cinta itu tak tau kapan akan datang, begitupun datang pada siapa, seperti itulah yang di alami oleh kedua manusia itu.
Raj Aryan Malhotra, seorang pengusaha sukses asal Kasmir, yang menetap di Mumbai.
pria yang terkenal sangat kejam dan tanpa ampun itu, tak mengira akan kedatangan seorang gadis yang mengubah hidupnya.
dia adalah Raina Sunjoyo, putri kedua dari keluarga Sunjoyo yang menjadi rekan kerja pria itu.
gadis yang selalu menyukai semua serba serbi India itu tak akan mengira, jika pernikahan yang ada di bayangannya tak akan seindah kenyataan.
nyatanya suaminya sangat membencinya karena bukan dia yang di inginkan melainkan sosok kakaknya.
apa dia bisa merebut hati suaminya?
atau dia akan berakhir menyedihkan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon meidina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
berakhir buruk
Laila tak menyangka akan mendengar ini, sekarang dia mengerti kenapa dia mengenalkan diri sebagai Miss Aryan sebenarnya.
tapi karena para murid tak nyaman jadi mereka memanggilnya Miss Raina.
"sebenarnya anda ingin meminta suami saya untuk menjadi tunangan putri anda bukan, itulah kenapa anda menyuruh suamiku duduk di kursi di sebelah anda," kata Raina.
"ya itu memang benar, aku ingin meminta Raj menjadi suami dari putriku, karena dia lebih baik dari dirimu itu," jawab tuan Sharma
"putar videonya," kata Raina memberikan isyarat pada seseorang
sebuah rekaman video di putar, "apa kamu yakin ingin memberikan semua yang kamu janjikan asal bisa menikahkan putri ku dengan Raj?"
"tentu saja, karena aku perlu hal itu agar membuat mantan istri Raj membencinya, dan aku bisa membuatnya memihak ku, karena aku butuh wanita itu untuk bisa kita kembali berjaya." kata Vans.
"baiklah, tapi aku dengan di Indonesia juga pernah ada orang yang melakukan hal seperti ini, bukankah itu akan sangat membahayakan diriku," kata tuan Sharma yang sebenar-benarnya takut.
"tenang saja itu tak mungkin terjadi karena di Indonesia itu orangnya terlalu bodoh, karena dia menunjukkan bangkainya padahal putrinya sangat buruk," saut Vans.
"baiklah aku setuju asal kamu berani menjamin semua yang akan terjadi," kata pria itu.
"selamat Vans, lusa perusahaan mu akan di nyatakan bangkrut, begitu pun dengan tuan Sharma," kata Raina.
"apa... itu tidak mungkin," kata tuan Sharma terkejut.
"itu mungkin, apa anda lupa seseorang membeli saham milik mu kemarin lalu dengan harga tinggi, anda lupa namanya?" tanya Raina .
"itu bukan kamu, tapi itu RAM."
"RAM, kepanjangan dari Raina Aryan Malhotra, jadi selamat menikmati kebodohan mu mengikuti jejak pria itu," kata Raina yang tersenyum pergi.
Raj dan keluarga juga pergi, semua orang kaget, bahkan Laila tak menyangka jika guru tarinya yang selalu terlihat sederhana itu.
adalah seorang pengusaha sukses yang selama ini berdiam dan sekarang menunjukkan taringnya.
dan perusahaan Malhotra kini makin besar, begitupun di Indonesia dengan perusahaan Sunjoyo yang kini di pegang oleh Rino.
Raina sampai di rumah dan merasa begitu lelah, Raj duduk di samping istrinya itu.
"tak ku sangka kakak ipar bisa begitu keren," puji Kinjal.
"terima kasih, tapi itu semua berkat aku yang melihat cara suamiku bekerja dulu," jawab Raina.
"Hem... kakak ipar tidak tau, sekarang kakak makin kejam saat bekerja, banyak perusahaan di akuisisi dan di lakukan pemecatan besar-besaran karena pegawai yang tidak kompeten harus di rumahkan," kata Raman
"itu harus, semua harus sesuai dengan porsinya, bukan hanya karena kita punya ikatan darah, terus mau punya jabatan tinggi, itu mengelikan.
Raina pun tertawa, "ya kaku benar sayang ku, aku mencintaimu tuan Malhotra,"
"aku juga sangat mencintai mu," jawab Raj.
"aduh mataku sakit melihat tingkah dia pasangan ini," kata Kinjal pergi ke kamarnya.
sedang Rohan hanya melihat Kinjal pergi, kemudian dia berganti pakaian untuk melihat seseorang yang Kapan tahun mereka selamatkan.
dia pergi mengunakan motor miliknya, dia meninggalkan rumah begitu saja, Kinjal mengawasi kepergian pria itu dari jendela kamarnya.
