Kecelakaan tragis yang menimpa Dave di hari pernikahannya membuat XyRa merasakan patah hati hebat. Janji setia sehidup semati pun berganti dengan ucapan duka cita dan belasungkawa.
XyRa yang separuh jiwanya seakan ikut pergi bersama Sang calon suami sampai tak sadar jika sudah di nikahi oleh sepupu pria yang di cintainya tersebut.
Semua karna orang tua XyRa tak sanggup melihat kesedihan di wajah putrinya, terlebih acara pernikahan sudah siap di laksanakan..
"Saya Terima nikah dan kawinnya XyRa Rahardian Wijaya dengan mas kawin tersebut di bayar, Tunai"
Sebuah kalimat Ijab Qabul lantang di suarakan oleh Axel, duda beranak satu yang di tinggal selingkuh istrinya 4 tahun lalu.
Bisakan XyRa menerima pernikahannya dengan Sang suami pengganti?
Lalu, bagaimana ia harus menerima statusnya yang tak hanya menjadi istri melainkan langsung menjadi ibu sambung dari seorang anak kecil yang haus kasih sayang?
Ikuti terus kisahnya, sediakan kanebo buat air mata ya, 😇😇
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nenengsusanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 33
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Mamih Sean satu kan?
Pertanyaan itu terus berputar dalam benak Axel, entah ia harus menjawab iya atau tidak untuk hal ini yang sebenarnya adalah sesuatu yang mudah jika saja yang di hadapi oleh nya bukan bocah Batita.
Jika Axel menjawab satu, buktinya ada Maya yang tak boleh di lupakan, tapi jika ia menjawab dua nyatanya satu pun Sean sudah lebih dari cukup.
Menceritakan yang sebenarnya sejak dini memang keputusan tepat karna bisa memudahkan Axel dan XyRa membentuk perasaan Sean pada Maya yang berhak tahu perkembangan putranya, sebab kasih sayang saja tak akan sebanding dengan pengorbanan hamil dan melahirkan yang di tanggung Maya seorang diri saat itu.
"Dua, Sayang." jawab XyRa yang langsung membuat Sean menoleh.
"Banyak banget," gumam anak itu masih dengan raut kebingungan.
"Satu Mamih XyRa, dan satu lagi Mamih Maya," jelas Axel karna sepertinya Sang istri tak kuat lagi untuk menjawab.
"Mamih Maya, yang lagi kerja itu?" tanya Sean yang kembali menatap papihnya yang langsung mengangguk kan kepala.
Axel tak pernah menjelekkan Maya pada Sean karna hal ini takut terjadi dan nyatanya benar saja, mereka kini akan di pertemukan setelah sekian tahun berpisah tanpa kabar sama sekali, tapi Axel tak pernah menjanjikan kepulangan Maya maka dari itu Sean selalu banyak bertanya dan punya banyak harapan. Namun semua itu tak lagi di lakukan saat XyRa datang mengisi kekosongan dalam jiwa Sean yang ingin tahu sosok ibu yang sebenarnya.
"Mamih Maya sekarang sudah pulang dan kita akan bertemu juga menjemputnya," jelas XyRa dengan suara tercekat.
Sean yang tak paham sepenuhnya hanya mengangguk saja, ia tak antusias seperti saat pertama kali bertemu dengan XyRa, mungkin semua itu karna Sean sudah mendapatkan apa yang ia butuh dan ia cari selama ini.
.
.
.
Tarik napas, lalu hembus kan, itulah yang dilakukan XyRa sebelum ia keluar dari kamar menuju kamar Sean yang bersebelahan.
"Yakin, kuat?" tanya Axel yang berharap XyRa mengurungkan niatnya untuk menjemput Sang mantan istri.
"Hem, iya, Mas. Aku siap berbagi Sean," jawab XyRa namun dengan kedua mata terpejam.
"Tentu, hanya Sean, karna aku tetep satu untukmu," balas Axel dengan senyum menggoda.
XyRa yang merona kedua pipinya lalu mendekat, saat keduanya sudah berdiri saling berhadapan XyRa langsung mengalungkan tangannya ke leher Axel yang merasa aneh dengan sikap isterinya yang tak biasa pagi ini.
Daging kenyal merah muda nan manis itu pun mendarat sempurna di bibir pria yang langsung memejamkan kedua matanya, rasanya begitu nikmat bagi Axel karna XyRa yang memulai lebih dulu, sungguh ini adalah kejadian Langka selama mereka menikah hampir satu tahun.
Entah perasaan apa yang hinggap di benak XyRa hingga ia seberani ini mencium bibir Axel lebih dulu karna biasanya ia selalu malu untuk memulai, XyRa hanya berani mencium pipi suaminya sebagai tanda ungkapan Terima kasihnya jika Axel memberi dan melakukan sesuatu yang spesial untuknya.
Tapi, berbeda dengan pagi ini yang terjadi begitu saja, Ciuman yang di berikan XyRa seakan pertanda jika pria itu hanya miliknya seorang seperti yang dikatakan barusan, ia tak ingin membagi sosok sandaran hati yang sudah mengubah hidupnya jauh lebih berarti.
"Kenapa?" tanya XyRa saat ciumanya di lepas.
.
.
.
Ulet bulu jumbonya minta masuk Rawa...