NovelToon NovelToon
Si Buntung Dan Lengan Bionik Nya

Si Buntung Dan Lengan Bionik Nya

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Sistem / Mengubah Takdir / Anak Lelaki/Pria Miskin / Dokter Ajaib / Pendamping Sakti
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: Mobs Jinsei

Remake dari karya berjudul Emas yang belum lama di rilis dan karya teman penguasa berlengan satu yang sudah di drop.

Kisah seorang pria yang selalu di hina akibat dia hanya memiliki satu lengan. Dia di khianati istri yang sewaktu smp di tolongnya sampai mengorbankan lengannya. Mertua dan iparnya menganggap dia sampah karena dia sering di pecat karena kondisi nya.

Dia sempat berpikir mengakhiri hidupnya dan di tolong, dia mendapat lengan bionik karena kebetulan dan sempat mau di bunuh oleh selingkuhan istrinya, namun di saat kondisinya sudah kritis, lengan bionik nya malah menolongnya dan memberinya kekuatan untuk mengubah nasib. Bagaimanakah kisah perjalanan hidup baru nya ?

Genre : Fiksi, fantasi, drama, komedi, supranatural, psikologi, menantu terhina, urban.

100 % fiksi, murni karangan author. mohon like dan komen nya ya kalau berkenan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mobs Jinsei, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 5

Marlon berpikir keras, dia mencoba mencerna kalimat Richard satu demi satu di kepalanya sekali lagi dan mempertimbangkan untung rugi bagi dirinya, melihat Marlon yang nampak galau, Richard langsung menanyakan maksud nya,

“Apa anda bersedia untuk mencobanya pak Marlon, mengingat anda membutuhkan nya,” ujar Richard.

“Apa berbahaya pak ?” tanya Marlon.

“Saya berani jamin 80% aman,” jawab Richard.

“Lah...20% nya ?” tanya Marlon dalam hati.

“Tidak perlu khawatir, kami memang tidak berani menjamin produk kami aman, tapi kami semua di sini profesional yang sudah kompeten, jadi kami bisa menjamin 100 % aman karena kami yang melakukannya,” jawab Richard.

Marlon berpikir keras, ada sebuah harapan di tawarkan di hadapannya yang bisa membuat dirinya kembali memiliki lengan dengan cuma cuma tanpa harus mengeluarkan kocek sebesar ratusan juta bahkan sampai di beri bayaran yang cukup besar bagi dirinya, namun tentu saja resikonya sepadan, dia bisa lebih parah dari sekarang dan kemungkinan terburuk, dia bisa meninggal.

Tapi akhirnya, dia memutuskan mengabaikan resikonya dan maju meraih harapan nya karena dia sudah tidak punya apa apa lagi selain harapan di depannya. Dia mengangkat kembali kepalanya dan menatap penuh tekad kepada Richard.

“Baiklah pak, saya mau terima tawaran bapak,” ujar Marlon tegas.

Senyum lebar langsung menghiasi wajah Richard, kemudian dia menurunkan kakinya dan mencondongkan tubuhnya ke depan, dia menjabarkan rangkaian prosedur kepada Marlon dan selama pemantauan, Marlon harus tinggal di rumah sakit selama 1 bulan.

“Apa kita harus konfirmasi kepada istri atau keluarga anda dulu untuk menjalankan prosedur ini, pak ?” tanya Richard.

“Tidak perlu pak, saya sudah tidak punya keluarga,” jawab Marlon langsung.

Mendengar pernyataan Marlon dan melihat ekspresi wajah Marlon, Richard tidak memperpanjang pertanyaannya, dia hanya tersenyum simpul dan berdiri, kemudian dia menjulurkan tangannya ke arah Marlon. Langsung saja Marlon berdiri dan menjabat tangan Richard.

“Senang bekerja sama dengan anda pak Marlon,” ujar Richard.