Kinjal tau jika Rohan sudah di anggap adik oleh Raj, tapi bagaimana pun mereka tidak ada hubungan darah.
itulah yang membuat Kinjal memiliki rasa lebih pada pria tampan itu, di tambah lagi Rohan sangat memanjakan Kinjal.
"apa kamu ingin menemui wanita itu lagi," gumam Kinjal.
di atas motor miliknya, Rohan menembus kemacetan Mumbai dan akhirnya sampai di sebuah bangunan yang terlihat biasa.
dia pun masuk kedalam bangunan rumah itu, dan terlihat sudah sepi,tapi gadis yang di tolongnya itu masih belum tidur.
Rohan pun bersiul dan membuat wanita itu menoleh, "Rohan, kenapa malam-malam datang kemari? bukankah kamu bilang jika kamu sangat sibuk?" tanya Salwa tersenyum ramah.
"aku memang sibuk, tapi kebetulan sudah selesai dan saat di jalan aku melihat ayam goreng kesukaan mu ini, jadi aku membelinya," jawab pria itu ramah.
"benarkah, kalau begitu kita makan bersama, tunggu aku buatkan kopi dulu," kata Salwa
memang aneh untuk Kinjal tak bisa mengenali wajah wanita itu, tapi itu bisa terjadi, karena Salwa sempat harus menjalani operasi plastik.
karena wajahnya terluka saat pemilihan trauma, karena Salwa yang merusak wajahnya sendiri.
itulah kenapa wajah Salwa sekarang berbeda, dia membawa sambal dan kopi, keduanya duduk santai di teras sambil menikmati ayam goreng tadi.
"apa enak?"
"enak sekali, seharusnya tak perlu seperti ini Rohan, kamu selalu saja membantu ku, bagaimana aku bisa membalas kebaikan mu ini," kata Salwa yang merasa tak enak.
"santai saja, ini adalah pilihan ku, lagi pula kegiatan mu membantu para anak di sekitar sini itu sangat bagus," jawab Rohan.
"tapi aku juga butuh pekerjaan, apa kamu bisa memberikan aku pekerjaan, ya hitung-hitung biar aku bisa mandiri," tanya Salwa.
"kamu sudah mengajar di sekolah apa masih kurang, ayolah aku tau kamu tak ada istirahat, karena kamu juga berjualan kue juga bukan,"
"itu hanya kue yah di buat jika ada pesanan," jawab Salwa.
"itu saja cukup, kenapa kamu mau pulang, jika iya aku akan membantu mu untuk pulang," kata Rohan yang sadar mungkin Salwa merindukan keluarganya.
"itu tak perlu, mereka sudah menganggap ku mati, jadi itu cukup, jadi aku ingin menjadi mandiri di sini,"
"kalau begitu bekerja dengan sungguh-sungguh tak perlu mencari pekerjaan lain,dan untuk masalah rumah ini, tak perlu di pikirkan karena ini rumah keluarga ku tak ada yang mengurus, jadi semenjak ada kamu setidaknya rumah ini kembali hidup," kata Rohan yang terdengar sedih.
"iya, dan terima kasih atas semua bantuannya," kata Salwa.
ya sekarang wajah Salwa mirip dengan ibu dari Rohan saat muda, tapi itu sangat cocok karena sikap Salwa yang juga sangat baik.
Rohan memutuskan untuk menginap di rumah itu, tapi kamar mereka berbeda, karena Salwa tidur di kamar atas.
sedang Rohan tidur di kamarnya di bawah, Kinjal yang menunggu kepulangan Rohan pun kecewa karena pria itu tak kembali.
"apa kalian sudah bersama," lirih Kinjal sedih.
sudah menyimpan rasa bertahun-tahun membuat Kinjal merasa jika dia tak memiliki peluang lagi untuk menjadi kekasih pria itu.
sedang di tempat lain, Vans mencekik Mecha, dia merasa telah gagal dan percuma memiliki senjata rahasia.
tapi nyatanya senjata wajah mantan Raj ini tak berguna, terlebih Raj terlalu tergila-gila dengan istrinya Raina.
"tolong jangan bunuh aku," mohon wanita itu.
"membunuh mu, itu terlalu mudah lebih baik kamu sekarang pergi ke tempat yang seharusnya kamu berada," kata Vans yang melempar wanita itu hingga membentur dinding.
tak hanya itu, setelah wanita itu pingsan, dia pun menyeretnya untuk pergi.