NovelToon NovelToon
The Regent'S Cute Wife

The Regent'S Cute Wife

Status: tamat
Genre:Tamat / Romansa Fantasi / Time Travel / Transmigrasi ke Dalam Novel / Romansa / Masuk ke dalam novel / Fantasi Wanita / Transmigrasi
Popularitas:1.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Risa Jey

Awalnya Su Lingyu adalah penggarap spiritual dari zaman modern. Namun karena sebuah kecelakaan konyol, ia terpaksa memasuki sebuah dunia novel percintaan zaman kuno, menjadi selir Pangeran Bupati Bo Mingchen sekaligus karakter penjahat wanita yang akan berakhir menyedihkan.

Su Lingyu tidak mau berakhir menyedihkan. Jadi dia dengan patuh menandatangani perjanjian perceraian lalu pergi. Dengan tubuh koi nya yang makmur, Su Lingyu berhasil melalui semua masalah yang timbul setelah bergesekan dengan pemeran utama wanita.

Namun, kenapa rasanya ada yang salah dengan plotnya? Dan apa yang salah dengan Bo Mingchen yang perlahan menipunya kembali ke istana pangeran bupati?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Risa Jey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hobi Dewa Langit?

Akhirnya, Bo Mingchen serta Sikong Lian berhasil menemukan kuda yang mengamuk itu. Kuda itu masih meringkik dan marah.

Rupanya, teriakan tadi memang milik Ling Hua. Seperti yang telah diduga oleh Su Lingyu.

"Cepat! Cepat tahan kuda itu!" teriak Bo Yanlei—sang putra mahkota.

Para pengawal menggunakan tali untuk menahan kuda yang mengamuk agar tidak menyerang orang. Lebih tepatnya, ini menyerang Ling Hua, gadis yang dibawa oleh Chang Leyu.

Walau pun sejak awal Bo Yanlei tidak suka membawa orang lain saat berburu, menurut nya tidak apa-apa membawa dua orang tersebut. Ia terlalu bosan untuk datang sendiri bersama pengawalnya.

Tapi siapa yang tahu, gadis itu cukup merepotkan. Bukan hanya mengalami beberapa kecelakaan kecil sejak kemarin siang, Ling Hua juga demam.

Bo Yanlei tidak tertarik membawa orang sakit dalam perburuannya.

"Putra mahkota, kuda ini sepertinya sulit untuk ditenangkan. Kita hanya bisa membunuhnya!" Salah satu pengawal menyarankan.

"Kalau begitu tunggu apa lagi? Cepat bunuh!" Bo Yanlei berteriak marah.

Su Lingyu melihat kuda itu akan dibunuh, merasa sangat kasihan. Setelah melompat dari kuda, ia berlari untuk menghentikannya. Bo Mingchen bahkan tidak sempat untuk menahannya.

Gadis ini benar-benar cari masalah!

"Tunggu! Jangan bunuh kudanya!" Su Lingyu berteriak, mengalihkan perhatian Bo Yanlei yang marah-marah sebelumnya.

Tidak pernah ada yang menantang atau melanggar perintahnya. Tapi sekarang, seseorang bahkan berani untuk menghentikan perintahnya. Ditambah, masih seorang wanita.

Bo Yanlei melihat siapa gadis yang berani untuk menghentikannya. Tapi ketika ia tahu Su Lingyu, kemarahan di wajahnya surut. Bahkan ada sedikit perasaan akrab yang tak bisa dikatakan.

Tapi sekarang dia tidak lagi marah bukan karena Su Lingyu cantik. Bo Yanlei teringat dengan peringatan Kaisar Bo tentang gadis itu.

Jangan menyinggungnya, jangan menyinggungnya!

Gadis itu sangat beruntung hingga menemukan beberapa harta. Sangat jarang bagi sebagian orang untuk mendapatkan kue yang jatuh dari langit.

Su Lingyu ini adalah yang pertama.

"Ah, ternyata nona Su."

