NovelToon NovelToon
Selepas Hujan

Selepas Hujan

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Patahhati / Cinta pada Pandangan Pertama / Romansa-Percintaan bebas / Tamat
Popularitas:141.9k
Nilai: 5
Nama Author: Amma Nada

Siapa sangka selepas hujan malam itu memberi berkah pada lelaki yang sering mehabiskan waktu dengan kedua sahabatnya.Semua berubah,setelah ciuman dan pelukan dadakan dari seorang wanita bak bidadari turun dari kayangan.....


apakah Aris mendapatkan hati wanita yang sudah mencuri hatinya itu??




Area 21+
Diharapkan bijak untuk memilih bacaan sesuaikan umur kalian 😊

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amma Nada, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Salah Paham 2

Setelah membujuk Alex untuk menenangkan dirinya,akhirnya Alex mengikuti perintah dari Jojo agar dia istirahat.Tangannya masih mendekap lengan wanita itu,seakan takut jika wanita itu menghilang lagi.

Jojo tak menyangka jika perpisahannya membuat dampak yang besar pada lelaki yang selalu terlihat gagah dan berkharisma ini.Tak bisa dipungkiri rasa sayang masih ada,meskipun bukan sayang sebagai orang yang ia cinta.Tapi sayang sebagai teman,ya.. Jojo ingin berdamain dengan hatinya.Iya ingin menghilangkan rasa bencinya pada semua yang lelaki ini pernah lakukan padanya.

Ia menatap wajah lelaki itu,wajah Alex terlihat begitu pucat dan tirus sekali dengan bulu-bulu jambang yang tak terurus.

"Tuan putri,ini sudah larut.. sebaiknya kita pulang"ucap Dona mengajak untuk Jojo pulang.

Jojo sebenarnya juga sangat lelah dengan perjalanan hari ini,lalu ia mengangguk.Perlahan Jojo mencoba melepas tangannya dari belitan tangan Alex,tapi gagal.Lelaki yang tengah terlelap itu ternyata tak tidur,ia hanya memejamkan matanya.

"Sayang,kamu mau kemana?"ucap Alex menatap Jojo.

"Aku mau pulang,besok aku kesini lagi"

"jangan tinggalin aku"ucap Alex dengan penuh harap.

Jojo menggeleng dengan mengelus punggung tangan Alex "Nggak,aku akan kesini lagi besok.. hhmm"

"Janji"

"Hhhmmm,janji.. Kamu istirahat sekarang"sahut Jojo sambil membenarkan selimut yang Alex gunakan.

Alex menarik tangan Jojo agar lebih dekat dengannya,lalu perlahan ia mencium kening Jojo lama.

Jojo terkesiap,Aris.. ya hanya nama itu yang langsung ada dipikiran Jojo.

Jojo mencoba menarik dirinya perlahan.

"Lex,kamu inget kan kita udah..."belum selesai Jojo menyelesaikan ucapannya,Alex lebih dulu memotong.

"Nggak,kita gak putus sayang.. kamu cuma bercanda kan,kita masih terus kan"Alex kembali meraih kedua tangan Jojo untuk ia genggam.

"Hubungan kita nggak sehat,kita udah gak sejalan..Aku nggak bisa lagi pertahanin hubungan ini"

"Nggak sayang,kamu cuma bosen kan.. aku yakin,dihati kamu masih ada aku..dan untuk kejadian waktu itu,kamu cuma salah paham sayang.. itu nggak seperti yang kamu pikir"

Jojo memejamkan matanya sejenak,ah.. jika mengingat kembali kejadian itu ingin sekali ia memukul wajah lelaki yang tengah pucat ini.

"Lex,aku punya semua bukti kalo kamu sama Niken ada affair.. aku udah maafin semua itu,tapi kecewa ini masih ada dan gak akan pernah hilang"

"Nggak sayang... nggak"sahut Alex histeris.

Jojo dengan paksa melepas genggaman tangan Alex dan pergi meninggalkannya tanpa menoleh ke arah Alex yang tengah memanggil namanya.

Praaannggg

Prrraaannnggg

Terdengar suara benda berjatuhan dirauangan Alex,membuat Jojo menghentikan langkahnya.Ia menarik nafas panjang lalu menghembuskan kasar.

Keadaannya yang sendiri itu membuat Jojo iba padanya,mama Hany tadi juga menitipkan Alex padanya karna beliau harus pulang sebentar.

"Don,kamu pulang lebih dulu.. biar aku disini"ucap Jojo pada Dona.

"Tidak tuan putri,jika ansa disini.. maka saya akan tetap disini"sahut Dona.

