NovelToon NovelToon
Anak Kandung Yang Tersisikan

Anak Kandung Yang Tersisikan

Status: sedang berlangsung
Genre:Saudara palsu
Popularitas:3.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Nadia Papendang

Klarissa anak kandung dari keluarga yang cukup kaya raya, namun sejak sepupunya datang dan di angkat sebagai anak angkat oleh kedua orang tuanya, Klarissa Tersisikan.

Kedua orang tuanya mengabaikan dan tidak peduli, saudara-saudara kandungnya, pacarnya bahkan sahabatnya tidak ada yang peduli pada Klarissa bahkan mengabaikannya.

Mampukah Klarissa hidup dalam keterabaian dari orang-orang terdekatnya??...
Apakah masih ada yang peduli pada Klarissa?...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadia Papendang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 34

Pagi-pagi Bima sudah menjemput Klarissa menggunakan mobil pribadi dengan supirnya, Bima menelpon Klarissa "Hallo sayang... Aku ada didepan rumahmu!" Tutur Bima

"Hallo... Aku masih tidur sayang, ini jam berapa?" Tanya Klarissa dengan suara serak

Bima mengubah panggilan telponnya menjadi video call, Bima tersenyum melihat Klarissa masih memejamkan matanya "Hi...Bangunlah, aku sudah menunggumu didepan rumahmu!" Tutur Bima

Klarissa membuka matanya "Bentar sayang, Ck... Pagi-pagi kok sudah keren begitu!" Ujar Klarissa melihat Bima memakai topi

Klarissa tersenyum "Sana mandi dulu!" Tutur Bima

"Iya tunggu sebentar!" Ujar Klarissa

"Iya sana!" Jawab Bima

Klarissa bergegas membersihkan tubuhnya, setelahnya Klarissa keluar dari kamarnya membawa tas besar untuk camping "Bun... Klarissa pergi camping dulu!" Klarissa berpamitan pada bik narti

"Iya hati-hati, ayo sarapan dulu non!" Ujar bik narti

Klarissa menggelengkan kepalanya "Bima sudah menungguku didepan bun, Klarissa pergi dulu!" Tutur Klarissa mencium tangan bik narti bahkan memeluk tubuh bik narti lalu berlari keluar rumahnya menemui Bima

 "Sayang... Lama ya nungguin aku?" Tanya Klarissa

Bima tersenyum "Nggak kok, ayo masuk!" Tutur Bima

Klarissa pun masuk kedalam mobil Bima, bima memegang tangan Klarissa, Klarissa menyenderkan kepalanya dibahu Bima memejamkan matanya "Masih ngantuk?" Tanya Bima

"Enggak sayang, tapi kenapa kalau didekat kamu bawaannya aku mau tidur terus, nyaman banget didekatmu!" Tutur Klarissa

Bima tersenyum "Kalau kamu nggak bisa tidur bilang saja ntar kamu bisa tidur di punggungku, dibahuku atau dimanapun yang kamu mau!" Terang Bima

Klarissa mengangguk masih memejamkan matanya menyenderkan kepalanya dibahu bima "Mau makan bubur nggak?" Tanya Bima

"Mau... Lapar!" Gumam Klarissa

"Kita makan bubur dulu pak!" Ujar Bima

Supir pun berhenti ditempat yang menjual bubur "Sayang pedes nggak?" Tanya Bima

"Jangan sayang, kalau pagi perutku suka sakit kalau makan yang pedas!" Jawab Klarissa

"Ya sudah, tunggu sebentar aku mau pesan dulu!" Ujar Bima

Klarissa duduk di meja yang kosong, tak lama Bima datang membawa dua mangkok bubur ayam lengkap dengan kerupuknya "Makanlah mumpung anget!" Ujar Bima

Klarissa tersenyum mengaduk buburnya "Kok di aduk begitu sayang?" Tanya Bima

"Iya biar semua rasanya jadi satu sayang, kalau makan diatasnya saja yang bawah akan terasa hambar!" Tutur Klarissa

Bima makan buburnya tanpa diaduk "Pertama spesial sayang tapi untuk selanjutnya hanya melanjutkan saja!" Ujar Bima

Klarissa tersenyum menghabiskan buburnya "Habis!" Gumam Klarissa

Bima menatap Klarissa "Cepat amat!" Ujar Bima

"Lapar soalnya!" Klarissa mau ngambil air tiba-tiba mangkok buburnya kesenggol jadi pecah

Prannggg....