Bo Yanlei langsung tertawa. Ia meminta pengawalnya untuk menahan diri sebentar. Walau pun senyum pria itu agak kaku, ia tidak memiliki motif tersembunyi sama sekali. Kemudian, ekspresinya serius.

"Nona Su, kuda ini tidak tahu kenapa tiba-tiba mengamuk. Kami tidak punya cara lain untuk menghentikannya. Jadi kami hanya bisa membunuhnya. Jika tidak, kuda ini akan membunuh orang-orang yang datang bersamaku."

"Ini kuda milik Sikong Lian," kata Su Lingyu.

"Sikong Lian? Tuan Muda dari Rumah Bunga?" Bo Yanlei terkejut.

Kemudian ia melihat Bo Mingchen yang turun dari kuda. "Kakak sepupu!"

Bo Mingchen hanya mengangguk. Ada yang aneh dengan Bo Yanlei akhir-akhir ini. Terutama sikap nya yang tidak lagi merajalela atau sombong. Setelah tak sengaja terkena pukulan saat berlatih pedang, otaknya seperti bergeser ke sisi yang benar.

"Kalian juga ada di sekitar sini. Kupikir kakak sepupu sudut pergi ke hutan yang lebih dalam," kata Bo Yanlei lagi.

Kemudian dia melihat Sikong Lian yang turun dari kuda. Salah satu kakinya terlihat terluka. Sepertinya terkilir. Bo Yanlei akhirnya menghubungkan masalah ini dengan kuda yang mengamuk.

Tampaknya Sikong Lian juga menjadi korban.

"Itu memang kuda yang kutunggangi sebelumnya. Tiba-tiba saja mengamuk dan menjatuhkanku. Aku tidak tahu kuda ini akan mengganggu rombongan putra mahkota," jelas Sikong Lian sopan.

"Ini memang aneh. Kuda ini tampaknya telah dibius oleh sesuatu." Bo Yanlei menyuarakan alasannya. "Tapi anehnya, kuda ini hanya menyerang nona Ling. Ini membingungkan. Kenapa kuda itu begitu tertarik untuk menendang nona Ling?"

Mereka semua melihat Ling Hua yang kini berada di dahan pohon yang tak terlalu tinggi. Tapi lengan dan kakinya terluka ketika terjatuh tadi. Kuda itu sempat mendorong dan menginjak kakinya.

Wajah Ling Hua pucat sekarang. Chang Leyu ada di bawah pohon, tak jauh darinya. Ekspresinya bahkan lebih tidak enak dipandang.

Kuda yang mengamuk itu, keduanya tentu saja tahu. Bukankah ini kuda yang Chang Leyu beri obat sebelumnya agar membuat Sikong Lian mengalami bencana. Kemudian keduanya sepakat untuk menyalahkan masalah ini pada Su Lingyu.

Lalu apa yang terjadi sekarang?

Kenapa justru kuda itu malah datang ke arah mereka.

Sikong Lian juga merasa aneh. Tapi dia tidak mengatakan apa-apa. Ini salahnya karena meremehkan keberadaan dewa langit sebelumnya. Tapi kenapa kuda itu tidak berhenti mengamuk, ia sendiri tidak tahu.

Tak berapa lama, awan gelap mulai menutupi langit dan gerimis pun turun.

"Hujan? Hari ini harusnya cerah. Kenapa tiba-tiba saja turun hujan?" Sikong Lian merasa heran.

Saat gerimis menjadi sedikit deras, mereka hanya bisa berteduh di bawah pohon. Ada pun kuda yang mengamuk, saat air hujan menyapu tubuhnya, kegilaannya pun tersapu.

Kini, kuda itu tenang dan tampak seperti kuda jinak pada umumnya. Bahkan meringkik dan makan rumput di sekitar.

"..." Hujan ini adalah berkah bukan? Batin mereka semua.

Su Lingyu menghela napas lega. "Kuda itu akhirnya tidak jadi menjadi daging di talenan, jika itu dibunuh, akan sulit untuk memanggangnya."

