NovelToon NovelToon
ADIK ANGKAT JADI ISTRIKU

ADIK ANGKAT JADI ISTRIKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Terlarang / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Murni / Suami ideal / Istri ideal / Slice of Life
Popularitas:9.9k
Nilai: 5
Nama Author: SariRani

Raden Tresnoka Herlambang Agung memiliki perasaan lebih dari saudara kepada adik angkatnya yang bernama Rindu Hagika Agung. Namun Rindu sangat menghindari hubungan dengan kakaknya itu lebih dari saudara karena tidak ingin mengecewakan orang tua yang telah membesarkannya yaitu orang tua Noka. Saat pulang dari luar negeri selepas menyelesaikan pendidikan S2 di New York, niat Noka ingin menyatakan cinta kepada Rindu malah dikenalkan dengan kekasih adik angkatnya itu. Murka lah Noka hingga kehilangan akal dan mengambil keperawanan sang adik angkat. Bagaimana respon orang tua mereka? Bagaimana Rindu bisa menerima Noka kembali setelah merusak dirinya dan cintanya kepada sang kekasih? Lanjutan Novel "TRESNO KARO KOWE" , anak pertama Saka dan Fina bersama anak angkat mereka.

#konfliketika

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SariRani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KEPUASAN YANG TERTUNDA

Saat hari semakin sore, Noka akhirnya membangunkan Rindu yang terlelap setelah menangis mengingat ibu kandungnya.

"Sayaang, bangun. Udah ashar" panggil Noka.

Cup!

Ciuman di pipi Rindu sebagai bonus dari sang suami.

"Hmmm, masih ngantuk" manja Rindu.

"Nanti malam tidur lagi. Sekarang mandi, terus sholat lalu jalan jalan. Kamu gak mau malam mingguan sama aku?" tawar Noka.

"Mau.." lirih Rindu yang malah semakin mendusel ke dada suaminya.

"Sayanh jangan ndusel ndusel gini, itu ku bisa bereaksi loh dan kasian baby kita kamu himpit ke tubuhku" ucap Noka dan membuat Rindu menarik kepalanya lalu mendudukan diri.

"Ih mesum banget suamiku! Padahal aku cuma meluk kamu aja loh dan aku juga kasih jarak perutku sama tubuhmu, Mas" omel Rindu.

"Aduh salah lagi" batin Noka.

Rindu tiba tiba semakin sensitif sejak tau kondisinya sedang hamil.

"Yaudah kalau gak mau dipeluk, aku mandi dulu" ujar Rindu dan berniat turun dari ranjang untuk menuju kamar mandi, namun tangannya dicekal saat dirinya belum sempat berdiri.

Noka mendekatkan wajahnya dengan sang istri dan mencium wanita itu dengan basah.

Entah kenapa Rindu pun menerima ciuman bergairah dari sang suami.

Decapan keduanya terdengar di kamar. Tangan Noka juga sudah menerobos ke sela sela blouse yang dipakai Rindu untuk mere-ma-s bongkahan kenyal di dada istrinya.

Tapi ketika permainan semakin panas untuk keduanya dan tubuh Rindu sudah dibaringkan lagi di ranjang, tiba tiba Noka menatap wanita dibawahnya dengan raut wajah takut.

"Mas..." panggil Rindu yang sudah ingin dipuaskan oleh sang suami. Gairah ibu hamilnya begitu meluap minta dimanja segera, namun berbeda dengan Noka yang terlihat ragu ragu melanjutkan gairahnya.

"Maaf sayang..sepertinya aku tidak bisa melanjutkannya. Baby kita masih kecil..aku rasa aku takut menyakitinya" ujar Noka dengan lembut.

Noka sadar dirinya sudah hampir menerkam sang istri yang sedang hamil muda tanpa tau kondisi calon bayinya. Ia pun mendudukan diri dengan perasaan takut.

Rindu juga ikut mendudukan diri kembali.

Wajah Noka yang sudah memerah menahan gairah, sebisa mungkin pria itu redakan. Sesuatu yang mendesak di celana jeans pendeknya, terpaksa harus dipuaskan sendirian.

Rindu melihat hal itu dan ia pun menghembuskan nafas panjang mencoba mengerti perasaan calon ayah dari anaknya itu.

"Maaf ya, sayang " ucap Noka dengan suara berat.

Tangan lembut Rindu terangkat mengelus pipi sang suami.

"It's okay Mas. Kamu perlu adaptasi, aku pun juga" sahut Rindu.

"Biar kamu merasa aman dan tau keadaan bayi kita bisa kamu jenguk atau nggak, kamu mau cek kandungan bareng aku?" lanjutnya.

Wajah Noka langsung berbinar.

"MAU!!!" seru pria itu.

Senyum Rindu pun terlihat karena merasa lega suaminya tidak murung lagi.

"Yaudah, ini nanti jalan jalannya mampir dulu ke rumah sakit anak dan ibu ya. Aku perlu memeriksakan kandunganku di second opinion atau dokter kedua. Nanti coba cari dokter yang cocok untuk calon anak kita yang mana" jelas Rindu.

"Siap sayang!" sahut Noka yang jadi antusias lagi.

Lalu mereka saling tatap dengan penuh cinta.

"Sini aku bantu kamu menyelesaikan apa yang sudah menegang di balik celanamu, Mas" tawar Rindu.

Nola terbelalak mendengar tawaran dari sang istri. Rindu benar benar memberikannya kejutan.