Klarissa memegang dadanya "Sayang kamu nggak apa-apa?" Tanya bima

"Sayang... Aku mau pulang perasaanku nggak enak!" Tutur Klarissa

"Ada apa sayang?" Tanya bima

Klarissa menarik tangan bima "Ayo cepet anterin aku sayang, aku merasa ada sesuatu dirumah!" Jawab Klarissa panik

"Iya sebentar aku mau bayar dulu!" Tutur bima

Klarissa masih memegang dadanya yang merasa sesak, bima mengantarkan Klarissa kembali ke rumahnya "Aku kedalam dulu ya sayang, ntar kalau tidak ada apa-apa kita akan pergi ke camping!" Tutur Klarissa

Bima mengangguk "Aku tunggu disini ya, nanti telpon kalau ada apa-apa!" Ujar bima

Klarissa mengangguk dan berlari masuk kedalam rumahnya, Tak lama bima mendapatkan telpon dari papanya

"Bima...Kamu ada dimana?" Tanya David

"Ada apa pa?" Tanya Bima

"Evelyn menelpon papa katanya sekarang ada acara camping, sana berangkat evelyn sudah menunggumu!" Tutur David

"Aku masih nunggu Klarissa pa!" Jawab Bima

"Klarissa sudah dikeluarkan dari sekolah, dia tidak bisa mengikuti acara camping!" Terang David

"Haaa... Dikeluarkan?" Bima terkejut

"Iya sana berangkat, evelyn sudah menunggumu, ingat Bima jangan macam-macam papa evelyn tidak akan main-main membawa kasus Klarissa kepolisi, sana berangkat sebelum evelyn menghubungi papanya!" Tutur David

"Iya pa!" Jawab Bima

Bima pun menitipkan tas Klarissa pada satpam lalu Bima pergi dari rumah Klarissa "Maafkan aku sayang... Ini demi kamu sayang!" Gumam Bima lalu menyuruh sopirnya kesekolahannya

Saat Klarissa masuk kedalam rumahnya langkah Klarissa terhenti melihat bik narti tergeletak dilantai "Bunda....!" Teriak Klarissa

Bik narti memejamkan matanya "Tolong!" Teriak Klarissa kencang

Semua keluarganya bergegas menghampiri Klarissa "Astafirullah bik narti kamu kenapa bisa begini... Ayo pa kita bawa kerumah sakit!" Ujar Jesika panik

Klarissa menangis memegang tangan bik narti yang tak bergerak, sesampainya dirumah sakit dokter menangani bik narti tak lama dokter keluar dengan wajah sendu "Maaf Pak... Bu... Pasien sudah wafat, pasien telat dibawa!" Terang dokter

Klarissa menangis histeris "Hiks... Hiks... Bunda jangan tinggalin Klarissa... Hiks... Hiks...!" Tangis Klarissa

Jesika juga menangis karena bik narti sudah dianggap seperti keluarganya sendiri, Klarissa masuk kedalam ruangan yang didalamnya ada bik narti "Bun... Bangun... Jangan tinggalin Klarissa!" Tutur Klarissa

Jesika memegang Klarissa"Klarissa... Ikhlaskan bik narti nak!" Ujar Jesika

Klarissa masih menangis histeris, bayangannya teringat sejak kecil bik narti yang mengurusnya bahkan saat di marahi kedua orang tuanya bik narti orang yang membela Klarissa "Hiks... Hiks... Bunda!" Tangis Klarissa

Tiba-tiba mata Klarissa menggelap hingga Klarissa pingsan, Harry menggendong Klarissa lalu membawanya pulang kerumahnya. Setelah Klarissa sadar dia tidur dikamarnya "Apa aku bermimpi kalau bunda meninggal, kenapa terasa nyata!" Gumam Klarissa

Klarissa keluar dari kamarnya, rumahnya sepi tidak ada seorangpun. Klarissa kedapur tidak ada orang, Klarissa berkeliling dirumahnya tidak ada orang, lalu Klarissa keluar rumahnya hanya ada pak satpam yang memakai baju hitam, Klarissa bergegas menghampiri satpam tersebut "Pak... Orang rumah kemana semua, kok sepi?" Tanya Klarissa

Pak satpam menggaruk kepalanya yang tak gatal "Anu non... Yang lain lagi ke___!" Tutur pak satpam takut Klarissa pingsan lagi

Klarissa "Kemana pak... Yang jelas dong!" Desak

"Ke pemakaman non!" Jawab pak satpam

"Pemakaman... Jangan bilang bunda meninggal!" Ujar Klarissa

"Bukan nyonya yang meninggal non tapi bik narti!" Tutur pak satpam

Tiba-tiba air mata Klarissa mengalir deras "Jadi aku bukan bermimpi pak... Tapi ini kenyataan... Hiks... Hiks... Ke pemakaman mana pak?" Tanya Klarissa

"Di pemakaman umum raya non!" Jawab pak satpam

Klarissa berlari dengan air mata yang mengalir deras "Hiks... Hiks... Hiks... Bunda... Kenapa bunda tinggalin Klarissa sendiri bunda... Sebentar lagi bima akan meninggalkan Klarissa... Klarissa akan sendiri bunda!" Tangis Klarissa

Tak lama Klarissa sampai ditempat

pemakaman dengan air mata yang mengalir pemakaman dengan air mata yang mengalir deras, semua menatap Klarissa "Klarissa... Kamu sudah sadar!" Ujar Jesika

Klarissa berlutut di pemakaman bik narti "Hiks... Hiks... Bunda kenapa bunda tinggalin Klarissa... Hiks... Hiks...!" Tangis Klarissa

Harry berjongkok "Klarissa... Ikhlaskan bik narti, bik narti sudah tenang disana!" Ujar Harry

Klarissa diam "Kenapa tiba-tiba bunda meninggal?" Tanya Klarissa

"Kata dokter bik narti mengalami serangan jantung!" Jawab Harry

Kirana ikut berjongkok "Klarissa... Kita pulang yuk, Kirana janji akan menemanimu!" Tutur Kirana

Klarissa diam masih dengan meneteskan air matanya kenangan bersama bik narti berputar-putar hingga Klarissa pingsan kembali, semua orang panik hingga Harry yang menggendong Klarissa "Klarissa...!" Teriak Aldy panik

Sesampainya dirumahnya Harry merebahkan Klarissa dikursi ruang tamu, semua orang panik kecuali Kirana yang nampak tak senang semua keluarganya perhatian pada Klarissa.