Jojo kembali membuka ruangan Alex dan apa yang ia lihat,semua benda sudah berserakan dilantai.Bahkan gelas yang tadi ada di nakas pun sudah hancur berkeping-keping.

Jojo membulatkan matanya saat melihat tangan Alex "Astaga darah"batin Jojo.Ia berlari menghampiri Alex "Kau gila Lex,apa yang kau lakukan hah??"Teriak Jojo dengan mata yang hampir keluar.

"ya.. aku gila,aku gak berguna..."sahut Alex

"Don,panggilkan dokter"ucap Jojo pada Dona.

Tangan Alex yang masih mengeluarkan darah karna ia melepas paksa infus yang berada ditangannya.

"Apa yang sebenarnya kamu mau hah?"tanya Jojo kembali "belum puas kamu nyakitin aku hah? terus sekarang seolah-seolah kamu yang paling tersakiti.. hah?? itu yang kamu iya??"teriak Jojo pada lelaki yang emosinya tak teekendali.

"maaf.. aku nggak akan ulangi lagi,tapi please kita kembali kayak dulu"sahut lirih Alex.

"Maaf Al,aku nggak bisa"sahut final Jojo. "Meskipun kita udah nggak sama-sama seenggaknya kita masih bisa temenan Al"lanjut Jojo mulai mendekati Alex kembali.

Alex mendongak menatap wanita yang terlalu lama ia sakiti itu "Bener,,,kamu nggak akan jauhin aku? kita bisa temenan?"tanya balik Alex penuh harap.

"He'em.. kita masih bisa temenan,jadi aku mohon jangan sakitin kamu sendiri kayak gini heemm"ucap Jojo kembali.

Alex mengangguk lemah "Aku boleh peluk kamu,sebagai tanda persahabatan"

Jojo mengangguk dan merentangkan tangannya dihadapan Alex dengan tersenyum.

Mereka pun berpelukan,dengan Jojo menepuk-nepuk punggung lelaki itu.Rasa lega dihati Jojo,karna dia sudah bisa berdamai dengan semua yabg pernah lelaki itu lakukan padanya.Dendam yang ia pendam pun sekarang tak penting lagi,lelaki itu sudah mendapat ganjaran yang setimpal tanpa ia turun tangan.

Jaga selalu apa yang kamu miliki sekarang,jika sesuatu itu sudah pergi darimu jangan harap kamu bisa mendapatkannya kembali.

Dilain tempat wanita dengan tubuh seksi itu meliuk-liukkan badannya mengikuti irama musik.Ia sangat kesepian karna kedua lelaki yang biasa ia ganggu tak ada yang bisa dihubungi.

"Hay cantik"sapa seorang lelaki dengan meraih pinggang wanita itu mengikuti jogetnya.

Wanita itu terkesiap,lalu ia menormalkan dirinya dan membalik badan.Wajahnya memancarkan tatapan tak suka pada lelaki yang sedang mencoba menjamahnya.

"ngapain lo kesini"tanya Niken dengan besedekap.

"Nikmatin tubuh lo"sahut lelaki itu tanpa tau malu.

"Emang punya apa lo mau nikmatin tubuh gue brengs*k"

"Gue punya alat yang bisa bikin lo sama keluarga lo ancur"sarkas lelaki itu

"Brengs*k"sahut Niken dengan meangkat sebelah tangannya untuk menampar lelaki tampan didepannya.

Lelaki itu terkekeh "Kalo gue brengs*k lo apa J*l*ng"ucapnya menarik tubuh Niken untuk lebih menghimpitnya. "Malem ini lo sama gue,atau lo ancur.. setidaknya lo pernah ngerasain gimana kejadian beberapa tahun yang lalu,lo mau lagi hhmmm"

"Br*ngs*k"umpat Niken dalam hati.

Lelaki itu mulai menciumi leher jenjang Niken,tanpa menghiraukan tempat mereka sekarang.Gelora nafsu lelaki itu sudah membara,dia ingin segere menikmati tubuh wanita yang pernah membuat seseorang yang ia sayang tiada.

Malam semakin larut,tapi Aris semakin gelisah tak bisa memejamkan matanya karna kedua sahabatnya tak memberi kabar apa-apa mengenai Jojo padanya.

Kling

Satu notif dari ponselnya membuat Aris loncat dari tempatnya,ia langsung meraih ponselnya yang berada di atas nakas.Lalu membuka aplikasi Whatshappnya.

"Oke sudah saat nya aku kembali"batin Aris.

