NovelToon NovelToon
Langit Dan Samudra

Langit Dan Samudra

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Anak Yatim Piatu / Beda Usia / Teman lama bertemu kembali / Pengawal / Kriminal dan Bidadari
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Na_1411

Kisah cinta antara dua anak manusia yang di pisahkan jarak dan waktu, kehidupan yang keras dan penuh dengan manipulasi membuat mereka saling terpisah satu sama lain.

Akankah Samudra dan langit akan bersatu…? Jika penasaran dengan ceritanya, baca novel ini ya…?

Jangan lupa tinggalkan komentar dan like nya, karena dengan like dan komentar kalian bisa menambah semangatku untuk melanjutkan cerita selanjutnya, salam hangat…

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Na_1411, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kepulangan baron dari rumah sakit.

Hari ini tepat hari kepulangan baron, samudra yang tiap malam selalu menemani baron bergantian dengan bawahan baron dan juga teman dari samudra.

“Rasanya sudha tidak sabar aku ingin keluar dari tempat membosankan ini.” Celetuk baron yang mengemasi barang barangnya ke dalam tasnya.

“Apa anda sudah sangat tidak sabar keluar dari raungan ini pak, menurut saya ruangan ini terlihat sangat nyaman.” Ucap Udin yang menggoda baron, dengan tatapan sinisnya baron melirik menatap Udin yang tersenyum canggung.

“Apa kamu ingin merasakan bagaimana rasanya jadi penghuni terjangan ini Hmm….” Ancam baron yang membalas candaan Udin.

“Tidak… tidak… pak, saya dari dulu anti pati sama rumah sakit. Apa lagi jarum suntiknya, lebih baik saya di pukuli dari pada saya merasakan jarum suntik yang masuk ke dalam kulit.” Udin mengelus elus kedua lengannya dengan kedua tangannya, dia bergidik ngeri membayangkan jarum suntik yang masuk ke dalam kulitnya.

“Payah kamu din, badan aja gede masak sama jarum suntik cemen.”

Baron bersiap keluar dari ruangan, bersamaan dengan seorang perawat yang akan masuk sambil membawa kursi roda yang akan baron gunakan waktu keluar dari rumah sakit.

“Anda mau apa sus, kenapa anda bawa kursi roda segala masuk ke sini…?” Tanya baron menatap kursi roda.

“Ini untuk anda keluar dari rumah sakit, pak…”

“Saya masih kuat jalan, jadi anda tidak perlu mengantar saya memakai kursi roda.” Dengan kesal baron segera keluar dari ruang inapnya bersama dengan Udin yang berjalan di belakang baron, perawat tersebut hanya diam menatap kedua laki laki yang tampak gagah dengan perawakan besarnya.

“Apa anda yakin kuat buat berjalan ke depan pak…?” Tanya Udin memastikan.

“Apa kamu perlu merasakan pukulanku dulu, baru kamu percaya bagaimana kuatnya aku sekarang.”

Udin terdiam tak berucap apa apa lagi, dia memilih diam dan mendengarkan tanpa menerusakan ucapannya. Dia tahu bagaimana perangai baron ketika kesal, tidak hanya Udin saja. Seluruh pengawal dan pegawai di kediaman alex tahu bagaimana sifat baron yang temperamen, mending diam dan jangan banyak bicara.

Samudra yang baru saja datang ke rumah sakit, menghentikan mobilnya. Dia menunggu baron dan Udin yang tadi mengabarinya akan pulang hari ini, samudra melihat sosok dua pria yang berjalan keluar dari pintu besar rumah sakit.

Dengan segera samudra keluar dan menghampiri baron, Udin yang melihat samudra segera menyerahkan tas milik baron. Dengan senang hati samudra menerimanya dna segera memasukkan tas tersebut ke dalam mobil, baron dan Udin segera masuk ke dalam mobil dan menunggu samudra yang akan masuk ke dalam.

“Mobilnya keren sam, apa ini mobil kamu…?” Tanya Udin meneliti mobil yang samudra pakai.

