Nicole Mary Wijaya adalah gadis yang sangat cantik dan genius selain itu Nicole anak dari pengusaha terkaya di negara itu dan banyak gadis dan wanita sangat iri dengan keberuntungan Nicole.
Banyak pria yang ingin melamarnya tapi Nicole selalu menolaknya dengan alasan dirinya masih suka belajar. Hingga suatu ketika dirinya dijodohkan oleh ayahnya membuat Nicole kabur dari mansion.
Sahabatnya yang sangat iri dengan Nicole menjebaknya. Apakah usahanya berhasil? Adakah pria yang bisa membuat hati Nicole membuka hatinya?
Ikuti yuk novelku yang ke 39
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yayuk Triatmaja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Cemburu
Raka hanya tersenyum karena istrinya memang berbeda dengan wanita diluaran sana.
"Kak Raka makanlah nanti cacing nya demo lagi kalau tidak makan." Ucap Nicole sambil tersenyum.
Raka hanya menganggukkan kepalanya kemudian mengambil paper bag tersebut lalu membukanya. Raka mulai memakan makanan tersebut hingga lima belas menit kemudian Raka sudah selesai makan dan minum.
"Kak Raka, temani aku tidur." Pinta Nicole sambil menggeser kan tubuhnya ke arah samping.
"Tubuhku besar nanti istriku kesempitan." Jawab Raka.
"Tidak, aku ingin sekali dipeluk sama suamiku." Jawab Nicole.
Raka hanya menganggukkan kepalanya kemudian berbaring di ranjang dan menatap ke arah wajah cantik istrinya sambil tersenyum.
"I Love You." Bisik Raka.
"I Love You Too." Jawab Nicole sambil memejamkan matanya.
Tidak berapa lama Nicole tidur dengan pulas begitu pula dengan Raka. Raka tidur dengan memiringkan tubuhnya sambil memeluk tubuh istrinya.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Tiga Hari Kemudian
Tidak terasa waktu berjalan dengan cepatnya dan kini Nicole sudah keluar dari rumah sakit dan bisa beraktifitas kembali seperti biasanya.
"Sayang, apakah Sayangku tidak lelah menjagaku ketika aku di rawat di rumah sakit dan sekarang Sayangku berangkat ke kantor?" Tanya Nicole sambil mengancingkan kemeja suaminya satu persatu.
"Semalam kan dapat amunisi jadi paginya badanku tidak lelah." Jawab Raka.
"Amunisi?" Tanya ulang Nicole.
Grep
"Melakukan hubungan suami istri.'' Bisik Raka sambil memeluk pinggang istrinya.
"Sayang, adik kecilmu nanti tegang." Ucap Nicole sambil mendongakkan kepalanya ke atas menatap wajah tampan suaminya yang lebih tinggi darinya.
"Dari tadi sudah tegang, satu ronde ya? Biar aku kerja jadi semangat." Pinta Raka.
Nicole hanya menganggukkan kepalanya, Raka yang mendapatkan respon dengan cepat melepaskan kancing kemejanya membuat Nicole tersenyum melihat suaminya dan Nicole pun melakukan hal yang sama.
Kini tubuh mereka polos tanpa sehelai benangpun kemudian Raka menarik perlahan tangan Nicole ke arah tembok.
"Kok tidak di ranjang?" Tanya Nicole.
"Aku ingin kita bermain dengan cara berbeda." Jawab Raka.
Selesai mengatakan hal itu Raka membalikkan tubuh istrinya ke arah belakang agar menatap ke arah tembok.
Raka menciumi leher sebelah kiri Nicole hingga kemerahan dan berlanjut ke leher sebelah kanan padahal semalam belum juga hilang.
Selain mencium leher milik Nicole, ke dua tangan milik Raka memainkan dua gunung kembar himalaya dan sesekali memilin ujungnya.
"Sayang ... Ahhhhhhh ..." Desah Nicole.
"Hmmm..." Jawab Raka.
"Aku ingin dimasukin." Pinta Nicole.
"Sabar Sayang, sebentar lagi akan Kakak masukin." Bisik Raka.
Raka menggesek-gesek bokong Nicole dengan menggunakan tombak saktinya sambil masih memainkan dua gunung kembar yang pas di kedua tangannya.
Setelah puas Raka melebarkan ke dua kakinya Nicole kemudian Raka meminta Nicole untuk menundukkan tubuhnya setengah. Setelah Nicole melakukannya dengan ke dua tangan menahan tubuhnya dengan memegang tembok barulah Raka menuntun tombak saktinya ke dalam goa milik istrinya.
Raka dengan sengaja memainkan tombak saktinya hanya memasukkan kepala tombak saktinya ke dalam goa milik istrinya.
"Sayang, kenapa sedikit yang dimasukkan?" Protes Nicole yang ingin segera dituntaskan.
"Istriku kenapa tidak sabar?" Goda Raka.
"Aku sangat tersiksa, ayolah Sayang di masukkan." Mohon Nicole.
"Maksudnya seperti ini?" Tanya Raka sambil berbisik.
Jleb
"Akhhhhhhhh... Benar sayang." Jawab Nicole.
Selesai mengatakan hal itu Raka memasukkan tombak saktinya ke dalam goa yang paling terdalam di mana di sekitar goa tersebut ditumbuhi rumput hitam. Hal itu membuat Nicole mengeluarkan suara merdunya membuat suaminya tersenyum bahagia.