Ega mengirimkan foto Jojo yang sedang berpelukan dengan Alex.Orang suruhan Ega sungguh mendapatkan sudut yang tepat untuk membidik kameranya,Aris terbakar api cemburu sekarang.Ia mulai percaya dengan ucapan sahabatnya jika Jojo memang tak pernah mencintainya dan semua yang dia ucapkan hanya bualan.

Jam menunjukkan pukul 1 dini hari,Aris mengetuk rumah bibinya.

Tok

Tok

"Assalamualaikum Dik...Diki"ucap Aris.

"Waalaikumsalam"sahut Diki dari dalam sambil mata masih fokus dengan ponselnya.

Cklek

"Loh mas Aris,enek opo mas?"

"Mandek'o sek lekmu dolanan,aku arep ngomong"titah Aris

(stop dulu kamu mainan,aku mau ngomong)

Diki cengengesan "He..he.. iyo mas.. iyo" Diki mematikan ponselnya lalu mengajak Aris masuk "Enek opo mas?"

"Awakmu sido melok aku mbalik ndak? lek sido saiki siap-siapo tak enteni.. aku arep balik"

(Kamu jadi ikut aku pulang gak? kalo jadi sekarang siap-siap aku tunggu..aku mau pulang)

"Lho kok ndadak to mas,yo sido lah mas.. Tapi aku urung pamit ibuk,sek tak mbugah ibuk lekno"sahut Diki lalu beeanjak menuju kamar orang tuanya.

(Lho kok menddadak sih mas,ya jadi lah.. tapi aku belum pamit ibuk bentar aku bangunin ibuk dulu)

Beberapa saat setelah Diki pergi,bibi dan paman Aris keluar.

"Wah ketok e aku ganggu iki"ucap Aris cengengesan.

"Ck.. lah yo sadar jane,kurang titik goll kok ndadak di celuki Diki"sahut paman Aris.

"yo bariki dilanjut Lek"ucap Aris lagi.

Plakk

Bibi Aris memukul lengannya dengan menatap tajam "ki ngomongne opo lo jane"

Aris cengengesan "Lha embuh paklek ki.. "sahut Aris "Bulek Aris arep pamit balik"lanjutnya mode serius.

"Nyapo kok ndadak le,mbok sesok isuk ae lho.."

"Yo pas bulek lek jam semene balik,dalan e sepi.. Diki sido melok aku kan?"

"Iyo le,jak'en bocah kae...ben belajar kerjo,peenggaeane nek kene amen tuea turu e jibek aku"

Aris terkekeh "sampean ndak melok pisan lek?"tanya Aris pada bibinya

(Bibi nggak ikut sekalian?)

"Heleh,malah ngerepotne engku lek aku melok.. wes karo Diki ae,kapan-kapan bulek rono karo paklek"sahut Bibi Aris

(Heleeh..malah ngerepotin ntar kalo aku ikut,sama Diki aja.. kapan-kapan bibi kesana sama paman)

Aris pun menganguk.

Setelah sekian lama menunggu akhirnya Diki sudah selesai mengemas bawaannya.

"Ojo nyusahne mas mu le,seng sregep lek kerjo yo"nasehat bibi Aris pada Diki.

(Jangan menyusahkan abangmu nak,yang rajin kerjanya)

"Inggih buk.. ibuk karo bapak ati-ati nek kene,ojo panggah gae adek e.. aku ogah duwe adek"sahut Diki

(Iya buk,ibuk sama bapak hati-hati disini.. jangan bikin adek terus..aku nggak mau punya adek)

Plak

Bibi Aris memukul punggung Diki karna terus menggodanya. "Hus opo ae ta.. "

Diki pun meraih tangan ibunya untuk bersalaman,ia mencium punggung wanita paruh baya itu dan berpindah pada sang ayah.

"Pak,titip ibuk karo motor ku yo pak.. ojo digae nang sawah engko rusak"ucap Diki pada ayahnya sambil terkekeh.

(Pak,tititp ibu sama motorku ya pak.. jangan dipakai ke sawah ntar rusak)

"Iyo...iyo.. ra tak gowo neng sawah,tak gae nglencer karo ibukmu,ben ketok koyok nom-noman"sahut ayah Diki.

(iya...iya... nggak dibawa ke sawah..ku pakai jalan-jalan sama ibukmu,biar kelihatan kayak anak muda)

Diki berdecak lalu mencium punggung tangan ayahnya.

Berganti Aris berpamitan dengan kedua paman dan bibinya.

"bulek,paklek aku balik... sehat-sehat nggeh"ucap Aris lalu menyerahkan sesuatu untuk sang bibi.Lalu menciun punggung tangan bibinya

"Heleh.. iki gae opo lho Ris..ndak usah"sahut Bibi Aris ingin mengembalikan sesuatu yang Aris berikan.