Beberapa menit kemudian Klarissa membuka matanya "Klarissa... Kamu sudah sadar dek?" Tanya Aldy

Klarissa diam mengedarkan pandangannya "Kemana bunda?" Tanya Klarissa meneteskan air matanya Jesika memeluk Klarissa "Ini mama sayang... Mama mohon Klarissa ikhlaskan bik narti, biarkan dia tenang sayang!" Ujar Jesika

Klarissa meneteskan air matanya dadanya nyeri mendengar nama bik narti, lalu Klarissa beranjak melangkahkan kakinya ke kamarnya lalu menguncinya, Klarissa menutup mulutnya meneteskan air matanya "Hiks... Hiks...!" Tangis Klarissa

Sedangkan diluar keluarganya sangat khawatir dengan keadaan Klarissa, Aldy ikut berlari mengikuti Klarissa"Klarissa... Dek... Buka pintunya... Ini kak Aldy!" Tutur Aldy

"Aku mau sendiri... Jangan ganggu aku!" Teriak Klarissa

Biarkan dia tenang sayang!" Ujar Jesika

Harry mengikuti Aldy lalu memegang bahu Aldy "Biarkan Klarissa sendiri dulu... Dia perlu waktu sendiri!" Ujar Harry

"Aldy khawatir Klarissa melakukan hal-hal yang aneh pa!" Tutur Aldy

"Tidak akan Klarissa hanya perlu waktu sendiri, ayo!" Harry merangkul Aldy membawanya kebawah bergabung dengan keluarga yang lain.

1
Nda_Zlnt
benci banget sama deo, mati ajalah dia
Kasih Bonda
next Thor semangat
Nengsih ning
kake dan nenek nya Nadira kan dr kedua belah pihak sm sm ky...masa gk tau keadaan cucu nya yg menderita tanpa Nadia bilng pun... pasti dh paham dong bgimna keadaan nya Nadira di lihat dr pakainya tanpa Nadira harus bicara sm kake nenek nya jg😮‍💨😮‍💨😮‍💨
Deeva Satrya: nanti Nadira jg ktemu sm keluarga di RS luar negeri dmn Nadira di rawat,,disitu terbongkar smua kelakuan. si deo bego itu si deo siftnya nurun derel logika GK main tolol bego bodoh untuk si deo siap siap nanti km bkal di rajam sm mm km Nadia dan quen akan tau jati diri sebenarnya,,Krn dr kecil dea dan Nadira mirip Sprti kembaran selisih umur 10 bulan,,
total 2 replies
Mulyani
lanjut dooong ka
Kasih Bonda
next Thor semangat
Ayunda Marbun
kak ini aj napa yg diselesaikan greget kali sama 4 org itu, atau gk sini kubantu neruskan ceritanya biar kita kasi paham 4 iblis ity🤣
Ayunda Marbun
hajar terus queen kasi pelajaran pembatu gk tau diri itu, masukkan gw ke situ thor. biar gw hantam org org itu
Rizky Ivan
lanjut Thor sayang..
Kasih Bonda
next Thor semangat
Suanti
semoga ingatan quen cpt kembali dan org tua cpt sembuh dri koma biar balas dendam ke al dan keluarga pembantu 🤣🤣🤣
Kasih Bonda
next Thor semangat
Aldiza azahra
wah teryata bapaky varo yg bregsek itu yg ngerjai gita jd pembatu.. knpa di ales aj quee ke aly
Aldiza azahra
kyaky omogn kakek alex bener si deo metalay lmah dn mudah dimafaatkan
Kasih Bonda
next Thor semangat
Noer Asiah Cahyono
kan nenek nya kaya2 kenapa Nadhira gak minta tinggal sama mereka aja atuh yah
Noer Asiah Cahyono
kan nenek nya kaya2 kenapa Nadhira gak minta tinggal sama mereka aja atuh yah
laaa~
emg dirumah mereka gk ada cctv kah biar kluarganya bisa mantau wk. kasian si diraa
Noer Asiah Cahyono: bener banget kak, kata nya orang kaya tapi masa melepas anak2 begitu saja padhal kn nenek yg dari derel aja kaya, belum tante nya itu acha, gimna gimana smpe gak bisa makan, apa gak bisa Nadhira blng klo kelaparan
total 1 replies
Dasem Ida faizah
ilfil dengan deo dan yuna
amorabymora
niat mampir tapi malah mewek di buat author ini 😣
Kasih Bonda
next Thor semangat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!