“Sama sama pak, mohon bantuan nya,” balas Marlon.

Setelah itu, Richard mengajak Marlon menemui para dokter ahli yang akan melakukan prosedur pada dirinya, begitu keluar ruangan, seorang sekertaris yang duduk di depan langsung berdiri,

“Saya sudah siapkan semua pak,” ujar sang sekertaris.

“Bagus Kate, oh satu lagi, tolong beritahu kepala sekuriti, pecat sekuriti bernama Heru yang hari bertugas di lobi lalu beri dia pesangon satu bulan gaji, makasih ya,” balas Richard tersenyum.

“Baik pak, saya hubungi kepala sekuriti sekarang,” balas Kate sambil duduk kembali.

“Mari pak Marlon,” ujar Richard mengajak Marlon.

“I – iya,” balas Marlon terbata.

Marlon menoleh melihat Kate yang sedang menelpon kepala sekuriti dan bernada dingin ketika bicara di telepon. Setelah itu, dia keluar ke kantor pengelola rumah sakit bersama Richard untuk turun ke bawah menggunakan lift umum. Sampai di lantai tiga, Richard mengajak Marlon menemui empat orang dokter dari negara asing.

Setelah berkenalan, para dokter itu menjelaskan bagaimana prosedur di laksanakan secara mendetail kepada Marlon yang sulit mengikuti ucapan keempat dokter itu walau mereka menggunakan bahasa yang sama secara fasih. Seorang perawat datang membawa surat surat administrasi dan pernyataan yang cukup tebal kemudian meminta Marlon menandatangani semuanya setelah membaca tentu nya.

Selesai menandatangani banyak berkas, mulailah pemeriksaan di lakukan, menurut salah satu dokter yang memeriksa pangkal lengan Marlon, fungsi motorik di pangkal lengan Marlon yang sudah lama tidak terpakai sebaiknya di sokong dengan perangkat bionik, akhirnya setelah berdiskusi dengan intens, di putuskan untuk memberi sebuah lengan baru full untuk lengan kiri Marlon. Tentu saja Marlon bersabar menunggu walau dia sama sekali tidak mengerti apa yang keempat dokter itu katakan.

Tahap selanjutnya, setelah perangkat lengan selesai di susun, pemasangan di lakukan, Marlon di baringkan di ranjang dan di bius kemudian di bawa keruang operasi. Waktu operasi pemasangan berlangsung sampai 2 jam lebih karena lengan bionik yang canggih membutuhkan ketelitian lebih, di tambah sebagian syaraf di pangkal lengan Marlon perlu di operasi juga, walau sebenarnya operasi pemasangan pen dan prostetik hanya memakan waku sekitar 30 menit sampai 1 jam.

Tentu saja ke empat dokter menjadi sangat kelelahan, namun mereka tersenyum setelah melihat hasilnya. Lima jam pun berlalu setelah operasi, “ugh,” Marlon mulai membuka matanya dan dia melihat langit langit yang berbeda, dia menoleh untuk memeriksa sekitarnya dan melihat dirinya sudah berada di kamar rawat inap, dia menoleh melihat lengan kirinya, sebuah lengan hitam terbuat dari besi yang nampak seperti kerangka lengan manusia berwarna hitam sudah terpasang di lengannya.

“Benar benar seperti lengan robot...sedikit mengerikan sih, tapi tidak apa apa deh,” ujar Marlon dalam hati ketika melihatnya.

Dia mencoba mengangkat lengannya, ternyata lengan itu terasa ringan seperti mengangkat lengan aslinya, namun tentu saja dia tidak merasakan apa apa lagi selain sensasi itu, dia mencoba mengepal, walau responnya sedikit lambat dan tidak bergerak dengan sempurna, namun tangannya bisa mengepal walau tidak rapat. Air mata Marlon mulai mengalir membasahi pipinya sambil melihat lengan barunya, setelah kehilangan lengan selama 13 tahun, dia merasakan lengannya kembali walau sangat jauh dari sempurna.

