"kau membutuhkan uang dan aku membutuhkan seorang istri, bukannya kita akan saling menguntungkan.." kata Vico dengan menatap lekat Antin.
Antin bingung harus bagaimana lagi sekarang,, dia membutuhkan uang untuk biaya pengobatan ayahnya yang memerlukan banyak uang.
Sedangkan uang yang ia kumpulkan selama ini hanya mencukupi biaya perawatan ayahnya saat ini.
Darimana lagi ia harus mendapatkan uang untuk biaya operasi ayahnya....
IG kenz kcp
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nikmahkhy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 33
Antin tersenyum senang saat keluar dari kamarnya mendapati ayahnya tengah makan dengan lahap.
Sepertinya ia benar-benar harus membuang jauh-jauh fikirannya buruknya, ia juga sangat jelas tidak ingin ayahnya kenapa-napa.
Ia menyayanginya,, sungguh.
Ia berjalan mengambilkan segelas air putih dan menghampirinya ayahnya,
" pelan-pelan Ayah.." Antin menaruh segelas air putihnya didepan ayahnya.
" enak banget Ann,," kata Kusuma masih dengan makan yang lahap.
Antin semakin senang mendapati ayahnya yang tidak sepucat tadi, benar apa yang dikatakannya. Ayahnya hanya kecapekan, Mana mungkin jika ia sakit bisa makan selahap begitu.
" kamu udah mau berangkat..?" tanya Kusuma.
Antin hanya mengangguk menatap ayahnya masih dengan senyumnya.
Kusuma sudah selesai dengan makannya dan langsung mencuci piringnya, sebelum Antin yang akan melakukannya namun ayahnya melarang.
" oh iya yah,, tadi Antin ketemu sama Tante Rina, dan ngobrol-ngobrol gitu.." kata Antin sambil melihat ayahnya yang tengah mencuci piring kotornya.
" tante Rina siapa..?" tanya Kusuma bingung.
" temannya Tante Kila, yang punya butik sendiri.." jelas Antin dengan antusias.
" ngobrolin apa..?" Kusuma sudah selesai mencuci piring kotornya dan berjalan kearah Antin.
" pertama Tante Rina tuh suka sama desain yang aku buat,, trus dia nawarin buat Antin buka butik sendiri.. dan tante Rina ada tempatnya.. " jelas Antin dengan antusias.
" teruss..." kusuma mendudukkan dirinya di samping anaknya.
" tante Rina nawarin Antin, buat pakai tempatnya dan kalau soal modal katanya ia bisa bantu,, menurut Ayah gimana...?" Antin menatap lekat kearah ayahnya dengan binar. Menunggu apa yang akan dikatakan oleh ayahnya, ia berharap mendapatkan jawaban yang ia tunggu-tunggu adalah kabar yang ia inginkan saat melihat ayahnya menggangguk-angguk kecil.
Kusuma meminum air putih dengan perlahan, melihat anaknya yang begitu sangat senang dan antusias.
kusuma menaruh kembali gelasnya yang telah kosong, menghembuskan nafasnya perlahan.
" jangan deh..." kata Kusuma.
Antin menjatuhkan rahangnya Tak percaya, ia sedikit kecewa, tidak-tidak ia kecewa sekali mendengar jawaban dari ayahnya. Kenapa ayahnya tak menyetujuinya, padahal ini kan peluang baginya.
" jangan ya Ann,," kata Kusuma lagi melihat anaknya yang sudah terlihat kecewa dan sedih.
" kenapa..?" tanya Antin lirih.
" orang itu tidak selamanya baik Ann,, mungkin Hari ini Tante Rina baik sama kamu mau nyediain tempat dan nambahin kamu modal buat butik sendiri....
tapikan kita tidak tahu besuk atau nanti bagaimana,,
bisa saja Tante Rina dapat masalah ekonomi dan dia minta uangnya kembali bagaimana...?" jelas Kusuma kepada Antin.
" tapi nanti kalau butiknya udah berjalan, kita akan bagi hasil kok yah.." kata Antin.
" Jangan ya,, kalau kamu emang beneran mau buka butik sendiri... Ayah bisa kok jual mobil buat kamu modal.." kata Kusuma.
Mendengarnya Antin langsung menggeleng dengan cepat.
" enggak Ayah.."
" kalau kamu memang mau buka butik sendiri lebih baik Ayah aja yang Bantu, kalau orang lain resikonya terlalu besar.." kata Kusuma menatap lekat anaknya yang tengah menundukkan kepalanya.
" Ayah Itu cuma takut,, nanti kalau kamu menerima bantuan dari Tante Rina. nanti kalau kamu sukses terus nanti Tante Rina minta uangnya balikk lagi atau mungkin ada yang ngomongin kamu kalau kamu tidak berterima kasih kepada Tante Rina yang sudah membuat kamu sukses...
bagaimana...?" lanjut Kusuma.