"westo gae sampean,sesok ndang langsung ngejak paklek shopping ya lek..tuku kocomoto Syahrini seng girap-girap,dadi pas aku rene digae kocomotone" goda Aris pada bibinya.

(gapapa ini buat bibi,besok langsukng ajak paman shopping ya bi.. terus beli kacamata Syahrini yang bling-bling,jadi pas aku kesini langsung pake kacamata itu)

"Modelmu le"sahut bibi Aris "titip salam gae ibukmu,karo alika yo..eh pisan salam gae pacarmu seng ayu kae"lanjut bibi Aris menaik turunkan alisnya.

Aris tersenyum sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal,ia salah tingka sendiri.

"Paklek,aku budal"ucap Aris pada pamannya lalu kembali mencium punggung tangan lelaki paruh baya itu.

"iyo le,ati-ati"sahut paman Aris.

Dan akhirnya mereka pun berangakat menggunakan mobil Aris untuk kembali ke Ibukota.

Sudah setengah perjalanan Aris menuju ibukota dengan Diki,ia sedang singgah di sebuah minimarket untuk mengistirahatkan badannya sebentar.

Ia duduk di kursi yang disediakan pihak minimarkwt untuk pengunjung yang ingin istirahat.

Aris melihat ada sebuah mobil mewah juga singgah ke minimarket itu.

"Boleh saya ikut duduk disini?"tanya lelaki paruh baya itu pada Aris.

"Silahkan tuan.."Aris mempersilahkan.

"Kau mau mau kemana nak?"tanya lelaki paruh baya itu.

"Saya mau ke ibukota tuan..Tuan sendiri?"

"Aku mau meninjau proyek di daerah sini,asistenku sedang tak enak badan..makanya kami singgah sebentar disini"

"Wah.. anda sungguh baik tuan,biasanya bos nggak mau tau dengan apa yang dirasakan bawahan.."

"Mereka juga manusia nak,sudah selayaknya diperlakukan dengan semestinya.Kalau tak ada dia,perkerjaanku pun semakin terbengkalai"

Aris manggut-manggut membenarkan ucapan lelaki paruh baya itu.

Lalu lelaki paruh baya itu beranjak dari duduknya,karna assistennya sudah mendingan dan bisa melanjutkan perjalanan.

"Kalau begitu aku permisi nak?"

"Baik tuan... hati-hati dijalan"

"Aku berharap kita dapat beetemu lagi nak"

Aris tersenyum sembari mengangguk.

"Ya.. memang kita akan terus bertemu setelah ini nak"gumam lelaki itu saat didalam mobil dengan masih menatap Aris yang memainkan ponselnya.

Sedangkan Aris,lelaki itu mencoba menghubungi Jojo.Sedari tadi panggilan telfon darinya tak dijawab,membuat Aris khawatir.

Kembali ia menelfon Jojo.

Tut

"Halo sayang"terdengar suara riang dari wanita yang sedari tadi ia rindukan,bahkan sampai sekarang ia merindukan wanita itu.

"Hay, sayang,kamu dimana?"tanya Aris

"Sebentar sayang,ku ubah panggilan dengan panggilan video.. aku rindu"sahut Jojo dengan manja.

Beralih panggilan Video.

"Sayang.. aku rindu,kamu cepat pulang"ucap Jojo saat melihat wajah lelaki yang ia cinta.

"Hhmm.. pulang tidak ya..mungkin akan lebih lama lagi aku disini"

"Kamu tak merindukanku jadi kamu tak ingin pulang.. dasar jahat,awas saja kamu"sahut Jojo dengan wajah cemberutnya

Aris terkekeh "Aku sangat-sangat rindu sama kamu.. tunggu aku ya,oh ya sayang.. kamu sedang dimana?"

Belum sempat Jojo menjawab suara bariton teedengar dari belakanng tubuh Jojo dan Aris dengan jelas melihat disana ada Alex "Jo"panggil Alex pada Jojo.

Jojo menoleh dan tersenyum pada Alex,Ah... sakit sekali hati Aris melihat wanitanya tersenyum pada lelaki lain.

"Sayang,nanti lagi ku telfon.. cepat pulang aku merindukanmu..Love you"ucap Jojo lalu mematikan panggilan.

Aris mengrejap beberapa kali,kenapa ia hanya mematung seperti orang bodoh pikir Aris sendiri.Ia semakin salah paham dengan keadaan sekarang,ia mengika jika Jojo menjalin hubungan kembali dengan Alex dan menjadikan dia hanya pelampiasan.