Hatinya bersyukur karena walau dia menabung seumur hidup pun, belum tentu dia bisa memasang lengan hitam seperti tengkorak untuk menggantikan lengannya. Bibir Marlon bergetar, air matanya terus bercucuran dan semakin deras, dia terus menggerakkan tangannya walau pergerakan nya sangat terbatas. “Sreeg,” pintu di buka, seorang dokter berkulit kuning melangkah masuk ke dalam kemudian berdiri di sebelah ranjang Marlon yang sedang menangis.

“Bagaimana perasaan anda ?” tanya sang dokter.

“Terima kasih dokter Hiro, lengan ini bagus....sangat bagus,” jawab Marlon menangis dan berusaha menghapus air matanya dengan lengan kanan nya.

“Syukurlah kalau anda suka, masih ada lagi yang harus di kembangkan dari lengan bionik ini, mohon kerja samanya ya sebulan ini, pak Marlon,” ujar dokter Hiro.

“Baik dok, saya bersedia membantu penelitian para dokter,” balas Marlon.

Setelah itu, mulailah Marlon tinggal di rumah sakit selama sebulan dan mempelajari fungsi lengan barunya, ternyata lengan baru itu bisa mengeluarkan layar hologram yang melayang di atas tangan, berisi jam, tanggal, cuaca dan lokasi, sama persis seperti jam tangan yang canggih walau belum secanggih smartphone.

Selain itu, Marlon juga berlatih menggenggam benda benda di sekitarnya termasuk gelas yang merupakan benda pecah gelas untuk memeriksa kekuatan genggaman nya, dia juga berlatih menggerakkan lengannya seperti mengayun seperti lengan normal, menaikkan dan menurunkan dengan cepat, menyelaraskan reflek manusia dengan program software lengan bionik. Walau setiap harinya Marlon bekerja selama 10 jam, namun dia tidak merasa lelah.

Malah dia merasa senang dan bersemangat, dia tidak perlu memikirkan masalah makan dan tempat tinggal untuk sementara dan fokus kepada dirinya, tak henti hentinya Marlon menuliskan apa keinginan nya setelah keluar di note yang ada di smartphone nya dengan senyum yang lebar. Richard pun kadang mengunjungi Marlon untuk menanyakan progress nya atau hanya sekedar ngobrol.

Marlon benar benar hidup layaknya di surga yang serba gratis, di layani oleh para perawat cantik dan di bayar pula ketika dia keluar. Dia yang selama ini di rendahkan dan di cibir oleh masyarakat, sekarang merasa seperti seorang raja dunia walau dia tahu semua ini hanya selama sebulan. Namun saat ini, dia tidak menyadari kalau ada sesuatu yang mengancam dirinya dan akan merubah semua kehidupan nya.

1
Syari Andrian
double2 up donh
TUAN AMIR
next
Syari Andrian
Next
Syari Andrian
Nyesal gak kamu vania? Hufh keqnya enggak😑😑😑
Syari Andrian
Keren banget idenya bikin cerita thor…
Syari Andrian: Sama2
Mobs Jinsei: makasih dan makasih support nya kak/Pray/
total 2 replies
Syari Andrian
Next seru
Syari Andrian
Astaga…😬😬😬
Syari Andrian
Akhhhh knapa jadi aku yang nge bayangin….
Syari Andrian
Waaah identitas baru.. berarti lajang dong awokawoak
Syari Andrian
Jangan sulit2 ancamannya ya kasian MC nya
Syari Andrian
Banka kamu akan menyesal di kemudian hari 😪😪
WHITE FIRE
lanjut author aku tunggu updatenya
Mobs Jinsei: Siap kak
total 1 replies
WHITE FIRE
lanjut author aku tunggu
allowble_ranger
lanjut jadi penasaran
Mobs Jinsei: Siap kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!