Antin mencerna apa yang dikatakan ayahnya memang ada benarnya, kenapa ia tidak terfikirkan seperti Itu.
" orang Itu juga tidak selamanya ada diatas nak, bisa jadi nanti kamu udah berada diatas. Terus entah apa yang terjadi, Tante Rina yang berada dibawah..
Kehidupan kan berputar nak..." Kusuma mengelus pundak Antin menyakinkan.
Antin mengangkat pandangannya menatap ayahnya tengah tersenyum melihatnya.
" Ayah Itu bukannya tidak percaya sama Tante Rina, tapi kan semua orang bisa berubah.. sekarang ataupun nanti, kita tidak bakalan tahu.." kata Kusuma.
Antin mengangguk mengerti, semua yang dikatakan ayahnya benar. Semua orang tidak selamanya baik, dan kehidupan pasti berputar.
Ia tersenyum melihat ayahnya, ia beruntung sangat beruntung mempunyai Ayah seperti beliau, dan ia bangga.
Antin berdiri dan memeluk ayahnya dengan erat.
" makasih ya Ayah..." kata Antin.
" makasih buat apa..?" Kusuma membalas pelukan anaknya mengelus punggung kecil anaknya dengan lembut.
" makasih karna udah jadi Ayah Antin, Udah merawat Antin selama ini..
Selalu sabar menghadapi sikap Antin yang menyebalkan ini, selalu nasehatin Antin waktu Antin ngelakuin hal yang salah.." kata Antin.
Kusuma melepas pelukan anaknya dan mengelus rambut anaknya, menatap anaknya yang kini sudah dewasa.
Waktu seperti cepat berlalu, seperti baru kemarin ia menggendong Antin dipunggungnya dengan berlari-lari dihalaman depan rumahnya.
Tapi sekarang Antin sudah dewasa dan mempunyai mimpi yang begitu besar.
" kamu tau gak,, kamu tuh masih nyebelin Tau .." kata Kusuma menoel hiding Antin.
Antin langsung cemberut mendengarnya, sedangkan Kusuma sudah tertawa dengan keras melihat raut muka Antin.
Dan akhirnya Antin pun ikut tertawa yang jelas-jelas menertawainya sendiri.
" Inget pesen Ayah ini,, setiap kamu akan membuat keputusan apapun harus memikirkan kedepannya,, memikirkan bagaimana jika kamu nanti mengambil keputusan akan terjadi apa resikonya apa..
dan semua keputusan pasti mempunyai resiko bukan,," kata Kusuma menatap Antin serius.
" iya Ayah.. pasti.." Antin kembali memeluk ayahnya dengan erat.
Kusuma tersenyum mendengarnya, ia bangga sangat bangga mempunyai seorang putri seperti Antin. Baginya Antin adalah anugrah terindah yang diberikan tuhan untuknya.
************
Vico sudah keluar dari ruangannya, masih sore memang jika harus pulang. Namun ia jenuh sekali diruangannya, ia ingin pergi ketempat dimana ia bisa bekerja dengan fokus.Ia berjalan kearah ruangan Pak Kim yang hanya bersebelahan dengan ruangannya.
Ia langsung membuka pintu ruangan Pak Kim tanpa permisi, mendapati Pak Kim yang tengah berdiri sambil menggaruk kepalanya memandang dokumen ditangannya dengan tatapan bingung.
" tuan Vico " Pak Kim membungkukkan badannya.
" wahh,, kau bekerja keras ya Pak kim..." kata Vico melihat ruangan Pak Kim penuh dengan foto wanita.
" kau sedang mencari istri muda Pak Kim, ckckckck....." Vico menggeleng tak percaya menatap Pak Kim.
Sedangkan Pak Kim membelalakkan matanya dan menggeleng dengan cepat.
" tidak tuan, saya Mana berani...
ini kan tuan yang ingin mencari istri kontrak.." kata Pak Kim.
Vico tertawa mendengarnya, sudah seperti orang ketahuan selingkuh saja raut muka Pak Kim ini.
" aku akan pergi Pak Kim, " Vico mengangkat tas kerjanya memperlihatkan kepada Pak Kim.
" baik, saya akan mengantar anda..." Pak Kim melempar dokumen yang ia pegang ke arah meja dan mencari kunci mobilnya.
" tidak perlu Pak Kim, sepertinya kau sibuk sekali... aku pergi sendiri saja..." kata Vico dengan tertawa mengejek.
" baiklahhh..."
" saya pergi dulu Pak Kim,,," Vico menepuk pundak Pak Kim dan berjalan keluar.
Pak Kim hanya membungkuk kan badannya.
Jangan lupa like dan vote......:))