Dilain tempat diwaktu yang sama,Alex melihat raut wajah Jojo yang terus tersenyum membuat ai penasaran.

"Jo,tadi yang telfon kamu siapa?"tanya Alex saat Jojo masih sibuk menyiapkan makanan yang baru diantar oleh perawat untuk Alex.

Ia berjalan menghampiri Alex dan menyerahkan nampan berisi makanan itu.Wajah Jojo tampak merona saat Alex menanyakan siapa yang menelfonnya. "Dia kekasihku"sahut Jojo malu-malu.

Alex terkejut "secepat ini kamu memiliki pengganti"batin Alex.

"Benarkah? bukankah seharusnya kau mengenalkannya padaku?"Tanya Alex sambil menampilkan senyum terpaksa.Hatinya begitu teriris melihat kenyataan bahwa wanita yang sudah lama menemaninya,yang ia sia-sia kan memiliki penggantinya.

"Sungguh kamu ingin bertemu dengannya? ku harap kamu tak malu jika bertemu dengan dia hehe..."ucap ambigu Jojo sambil tertawa.

Alex mengrenyit "Emang kenapa?"

"Ntar lah kamu bakal tau sendiri..sekarang kamu habisin makanan ini terus istirahat.. aku mau pulang dulu,dari tadi malem kan aku udah disini"

"Temani dulu aku makan habis itu kamu bisa pulang.. ya..ya.."pinta Alex.

"Oke.. yaudah makan dulu"sahut Jojo sambil duduk disebelah ranjang Alex.

"Mas ati-ati ndak usah ngebut ngene mas... istigfarrr... aku urung rabi mas,urung grasakne surga dunia aku ndak pengen mati disek"teriak Diki dengan mencengkram sabuk pengamannya melihat Aris yang mengemudikan mobilnya dangan kencang.

(Mas hati-hati nggak usah ngebut gini mas.. Istigfar..Aku belum nikah masxbelum meresakan surga dunia.. aku nggak mau mati dulu)

Aris seakan menulikan telinganya tak mendengar semua ucapan sepupunya yang tengah ketakutan.

Apa yang sebenarnya membuat Aris begitu maeah dan melajukan mobilnya seperti itu....???

Sabar bang Ar...

Ngemeng-ngemeng bapak sapa yak tadi???

♡Pantengin terus kisah cinta mereka ya...Jangan lupa kasih like,vote n komen kalian

♡ Salam sayang dari Ar-Jo♡♡♡♡♡♡

1
Anyta Djami Lay
cemburu si ega
Anyta Djami Lay
lha otor yg buat ceritanya juga....
Anyta Djami Lay
lho kok habis, gantung dong....
lanjutannya kak thor....
Dwi Siswati
ceritanya bagus banget..semangat kak👍
Septin Irawan
bang aris SUHU😎
Dhina ♑
Ya Allah dah....UHUY

Ya Allah dah....UHUY


Ya Allah dah....UHUY
Yunus Desy
lnjutt thorrr
𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ¢ᖱ'D⃤ ̐NuR❗☕𝐙⃝🦜
Hayu lah aku nungguin bang Ilham nih oh ARJO 😍😍😍
Rhania lesta
hadehhhh si ikan dori ya ris😂😂😂
Rhania lesta
hmmmm anpunnn si niken cewk gak tau malu ya 😅😅
Rhania lesta
lqh main nyosor si cweknya 😂😂😂
Rhania lesta
wah wah lanjuttt
Rhania lesta
mampir kesini...namanya aris jadi mengigatkan tentang seseorang 🤭🤭🤭
¶⁹GinaAG⁸
go up🤓🤣
Kim Ni Da
serasa pen gigit sesuatu gituu
Kim Ni Da: apa aja yg bisa digigit😭🤧
total 2 replies
Dhina ♑
Selepas Hujan........Ya Allah, napa masih tercecer satu 🤔🤔 kirain ga nongol lagi
Dan...ah, sabar Jojo, jangan bersedih soal kehamilan. Nanti malas stress.

Hhhhh ngapa lagi belatung nangke satu nih
eh, pengharum ruangan ya. Tapi kox busuk hati. Belagak gangguin suami orang
Eka Comel
oh my good mobil masa depan ku 😂😂😂. mampir sini
Dian Daeng Baji
ending-nya gak wooow
I'm Peach 🍑🍑: iya maaf karna belum dilanjut untuk crta ini 🙏
total 1 replies
Naurah Ramli
dadanya Sandra tipis yah.. bodynya Jo Saleem amat
Nabila Syarif
cakepnya anaknya orang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!