak sabar Dai Lang terdengar bersamaan dengan suara Xia Chang Xi dari telepon.
Mungkin karena terlalu bersamaan jadi Xia Chang Xi tidak mendengar.
Nyonya Xia juga tidak banyak berpikir, buru-buru berkata: "Chang Xi, kamu kenal seseorang bernama Dai Lang tidak?"
Xia Chang Xi sedikit terhenti tapi juga menjawab dengan sangat cepat: "Iya kenal. Kenapa nenek tahu dia?"
Dia tidak tahu di sisi ini kakek nenek Xia mendengar dia berkata selesai lalu merasa lega dengan jelas.
Setidaknya mereka bisa memastikan satu pihak bisa dipercaya, tidak lagi kebingungan seperti itu.
Tapi mendengar nada bicara cucunya mungkin tidak tahu orang itu datang mencari kakek nenek. Ketika Nyonya Xia hendak mengatakan sesuatu padanya, Tuan Xia menarik tangannya, menggelengkan kepala. Setelah itu dia menggantikan Nyonya Xia berbicara dengan cucunya: "Tidak apa-apa Chang Xi."
"Sebelumnya kakek nenek pernah berkesempatan mengenal pemuda itu, tapi mungkin baru hari ini dia tahu kakek nenek dengan cucu ada hubungannya, tadi menelepon kakek nenek menanyakan kabar. Kamu dengan pemuda itu adalah..."
Xia Chang Xi tentu saja tidak akan mencurigai kakek neneknya. Hanya saja mendengar kakek Xia bertanya begitu maka suaranya agak malu: "Iya saat ini hanya teman saja. Dia sudah banyak membantu saya."
Saat ini? Kakek nenek Xia saling pandang.
Tapi tidak menunggu mereka banyak berpikir maka di layar keamanan mereka melihat pria berpakaian hitam yang datang setelahnya sudah pergi.
Melihat Dai Lang sedang kembali masuk, kakek Xia segera berkata: "Ternyata begitu. Ya sudah, kakek nenek tidak mengganggu kamu lagi. Akhir-akhir ini di luar sepertinya tidak aman, kamu ingat hati-hati sedikit."
"Iya baik."
Xia Chang Xi tanpa curiga menutup telepon.
Kakek nenek Xia melihat telepon yang sudah mati dan bersamaan mengarahkan pandangan pada pria yang baru saja mendorong pintu masuk seperti rumahnya sendiri.
Dai Lang berdiri di pintu melihat mereka, tidak bingung: "Kakek nenek maafkan saya, saya sudah keterlaluan."
"Orang itu sudah saya usir."
Nyonya Xia dan Tuan Xia saling pandang, tetap Tuan Xia yang angkat bicara berkata: "Tidak apa-apa, kami juga tidak mengenal orang di luar."
"Sebenarnya apa yang terjadi?"
"Duduk untuk berbicara."
Dai Lang tidak cepat atau lambat, percaya diri dan tidak kehilangan kesopanan: "Saya akan menjawab semuanya untuk kakek nenek."
Akhirnya tiga orang juga bisa duduk, tapi di meja makan di dapur, tempat itu ada jendela tapi tidak menghadap ke jalan.
Dai Lang tidak bertele-tele tapi langsung ke masalahnya: "Saya datang ke sini karena keluarga Doãn."
"Keluarga Doãn?"
Nyonya Xia terkejut, tanpa sadar berkata: "Kenapa kamu menyebut keluarga Doãn?"
Tuan Xia juga berkata: "Kami dengan keluarga Doãn sudah menjadi urusan enam belas tahun lalu."
"Saya tahu."
Dai Lang menggunakan tatapan tenang menenangkan kakek nenek.
"Lalu apa yang ingin kamu katakan?"
Sikap Nyonya Xia agak kasar.
Dai Lang tidak memasukkannya ke hati, tapi melalui itu dia juga mendapat sedikit peringatan. Dia tahu ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan dengan cermat sebelum diucapkan.
"Kakek nenek tahu kondisi sekarang keluarga Doãn tidak?"
Dai Lang berkata terus terang: "Tentang Doãn thị."
Kakek nenek Xia terkejut saling pandang.
Tuan Xia berpikir sejenak lalu menoleh melihatnya: "Seperti yang sudah dikatakan, kami sudah sangat lama tidak berhubungan dengan keluarga Doãn."
"Saya tidak tahu kamu tahu berapa banyak tentang urusan kami dengan keluarga Doãn, tapi kami tidak bersedia memiliki hubungan apa pun dengan mereka."
"Tapi Chang Xi sedang memegang saham Doãn thị, kakek nenek ingin tidak ada hubungannya dengan keluarga Doãn adalah hal yang tidak mungkin."
"Kenapa kamu tahu hal ini?"
Nyonya Xia terkejut. Jika tidak ada Tuan Xia menarik tangannya maka dia sudah berdiri tegak.
"Nenek tenanglah."
Dai Lang menenangkannya tapi ekspresinya tetap sangat sungguh-sungguh: "Hari ini saya sudah bertemu Chang Xi di pesta ulang tahun Doãn Kế Danh, Nyonya Doãn sudah meminta Chang Xi mengalihkan saham kembali untuknya."
Kali ini Tuan Xia tidak bisa menahan istrinya lagi.
Nenek Xia sudah berdiri tegak, kuat hingga menyebabkan kursi yang dia duduki benar-benar mundur ke belakang, mengeluarkan suara keras yang tidak enak didengar.
"Sudah kubilang! Tidak ada angin tidak ada hujan tiba-tiba ingat pada anak itu! Kenapa enam belas tahun ini tidak terlihat ingat. Ternyata mengincar saham anak itu!"
Nenek Xia marah sampai tertawa: "Bagus, bagus!"
"Bagus untuk satu keluarga Doãn."
Tuan Xia meskipun tidak mengatakan apa-apa tapi ekspresinya juga tidak baik.
Dai Lang tanpa suara mengumpulkan sikap kakek nenek, dengan tenang berkata: "Doãn thị sedang mengalami perubahan yang sangat besar."
"Dan jika tidak ada saham di tangan Chang Hi maka mereka harus mengalihkan kursi eksekutif utama Doãn thị pada orang lain."
"Itu juga setimpal untuk mereka!"
Nenek Xia mendengus dingin: "Mereka kehilangan Doãn thị atau tidak juga tidak ada hubungannya dengan kami."
"Tidak boleh, tidak bisa membiarkan anak itu memberikan sejumlah saham itu!"
Nenek Xia berkata lalu menarik tangan kakek Xia menyuruh: "Kamu cepat telepon anak itu! Pasti tidak boleh menyerahkan sahamnya!"
"Itu adalah milik anak itu! Tahun-tahun ini mereka tidak menanyakan kabar anak itu satu kalimat pun. Ibunya meninggal mereka juga tidak menampakkan wajah. Sekarang ingin mengambil keuntungan darinya, jangan bermimpi!"