“Pemberian dari tuan alex, sebagai jadian aku sudha menjaga putrinya waktu di panti dulu.” Udin tampak mengangukan kepalanya, sedangkan baron yang sudah tahu jika tuan alex memberikan mobil untuk samudra hanya diam tanpa bertanya apapun.

“Kita langsung ke kediaman tuan alex pak…?” Tanya samudra sambil mengemudikan mobilnya.

“Jika aku ingin melihat bekas mobil yang aku pakai waktu kecelakaan, apa kamu mau mengantarkan saya sam.” Ucap baron sambil menelisik raut muka samudra.

“Ck… sebaiknya anda istrirahat dulu pak, besuk baru saya antar anda ke tempat pembuangan mobil bekas.”

Udin menggelengkan kepalanya saat mendengar ucapan samudra, dengan penasaran dengan tingkah Udin samudra melirik dengan melihat kaca sepion di depannya.

“Kenapa kamu din, apa ada yang salah…?”

“Tidak sam… beda ya orang kaya sama orang seperti kita, coba deh sam jika saja mobil kamu penyok apa kamu akan langsung membuangnya atau kamu akan memperbaikinya..?”

“Tentu saja aku akan memperbaikinya, kenpa memangnya…?”

“Ada alasan tersendiri kenapa tuan alex tidak ingin memakai mobilnya, karena beliau tidak ingin memakai mobil yang pernah mencelakakan putri kesayangannya.” Potong baron tiba tiba.

Mendengar ucapan baron, samudra dan Udin seketika terdiam. Mereka saling menatap di dalam kaca sepion, baron yang melihat interaksi kedua orang tersebut memilih memalingkan pandangannya ke samping mobil.

Sedangkan di kediaman oma eli, langit yang dari tadi asik berguling guling di atas kasur empuknya merasa sangat bosan karena tidak mempunyai aktivitas lain selain tidur dan menonton drama Cina kesukaannya.

“Bosan kalau tiap hari seperti ini, kalau saja aku bisa kuliah pasti asik punya banyak teman.” Lirih langit yang memainkan boneka Teddy kesayangannya yang di berikan samudra waktu ultahnya dulu.

Tanpa langit sadari oma eli yang akan masuk ke dalam kamar langit mengurungkan niatnya, dia sengaja ingin mendengarkan apa yang langit ucapkan.

Dengan langkah perlahan oma eli duduk di samping ranjang langit, merasakan ada pergerakan di atas kepalanya seketika langit refleks menolehkan kepalnay ke atas dimana oma eli duduk sambil menatap cucu cantiknya.

“Apa kamu benar benar ingin melanjutkan studi kamu sayang…” tanya pma sambil mengelus rambut lembut langit.

“Oma dengar semua ucapanku, Ish… oma ah…” gerutu langit sambil duduk menghadap oma eli.

“Jika iya, oma akan mengurus semuanya.”

“Benarkah…!!?” Tanya langit terdengar senang.

“Tapi ada syaratnya, harus ada yang jadi pengawal kamu. Oma tidak ingin kamu celaka, asal kamu tahu langit. Di luar sana ada orang yang ingin menghancurkan keluarga papa kamu, mereka tidak segan segan membuat kamu atau angel celaka.”

Langit mengerucutkan bibirnya kesal, kenapa dia harus mengunakan jasa pengawal jika akan kuliah nanti. Tapi jika langit tidka menuruti permintaan oma, maka dia tidak akan di perbolehkan kuliah.

Pilihan yang teramat sulit, setelah langit berfikir keras dia tersenyum sambil menatap oma eli.

“Baiklah oma, langit mau. Tapi aku ingin kak samudra yang jadi pengawalku nanti di kampus, bagaimana…?”

Oma eli mengerucutkan alisnya, menatap langit yang tersenyum malu malu. Dengan gemas oma mencubit gemas pipi langit, pura pura langit merasakan sakit di pipinya. Dia mengelus pelan pipinya sambil menatap oma eli.

“Akan oma bilang ke samudra, jika dia mau maka bersiaplah kalian akan kuliah bersama.” Oma segera bangkit dari pembaringan langit, sedangkan langkit berjingkrak senang. Karena dia bisa bersama samudra selama dia puluh empat jam, kecuali tidur dna mandi.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!