"Kamu hanya tahu cara makan!" Bo Mingchen mendengkus.

Su Lingyu tidak menimpalinya. Dia hanya cemberut. Jadi bagaimana jika dirinya hanya tahu cara makan? Dia menatap langit mendung. Terima kasih kepada dewa langit karena telah membuat kuda itu tidak menjadi makananku, pikirnya.

Kiwi yang ada di bahu Bo Mingchen entah sejak kapan, mencicit ke arah Su Lingyu. “Tuan, tidakkah kamu melupakan sesuatu?” tanyanya.

Su Lingyu bingung. Apa yang dia lupakan. Akhirnya Kiwi mencicit lagi dan memberi tahunya tentang harimau yang kehujanan. Akhirnya, gadis itu pun ingat dan menepuk jidatnya.

“Harimauku!”

Su Lingyu langsung menerobos hujan dan menuntun kudanya yang kehujanan. Ia lupa jika harimau jantan itu sengaja diikat dan masih berada di punggung kuda. Bo Mingchen benar-benar ingin mengatakan sesuatu.

Alhasil, Ling Hua yang ingin turun dari dahan pohon pun mengurungkan niatnya ketika melihat Su Lingyu menuntun kuda ke bawah pohon. Di atas kuda itu ada seekor harimau jantan besar yang masih hidup, terikat dengan baik. Namun ia sangat takut.

Kebencian di hati Ling Hua tumbuh semakin besar. Kenapa gadis yang telah dicampakkan oleh Bo Mingchen, masih hidup? Akan lebih bagus jika dia dimakan harimau itu!

Gemuruh terdengar di langit berawan gelap. Dan hujan semakin turun deras. Tanpa ada tanda-tanda atau firasat, sebuah petir ungu langsung turun dan menyambar Ling Hua.

Suara petir yang menggelegar dan teriakan Ling Hua terdengar menjadi satu. Ling Hua langsung terjatuh dari dahan pohon dengan tubuh berasap. Orang-orang di bawah pohon itu terkejut. Tanpa sadar, Bo Mingchen merangkul gadis itu ke pelukan untuk melindunginya.

Dan di atas kuda Su Lingyu, harimau jantan sudah lama gemetar. Ini adalah ketakutan alami.

“Petir … petir menyambar lagi?” gumam Sikong Lian merasa sedikit trauma.

Setelah pulang dari berburu, dia mungkin akan waspada ketika mendengar suara gemuruh dan petir yang menyambar.

Apakah dewa langit memiliki hobi untuk menyambar orang selama ini?

1
nia kurniawati
Luar biasa
yuyu n yuliana
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Bzaa
su ling memang beruntung banget
Bzaa
semangat....
Bzaa
wah gegara ikat rambut, bobo beneran gak bisa bobo ini mah
Manusia Batu
di sogok ginseng seribu tahun
Royani Arofat
pikirku mereka ketagihan rasanya ternyata tetap tak suka🤣
🌸 Airyein 🌸
Sangaaat seru. FL nya mantul ga menye2
🌸 Airyein 🌸
Baguus. Makasih thor. Seruu. Dan happy ending 💞
🌸 Airyein 🌸
Pastinya
Royani Arofat
beruang jaman purba beda ya...
Royani Arofat
putra mahkota kah?
🌸 Airyein 🌸
Akhirnya ga sakit ya
Ayu Mestari
Luar biasa
🌸 Airyein 🌸
Sama woii 🤣
🌸 Airyein 🌸
Dar hina di dunia modern. Masuk zaman kuno buat jadi makin hina elu mah wehh. Mulia mulia bapak kauu cihh 😏
🌸 Airyein 🌸
Ewhhh mimpi aja kau dalam khayalan
🌸 Airyein 🌸
Nah kan
🌸 Airyein 🌸
Akhir2 ini Kiwi malah jd anak buah mingchen 😭
🌸 Airyein 🌸
Konsep macam apa ini Lingyu? 😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!