"Sa..sayang...gak perlu, aku bisa main sendiri di kamar mandi" gugup Noka tapi Rindu tidak menerima penolakan lagi kali ini.

Ia sudah mendekatkan tangannya di resleting celana sang suami dan melepas kancing yang ada.

Noka sudah tak bisa berkutik saat tangan lembut dan terasa dingin sudah menyentuh miliknya yang terbebas dari sangkar.

Ia tidak ingin menikmatinya sendiri dan meraup bibir Rindu sambil menikmati gerakan tangan sang istri di miliknya hingga keluar lah cairan putih.

"Aaaaaakh!!!" de-sah Noka dengan kepala yang mendongak keatas.

Rindu tersenyum menyeringai mendengar suara sexy pria yang sudah ia puaskan itu.

Tangannya sudah terasa lengket dengan apa yang baru tumpah disana.

"Kamu berhutang kepuasaan kepadaku, Mas" goda Rindu.

"Hmmmm, pasti sayaang..aku akan memuaskanmu jika kondisi bayi kita sudah siap aku jenguk" ujar Noka dengan senyuman puas.

Kemudian, Rindu dan Noka mandi bersama tanpa berbuat lebih di kamar mandi untuk menghemat waktu.

Setelah terlihat segar keduanya, barulah mereka keluar kamar dan menuju ruang tengah untuk berpamitan kepada orang tuanya yang sedang duduk berdua dengan mesra di depan tv.

"Dad, Mom, aku sama Rindu mau keluar dulu ya. Mau malam mingguan" pamit Noka.

"Iya pergilah, daddy sama mommy juga ada rencana dinner nanti sama temen bisnis" sahut Saka.

"Hati hati ya Ka, sekarang istrimu harus kamu perhatiin extra" timpal Fina.

"Siap mommy!" sahut Noka lalu ia mencium punggung tangan orang tuanya bergantian dan diikuti oleh Rindu.

Mereka berdua akhirnya keluar rumah.

Di saat perjalanan, Rindu memberikan intruksi jalan untuk menuju Rumah Sakit Ibu dan Anak terbaik di Jakarta.

Tujuan pertama mereka memang memeriksakan kandungan bersama. Noka sangat penasaran dengan keadaaan calon bayinya.

Sekitar 25 menit di jalanan yang lumayan rame karena menjelang malam, akhirnya sampai juga.

Rindu datang sebagai pasien umum bukan sebagai dokter, jadi dia harus mendaftar sebagai pasien baru. Noka menemani sang istri dengan sabar.

Mereka menunggu 30 menit baru nama Rindu Hagika Agung dipanggil untuk masuk ke poli kandungan.

"Selamat sore, Ibu Rindu. Perkenalkan saya Dokter Trias, yang akan memeriksa kandungan ibu" sapa dokter kandungan yang bertugas.

"Selamat sore, dokter Trias" sahut Rindu.

"Silahkan duduk, ibu dan bapak" ujar Trias.

Noka dan Rindu duduk dihadapan sang dokter.

"Ini kehamilan pertama ibu ya?" tanya Trias.

"Benar dok" jawab Rindu.

"Apakah ada keluhan sebelumnya atau apa yang perlu ibu konsultasi kan?" tanya Trias kembali.

"Syukurlah tidak ada dok. Saya baru mengetahui kehamilan ini kemarin dan merasa lemas saja. Tapi tidak sampai mengalami morning sickness seperti muntah munta. Memang beberapa hari ini saya pusing, namun masih bisa saya antisipasi" jawab Rindu.

"Baik. Kita langsung cek USG dulu ya. Sepertinya bapak sangat menunggu hal ini" ujar Trias saat melihat Noka yang terlihat sangat senang.

"Hihi, dokter tau saja. Saya ingin melihat calon anak saya karena ada yang perlu saya pastikan" sahut Noka sambil terkikih malu.

Dokter Trias sudah bisa menebak apa yang biasanya bapak bapak ingin pastikan saat konsultasi kehamilan seperti ini. Ia hanya tersenyum saja.

Lalu Rindu dibantu oleh perawat untuk tidur di brankar pemeriksaan dan membuka bagian perut hingga bisa diolesi gel.

Setelah siap, barulah Dokter Trias menggunakan alat USG diatas gel tersebut.

"Coba bapak lihat di monitor depan anda, terlihat titik bulat ya, ini janin anda. Usianya sudah masuk 6 minggu. Detak jantungnya juga sudah terdengar meskipun masih lemah tapi hal ini sangat baik sesuai usia kandungannya" jelas Dokter Trias.

Noka melihat monitor itu dengan mata berkaca kaca sambil tangannya menggenggam tangan sang istri.

"Alhamdulillah" lirihnya.

"Kamu akan jadi ayah terhebat untuk anak kita, Mas" ucap Rindu dan Noka pun memalingkan pandangannya dari layar monitor ke wajah sang istri.

"Kamu juga akan menjadi ibu luar biasa untuk anak anak kita, sayang" balas Noka.

Dokter Trias dan perawat ikut senang dengan interaksi pasangan dihadapan mereka ini.

1
Laarni Ibrahim
Terima kasih , Atas karya hebar ini saya suka jalan cerita nya.
SariRani: Terima kasih banyak kak atas bintang 🌟 5 nyaa, semoga bahagiaa selalu ❤️🥰 ditunggu endingnya yaa hehe
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!