"Sayang .... akhhhhhhhh... Punya Suamiku memang enak banget ...." Racau Nicole yang merasakan enak luar biasa.
"Tentu saja enak, ini semua milik istriku." Ucap Raka sambil menggoyangkan pinggulnya secara berulang-ulang.
"Akhhhhhhhh..." Teriak Nicole.
Tubuh Nicole mengejang tanda dirinya mendapatkan pelepasan untuk pertama kalinya membuat Raka tersenyum bahagia karena istrinya sudah mendapatkan pelepasan pertama.
Tiba-tiba Raka mengangkat tubuh Nicole tanpa melepaskan tombak saktinya membuat Nicole memegang ke dua lengan suaminya.
"Apa yang sayang ku lakukan?" Tanya Nicole.
"Kita main dengan posisi duduk." Bisik Raka.
Raka duduk di sofa kemudian kembali memainkan dua gunung kembar milik Nicole sedangkan Nicole menggerakkan pinggulnya secara berulang-ulang membuat Raka merem melek merasakan jepitan milik istrinya.
Walau mereka sering melakukan hubungan suami istri, tanpa sepengetahuan Raka kalau Nicole memesan obat dan melakukan senam agar bagian privasinya tidak kendur tapi legit agar jika suaminya meminta hubungan suami istri maka suaminya bisa merasakan jepitan miliknya.
"Sayang terus, punyamu sangat enak." Ucap Raka sambil ikut menggoyangkan pinggulnya secara berulang-ulang agar dirinya bisa merasakan lebih nikmat.
"Akhhhhhhhh...."
Bruk
Setelah sepuluh menit kemudian tubuh Nicole mengejang tanda dirinya mendapatkan pelepasan untuk ke dua kalinya. Bersamaan tubuhnya ambruk sambil tubuh polosnya ke dada bidang suaminya.
"Sayang cape." Ucap Nicole dengan nada manja sambil meletakkan kepalanya di bahu Raka.
"Ok. Sekarang gantian Kakak yang berkerja." Ucap Raka.
Raka menarik tombak saktinya kemudian menggendong tubuh polos istrinya seperti koala sedangkan Nicole memegang tombak sakti milik Raka dan menuntunnya ke dalam goa miliknya namun sebelumnya Nicole mengangkat bokongnya agar bisa masuk ke dalam goa yang paling terdalam.
Jleb
"Akhhhhhhhh..."
"Istriku ternyata nakal." Ucap Raka ketika tubuh mereka disatukan.
"Hehehehe... Kalau begini kan adik kecil milik suami tampanku tidak kedinginan." Jawab Nicole sambil tersenyum nakal.
"Istriku belajar darimana?" Tanya Raka sambil merebahkan tubuh mereka berdua di ranjang tanpa melepaskan tombak saktinya.
"Dari suami tampanku." Jawab Nicole sambil mengedipkan matanya.
Cup
"Lakukan itu hanya untukku." Bisik Raka kemudian mengecup bibir istrinya.
Setelah mengatakan hal itu Raka mulai menggoyangkan pinggulnya secara berulang-ulang hingga setengah jam kemudian Raka mempercepat gerakannya hingga tidak berapa tubuh Raka mengejang tanda dirinya mendapatkan pelepasan.
"Akhhhhhhhh... Istriku sayang.. Aku mau keluar ...." ucap Raka sambil mengeluarkan suara merdunya.
"Akhhhhhhhh ... My Husband ..." Ucap Nicole sambil mengeluarkan suara merdunya secara bersamaan.
Raka mendiamkan tombak saktinya setelah beberapa saat Raka menarik tombak sakti nya kemudian menggulingkan tubuhnya ke arah samping istrinya.
"Kita mandi bersama yuk," ajak Raka sambil turun dari ranjang.
"Gendong." Pinta Nicole sambil mengarahkan ke dua tangannya ke atas dengan nada manja.
"Istriku semakin manja dan membuatku senang," ucap Raka sambil menggendong tubuh polos istrinya.
Nicole hanya tersenyum membuat Raka membalas senyuman istrinya kemudian berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang lengket.
Satu jam kemudian barulah mereka keluar dari kamar mandi dengan memakai jubah handuk. Raka menggendong tubuh Nicole ala bridal style sedangkan Nicole meletakkan kepalanya di dada bidang suaminya sambil mengalungkan ke dua tangannya ke leher suaminya.
Wajah Raka sangat segar sedangkan wajah istrinya terlihat sangat lelah karena di kamar mandi Raka meminta lagi. Raka berjalan ke arah ranjang sedangkan istrinya tidak pernah lepas memandangi wajah tampan suaminya.
"Aku sangat lelah Sayang, mau tidur saja." Ucap Nicole.
Cup
"Istirahatlah." Ucap Raka sambil mengecup bibir istrinya singkat kemudian meletakkan perlahan tubuh istrinya ke ranjang.
"Sayang, hari ini kerja?" Tanya Nicole.
"Kerja tapi Kakak tidak ke kantor." Jawab Raka.
"Maksud Kakak?" Tanya Nicole sambil mengerutkan keningnya.
"Kakak akan ke ruang kerja untuk mengerjakan pekerjaan Kakak karena tadi Kakak minta sekretaris baru Kakak untuk membawa semua dokumen perusahaan ke sini." Jawab Raka sambil berjalan ke arah lemari pakaian.
"Sekretaris nya laki atau perempuan?" Tanya Nicole dengan nada cemburu.